Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kegiatan Sosialisasi Kartu Tanda Anggota (KTA) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) dan program Tuntas Baca Qur’an (TBQ) yang dirangkaikan dengan silaturahim guru Pendidikan Agama Islam dan guru Pendidikan Agama Kristen se-Kabupaten Banggai Kepulauan berlangsung khidmat, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan bertempat di Ruang Auditorium Bappeda dan Litbang Banggai Kepulauan dan dihadiri oleh Wakil Wakil Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Dinsos, para kepala perangkat daerah, Ketua AGPAII beserta jajaran pengurus, narasumber, panitia, serta para guru agama Islam dan Kristen dari seluruh wilayah Banggai Kepulauan.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis, khususnya dalam menghadapi perkembangan era digital saat ini.

Sosialisasi KTA AGPAII berbasis digital dinilai sebagai langkah penting dalam pemutakhiran data keanggotaan, sekaligus upaya meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan konektivitas antar anggota dalam satu wadah organisasi.

“Digitalisasi KTA bukan sekadar tertib administrasi, tetapi juga memperkuat identitas profesional guru pendidikan agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan,” ujar Rusli.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa program TBQ (Tuntas Baca Qur’an) disebut sebagai langkah konkret dalam memastikan generasi muda memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Hal ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, akhlak, serta spiritualitas peserta didik.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahim antara guru Pendidikan Agama Islam dan guru Pendidikan Agama Kristen. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat toleransi, persatuan, dan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Ini adalah contoh nyata bagaimana kita membangun harmoni di tengah keberagaman. Banggai Kepulauan harus terus menjadi daerah yang rukun, damai, dan saling menghargai,” tambah Bupati.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan. Guru dinilai sebagai ujung tombak dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh guru untuk terus berinovasi, meningkatkan kapasitas diri, serta menjaga semangat pengabdian dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Kegiatan Sosialisasi KTA AGPAII dan program TBQ serta silaturahim guru agama secara resmi dibuka dengan harapan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di daerah tersebut. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Paskah Oikumene Kabupaten Banggai Kepulauan yang dirangkaikan dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Banggai Kepulauan Bermazmur Tahun 2026 yang di hadiri langsung oleh Pdt. Yandi Manobe, S, Th. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan bertempat di Halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan dan di hadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, serta tokoh lintas agama. Selain itu, hadir pula para camat, kapolsek, pimpinan perbankan, para pendeta, pelayan gereja, tokoh masyarakat, serta seluruh jemaat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menyampaikan bahwa perayaan Paskah merupakan momentum penting bagi umat Kristiani untuk mengenang kasih Tuhan melalui kebangkitan Yesus Kristus yang membawa harapan baru, kemenangan atas dosa, dan kehidupan yang kekal.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi penguat iman serta mendorong kehidupan yang penuh kasih, pengharapan, dan persatuan di tengah masyarakat.

Kegiatan KKR Banggai Kepulauan Bermazmur juga dinilai sebagai sarana strategis dalam mempererat persekutuan antar umat, memperdalam iman, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui pujian dan penyembahan, umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta menghadirkan damai sejahtera dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia serta pihak-pihak yang telah bekerja keras dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Diharapkan seluruh usaha dan pengorbanan yang telah diberikan mendapat berkat yang melimpah dari Tuhan.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan keagamaan seperti ini karena tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang toleran, saling menghargai, dan hidup dalam kebersamaan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Mengakhiri sambutannya, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta menjadikan momentum Paskah sebagai titik tolak untuk berkontribusi positif dalam pembangunan daerah.

Dengan penuh sukacita dan rasa syukur, kegiatan Paskah Oikumene Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Banggai Kepulauan Bermazmur Tahun 2026 secara resmi dinyatakan dibuka.

“Diharapkan, seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta membawa berkat bagi seluruh masyarakat Banggai Kepulauan” terang Serfi. (Decky-KOMDIGI)

Alakasing, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan Safari Jumat yang bertempat di Mesjid Desa Alakasing, Kecamatan Peling Tengah, pada Jumat (17/4/2026) pukul 12.30 Wita hingga selesai.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan, didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Kepala Desa Alakasing, serta jamaah Desa Alakasing yang turut memadati masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah dan kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan berbagai program strategis pemerintah, mulai dari program Presiden Republik Indonesia, program Pemerintah Provinsi, hingga program prioritas Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Penyampaian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait arah kebijakan pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program-program tersebut, demi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan daerah, khususnya di wilayah Kecamatan Peling Tengah.

Selain sebagai ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, Safari Jumat ini juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sehingga pembangunan yang dilaksanakan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh khidmat, dan diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat Desa Alakasing. (Decky-KOMDIGI)

Parigi Moutong, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menghadiri kegiatan malam ramah tamah dalam rangka DUTA Promosi Investasi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang digelar di Gedung Graha Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi bagian dari rangkaian promosi investasi daerah yang bertujuan memperkuat sinergi antar pemerintah daerah, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Banggai Kepulauan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah strategis untuk memperkenalkan potensi daerah, khususnya di sektor unggulan seperti pariwisata, perikanan, dan pertanian. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menarik minat investor guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Malam ramah tamah ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar daerah sekaligus membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, perwakilan instansi pemerintah, pelaku usaha, serta undangan lainnya dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah dan investor, sehingga mampu mendorong realisasi investasi yang berdampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah. (Decky-KOMINFO)

Parigi Moutong, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menghadiri kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Parigi Moutong yang digelar pada hari ini Jumat, (10/04/2026).

Kegiatan bertempat di Halaman Kantor Bupati Parigi Moutong dan dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Serfi Kambey menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Parigi Moutong atas bertambahnya usia daerah tersebut. Ia berharap Kabupaten Parigi Moutong terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Rangkaian kegiatan HUT turut diisi dengan upacara peringatan, penampilan seni budaya daerah, serta berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian acara.

Kehadiran Wakil Bupati dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan dan komitmen dalam mempererat hubungan antar daerah serta memperkuat kerja sama demi kemajuan bersama. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menghadiri rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banggai Kepulauan dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 serta keterangan atas dua rancangan peraturan daerah (Raperda) tahun 2026.

Rapat yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan itu dihadiri Pimpinan dan anggota dewan, Asisten III Setda, para Kepala Perangkat Daerah, serta unsur terkait lainnya, Kamis (9/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Serfi Kambey menyampaikan bahwa LKPJ disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai amanat peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019.

Ia menjelaskan, pelaksanaan APBD Tahun 2025 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tema optimalisasi pelayanan publik, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung daya saing daerah.

“Tiga arah kebijakan prioritas pembangunan difokuskan pada percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan akses dan mutu pendidikan, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan,” kata Serfi.

Dari sisi keuangan, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp866,15 miliar dengan realisasi mencapai Rp820,89 miliar atau 94,77 persen. Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar Rp857,72 miliar dari target Rp913,13 miliar atau sekitar 93,93 persen.

Serfi juga mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Banggai Kepulauan pada 2025 mencapai 4,23 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,03 persen. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan dari 12,32 persen pada 2024 menjadi 11,49 persen pada 2025,” ujarnya.

Selain LKPJ, pemerintah daerah turut menyampaikan dua Raperda, yakni perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2019 tentang pengelolaan barang milik daerah, serta perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2023 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.

Menurut Serfi, perubahan regulasi pengelolaan barang milik daerah diperlukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan nasional agar pengelolaan aset lebih efektif dan efisien. Sementara itu, penyesuaian perda pajak dan retribusi diarahkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus memperbaiki kualitas layanan publik.

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari mekanisme akuntabilitas pemerintah daerah sekaligus langkah awal pembahasan bersama DPRD terhadap dua Raperda yang diusulkan.

Menutup penyampaiannya, Serfi berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif dapat terus terjaga sehingga seluruh agenda pembangunan daerah dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat Banggai Kepulauan.( Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan Rusli Moidady secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan bertempat di auditorium Pubaba Bapeda dan Litbang dihadiri oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, jajaran perangkat daerah, para camat, kepala desa se-Kabupaten Banggai Kepulauan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menekankan musrenbang ini RKPD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

Forum ini menjadi wadah partisipatif untuk menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan agar lebih transparan, aspiratif, dan akuntabel.

Pada kesempatan tersebut dipaparkan sejumlah indikator makro pembangunan daerah. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai Kepulauan pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,03 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat ketimpangan sosial (Indeks Gini) berada pada angka 0,276, menunjukkan kesenjangan pendapatan yang relatif sempit. Sementara itu, angka kemiskinan terus mengalami penurunan dari 12,90 persen (15.500 jiwa) pada tahun 2023 menjadi 12,32 persen (14.860 jiwa) pada tahun 2024.

Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banggai Kepulauan berada pada angka 67,43, yang masih memerlukan perhatian dan intervensi bersama, khususnya melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Tingkat Pengangguran Terbuka pada tahun 2024 tercatat 1,55 persen, terendah di Provinsi Sulawesi Tengah. Pada sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah mencapai 8,7 tahun, dengan harapan lama sekolah 13,11 tahun. Sedangkan pada sektor kesehatan, usia harapan hidup meningkat menjadi 67,08 tahun, didukung oleh ketersediaan fasilitas kesehatan yang tersebar merata di seluruh kecamatan.

Selanjutnya, untuk sektor infrastruktur, panjang ruas jalan di Kabupaten Banggai Kepulauan mencapai 1.002,45 km, dengan kondisi jalan mantap 334,59 km dan tidak mantap 667,86 km. Kondisi ini menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah, bersama dengan penyediaan air bersih di sejumlah kecamatan.

Tema pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2027 yang diusung adalah “Mewujudkan Pembangunan Wilayah yang Merata, Penguatan Ekonomi serta Tata Kelola Pemerintahan melalui Peningkatan SDM dan Infrastruktur yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan Menuju Bangkep Berkah.”

Prioritas pembangunan kata Bupati, diarahkan pada penguatan daya saing ekonomi, pemerataan infrastruktur dasar, optimalisasi layanan pendidikan dan kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta transparansi pelayanan publik.

Melalui Musrenbang ini, seluruh usulan prioritas program dan kegiatan yang telah dibahas pada forum perangkat daerah akan dilakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi oleh Bappeda Kabupaten Banggai Kepulauan untuk penyempurnaan RKPD Tahun 2027.

“Usulan yang belum dapat dibiayai melalui APBD Kabupaten akan diupayakan melalui sumber pendanaan lain seperti APBN, APBD Provinsi, DAK, serta sumber pendanaan sah lainnya,” kata Rusli.

Musrenbang RKPD Tahun 2027 diharapkan menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi dasar penyusunan KUA-PPAS dan RAPBD Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Anggaran 2027.

“Untuk itu, Pemerintah daerah mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif demi terwujudnya pembangunan Banggai Kepulauan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” ujar Bupati. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan gelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Banggai Kepulauan Ke-26 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, bertempat di Halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (03/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Ihsan Basir, SH.,LLM, Ketua Pengadilan Luwuk Suhendra Saputra, SH., MH, Dandim 1308 L/B Letkol Kav. Azhar Hamid, Kajari Balut Adnan Hamzah, SH., MH, Ketua DPRD Banggai Kepulauan Arkam Supu, S.Th.I., MH, serta para kepala daerah dari kabupaten Morowali, Morowali Utara dan Banggai Laut, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-26 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk refleksi, evaluasi, dan memperkuat komitmen pembangunan daerah.

“Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan momentum refleksi dan evaluasi atas perjalanan panjang pembangunan daerah kita. Setiap langkah pembangunan diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Rusli.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus berkomitmen melaksanakan 8 Program Unggulan “Berkah”, yang menjadi arah kebijakan dan pedoman pembangunan daerah, yaitu:

1. Berkah Sejahtera – meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi rakyat dan UMKM.
2. Berkah Cerdas – mewujudkan SDM unggul dengan pemerataan akses pendidikan.
3. Berkah Sehat – memperluas layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan berkualitas.
4. Berkah Infrastruktur – mempercepat pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas publik.
5. Berkah Bermartabat – memperkuat nilai budaya, keagamaan, dan kearifan lokal.
6. Berkah Berintegritas – menegakkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
7. Berkah Membangun – mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.
8. Berkah Berdering – memperkuat konektivitas dan digitalisasi di seluruh pelosok daerah.

Bupati Rusli juga memaparkan perkembangan ekonomi daerah, di mana laju pertumbuhan ekonomi Banggai Kepulauan tahun 2024 mencapai 4,03%, sedikit menurun dibanding tahun 2025 sebesar 4,5%, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada angka 67,65% di tahun 2024 dan 67,80% di tahun 2025.

Melalui pengembangan sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian, diharapkan capaian indikator ekonomi makro dapat terus meningkat untuk mewujudkan visi “Banggai Kepulauan Bangkit menuju masyarakat yang maju, sejahtera, merata, dan berkelanjutan.”

“Tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Namun dengan semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh komponen masyarakat, saya yakin kita mampu menjawab setiap tantangan menjadi peluang kemajuan,” ungkapnya.

Peringatan HUT ke-26 tahun ini mengusung tema: “Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Wujudkan Banggai Kepulauan yang Berkah, Maju, dan Mandiri.”

Tema ini mencerminkan tekad bersama untuk menata masa depan Banggai Kepulauan yang lebih baik, tangguh, dan berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para pendiri, pemimpin terdahulu, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi membangun daerah tercinta ini sejak ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1999 pada tanggal 3 November 1999.

“Mari kita terus bergandengan tangan, menumbuhkan rasa saling menghormati dan menyayangi untuk kemajuan bersama. Semoga semangat kebersamaan dan cinta terhadap daerah ini senantiasa tertanam di hati kita semua,” tutup Bupati Rusli. (IKP-KOMINFO BANGKEP)

Luwuk, BanggaiKep.go.id – Workshop Penyusunan Rencana Kerja Tahunan 2025 Komite Pengelolaan Perikanan dan Pesisir Lestari Kab. Banggai Kepulauan dilakukan untuk pemanfaatan sumber daya ikan dalam memberikan peningkatan taraf hidup yang berkelanjutan dan berkeadilan melalui pengelolaan perikanan dan pesisir secara optimal di daerah tersebut, Rabu (25/9/2024).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai amanat pasal 2 Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, pengelolaan peikanan dilakukan berdasarkan asas manfaat, keadilan, kebersamaan, kemitraan, kemandirian, keterpaduan, keterbukaan, efesiensi dan kelestarian yang berkelanjutan.

Dalam sambutan tertulis Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Edison E. Moligay pada acara workshop di Hotel Santika Luwuk Kab. Banggai menyampaikan bahwa Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki potensi sumber daya perikanan dan kelautan yang besar, baik untuk perikanan tangkap, perikanan budidaya maupun pariwisata bahari.

Menurut Edison, sebagai salah satu leading sektor pembangunan kabupaten, potensi sektor ini belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Banyak tantangan dan kendala yang dihadapi mulai dari faktor wilayah yang luas dan remote, rentang kendali yang kurang efektif, maraknya praktek-praktek penangkapan ikan dengan cara merusak lingkungan hingga kendala pada aspek pemasaran produk perikanan yang belum berpihak pada kesejahteraan nelayan.

Disisi lain kapasitas potensi sumber daya manusia dan kelembagaan yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan tidak terkelola secara baik dan terarah untuk mendorong kemajuan sektor perikanan dan kelautan.

Hal ini yang menjadi latar belakang Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menginisiasi pembentukan komite pengelolaan perikanan dan pesisir lestari Kabupaten Banggai Kepulauan (KP3L) atau komite Pelari Bangkep. Pembentukan komite ini sebagai suatu terobosan solusi kerja kolaboratif untuk menjawab permasalahan dan tantangan pembangunan sektor perikanan dan pesisir di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Mengelola perikanan dan pesisir tidak bisa di lakukan secara parsial dan sektoral tetapi mesti melibatkan kolaborasi multi pihak. Wilayah perairan yang luas, banyaknya permasalahan dan tantangan yang ada menuntut kontribusi dari semua pihak untuk secara bersama-sama memikirkan dan berperan  aktif dalam pengelolaan perikanan dan wilayah pesisir,” terang Edison.

Keterbatasan anggaran, sarpras dan jumlah SDM menuntut perlunya solusi inovatif dalam mengelola perikanan dan wilayah pesisir. Komite ini di bentuk dan disahkan dengan keputusan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 440 tahun 2024 tertanggal 20 Juli 2024. 

Berkaitan dengan telah di bentuknya komite pengelolaan perikanan dan pesisir lestari maka di pandang perlu untuk menyusun dan mengkoordinasikan rencana pengelolaan perikanan dan wilayah pesisir di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pada kesempatan ini, Edison juga mengajak kepada seluruh peserta workshop untuk bekerjasama, keterlibatan dan kesungguhan dari semua pihak terutama para Kepala OPD/Kepala Badan yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan serta para pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Saya berharap agar semua dapat mengikutinya dengan seksama dan segera melakukan tindak lanjut atas hasil tersebut. Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sekalian,” tutup Edison.

Dalam sambutan Kepala Dinas Perikanan Ferdy Salamat memaparkan untuk dapat menjalankan fungsinya secara sistematis dan efektif, maka Komite ini terbagi dalam beberapa organ struktur dengan fungsi masing-masing sebagai berikut, Dewan Pengarah, Ketua Komite, Tim Sekretariat Data dan Komunikasi, Divisi Pengelolaan Ekosistem Perairan dan Pesisir, Divisi Pengelolaan Sumber Daya Ikan dan Alat Penangkapatan Ikan serta Divisi Pengelolaan Aspek Sosial, Ekonomi dan Kelembagaan Usaha Perikanan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Dr. Ir. Ferdy Salamat, ST.,M.Si.,IPM menghadiri Podcast Program Bangkep Basilingan yang di selenggarakan oleh Radio Pemerintah Daerah (RPD) Bangkep Mymoe 101.1 FM, dengan tema “Pengelolaan Perikanan dan Pesisir Lestari (KP3L)” di pandu oleh Host Evin Nawawi, Jumat (20/09/2024).

Dalam bincang itu, fokus pembahasan terkait tujuan di bentuknya Komite Pengelolaan Perikanan dan Pesisir Lestari. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Kepulauan Ferdy Salamat selaku ketua Panitia Komite mengungkapkan jika tujuan di bentuknya Komite PELARI (Pengelolaan dan Pesisir Lestari) ini adalah untuk melaksanakan azas kolaborasi dan berkelanjutan dalam Pengelolaan Perikanan dan Wilayah Pesisir di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Perlu untuk di ketahui, dasar dibentuknya Komite PELARI ini yaitu Surat Keputusan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 440 Tahun 2024 Tentang Pembentukan Komite Pengelolaan Perikanan dan Pesisir Lestari Kabupaten Banggai Kepulauan.

Komite PELARI sendiri terdiri atas 3 (tiga) Divisi utama dalam menjalankan programnya yaitu Divisi Pengelolaan Ekosistem Laut dan Pesisir yang mempunyai tugas menjaga dan memperbaiki kondisi dan fungsi ekosistem terumbu karang, padang lamun dan mangrove melalui pendekatan peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat, pendekatan penegakan aturan/hukum serta pendekatan restorasi/rehabilitasi ekosistem.

Divisi Pengelolaan Sumber Daya Ikan dan alat Penangkapan Ikan, yang mempunyai tugas memastikan ketersediaan stok dan kesehatan populasi ikan dapat dipertahankan, diperbaiki dan dioptimalkan melalui penerapan dan pengendalian upaya penangkapan ikan yang terukur dan berkelanjutan.

Dan terakhir Divisi Pengelolaan aspek sosial, ekonomi dan kelembagaan usaha perikanan, yang mempunyai tugas menjaga dan meningkatkan kondisi sosial, ekonomi dan kelembagaan usaha perikanan yang pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Dalam keterangannya, Ferdy mengungkapkan jika masalah laut dan perikanan Banggai Kepulauan sudah berada pada posisi zona kuning menuju zona merah, hal ini bukan sekedar statemennya, tapi data yang di rilis langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) baru-baru ini. Kondisi seperti inilah yang melatar belakangi di bentuknya Komite Pengelolaan dan Pesisir Lestari (KP3L) Banggai Kepulauan.

Ferdy mengatakan jika kegiatan Komite PELARI ini telah dilakukan sosialisasi yang dimulai dari tingkat Kabupaten yang melibatkan Stakeholder terkait, kegiatan di tingkat Kabupaten telah di laksanakan sejak tanggal 13 Agustus kemarin, bertempat di Ruang Rapat kantor Bupati banggai Kepulauan.

Kemudian ditingkat kecamatan dan desa, di pusatkan pada 5 (lima) titik yaitu di Desa Sambulangan Kecamatan Bulagi Utara, Desa Lumbi-Lumbia Kecamatan Buko Selatan, Desa Liang Kecamatan Liang, Desa Kalumbatan Kecamatan Totikum Selatan, dan Desa Baka Kecamatan Tinangkung serta komponen masyarakat nelayan di pesisir Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Daerah kita ini juga merupakan daerah yang wilayahnya 75% merupakan Laut dan sisanya wilayah Daratan dengan letak geografis strategi yang terletak di WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) 714 di bagian selatan dan WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) 715 di bagian utara pulau Peling, terdiri dari 141 Desa dan 131 Desa di antaranya merupakan Desa yang berada di Wilayah Pesisir,” ungkap Ketua Komite PELARI Bangkep.

Ferdy juga mengungkapkan jika program dan kegiatan PELARI ini merupakan kolaborasi berkelanjutan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Stakeholder termasuk akademisi di beberapa Universitas, pihak NGO Burung Indonesia, Blue Alliance Indonesia, LINI, Perkumpulan Salanggar, KOMIU dan beberapa LSM lainnya yang terlibat dalam Program PELARI Bangkep.

“Kita tidak bisa jalan sendiri karna ini bukan hanya tugasnya Dinas Perikanan, tapi ini tanggung jawab kita semua untuk menjaga laut dan lingkungan pesisir kita di banggai kepulauan ini,” terang Ferdy.

“Informasi yang saya terima dari lapangan juga banyak oknum-oknum yang melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara yang tidak ramah lingkungan yaitu menggunakan bahan kimia yang berbahaya seperti bom ikan dan pembiusan yang dapat merusak lingkungan dan ekosistem pesisir dan laut seperti lamun, terumbu karang dan mangrove,” jelas Ferdy.

Terkait tantangan dari program kerja PELARI Bangkep, Ferdy mengatakan jika tantangannya adalah mensinkronkan semuanya, di perlukan koordinasi dan kerja sama yang baik antar pihak-pihak yang terlibat dalam program PELARI Bangkep ini, kemudian di perlukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti mengikuti Pelatihan atau Diklat dan lain sebagainya.

Pada akhir sesi podcast itu, ketika di tanya terkait apa yang menjadi harapan dan target Ketua Komite PELARI Bangkep dari di bentuknya Komite Pengelolaan dan Pesisir Lestari ini adalah menjadikan Perikanan sebagai salah satu sektor unggulan di Kabupaten Banggai Kepulauan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, menurunkan tingkat kemiskinan dari 10 (Sepuluh) persen menjadi di bawah 10 (Sepuluh) persen, karena 30 (Tiga Puluh) Persen dari Persentase Kemiskinan di Banggai Kepulauan merupakan masyarakat nelayan. (ADMIN_DISKAN)