Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey secara resmi membuka Rapat Evaluasi Capaian Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2025 yang digelar di ruang rapat kantor Bupati, Selasa (9/6/2026).

Dalam sambutannya, Serfi Kambey menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah atas kerja keras dalam pelaksanaan reformasi birokrasi selama ini. Ia menegaskan bahwa capaian Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Banggai Kepulauan masih berada pada kategori C, yang menurutnya menunjukkan bahwa proses reformasi telah berjalan namun belum optimal.

“Masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi, di antaranya penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta konsistensi penerapan sistem kerja berbasis kinerja,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen administratif semata, melainkan harus menghadirkan perubahan nyata dalam pola pikir, budaya kerja, serta komitmen aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Serfi juga mendorong penguatan implementasi rencana aksi reformasi birokrasi, peningkatan kualitas monitoring dan evaluasi yang ditindaklanjuti dengan perbaikan konkret, pengembangan inovasi pelayanan publik, serta penguatan integritas dan disiplin ASN.

“Kita berharap capaian indeks reformasi birokrasi ke depan dapat terus meningkat, sehingga tata kelola pemerintahan semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.

Dalam forum yang sama, Asisten III Tommy Boy Luasusun S.H. M.A.P menegaskan pentingnya evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menyebut seluruh perangkat daerah memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan pelayanan berjalan efektif dan dirasakan masyarakat.

“Pemerintah itu pelaksana pelayanan publik. Di dalamnya ada proses perencanaan yang harus benar-benar memastikan masyarakat bisa menikmati hasil dari setiap tanggung jawab kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sistem penilaian kinerja yang dinilai masih perlu diperkuat agar lebih objektif dan mencerminkan capaian nyata. Menurutnya, masih terdapat indikator penilaian yang bersifat sederhana.

“Yang kita lihat ini ada kesamaan dalam penilaian, bahkan ada yang masih 0 dan 1. Ini tentu perlu kita evaluasi agar lebih objektif,” katanya.

Tommy menambahkan, setiap pelaporan dan pelaksanaan kegiatan di perangkat daerah harus memiliki orientasi yang jelas terhadap peningkatan kinerja dan manfaat bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi dan tanggung jawab kerja demi meningkatkan kinerja pemerintahan daerah secara keseluruhan.

“Kalau pengelolaan dan tanggung jawab kita berjalan baik, maka kinerja institusi juga akan ikut membaik,” ujarnya.

Rapat evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), para kepala OPD, serta jajaran pemerintah daerah lainnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Inspektur Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan Dra. Jeane Rorimpandey, membuka rapat pembahasan perencanaan dan pelaksanaan penganggaran sektor kesehatan yang melibatkan Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta seluruh Puskesmas di wilayah kabupaten, Senin, (8/6/ 2026).

Rapat tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola keuangan daerah, khususnya dalam perencanaan program kesehatan, penggunaan anggaran, serta pertanggungjawaban kegiatan yang bersumber dari APBD maupun dana kesehatan lainnya.

Jeane menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu bidang prioritas yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ia menyoroti masih ditemukannya sejumlah catatan pemeriksaan, termasuk pada aspek perjalanan dinas, pengelolaan aset, serta perencanaan kebutuhan obat.

“Pengelolaan anggaran kesehatan harus benar-benar sesuai aturan dan kebutuhan riil di lapangan. Jangan sampai kegiatan hanya formalitas administrasi, tetapi tidak memberikan dampak pada pelayanan masyarakat,” kata Jeane.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, juga memberikan penekanan terkait pembinaan ASN dan efektivitas penggunaan anggaran. Ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya Puskesmas dan rumah sakit, lebih selektif dalam menyusun surat tugas dan pertanggungjawaban perjalanan dinas.

Menurutnya, sejumlah temuan menunjukkan perlunya perbaikan dalam pola administrasi, termasuk kesesuaian antara tujuan kegiatan dan dokumen pendukung. Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi, termasuk dalam pengadaan dan distribusi logistik kesehatan.

“Perjalanan dinas harus jelas output-nya, bukan sekadar formalitas. Gunakan pola koordinasi dan konsultasi yang rasional dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, dr. James Pinontoan, menyoroti pentingnya penguatan perencanaan kebutuhan obat (RKO) dan sistem logistik kesehatan. Ia menyebut masih adanya potensi obat kedaluwarsa akibat lemahnya perencanaan dan penyesuaian data kebutuhan.

Ia menekankan agar Puskesmas dan rumah sakit lebih disiplin dalam menyusun laporan penggunaan obat berbasis data penyakit, tren kebutuhan, serta masa pakai obat.

“Perencanaan obat harus berbasis data yang valid. Jangan sampai terjadi penumpukan atau kedaluwarsa karena kesalahan perhitungan kebutuhan,” ujarnya.

Selain itu, Inspektorat juga menyoroti pengelolaan aset daerah di fasilitas kesehatan, termasuk penggunaan dan keberadaan barang inventaris yang tidak lagi tercatat secara jelas. Pemerintah daerah memberi batas waktu untuk melakukan penertiban dan pengembalian aset yang masih berada di luar penguasaan unit kerja.

Rapat tersebut juga menegaskan kembali tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK RI, yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan capaian opini tata kelola keuangan yang lebih baik pada tahun anggaran berjalan.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap, melalui penguatan pengawasan dan pembinaan ini, sektor kesehatan dapat semakin efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperbaiki kualitas tata kelola anggaran daerah secara menyeluruh.

Turut hadir Direktur RSUD Trikora, Direktur RSUD Pratama Lumbi-lumbia, Kepala Puskesmas se- Bangkep serta bendahara dan undangan lainnya.(Roy-KOMINFO)

Sigi, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady didampingi Ketua TP-PKK Halima U. Hamid, S.sos, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rachman Hasan, ST.,M.Si, Kabag Kesra Hamja Bakalinga dan Kadis Koperindag Kismanto, SH menghadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Taman Likuifaksi, Kabupaten Sigi, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan MTQ ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan akan berlangsung hingga 13 Juli 2026. Acara ini diikuti oleh kafilah dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Banggai Kepulauan, yang berkompetisi dalam berbagai cabang lomba Al-Qur’an seperti seni baca, hafalan, dan pemahaman isi Al-Qur’an.

Tahun ini MTQ mengusung tema “Berani Membangun Generasi yang Cinta Al-Qur’an dan Memperkuat Harmoni dalam Keberagaman Sulawesi Tengah Nambaso Pakarosi.”

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tengah menegaskan bahwa MTQ tidak hanya berorientasi pada prestasi dan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri serta memperdalam pemahaman Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Selain sebagai wadah syiar Islam dan pengembangan potensi generasi muda, pelaksanaan MTQ ke-XXXI ini juga diharapkan dapat mempererat ukhuwah antar daerah serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat melalui berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung.

Bupati Banggai Kepulauan juga menyampaikan harapannya agar kafilah Kabupaten Banggai Kepulauan dapat tampil maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik daerah dengan prestasi terbaik, sekaligus menjadikan MTQ sebagai sarana memperkuat keimanan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Sumber: Prokopim Bangkep (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar apel gabungan perangkat daerah yang dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) penugasan kepala sekolah di lingkungan pemerintah daerah, Senin, (8/6/2026).

Sebanyak 53 Kepala sekolah menerima SK penugasan, sementara sejumlah nama lainnya masih menunggu proses verifikasi dari Kemendikbud dan BKN.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Serfi Kambey dan diikuti oleh Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, serta ASN, PPPK, dan para kepala sekolah penerima SK.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa apel gabungan bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk memperkuat disiplin, integritas, dan etos kerja aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia meminta ASN di lingkungan Pemkab Banggai Kepulauan untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, serta menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

“Disiplin dan tanggung jawab adalah fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan,” tegasnya dalam sambutan.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga menyerahkan SK penugasan kepala sekolah sebagai bentuk amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para kepala sekolah diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing.

Wakil Bupati menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun budaya kerja yang produktif, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi tenaga pendidik.

“Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Nama-nama Kepala Sekolah yang menerima SK Bupati Banggai Kepulauan, silahkan di unduh link:

1000189109 (1)

Selain itu, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas laporan keuangan tahun anggaran 2025.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus terus dijaga melalui peningkatan kualitas pengelolaan keuangan serta tindak lanjut atas setiap rekomendasi pemeriksaan secara tepat waktu.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja sama, inovasi, serta semangat pengabdian yang lebih kuat dari seluruh aparatur pemerintah.

“Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan daerah yang kita cintai,” tutupnya.

Apel gabungan tersebut diakhiri dengan ajakan untuk terus menjaga kekompakan, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan publik. (Roy-KOMINFO)

Lalong, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta Relawan Desa Menuju Desa Tangguh Bencana Berbasis Ekowisata yang berlangsung di Desa Lalong, Kecamatan Tinangkung Utara, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD beserta jajaran, Camat Tinangkung Utara, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Lalong, Narasumber serta peserta pelatihan yang berasal dari berbagai unsur masyarakat desa.


Dalam sambutan wakil Bupati Serfi Kambey menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Indonesia sebagai negara yang memiliki kondisi geografis, geologis, dan iklim yang kompleks, memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, baik bencana alam maupun non alam.

“Oleh karena itu, upaya pengurangan risiko bencana tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Wabup

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan awal saat terjadi bencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Relawan Desa, yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di tingkat desa.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.

“Desa yang tangguh terhadap bencana akan memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan,” ucap Serfi Kambey.

Karena itu, sinergi antara program pengurangan risiko bencana dengan pengembangan ekowisata dinilai sebagai langkah yang tepat untuk mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Kepada Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Relawan Desa yang dibentuk, diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara aktif, membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan seluruh unsur masyarakat dalam mewujudkan Desa Lalong sebagai desa tangguh bencana yang mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa menghadapi ancaman bencana sekaligus mendukung pembangunan sektor pariwisata yang aman, nyaman, dan berwawasan lingkungan. (Decky-KOMINFO)

Sigi, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar Pembukaan Pameran dan Pasar Rakyat dalam rangka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Arena Utama MTQ, Taman Likuifaksi Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Sabtu, (6/6/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan MTQ XXXI yang mengusung tema “Membangun Generasi Cinta Al-Qur’an dan Memperkuat Harmoni dalam Keberagaman Sulteng Nambaso.”

Salah satu agenda utama dalam pelaksanaan MTQ tahun ini adalah penyelenggaraan Pameran MTQ yang melibatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Dekranasda dari 13 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Tengah.

Pameran ini menjadi wadah promosi berbagai produk unggulan daerah sekaligus mendukung pemberdayaan para perajin dan pelaku UMKM lokal.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, antara lain Sekretaris Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah yang mewakili Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah untuk membacakan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan.

Selain itu, hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Sigi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sigi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi beserta jajaran se-Provinsi Sulawesi Tengah, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Sigi, Camat Sigi Biromaru dan kecamatan sekitar, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Sigi Biromaru.

Usai acara pembukaan, Sekretaris Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah bersama para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota melakukan kunjungan ke seluruh stan pameran.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai produk unggulan yang dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, tenun tradisional, produk kriya, hingga aneka kuliner khas daerah hasil karya para perajin dan pelaku UMKM lokal.

Melalui penyelenggaraan pameran ini diharapkan produk-produk unggulan daerah semakin dikenal masyarakat luas, mampu meningkatkan daya saing UMKM, serta menjadi sarana mempererat kerja sama dan persatuan antar daerah di Provinsi Sulawesi Tengah dalam semangat MTQ yang menjunjung nilai-nilai keagamaan, budaya, dan kebersamaan. Sumber: Admin PKK Bangkep (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar rapat pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, yang telah disampaikan pada 26 Mei di Palu.

Rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Banggai Kepulauan, Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, Kepala BPKAD, Bappeda, Inspektorat, camat, kepala puskesmas, serta unsur perangkat daerah lainnya, Kamis (4/6/2026).

Inspektur Inspektorat Banggai Kepulauan, Dra. Jeane Rorimpandey, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan BPK RI menghasilkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang dinilai sebagai capaian penting pemerintah daerah. Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh perangkat daerah.

“Opini WTP ini merupakan komitmen bersama seluruh OPD. Namun masih terdapat 13 rekomendasi yang harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujar Jeane.

Beberapa temuan utama yang disoroti antara lain kelebihan pembayaran tunjangan pegawai akibat tidak mutakhirnya data kepegawaian, belanja barang dan jasa yang tidak sesuai ketentuan seperti perjalanan dinas, honorarium, serta belanja listrik yang berulang menjadi temuan. Selain itu, terdapat pula temuan pada belanja hibah, pengadaan barang, hingga pekerjaan infrastruktur yang mengalami kelebihan pembayaran.

Jeane menegaskan perlunya pembaruan data kepegawaian secara berkala, termasuk rekonsiliasi data setiap enam bulan antara BKPSDM, OPD, dan pengelola gaji di BPKAD. Ia juga menyoroti pentingnya ketertiban administrasi perjalanan dinas dan penguatan dasar hukum dalam pembayaran honorarium agar tidak kembali menjadi temuan berulang.

“Beberapa temuan ini bersifat berulang setiap tahun. Ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terus terjadi,” tegasnya.

Selain itu, Inspektorat juga menyoroti pengelolaan aset daerah yang masih lemah, termasuk barang milik daerah yang tidak jelas keberadaannya, belum tertibnya pencatatan, serta aset yang masih dikuasai namun tidak tercatat secara administrasi.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T.,M.T.,AIFO dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas capaian opini WTP tersebut, namun menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diikuti dengan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi BPK secara optimal.

“Meraih WTP itu sulit, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Kita hanya memiliki waktu 60 hari untuk menyelesaikan tindak lanjut ini dengan target minimal 80 persen,” tegas Bupati.

Ia juga meminta seluruh OPD membentuk tim percepatan tindak lanjut dan melakukan evaluasi berkala. Menurutnya, beberapa temuan bersifat berulang sehingga diperlukan perubahan pola kerja dan penguatan disiplin administrasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah menambahkan bahwa tindak lanjut akan dilakukan melalui jadwal terstruktur mulai 15 Juni, dengan mekanisme evaluasi bertahap hingga pemanggilan OPD yang progresnya rendah.

“Target kita adalah minimal 80 persen tindak lanjut dalam 60 hari. Bahkan kita dorong bisa lebih dari itu,” ujarnya.

Rapat tersebut juga menyoroti penguatan pengelolaan aset daerah, penertiban piutang PBB-P2, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah desa dan perangkat daerah terkait pendapatan daerah.

Kegiatan diakhiri dengan penegasan bahwa seluruh rekomendasi BPK harus segera ditindaklanjuti secara terukur, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Rusli Moidady secara resmi melepas keberangkatan Kafilah Banggai Kepulauan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026, Kamis (4/6/2026).

Acara dihadiri unsur Forkopimda, Anggota DPRD, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua MUI, Ketua LPTQ, para kepala perangkat daerah, pelatih, pembina, official, pendamping, serta seluruh peserta kafilah.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh peserta dan tamu undangan dapat menghadiri acara pelepasan dalam keadaan sehat dan penuh semangat untuk mengemban amanah mewakili daerah pada ajang MTQ tingkat provinsi.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pembina, pelatih, official, dan peserta yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih prestasi, melainkan juga merupakan sarana syiar Islam yang bertujuan meningkatkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, para peserta yang tergabung dalam kafilah tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga mengemban tugas sebagai duta syiar Islam yang akan memperkenalkan karakter masyarakat Banggai Kepulauan yang religius dan berakhlak mulia.

Bupati berpesan kepada seluruh anggota kafilah agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, percaya diri, serta menjaga kekompakan dan sportivitas. Ia berharap para peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik yang telah diasah selama masa pembinaan dan pelatihan.

“Jadikan setiap penampilan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Prestasi memang menjadi harapan kita bersama, namun yang lebih penting adalah menunjukkan akhlak yang baik, menjaga nama baik daerah, serta menjalin ukhuwah Islamiyah dengan peserta dari kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Tengah,” pesannya.

Kepada para pembina dan official, Bupati juga meminta agar terus memberikan pendampingan, motivasi, dan perhatian kepada seluruh peserta sehingga mereka dapat tampil maksimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan pada berbagai cabang MTQ, seperti tilawah, tahfiz, tafsir, dan cabang-cabang lainnya.

“Semoga upaya yang kita lakukan bersama dapat melahirkan generasi Qurani yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan secara resmi melepas keberangkatan kafilah dengan mengucapkan, “Dengan memohon ridha Allah SWT, Bismillahirrahmanirrahim, Kafilah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi saya lepas.”

Pelepasan kafilah tersebut menjadi wujud dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap para peserta yang akan berjuang membawa nama harum Kabupaten Banggai Kepulauan di ajang MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Diharapkan para peserta mampu meraih prestasi terbaik sekaligus menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. (Decky-KOMINFO)

SDN Inpres Tinangkung, BanggaiKep.go.id – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Muchsin H.S. Yasano, S.Ag, mewakili Bupati Banggai Kepulauan membuka secara resmi Konferensi Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tinangkung Selatan Masa Bakti 2025–2030, Rabu, (3/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri pengurus PGRI Kabupaten Banggai Kepulauan, unsur Forkopimcam Tinangkung Selatan, Koordinator Wilayah Pendidikan, para pengawas sekolah, kepala sekolah, serta guru dari berbagai jenjang pendidikan itu menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan PGRI lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Muchsin Yasano menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terhadap dedikasi para guru yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Konferensi ini merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi program kerja sekaligus menyusun rencana strategis demi kemajuan pendidikan di daerah kita. Pemerintah daerah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang telah mengabdikan diri dalam mencerdaskan generasi penerus Banggai Kepulauan,” ujarnya.

Menurut Muchsin, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, digitalisasi, serta dinamika perubahan kurikulum nasional. Karena itu, PGRI dituntut untuk terus beradaptasi dan memperkuat perannya sebagai organisasi profesi yang mampu menjawab kebutuhan anggotanya.

Ia menegaskan bahwa PGRI harus menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan solutif, sekaligus bertransformasi menjadi penggerak literasi digital bagi para pendidik. Dengan demikian, guru-guru di Banggai Kepulauan dapat lebih siap mencetak generasi yang memiliki kemampuan teknologi dan daya saing global.

“PGRI tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga harus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Muchsin juga menitipkan sejumlah harapan kepada peserta konferensi, di antaranya memilih pengurus yang amanah dan memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan organisasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta memprioritaskan program peningkatan mutu dan profesionalisme guru.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan daerah.
“Bersama-sama kita wujudkan pendidikan Banggai Kepulauan yang lebih bermutu, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Muchsin Yasano secara resmi membuka Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Tinangkung Selatan Masa Bakti 2025–2030. Forum tersebut diharapkan menghasilkan kepengurusan baru yang solid serta program-program strategis yang mampu memperkuat peran guru dalam pembangunan pendidikan di Banggai Kepulauan.

Turut hadir Ketua Pengurus Kabupaten PGRI Kab Banggai Kepulauan, Babinsa Tinangkung Selatan, Korwil Kecamatan Tinangkung Selatan Bersama Pengurus Sekolah, Ketua Pengurus Kecamatan PGRI Cabang Tinangkung Selatan Beserta Seluruh Pengurus, Seluruh Kepala Sekolah Se-Kecamatan Tinangkung Selatan, Beserta Peserta Konferensi. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, S.T., M.T., AIFO, mengukuhkan jajaran Direksi Perseroan Daerah (Perseroda) PT Bangkep Sejahtera dalam sebuah acara yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan. Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat peran perusahaan daerah sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Rabu (3/6/2026).

Dalam pengukuhan itu, Bupati menetapkan Bayu Lelono Ajie, S.Kom sebagai Direktur Utama PT Bangkep Sejahtera, Yulius Galli Maurero, S.Pt sebagai Direktur Operasional PT Trikora Bangkep Sejahtera (Perseroda), serta Suardy A. Esa, S.E sebagai Direktur Keuangan dan Umum Perseroda.

Rusli Moidady menegaskan bahwa jabatan yang diemban para direksi bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, profesionalisme, dan dedikasi tinggi.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar untuk membawa Perseroda PT Bangkep Sejahtera menjadi perusahaan daerah yang sehat, maju, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” kata Rusli dalam sambutannya.

Menurut dia, Perseroda PT Bangkep Sejahtera memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Banggai Kepulauan. Keberadaan perusahaan daerah juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Karena itu, Rusli meminta jajaran direksi yang baru untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan berdasarkan keunggulan lokal daerah.

“Sektor perikanan, pariwisata, perdagangan, jasa, dan sektor strategis lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Direksi harus mampu menangkap peluang tersebut dan mengelolanya secara profesional sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.

Selain fokus pada pengembangan usaha, Bupati juga menyoroti pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, hingga pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi kunci keberhasilan perusahaan daerah dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Rusli turut meminta dewan komisaris dan dewan pengawas untuk menjalankan fungsi pengawasan secara optimal guna memastikan setiap kebijakan dan langkah strategis perusahaan tetap berada dalam koridor prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan daerah tidak semata-mata diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan Perseroda tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, memberdayakan potensi lokal, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Bupati berharap pengukuhan direksi baru menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran Perseroda PT Bangkep Sejahtera dalam mewujudkan perusahaan daerah yang mandiri, inovatif, profesional, dan berdaya saing, sehingga mampu menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi Kabupaten Banggai Kepulauan.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri Ketua DPRD, para asisten dan staf ahli Sekretariat Daerah Banggai Kepulauan, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Ekonomi, Kepala Bagian Protokol, Kepala bagian perangkat daerah terkait, jajaran Perseroda PT Bangkep Sejahtera, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Roy-KOMINFO)