Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum  dan selamat sore.
Saya, Juru Bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kab. BanggaiKep akan menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan adanya kasus positif Covid-19 di Kab.BanggaiKep sbb:

1. Sampai dengan hari ini tanggal 28 April 2020 belum ada perubahan data terkait Covid-19 dimana jumlah keseluruhan ODP sebanyak 8 ODP, 6 ODP dinyatakan sehat, 2 ODP masih dalam proses karantina.

2. Kondisi 2 ODP saat ini masih dalam kondisi baik dan sudah tidak ada gejala sehingga tidak ada perubahan/peningkatan status menjadi PDP ataupun kasus positif Covid-19 yang diberitakan.

3. Pemeriksaan rapid test adalah merupakan bagian dari protap yang harus dilaksanakan untuk langkah screening/penapisan untuk menuju tahapan penanganan selanjutnya.

4.  Hasil rapid test bukan merupakan penentu dan diagnosa Covid-19 sehingga perlu dilakukan pengambilan sampel swab tenggorokan untuk memastikan positif atau bukan Covid-19.

5. Sampai dengan hari ini belum ada ODP yang sudah dilakukan pengambilan swab sehingga belum ada yang sudah dinyatakan positif Covid-19 seperti dalam pemberitaan.

6. Proses karantina dengan fasilitas khusus adalah bagian dari prosedur yang ada terhadap ODP dengan kondisi tertentu seperti faktor umur dan ketersediaan fasilitas karantina yang tidak memadai di lingkungan tempat tinggal.

Atas nama Pemerintah Daerah Kab. Banggai Kepulauan menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tetap menjalankan anjuran Pemerintah:
a.Tetap tinggal di rumah jika tidak berkepentingan
b. Wajib memakai masker setiap keluar rumah
c. Hindari berkumpul dengan org banyak
d. Jaga jarak minimal 1 m
e. Berperilaku hidup bersih dan sehat
f. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktifitas
G. Ikuti prosedur karantina dengan maksimal sesuai dengan anjuran untuk pelaku perjalanan dari daerah transmisi lokal dan daerah terjangkit.
Mari bersama-sama dengan pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19.kita pasti bisa💪salam sehat
Bangkep Bersatu cegah Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas, Arabia Tamrin, SKM. (KondKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yg kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi covid-19 di Kab. BanggaiKep update 28 April 2020 jam 14.00 wita.

Sesuai dengan data yang masuk ke covid center sampai dengan update hari ini terlapor tidak ada tambahan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Tanpa Gejala ( OTG).

Sehingga total ODP yang masih dalam pemantauan petugas kesehatan sebanyak 2 ODP, PDP 0 kasus ,OTG 0 kasus.

Selanjutnya kami laporkan untuk pelaku perjalanan yang telah selesai masa pemantauan sebanyak 1.883 orang.

Terimakasih🙏salam SEHAT.

Dimana saja dan kapan saja resiko penularan bisa terjadi oleh karena itu tetap :
#stay at home
#jaga jarak
#Pakai masker
# cuci tangan pakai sabun
# PHBS
Melindungi diri sendiri keluarga dan masyarakat dari penyebaran covid-19 adalah wujud tanggung jawab kita bersama untuk memutus rantai penularan.
“Bangkep Bersatu cegah covid-19″💪

Juru Bicara Gugus Tugas, Rabia Tamrin, SKM. (KondKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam hadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan dengan Video Conference (VidCon) di ruang kerja Bupati Banggai Kepulauan, Senin, (27/04/2020).

Kegiatan ini diawali dengan penjelasan dari Menteri Dalam Negeri mengenai perkembangan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19, “Berdasarkan hasil-hasil kajian yang kerap dilakukan oleh Kementerian Keuangan, Pemerintah menyiapkan dua skenario, skenario berat dan skenario sangat berat”, kata Prof. Tito Karnavian.

“Skenario berat dipilih apabila pandemi Covid-19 ini berlansung sekitar 9 bulan. Tanggap penanganan Covid-19 berjalan efektif tetapi mengalami keterlambatan. Seluruh aktivitas ekonomi mengalami kelemahan termasuk terjadi gangguan di aset wilayah kerja,” jelas Tito.

Lanjut Menteri Dalam Negeri RI, “Skenario sangat berat dipilih apabila masalah Covid – 19 semakin parah dan memberi dampak sepanjang tahun 2020. Berdampak memburukkan kondisi pasar dan tenaga kerja  yang berdampak langsung seperti industri manufaktur dan pariwisata”, tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulteng H. Longki Djanggola menyampaikan “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018-2021 telah memasuki hasil pengorganisasi, dimana tahun 2021 adalah tahun transisi. Dalam periode tersebut telah banyak kemajuan yang telah kita capai bersama serta masih banyak pula tantangan dan masalah yang perlu kita selesaikan,” kata Gubernur.

“Selanjutnya dalam menghadapi kegiatan Musrenbang ini, saya mengharapkan perhatian saudara-saudara agar kita fokus pada hal-hal sebagai antara lain agar forum musrenbang ini dapat menghasilkan usulan-usulan skala prioritas program yang akan dibiayai APBD Provinsi skala Nasoinal tahun 2021 dan diharapkan agar forum musrenbang ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan mencapai sinergitas antara kegiatan OPD Kabupaten/Kota dan OPD Provinsi,” harap Longki.

Nampak hadir dalam Vidcon Sekda BanggaiKep, Ketua DPR Sulteng, Kepala Bappeda Sulteng, Kepala OPD se – Kabupaten BanggaiKep. (TrisKominfo)