Bangunemo, BanggaiKep.go.id – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Banggai Kepulauan dengan curah hujan tinggi yang sudah beberapa hari terakhir ini tidak kunjung redah menyebabkan  14 rumah Kepala Keluarga di Desa Bangunemo Kecamatan Bulagi Utara terendam air.

Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P saat dihubungi Jurnalis DisKominfo Pemda Kab. Banggai Kepulauan (25/6/2020) melalui via WhatsApp menyampaikan, “Setelah kami menerima instruksi Bupati H. Rais D. Adam agar para Camat memonitor desa-desa di wilayah kerja masing-masing sehubungan dengan curah hujan yang cukup tinggi sampai berhari-hari”.

“Kami langsung mengimbau para Kades dan Lurah Sabang untuk terus memantau wilayah desa/kelurahannya dan laporkan jika terjadi musibah akibat cuaca eksrim”, jelas Edison.

Setelah menerima laporan dari Kades Bangunemo, Edison Moligay didampingi Kasie Pembangunan Ones Maasi langsung meninjau lokasi banjir di Desa Bangunemo Kec. Bulagi Utara Kab. BanggaiKep.

Setelah tiba di lokasi, Edison menyampaikan terdapat 14 rumah terendam banjir 43 jiwa yang terdiri atas orang dewasa, anak-anak serta lansia harus mengungsi di Balai Desa.

“Dan ini sudah kami laporkan kepada Bupati serta Dinas terkait, yang sangat dibutuhkan oleh para korban saat ini bantuan pangan, selimut, serta perlengkapan bayi”, ucap Camat.

Melihat keadaan para korban yang hanya tidur beralaskan tikar, Edison berharap Dinas kesehatan dapat turun kelokasi untuk memeriksa kesehatan serta memberikan obat-obatan yang dibutuhkan agar para korban tidak menderita sakit. (AmosKominfo)

 

Bangunemo, BanggaiKep.go.id – Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan mengalami cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi sampai beberapa hari sehingga menyebabkan 14 rumah di Desa Bangunemo Kecamatan Bulagi Utara terendam banjir dan 43 jiwa harus mengungsi ke Balai Desa.

Setelah mendapat informasi atas terjadinya banjir di Desa Bangunemo, Kapolres Banggai Kepulauan AKBP. Reja A. Simajuntak, SH.,SIK.,MH langsung menugaskan Kasat Sabhara AKP. Yusran Dagong untuk menyalurkan bantuan sembako bagi korban banjir di Desa Bangunemo.

Penyaluran bantuan dari Polres Banggai Kepulauan kepada korban banjir di Bangunemo dilaksanakan pada Kamis, (24/6/2020) di Balai Desa tempat dimana para korban mengungsi, serta turut hadir dalam penyaluran bantuan Kapolsek Bulagi IPDA. Beny Tiiyo.

AKP. Yusran Dagong menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian Polri atas apa yang dialami oleh masyarakat Bangumemo yang ditimpa musibah.

“Kiranya bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara”, ucap AKP. Yusran.

Kades Bangunemo Welson Monggalo, S.Th menyatakan ungkapan terima kasih atas bantuan dari pihak Polres BanggaiKep yang sudah boleh peduli, perhatian dan meringankan beban masyarakat kami yang ditimpa bencana. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update 25 Juni 2020 jam 12.00 wita bahwa terlapor tidak ada tambahan kasus baru OTG, ODP dan PDP.

Sehingga data covid-19 update hari ini yakni ODP 0 kasus, PDP 0 kasus, OTG 1 orang.

Selanjutnya untuk pelaku perjalanan yang sudah selesai masa karantina berjumlah 5.682 orang.

Terimakasih.🙏 Salam Sehat
Atas nama Pemerintah Daerah Kab. BanggaiKep menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran Pemerintah dengan tetap menerapkan prinsip Physical dan Sosial Distancing dengan langkah-langkah sbb:
a. Tetap tinggal di rumah jika TDK berkepentingan
b. Hindari berkumpul dengan orang banyak
c. Pakai masker jika keluar rumah
d. Jaga jarak dengan orang sekitar minimal 1 meter
e. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas
f. Berperilaku hidup bersih dan sehat

Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik,  patuhi anjuran Pemerintah, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏
“Bangkep Bersatu cegah covid-19” 💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Hujan deras yang mengguyur sebagian Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan pada Rabu, 24 Juni 2020, mengakibatkan air sungai meluap serta puluhan hektar sawah dan satu rumah warga terendam banjir di kawasan persawahan Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Luapan air sungai tersebut membuat warga setempat sempat panik. Salah satu warga yang rumahnya terendam banjir harus menyelamatkan barang-barang penting agar tidak terkena banjir.

“Saya tadi ke kantor sekitar jam 7.30 wita, kebetulan Saya kerja di Kantor Kecamatan, tiba-tiba ada telepon dari teman saya katanya rumah Saya terendam banjir jadi Saya cepat-cepat balik ke Rumah”, kata Indra Jaya Sipatu pemilik rumah yang terendam banjir.

“Sampai di rumah, saya lihat benar rumah Saya sudah terendam banjir, kira-kira itu air setinggi 63 cm Saya sempat ukur”, jelas Indra.

Selanjutnya, Indra menjelaskan kerugian yang dialaminya akibat dampak banjir, “Saya rugi kasian, Empang Saya yang luasnya kurang lebih 3/4 hektar yang sudah ada ikan bandengnya habis ludes keluar ikannya”.

“Televisi, speaker aktif habis rusak semuanya, tapi tidak apa-apa yang penting keluarga saya selamat”, sambung Indra Jaya.

Banjir terjadi sejak pagi jam 8.30 wita dan mulai surut perlahan sekitar jam 13.00 wita. Disebutkan luapan air sungai tersebut diakibatkan Leaning irigasi persawahan tidak memadai dan juga adanya Empang Udang salah satu warga yang berdekatan dengan lokasi persawahan sehingga menghalangi saluran air sungai keluar.

Seorang Petani bernama Dahrun saat diwawancarai oleh Jurnalis Pemda DisKominfo mengatakan, “Dulunya sebelum adanya Leaning irigasi banjir tidak separah ini karena air bisa berpencar”.

Lanjut Dahrun, “Setelah dibuat Leaning yang tidak sempat selesai pembuatannya hanya sampai di gorong-gorong saja, itu yang membuat air sungai meluap memasuki Daerah persawahan, seharusnya Leaning irigasi dibuat harus sampai di jembatan karena disitu ada aliran air sungai”.

Salah satu akibat meluapnya air sungai juga diakibatkan adanya Empang Udang seorang warga yang luasnya kurang lebih 3 hektar berdekatan dengan lokasi persawahan sehingga menghalangi aliran air.

“Empang itu sudah di beton baru tidak ada saluran air untuk keluar, jadi sawah yang ada di situ terendam, sedangkan tidak ada banjir airnya tergenang apalagi banjir”, ucap Dahrun menjelaskan.

“Pemerintah Desa harus memperhatikan dengan serius kedua hal ini, karena sepanjang tahun disaat musim hujan pasti terjadi banjir, tapi kalau sudah di tangani dengan baik banjir berikutnya tidak separah ini lagi”, harap Dahrun. (FeriKominfo)