Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 2025–2045 dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029.

Penegasan itu disampaikan saat membuka Pertemuan Koordinasi Eksternal Tim Penyusun GDPK dan PJPK yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Zoom Meeting, Kamis, (6/8 2026).

Kegiatan tersebut diikuti Kepala DP3APPKB Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Badan Pusat Statistik, pimpinan perangkat daerah terkait, instansi vertikal, serta berbagai unsur pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyusunan dokumen pembangunan kependudukan.

Dalam sambutannya, Serfi Kambey menegaskan bahwa pembangunan kependudukan merupakan fondasi penting bagi keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, penduduk tidak hanya menjadi sasaran pembangunan, tetapi juga berperan sebagai subjek dan pelaku utama yang menentukan arah kemajuan daerah.

“Setiap kebijakan pembangunan harus disusun berdasarkan data, kondisi, dan dinamika kependudukan yang akurat sehingga mampu menjawab tantangan pembangunan, baik saat ini maupun di masa mendatang,” ujar Serfi.

Ia menjelaskan, penyusunan GDPK 2025–2045 merupakan langkah strategis untuk memberikan arah pembangunan kependudukan selama dua dekade ke depan. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman pemerintah daerah dalam mengelola berbagai aspek kependudukan, mulai dari pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan keluarga, pemerataan persebaran penduduk, hingga penguatan data kependudukan sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Sementara itu, PJPK 2025–2029 disusun sebagai tahapan implementasi yang menerjemahkan arah kebijakan dalam GDPK ke dalam program dan kegiatan yang terukur. Peta jalan tersebut diharapkan selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah sehingga pelaksanaannya dapat berlangsung secara efektif, terarah, dan berkelanjutan.

Wakil Bupati menekankan bahwa penyusunan kedua dokumen strategis tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat.

Ia mengajak seluruh peserta memberikan masukan, data, dan rekomendasi yang konstruktif agar dokumen GDPK dan PJPK benar-benar menjadi acuan yang implementatif dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banggai Kepulauan.

Serfi juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing melalui perencanaan kependudukan yang matang. Menurutnya, bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia harus dikelola secara optimal agar menjadi modal strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Menutup sambutannya, Serfi mengajak seluruh pihak terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas data kependudukan, serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan.

Wakil Bupati Banggai Kepulauan secara resmi membuka Pertemuan Koordinasi Eksternal Tim Penyusun Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 2025–2045 dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029 sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyusun arah pembangunan kependudukan yang komprehensif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Roy-KOMINFO)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *