Luksagu, BanggaiKep.go.id – Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah di Desa Luksagu menyebabkan musibah.

Akibat hujan lebat disertai angin kencang pada Rabu malam ( 15/4/2020 ) sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa salah satu Rumah milik warga di Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa namun akibat kejadian itu Rumah yang diketahui milik Sarpin mengalami rusak parah.

Informasi yang di himpun Jurnalis Kominfo BanggaiKep, kronologi tumbangnya pohon kelapa setinggi 10 meter terjadi pada Rabu pukul 07,30 Wita.

Tumbangnya pohon kelapa akibat kencangnya angin pada malam hari sehingga pohon kelapa tidak mampu menahan beban buah yang terlalu banyak dan juga perakaran pohon kelapa tidak terlalu kuat menahan beban.

Pohon kelapa tersebut tepat berada di belakang Rumah korban.

Saat kejadian sebagian penghuni Rumah yang berjumlah 5 orang ada di dalam Rumah.

Bahkan Anaknya yang berumur 17 Tahun saat itu sedang tertidur di kamar.

Beruntung batang pohon kelapa yang tumbang kena di sisi Anak yang sedang tertidur.

“Untung kejadian ini tidak terjadi pada malam hari, kalau seandainya malam hari maka celakalah kami semua karna pohon kelapa yang tumbang tepat berada di kamar kami”, kata Sarpin pemilik Rumah tersebut.

Rumah tersebut berukuran 6 x 8 meter dengan atap rumbia,bagian atap dan bangunan Rumah rusak parah.

Sementara itu tetangga dan sebagian masyarakat membantu membersihkan pohon kelapa yang tumbang menggunakan alat potong Chan saw.

Bahkan pohon kelapa yang tumbang tersebut sudah berhasil dibersihkan.

Pihak Pemerintah Desa Luksagu juga langsung memberikan bantuan kepada keluarga yang kena musibah,bantuan berupa atap Rumbia,sembako dan kebutuhan lainnya. (FeriKominfo)

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Mengantisipasi merebaknya pandemi global Corona virus Disease (covid – 19) Tim relawan covid-19 Desa Luksagu bersama-sama petugas Kesehatan Puskesmas Tinangkung Utara melakukan penyemprotan disinfektan, Rabu ( 16/4/2020 )

Kegiatan penyemprotan disinfektan tersebut di pimpin langsung oleh Kepala Desa Luksagu Suriadi Asapa.

Penyemprotan dimulai dari Kantor Desa, Gedung BPU, Rumah Ibadah, tempat-tempat umum, Pasar, dan sarana lainnya.

Kades Suriadi Asapa mengatakan tujuan penyemprotan adalah untuk menjaga kebersihan lingkungan dalam rangka mencegah penularan virus Corona di Desa Luksagu.

“Kegiatan penyemprotan ini untuk mencegah masuknya virus Corona di Desa Luksagu,” ujar Kades.

Dalam penyemprotan pihaknya (Tim relawan) tetap mengikuti panduan yang diberikan Dinas Kesehatan baik meliputi bahan disinfektan yang digunakan, komposisi dan volumenya.

“Penyemprotan ini akan di lakukan dua minggu sekali tetapi kedepan ini, kita lihat nanti kalau misalnya sangat penting ya Kita rubah jadwal penyemprotan mungkin seminggu sekali”, ujar Suriadi Asapa.

Suriadi Asapa juga mengingatkan kepada Masyarakat Desa Luksagu untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Masyarakat diharuskan untuk menjaga kebersihan lingkungan,bagaimana cara membersihkan diri, tangan harus dicuci setiap kali melakukan kegiatan, sampah harus dibuang pada tempatnya,” imbuh Kades. (FeriKominfo)

Lalengan, BanggaiKep.go.id – Upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai Corona Virus Desianse 2019 (Covid-19) terus dilaksanakan oleh Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan, mulai dari penjagaan dipintu masuk keluar kec. Buko dipelabuhan Leme-leme, Memantau pelaku perjalanan yang beresiko serta terus menghimbau masyarakat untuk berjuang bersama melawan Covid-19.

Demikian halnya dengan kedatangan para pedagang dan penumpang via Batui dan Toili di Pelabuhan Lalengan Kec. Buko pada Jumat (17/4/2020) tidak luput dari pemeriksaan dan pengawasan dari Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko, para pedagang dan penumpang yang datang harus mematuhi protokol pencegahan Covid-19 yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

Para pedagang dan penumpang harus melewati proses pemeriksaan baik suhu badan, serta petugas mendata pedagang dan penumpang serta menanyakan riwayat perjalanan mereka, selanjutnya mereka diarahkan utuk mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir yang dipasang oleh Pemdes Lalengan di pelabuhan.

Tim Relawan Covid-19 pun menghimbau baik penumpang dan para pedagang untuk menggunakan masker, guna mencegah penyebaran Covid-19. (AmosKominfo)

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si , Mengikuti Rapat melalui Vidcon yang dipimpin Mendagri bersama beberapa menteri Kabinet Kerja terkait dengan Relokasi dan Refocusing Anggaran . Jum’at , 17 April 2020.

Gubernur Pada Kesempatan itu Didampingi Sekda Prov. Dr. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si. Asisten III , Kadis Pendapatan, Kepala BPKAD dan Kepala Biro Humas dan Protokol.

Mendagri Tito Karnavian , menyampaikan bahwa Rapat koordinasi yang dilaksanakan yang diikuti 484 Gubernur , Bupati / Walikota dan Ketua DPRD dan Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan , Menteri Sosial , Menteri Desa dan PDT . rapat yang dilaksanakan di fokuskan pada pembahasan kebijakan Relokasi dan Rekofusing Anggaran untuk penanganan Covid-19  sesuai dengan arahan Presiden RI berdasarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2020.

Selanjutnya Mendagri menyampaikan bahwa fokus realokasi dan rekofusing anggaran difokuskan pada tiga hal , untuk Penangnan Kesehatan , Stumulus Ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial

Sesuai dengan Evaluasi Realokasi dan Rekofusing Anggaran Daerah dari seluruh daerah untuk 3 komponen hanya sebesar Rp. 56.57 T. dengan rincian :

untuk bidang kesehatan 24, 10 T.

Untuk bidang Stimulus Ekonomi 7.129 T

dan Untuk jaring Pengaman Sosial 25,34 T.

dan selanjutnya terdapat 14 Daerah yang belum melaporkan Relokasi dan Rekofusing anggaran untuk membiayai ketiga komponen prioritas perubahan anggaran.

Selanjutnya Secara Teknis Menteri Keuangan RI Ibu Sri Mulyani menyampaikan kebijakan didalam relokasi dan rekofusing Anggaran penanganan Covid-19 beberapa hal :

–  Covid-19 sangat mempengaruhi  pertumbuhan ekonomi Dunia dan juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesai .

– Pertumbuhan Ekonomi Dunia yang diproyeksikan sebesar 3,3 % akibat Covid-19 Diproyeksikan hanya sebesar 3 %

– Demikian juga untuk Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 diproyeksikan hanya hanya bisa bertumbuh hanya sebesar 2,3 % dan kalau terjadi skenario terburuk bisa hanya 0,4 %. dan diperkirakan penambahan masyarakat miskin dapat mencapai 1,1 Jt .

– Transfer Keuangan kedaerah terkoreksi sesuai dengan target Pertumbuhan Ekonomi yang akan dicapai 2,3 % dan juga perkiraan penambahan jumlah masyarakat miskin sebesar 1,1 jt Penduduk , sehingga transfer bisa berkurang  sampai dengan 10% .

– Menteri Keuangan mengharapkan agar Anggaran dapat difokus pada tiga bidang antara lain , bidang Kesehatan , Jaring Pengaman Sosial dan Stimulus Ekonomi,

– selanjutnya Menteri Keuangan menyampaikan bahwa alokasi DAK fisik dan non Fisik juga mengalami perubahan , Sebelumnya DAK Fisik sebesar 72,25 T menjadi 51,19 T dan juga DAK non Fisik sebesar 130,28 T menjadi 128,77 T. , pemotongan alokasi DAK fisik dan non fisik di kecualikan pada bidang Kesehatan dan bidang Pendidikan dan penyaluran DAK dilakukan dengan menyederhanakan persyaratannya.

– Pemerintah akan memberikan insentip kepada Tenaga medis dan dokter yang langsung ikut  menangani Covid-19 untuk itu diharapkan Daerah untuk menyampaikan alokasi dana insentip sesuai dengan data tenaga medis dan dokter yang menangani langsung perawatan Pasien Covid -19 Di Daerah.

– Menteri Keuangan menyampaikan Outlook APBD sesuai Pepres 54 tahun 2020 .

A. Jumlah Pendapat pada APBD seluruh indonesia sebesar Rp. 1.238,51 T Menjadi Rp. 1.009,95 atau berkurang sebesar Rp. 228,56 T.

B. Jumlah Belanja Daerah sebesar Rp. 1.299,03 T menjadi Rp. 915,56 T atau berkurang menjadi 383,47 T.

Selanjutnya Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan beberapa hal Sebagai berikut :

– Agar kepala Daerah dapat melibatkan seluruh perangkat daerah pusat di Daerah seperti TNI dan Polri.

– Up date data penanganan Covid-19 di daerah dapat terkoordinir dari satu pintu

– Agar daerah dapat membentuk Sekretariat Gugus Covid -19 di Daerah .

Pada kesempatan itu Gubernur Sulawesi Tengah pada sesi  rapat vitcom tersebut setiap kebijakan langsung memberikan arahan kepada sekda Propinsi dan kepala BPKAD  dan kepala dinas Pendapat terkait dengan Relokasi dan Rekofusing anggaran Pemerintah Propinsi agar dapat sesuai dengan kebijakan dari pemerintah Pusat.(Sumber: Biro Humas dan Protokol)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bertempat di kantor Dinas Kesehatan di ruang Media Center Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan, keterangan Pers melalui Juru Bicara mengenai perkembangan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten BanggaiKep yang disampaikan oleh Arabia Tamrin, SKM, Jumat (17/04/2020).

Sesuai data yang diterima Arabia menjelaskan, “Sesuai data yang masuk ke covid center hari ini tidak ada tambahan kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan) maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan), selanjutnya Alhamdulilah pada hari ini dua orang dalam pemantauan wilayah Kecamatan Totikum Selatan, pada hari ini di nyatakan SEHAT, yakni telah menjalani pemantauan selama 14 hari dan juga telah menjalani pemeriksaan rapid test sebanyak dua kali pemeriksaan dan hasilnya Negatif”.

“Selanjutnya total kasus ODP yang telah selesai masa pemantauan sampai dengan hari ini sudah berjumlah tiga orang, sehingga total jumlah orang yang sementara di pantau sebanyak lima orang pemantauan di Kabupaten Banggai Kepulauan”, lanjut Jubir.

“Perlu kami sampaikan walaupun perkembangan dalam pemantauan mulai terlihat adanya penurunan tetapi atas nama Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menghimbau, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, sampai pada Pemerintah Kecamatan dan Desa untuk tetap memperhatikan langkah-langkah pencegahan covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan, karena dimana saja, kapan saja resiko penularan Covid-19 dapat terjadi selama kita tidak menerapkan langkah tersebut sesuai dengan yang dianjurkan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan secara tepat”, ucap Jubir.

Sehingga Jubir juga menegaskan kembali bahwa Pemerintah Daerah juga tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan tindakan Diskriminatif kepada seseorang atau atas sekelompok orang yang didalam masa Karantina, karena menurutnya sepanjang orang tersebut tetap menjaga kesehatan selama Karantina yaitu tetap menerapkan Sosial Distensing dan Fisikal Distensing dengan baik tentunya sesusi protokol yang ada maka Virus yang mungkin pada seseorang tersebut itu tidak akan berpotensi untuk menularkan kepada orang lain.

“Satu tekat yang kuat dari kita semua akan mampu menghalau penyebaran Virus di daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Banggai bersatu cega Covid-19”, tutup Arabia dengan Semangat. (ViktorKominfo)

Assalamualaikum dan selamat siang,

Bapak/Ibu yang kami hormati, kembali kami laporkan situasi covid-19 di Kab. Banggai Kepulauan sesuai dengan data yang masuk update tanggal 17 April 2020 jam 14.00.

Tidak ada tambahan kasus baru ODP maupun PDP, namun demikian 2 kasus ODP wilayah Kec. Totikum Selatan pada hari ini dinyatakan SEHAT.

Sehingga total ODP sampai saat ini yang sementara dalam pemantauan petugas kesehatan berjumlah 5 ODP.

Perlu kami laporkan untuk pelaku perjalanan yang selesai masa pemantauan sebanyak 1.371 orang.

Terimakasih🙏salam sehat. Bangkep bersatu cegah Covid-19 💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (KondKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Keterangan Pers tentang perkembangan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Banggai Kepulauan yang disampaikan oleh Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM bertempat di Kantor Dinas Kesehatan diruang Media Center Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten BanggaiKep. Kamis (16/04/2020).

“Sesuai dengan data yang masuk hari ini belum ada tambahan kasus ODP maupun PDP, namun demikian satu ODP diwilayah Kecamatan Tinangkung ini di nyatakan SEHAT, dan telah di tetapkan oleh Dinas Kesehatan yang dimana sudah menjalani pemantauan selama 14 hari sejak ditetapkan sebagai ststus ODP”, kata Jubir.

“Pemantauan dilakukan oleh tenaga Medis dalam bentuk pemeriksaan suhu tubuh Skrining gejala harian yakni telah menjalani pemeriksaan Rapid Test sebanyak 2 kali yaitu hari pertama dan 10 hari berikutnya dan hasilnya Negatif”, sambung Arabia.

Kemudian lanjutnya, “Atas nama Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetep tenang, bekerja sama, bersatu bersama Pemerintah Daerah untuk melaksanakan satu tanggung jawab besar yaitu memutus Mata Rantai penularan covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan tentunya dengan melaksanakan sesuai dengan himbauan Pemerintah”, tegas Jubir.

Adapun langkah-langkah untuk mengurangi penyebaran Virus Corona (Covid-19) yaitu menghindari keramaian, mengurangi aktifitas diluar rumah, hindari berkumpul ditempat keramaian, hindari kontak fisik dengan orang banyak, menjaga jarak minimal satu meter dengan orang disekitar, tiap Kantor dan Rumah wajib memasang tempat cuci tangan dipintu masuk, selalu menjaga lingkungan masing-masing, selalu berperilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun, selalu menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup dan mengkonsumsi gizi seimbang seperti perbanyak makan sayur dan buah, rajin berolahraga, menggunakan masker jika keluar rumah, hindari menyentuh mata hidung dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan.

Ditegaskan kembali oleh Jubir agar “Segera periksa kesehatan ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti, batuk pilek, sakit tenggorokan, dan sesak nafas maka segera melaporkan dan periksakan diri anda, jika dalam 14 hari terakhir anda atau anggota keluarga anda berpulang dari perjalanan luar Kabupaten Banggai Kepulauan ke pemerintah Desa atau bisa saja ke Call Center dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan dengan Nomor layanan : 0822 9053 9985, lakukan Isolasi mandiri selama 14 hari jika memiliki riwayat perjalanan dari Daerah yang melaporkan Transmisi Lokal di Indonesia”, sekian tutup Jubir. (ViktorKominfo).