Tatakalai Banggaikep go.id – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lalong berhasil menjadi juara umum dalam kegiatan O2SN, FLS2N dan KSN tingkat Kecamatan Tinangkung Utara.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan Mudin Sahata, SP.,MP serahkan secara langsung Piala bergilir bagi juara Umum serta secara resmi menutup kegiatan O2SN, FLS2N dan KSN tingkat Kecamatan Tinangkung Utara.

Penutupan dilaksanakan pada hari Sabtu 22 Februari 2020 jam 21,00 Wita bertempat di halaman SD Negeri Tatakalai Kecamatan Tinangkung Utara Kab. Banggai Kepulauan.

Dalam kegiatan penutupan O2SN, FLS2N dan KSN, dimeriahkan dengan Tari-tarian, Solis dan Pantomim yang berhasil menjadi juara untuk mewakili Kecamatan ke tingkat Kabupaten.

Penutupan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA 1 Tinangkung Utara, Korwil(kordinator wilayah) Tinangkung Utara, Babinsa Tinangkung Utara dan para Kepala Sekolah SD se-Kec. Tinangkung Utara.

Kepala Dinas Dikbud Mudin Sahata, SP.,MP dalam sambutannya yang disampaikan oleh Korwil(kordinator wilayah)Dahrun, S.Pd menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah berhasil melaksanakan kegiatan ini dengan aman, tertib dan lancar.

“Karena kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun, diharapkan para guru agar lebih aktif dan selektif dalam mendidik dan menilai bakat Anak dikandung maksud agar nantinya dapat diarahkan sesuai dengan kemampuan, kemauan, serta keterampilan Anak dan selanjutnya diberi motipasi, dilatih sehingga nanti pada lomba berikutnya Anak anak sudah siap mental”, kata Dahrun.

Disamping itu Ketua Panitia Pelaksana O2SN, FLS2N dan KSN Mad Rahim, S.Pd dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Anak-anak peserta lomba yang terpilih menjadi juara untuk bisa mewakili kecamatan di tingkat Kabupaten.

“Kepada Anak-anak yang belum sempat menjadi juara pada ajang kompetisi ini diharapkan bersabar dan berlatih terus agar kedepan nanti bisa menjadi juara dan bisa membanggakan Sekolah, Kecamatan, terutama orang tua”, ujar Mad Rahim.

Lanjut Ketua Panitia, “Saya sangat merasa berterima kasih dan mengapresiasi atas kerja keras dan maksimal sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar”, ucap Mad. (FeriKominfo)

Lukpanenteng, BanggaiKep.go.id – Rabu, 19 Februari 2020, Dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Sabang Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (PTM).

Penangungjawab program Penyakit Tidak Menular (PTM), Jhoin F. Karamaoy saat dikonfirmasi via hand phone menjelaskan bahwa “Kegiatan Pos Pembinaan Terpadu untuk PTM adalah upaya pencehan yang menjadi prioritas kami adalah penyakit Diabetes Melitus (DM), Hipertensi, Jantung dan kangker”.

“Kegiatan yang kami lakukan adalah mensosialisasikan pola hidup sehat dengan mengkomsumsi makanan yang mengandung gizi yang seimbang serta menghentikan pola hidup dengan asap rokok dan miras karena itu juga menjadi pemicu penyakit tidak menular”, ujar Jhoin.

Lanjut Jhoin, “Untuk Posbindu PTM di Desa Lukpanenteng ini kami melakukan pengecekan/pemeriksaan pada masyarakat baik yang ada di Lukpanenteng maupun sub desa Poganda, kami bersyukur kegiatan ini berjalan dengan baik karena peran serta masyarakat dan Pemdes Lukpanenteng”, ujar Mantri Jhoin. (JARKominfo)

Tatandeng, BanggaiKep.go.id – Kamis, 20 Februari 2020, Dampak musim kemarau yang sudah memasuki 4 bulan menambah piluh para petani tanaman kacang yang ada di Desa Tatendeng Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah.

Saat ini para petani kacang tanah Desa Tatendeng memasuki masa panen, tapi yang tampak dalam raut wajah para petani bukanlah kegembiraan karena panen telah tiba tetapi kesedihan akibat tanaman kacang mereka hampir saja gagal panen akibat kemarau yang sudah hampir 4 bulan terakhir ini.

Anel salah satu petani kacang saat dijumpai dikebunnya memaparkan bahwa mereka merugi disebabkan musim kemarau hampir gagal panen, walau pun tidak gagal panen tapi hasil panen menurun drastis dari biasanya, karena buah kacang banyak yang kempis ada yang besar buahnya tapi berulat.

Anel juga menabahkan “Tahun ini kami merugi karena semua serba disewa, seperti pembukaan lahan, pembakaran dan pembersihan, penanaman saja seliter benih kacang yang akan ditanam diupahi 20 ribu rupiah jadi kalau hasil panen tidak maksimal tentunya kami rugi besar”, ujar Anel.

Untuk itu Anel sangat berharap untuk musim tanam selanjutnya Pemerintah dapat membantu kami para petani seperti penyediaan bibit dan pupuk dan juga modal kerja. (JARKominfo)

Minanga, BanggaiKep.go.id – Program Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Pusat Kesehatan Masyarakat adalah upaya Pemerintah dalam mencegah penyakit tidak menular.

Masyarakat Minanga Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan menyambut dengan baik kehadiran tenaga medis Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Desa Sabang Kec. Bulagi Utara di desa mereka (Minanga), masyarakat Minanga dengan antusias berbondong-bondong menuju tempat pelaksanaan Pembinaan Posbindu PTM guna melakukan pemeriksaan kesehatan di Balai Pertemuan Desa Minanga Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis, 20 Februari 2020.

Jhoin F. Karamoy salah satu mantri di PKM Sabang memaparkan “Program ini merupakan usaha dan upaya dari Pemerintah dibidang kesehatan dalam rangka mencegah serta terus mengsosialisasikan kepada masyarakat tentang penyakit tidak menular namun dapat berdampak buruk untuk kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian”.

Adapun penyakit yang paling prioritas adalah Diabetes Melitus (DM) yang kita kenal penyakit gula, Hipertensi, Kangker dan penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (PJPD) serta penyakit lainnya.

“Upaya kami dari pihak kesehatan adalah terus mengkampanyekan, mensosialisasi kepada masyarakat bagaimana menjaga kesehatan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit tidak menular namun dapat menyebabkan kematian dini, untuk itu kami sangat mengharapkan masyarakat dapat menggontrol pola makan yang baik dan benar, serta hindari asap rokok dan minuman keras karena polah hidup perokok dan peminum miras mudah terserang penyakit hipertensi, dan jantung”, ujar Jhoin. (JARKominfo)

Salakan, BanggaKep.go.id – Launching aplikasi versi 10,0 dan pelatihan pengimputan pada sistem elektronik monitoring evaluasi pengendalian pelaporan pembangunan(e – Monep +) digelar di ruang rapat umum kantor Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (19/02/2020).

Pertemuan ini dibuka oleh Asisten I Bupati Dra. Jeane B. Rorimpandey dan dihadiri oleh Staf Ahli dan Asisten, seluruh pimpinan dan admin OPD se – Kab. BanggaiKep serta Kepala Bagian Pembangunan Setda.

Dalam pertemuan ini, Jeane B. Rorimpandey mewakili Plt. Bupati mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas tersosialisasinya lounching monitoring evaluasi dan pelaporan pembangunan e-monep versi 10.0.

Pada penyampaian Jeane mengharapkan agar selalu meningkatkan evaluasi dan mempercepat proses pelaporan realisasi anggaran tahun 2020 dan pelatihan dapat diikuti dengan baik serta kepada pimpinan OPD agar selalu memberikan perhatian kepada admin Entry dan pengimputan realisasi anggaran dengan meningkatkan disiplin agar bisa menghasilkan laporan sesuai dengan realisasi yang ada.

“Pelaporan realisasi anggaran dari aplikasi berbasis Web akan memberikan kemudahan dalam setiap OPD dalam memantau, mengevaluasi dan membuat laporan sesuai realisasi fisik dengan baik”, ujar Jeane.

Disamping itu, Samsuddin, S.Pd.,MM selaku Kepala Bagian Pembangunan menginformasikan bahwa laporan evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran APBD Kabupaten / kota se – Sulawesi Tengah tahun 2019, BanggaiKep berada di peringkat ke – 6.

“Dalam penerapannya Aplikasi e – monep + ini merupakan kerja sama antara pemerintah daerah Kab. Banggai Kepulauan bersama Provinsi Gorontalo”, kata Samsuddin.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan serta Evaluasi kinerja perangkat daerah dan upaya mendorong penyerapan anggaran yang mewujudkan program berkualitas dan kepala daerah akan lebih mudah mengontrol setiap program yang berlangsung.

Aplikasi e – Monep+ adalah aplikasi internal pemerintah daerah yang merupakan sistem format monitoring, evaluasi dan pelaporan realisasi anggaran bagi OPD berbasis Elektronik.

Sehingga diharapkan agar team pengendali pada bagian administrasi pembangunan Setda akan senantiasa selalu melakukan pendampingan kepada Admin Entry OPD dan keakurasian input sekaligus peningkatan SDM yang berkualitas. (ViktorKominfo)

Tatakalai, Banggaikep.go.id – Sebanyak 187 murid Sekolah Dasar (SD) dan 109 pendaping murid dari 7 sekolah dasar, 2 sekolah MIS dan 5 sekolah Tingkat Kanak-kanak Se-Kecamatan Tinangkung Utara (Tinut) mengikuti pembukaan Olimpiade olahraga siswa Nasional (O2SN) dan Festipal Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Kecamatan.

Upacara pembukaan O2SN dan FLS2N dilaksanakan di halaman sekolah SDN Tatakalai Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan pada Rabu 19 Pebruari 2020 pukul 15.00 WITA.

Sebelum upacara dimulai, diawali dengan tari-tarian yang di peragakan oleh Siswi-siswi Sekolah Dasar (SD) serta pemasangan kalung bunga kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Banggai Kepulauan Mudin Sahata, SP.,MP.

Selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya, bertindak selaku pembina upacara Mudin Sahata, SP.,MP .

Tujuan kegiatan adalah untuk mancari bibit unggul dalam setiap cabang lomba. Sehingga yang bisa terpilih nanti bisa mewakili Kecamatan untuk perlombaan di tingkat Kabupaten dan mudah-mudahan bisa ke tingkat Propinsi. Kegiatan O2SN dan FLS2N ini adalah ajang bagi para siswa sekolah Dasar untuk dapat mengembangkan bakatnya.

“Kepada seluruh peserta lomba, bertandinglah dengan semangat dan sportif, sebab kunci kesuksesan adalah disiplin, disiplin dalam berlatih dan pastinya disiplin dalam menjalankan strategi”, ujar Mudin Sahata, SP.,MP dalam sambutannya.(19/02)

Disamping itu, Ketua Panitia pelaksana O2SN dan FLS2N Mad Rahim, S.Pd mengatakan dalam sambutannya “Kegiatan lomba diikuti oleh tujuh SDN, dua dari Sekolah MIS dan lima dari TK Se-Kecamatan Tinangkung Utara”.

“Adapun jumlah peserta lomba berjumlah 187 orang siswa dan pendamping 109 orang jumlah keseluruhan 269 orang, dimana O2SN terdiri lima cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu Atletik, renang, bulu tangkis, karate dan bola kaki mini. FLS2N terdiri dari lima cabang seni yang dipertandingkan yaitu, Tarian, Solis, Pantomim, Gambar bercerita dan Karya anyaman dan untuk KSN (Kompetisi Sains Nasional) yang diperlombakan adalah mata pelajaran Matematika dan IPA”, sambung Mad Rahim.

Menurut Ketua Panitia, Sumber dana untuk kegiatan ini berasal dari kontribusi dari semua sekolah peserta se-Kecamatan Tinangkung Utara yang dikondisikan lewat dana Bos dengan total biaya Rp 20.300 000. Kegiatan perlombaan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari lamanya, dimulai pada hari Rabu 19 sampai dengan 22 Februari 2020.

Dan pada akhir sambutannya, Mad Rahim berharap agar para siswa peserta lomba bisa menunjukan hasil yang terbaik agar bisa bersaing ditingkat Kabupaten, Propinsi bahkan ke tingkat Nasional.

Hadir dalam kegiatan ini KAPOLPOS Tinangkung Utara, KORWIL (kordinator wilayah), Kepala Sekolah SD se-Kecamatan Tinangkung Utara dan para undangan. (FeriKominfo)

 

 

Salakan, BanggaiKep.go.id – Launching Aplikasi Versi 10.0 dan Pelatihan Penginputan Pada Sistem Elektronik Monitoring Evaluasi Pengendalian dan Pelaporan Pembangunan (E-Monep˖) dilaksanakan di Lantai II Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (19/02/2020).

Aplikasi e-monep adalah aplikasi internal Pemerintah Daerah yang merupakan sistem format Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berbasis Elektronik dalam rangka mengawasi perencanaan, pengaanggaran, target dan pelaksanaan kinerja yang dilakukan oleh masing-masing Perangkat Daerah se-Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam penerapannya, aplikasi e-Monep˖ ini telah meningkatkan versi sistem yang sebelumnya pada tahun 2019 versi 9.1 dan saat ini menjadi versi 10.0, dengan dilakukannya penyederhanaan sistem pengimputan data sekaligus mengimplementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan, Keuangan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengawasan serta evaluasi kinerja perangkat daerah dan upaya mendorong penyerapan anggaran yang akan diwujudkan sasaran program berkualitas di Kab. BanggaiKep.

Dalam Sambutan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Samsuddin, Sp.d.,MM  menyampaikan “Dengan adanya aplikasi ini, kepala daerah akan lebih mudah mengontrol setiap program dan kegiatan yang sementara berlangsung, Jika terjadi permasalahan ataupun persoalan kongkrit pada kegiatannya akan lebih mudah terlihat dan diatasi”, kata Samsuddin.

Sambung Kabag, ” Kami informasikan bahwa, Laporan Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran APBD Kabupaten atau Kota se-Sulawesi Tengah tahun anggaran 2019 dengan posisi pertama dari Kabupaten Morowali 96,04%, sumber data Monev TEPRA LKPP RI”.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Bupati BanggaiKep Dra. Jeane B. Rorimpandey, dalam sambutan Jeane mengatakan “Melalui Lanching e-Monep˖ ini, saya berharap kepada piminan OPD yang dinilai kinerjanya agar selalu memberikan perhatian kepada admin entri dalam pengimputan realisasi anggaran dan kepada admin entri dalam pengimputan realisasi anggaran OPD masing-masing harus meningkatkan disiplin dalam pelaporannya sehingga bisa menghasilkan laporan yang sesuai dengan realisasi yang ada”, ujar Jeane.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Perangkat Daerah serta Admin OPD se-Kab. BanggaiKep dan Camat Se-Kab. BanggaiKep. (TrisKominfo)

 

 

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pelaksanaan Sidang Sinode V GPIBK Tahun 2020 yang dipusatkan di Jemaat Immanuel Salakan Klasis Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah sejak 11 s/d 15 Februari mendapat perhatian khusus dari Wakil Gubernur Prov. Sulteng.
Kehadiran Wagub Rusly Baco Dg. Palabi disambut hangat oleh para peserta sidang sinode diselah-selah acara sidang hari terakhir (15/2), beliau pun diberikan waktu dan kesempatan membawakan sambutan menjelang pemilihan pemimpin Sinode GPIBK.
Dalam sambutannya, Rusly Baco Dg. Palabi mengapresiasi akan peran Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) yang terus meningkatkan kualitas umat kristiani yang ada di Banggai Kepulauan, Wagub juga mengajak pimpinan gereja dan warga gereja memberikan perhatian khusus terhadap krisis multidimensi dan etika, “Karena ini menjadi tanggungjawab kita bersama” ujar Wagub.
Rusly Baco Dg. Palabi pun mengajak untuk membangun tatanan umat beragama, karena keragaman dan kemajemukan bukanlah suatu ancaman yang membawa kita pada perpecahan tetapi justru menjadi anugerah untuk memperkuat simpul-simpul persatuan sebagai bangsa yang berketuhanan dan berkebudayaan, dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju dan mandiri serta berdaya saing yang indikatornya adalah peningkatan SDM yang beriman dan bertaqwa, kegiatan persidangan ini adalah bukti nyata dari umat kristiani.
Dalam sambutannya pun Wagub menyampaikan bahwa “Sebenarnya kehadirannya pada Sidang Sinode ini bersama-sama dengan Plt. Bupati H. Rais D. Adam tetapi karena beliau ada tamu dan beliau pun mengalami dukacita atas meninggalnya salah satu kerabat dekat maka beliau tidak sempat hadir dan memohon maaf”, ujar Rusly. (JARKominfo)

JAKARTA, BanggaiKep.go.id – Tiga warga Provinsi Sulawesi Tengah bersama 235 WNI dari episenter penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Wuhan, China yang sebelumnya menjalani observasi di Kepulauan Natuna, tiba di Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu sore (15/2/2020).

Ratusan WNI dari berbagai daerah di Indonesia itu, diterbangkan dari Kepulauan Natuna ke Lanud Halim Perdana Kusuma dalan tiga kelompok terbang (kloter) menggunakan tiga pesawat milik TNI AU.

Tiga WNI asal Provinsi Sulaweai Tengah, yakni Rifdah Nur Aliyah (19 tahun), Asrida Afriyanti (20 tahun) dan Julita (18 tahun), masuk dalam kloter 2 dan 3 menggunakan pesawat jenis boing milik TNI AU. Sementara kloter 1 menggunakan pesawat Hercules TNI AU adalah para WNI laki-laki.

Rifdah Nur Aliyah, Asrida Afriyanti dan Julita adalah mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang sedang kuliah di universitas berbeda di Provinsi Hubei, Tiongkok.

Rifda Nur Aliya tiba lebih dulu di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pukul 15.20 WIB. Rifda Nur Aliya disambut oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Tengah, Jemy Fischer yang sudah menunggu di Lanud Halim Perdana Kusuma sejak pukul 14.30 WIB.

Rifda Nur Aliyah terdaftar sebagai mahasiswi di Hubei Minzu University sejak Desember 2018. Kurun setahun lebih ia menetap di Kota Enshi yang jaraknya 520 Km dari Wuhan, ibukota Provinsi Hubei.

“Kota tempat tinggal ku lumayan jauh dari Wuhan. Bisa 7 jam perjalanan darat. Seperti dari Palu ke Tolitoli atau dari Palu ke Ampna,” kata Rifda diawal perbincangan dengan Jemy Frischer, Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Tengah.

Jemy Frischer ditugaskan khusus oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, untuk menjemput dan mengurus kepulangan tiga WNI asal Sulawesi Tengah dari Jakrata ke kampung halamannya masing-masing di Sulteng.

Sementara, Julita dan Asrida Afriyanti yang tergabung dalam kloter 3, tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma pukul 15.50 WIB. Saat itu hujan deras mulai mengguyur kawasan Lanud Halim Perdanakusuma.

Julita adalah mahasiswi kelahiran Tolitoli. Kedua orang tuanya tinggal di Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Ia baru dua bulan menetap di Kota Xianning, Provinsi Hubei, dan kuliah di Hubey University of Science and Technology.

Sedangkan Asrida Afriyanti adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran di universitas di Kota Huangshi, Provinsi Hubei. Asrida berasal dari Luwuk, Kabupaten Banggai.

Rifdah Nur Aliyah, Asrida Afriyanti dan Julita, bersama ratusan WNI lainnya sempat menjalani masa observasi selama 14 hari di Kepulauan Natuna. Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Indonesia untuk memastikan kondisi kesehatan para WNI yang dipulangkan dari Tiongkok.

Setelah dipastikan negatif Covid-19 atau virus corona, hari ini 238 WNI tersebut dipulangkan ke daerah masing-masing. Selanjutnya, di daerah masing-masing mereka akan diperiksa secara berkala (surveillance tracking)vguna memastikan kondisi mereka tetap sehat.

Terkait jadwal kepulangan Rifdah Nur Aliyah, Asrida Afriyanti dan Julita dari Jakarta ke Palu, Sulaweai Tengah, Jemy Frischer menjelaskan pihak Pemprov Sulteng sudah menyiapkan akomodasi dan tiket pesawat mereka.

“Rifda dan Julita pulang ke Palu dan Tolitoli Minggu, 16 Februari menggunakan pesawat komersil. Sedangkan Asrida sudah dijemput keluarganya di Jakara,” ujar Jemy Frischer.

Awal Desember 2019 lalu, muncul sebuah wabah baru di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China dengan gejala mirip flu dan pneumonia berat. Virus corona berjenis SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu telah menginfeksi lebih dari 60 ribu orang dan menyebabkan kematian 1.383 jiwa per Jumat (14/2/2020). (Sumber: OTR KOMINFO SULTENG).(FeriKominfo)

Sambiut, BanggaiKep.go.id – Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) RKPD Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2021 Tingkat Kecamatan, kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kab. BanggaiKep Rusli Moidaday, ST.MT, Sabtu 15/02/2020.

Dalam pertemuan ini Rusli membacakan sambutan Bupati,” Pertumbuhan kinerja ekonomi Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2017 sampai dengan 2019 sudah cukup baik, oleh sebab itu kita  akan lebih meningkatkan dengan merancang langkah atau program dan kegiatan yang lebih inovatif yang telah terinput di aplikasi E-Planning agar bisa memastikan semua langkah dan program-program yang sudah di rancang, bisa memberi kontribusi maksimal, percepatan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang searah dengan kebijakan dan prioritas Kabupaten Banggai Kepulauan”.

“Untuk pembangunan potensi ekonomi lokal melalui pemberdayaan dan dukungan investasi yang bisa meningkatkan kesejahtraan masyarakat yaitu, menyediakan infrastruktur penunjang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, meningkatkan produktifitas dan pengelolahan hasil tani, meningkatkan pengelolahan destinasi wisata di Kabupaten Banggai Kepulauan”, lanjut  Rusli.

Kemudian sambung beliau, “Dan dengan adanya program-program tersebut pemerintah bisa berupaya membangun infrastruktur yang strategis dan berbagai sektor pertanian, sektor perikanan dan destinasi wisata serta kawasan kota yang didukung dengan adanya jaringan internet yang akan menjadi prioritas”.

“Hal ini akan bertujuan agar masyarakat bisa lebih maju, lebih produktifitas dan bisa mempermudah segala aktifitas Pemerintah dan masyarakat didalam proses informasi atau pengiriman data melalui internet di Kab. BanggaiKep”.

“Agar semua pihak memberi kepedulian kepada masyarakat miskin dengan cara memberi inovasi langkah peningkatan pendidikan, kesehatan agar tingkat kemiskinan di Kab. BanggaiKep bisa menurun dan dengan merumuskan bantuan kepada masyarakat miskin seperti bantuan hewan ternak, penyedian tempat untuk ternak ikan seperti karamba dan fasilitas peralatan rumput laut (Pajeko Rumput Laut) dan juga dengan adanya dorongan dana desa agar bisa tercipta kesatuan gerak dan sinergitas didalam pembangunan”.

“Dengan adanya dana APBD yang terbatas maka peran masyarakat dalam pembangunan harus lebih ditingkatkan, oleh karena itu diharapakan agar kedepanya bisa lebih fokus pada peningkatan produktifitas pertanian, perikanan dan pembangunan destinasi wisata yang ditunjang peningkatan infrastruktur serta dukungan segenap stakecholder pembangunan Daerah”, harap Sekda.

Hal menarik, dalam kegiatan ini di kunjungi oleh Rusli Baco Dg Palabi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dan Ronal Gulla.

Musrembang ini dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Eko Wahyudi  dan Komisi 3 Sadat Anwar Bilahia, Pejabat Perangkat Daerah, Camat dan Forkopim Kecamatan Totikum, Kepala Desa,  Perangkat Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan peserta lainya. (ViktorKOMINFO)