Sabang, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya pencatatan pernikahan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melaksanakan Pencatatan Pernikahan Masal di Kelurahan Sabang Kab. Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Minggu, (9/8/2020).

Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos M.A.P saat dihubungi jurnalis Pemda DisKominfo Kab. BanggaiKep pada Senin (10/8/2020) membenarkan bahwa di Kelurahan Sabang pada hari Minggu (9/8/2020) dilaksanakan pelayanan Pencatatan Pernikahan secara masal yang akrab dikalangan masyarakat Nikah BS Masal, bagi 39 pasang suami istri yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Banggai Kepulauan.

Pencatatan pernikahan dilaksanakan oleh Kasie Perkawinan dan Perceraian Dinas Dukcapil Yusman Monggisal, SH bertempat di Balai Kelurahan Sabang dan kegiatan ini dihadiri oleh Camat, KUA, Lurah Sabang bersama jajarannya beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kelurahan Sabang.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Tokoh Agama dan juga merupakan Tokoh Masyarakat Kelurahan Sabang Bapak A. T Puwano dengan Pemerintah Kelurahan Sabang.

“Ini merupakan terobosan baru dan merupakan salah satu inovasi yang akan kami kembangkan oleh Pemerintah Kecamatan Bulagi Utara dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat khususnya memudahkan bagi pasangan suami istri yang belum nikah BS,” jelas Edison Moligay. (AmosKominfo)

Pelinglalomo, BanggaiKep.go.id – Penanganan dan perbaikkan kerusakan jembatan penghubung Desa Labasiano dan Desa Pelinglalomo yang dikerjakan sejak Senin, (3/8/2020) akhirnya selesai dan sudah dapat dilalui kendaraan sehingga akses jalan kembali normal, Kamis, (6/8/2020).

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, jembatan penghubung Desa Labasiano dan Desa Pelinglalomo Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan hampir ambruk akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya air sungai menyebabkan jembatan mengalami kerusakan yang cukup serius.

Pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan alat berat atas perintah Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam.

Pekerjaan diawali dengan melakukan normalisasi sungai pengerukan dibagian bawah jembatan agar aliran air sungai terarah dan tidak merusak lagi bagian kepala jembatan, kemudian pekerjaan dilanjutkan dengan penimbunan lubang dibagian kepala jembatan sehingga jempatan penghubung Desa Labasiano dan Pelinglalomo sudah dapat digunakan kembali.

Beberapa pengguna jalan saat diwawancarai menyampaikan terima kasih kepada Ibu Camat dan Bapak Bupati yang cepat menanggapi keluhan kami masyarakat atas kerusakan jembatan Lalong (sebutan masyarakat Kec. Buko) sehingga kami tidak lagi memutar jalan ke Olusi dan Peling dengan kondisi jalan yang licin dan rusak total. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu menyebabkan terjadinya longsor disejumlah lokasi jalan poros Trans Peling yang mengakibatkan material longsor menutupi badan jalan.

Longsor yang terjadi di Desa Leme-leme Darat Kecamatan Buko mengakibatkan akses jalan tertutup sehingga mengharuskan Pemerintah Desa dan masyarakat secara swadaya dengan alat seadanya membersihkan material longsor dengan membuat jalan alternatif.

Demikian pula dengan longsor yang terjadi dijalan antara Desa Lalengan dan Desa Batangono lokasinya tak jauh dengan sekolah SMPN 2 Buko yang mengakibatkan akses jalan tertutup akibat material longsor menutupi badan jalan.

Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam saat mendapat laporan dari Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos telah terjadi longsor dijalan Trans Peling di Wilayah Kecamatan Buko, Bupati langsung memerintahkan Dinas terkait untuk menggerakkan alat berat dalam penanganan di wilayah Kecamatan Buko.

Pada hari Senin, (3/8/2020) ketika masyarakat Desa Batangono secara swadaya hendak membersihkan material longsor dan membuat jalan alternatif untuk pengguna kendaraan, selang beberapa menit kemudian alat berat tiba dilokasi longsor dan membersihkan material longsor dijalan antara Desa Lalengan dan Desa Batangono dekian juga halnya ruas jalan di Desa Leme-leme Darat sudah dibersihkan terlebih dahulu.

Kepala Desa Ledar Welly Siako, SH dan Kepala Desa Batangono Herpin Montolitus ditempat terpisah menyatakan ungkapan terima kasih kepada Bapak Bupati Banggai Kepulauan yang sudah mengirim alat berat untuk membersihkan material longsor sehingga akses jalan sudah kembali normal. (AmosKominfo)

Leme-leme Darat, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa Leme-leme Darat Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan melakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang diperuntukkan bulan Juni 2020.

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Leme-leme Darat dilaksanakan di gedung pertemuan Desa Leme-leme Darat, Selasa, (4/8/2020).

Kegiatan penyaluran BLT-DD tahap III yang diperuntukkan bulan Juni dihadiri oleh Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos, Ketua beserta anggota BPD Desa Leme-leme Darat, Perangkat Desa dan masyarakat penerima manfaat.

Dalam sambutan Kepala Desa Leme-leme Darat Welly Siako, SH menyampaikan bahwa penerima BLT-DD di Desa Leme-leme Darat sebanyak 29 Kepala Keluarga dengan total anggaran Rp. 17.400.000,-.

Welly pun berharap kepada para penerima untuk dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos dalam sambutannya mengharapkan para penerima dapat bertanggungjawab mengelola bantuan dari Pemerintah dimasa pandemi Covid-19 yang tak kunjung hilang.

“Diutamakan untuk membelanjakan uang bantuan untuk membeli bahan makan dan obat-obatan bagi yang kurang sehat, BLT yang diberikan kepada masyarakat adalah kepedulian dari Pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dimasa pandemi saat ini,” ungkap Kori.

Kori pun berharap masyarakat dapat produktif ditengah pandemi karena bantuan Pemerintah tidak dapat mengakomodir semua kebutuhan masyarakat.

“Apalagi kita sudah masuki adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi, dalam arti kita sudah bisa beraktifitas seperti biasanya dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Kori.

Kori juga mengajak masyarakat untuk dapat terus membantu dan menopang Pemerintah yang ada guna menyukseskan program-program Pemerintah dengan terlibat aktif dalam setiap kegiatan Pemerintah.

Selanjutnya dilaksanakan penyaluran secara simbolis kepada beberapa penerima BLT-DD oleh Plt. Camat Buko, Kepala Desa dan Ketua BPD Desa Leme-leme Darat. (AmosKominfo)

Olusi, BanggaiKep.go.id – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Banggai Kepulauan dengan curah hujan yang tinggi berhari-hari tak kunjung reda menyebabkan terjadinya berbagai bencana mulai dari banjir, longsor dan ambruknya bangunan.

Satu rumah milik dari Bapak Dominggus Pakabusoi yang juga merupakan Sekdes Olusi non PNS di Desa Olusi Kecamatan Buko Kab. BanggaiKep pada hari Minggu (2/8/2020) pukul 23.00 Wita bagian dinding rumah ambruk ketika semua penghuni rumah sedang tertidur pulas.

Pemilik rumah Dominggus Pakabusoi mengatakan “Untung ambruknya dinding rumah jatuh kehalaman tidak menimpah kami yang sedang tertidur pulas”.

“Akibat ambruknya rumah ini mungkin karena curah hujan yang tinggi dan struktur bangunan yang mungkin ada keretakan akibat gempa yang tidak kami ketahui,” ujar Dominggus menambahkan.

Paginya setelah kejadian, Bhabinkatibmas Polsek Buko Brigpol Yengki Kumano langsung turun kelokasi kejadian bersama Kades Olusi.

Kades Olusi Yason Mangani mengatakan kerugian akibat musibah ini diperkirakan berkisar sepuluh juta. (AmosKominfo)

Pelinglalomo, BanggaiKep.go.id –  Menidaklanjuti laporan dari Plt. Camat Buko pada Jumat, (29/7/2020) mengenai kerusakan jempatan penghubung Desa Labasiano dan Desa Pelinglalomo yang terancam ambruk, Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam langsung memerintahkan Dinas terkait untuk melakukan penanganan di lapangan agar kerusakan tidak semakin parah dan aktifitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Rais Adam pun menekankan lagi hal tersebut pada apel gabungan OPD yang dilaksanakan pada Senin, (3/8/2020) untuk segera menanggulangi kerusakan dan penanganan korban banjir.

Pada hari Rabu, (5/8/2020) terlihat proses penangulangan kerusakan jembatan Labasiano-Pelinglalomo sudah mulai dikerjakan dengan diturunkannya alat berat untuk mengeruk bagian bawah jembatan membuat jalan air agar aliran air sungai tidak lagi mengalir ke arah kepala jembatan dan menyebabkan kerusakan yang lebih fatal.

Pekerjaan yang akan dilakukan selanjutnya adalah penimbunan lubang bagian jalan yang ambruk.

Kasie Trantib Kantor Camat Buko Laskar Tolobi, S.Sos saat dijumpai di Kantor Camat Buko (6/8/2020) membenarkan bahwa benar sudah ada penanganan terhadap kerusakan jembatan Labasiano-Pelinglalomo dengan pekerjaan pengerukan sungai guna membuat jalan air yang baru dan penimbunan bagian yang lubang.

Sementera itu, Pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya saat dimintai keterangan menyampaikan “Memang penanganan kerusakan jembatan ini harus segera, mengingat jalan alternatif yang dilalui pasca ditutupnya jembatan rusak total dan licin pengaruh curah hujan yang tinggi, harapannya baik yang lubang dapat ditanggul kembali lalu ditimbun, takutnya kalau hanya ditimbun saja jika ada curah hujan lagi akan rusak lagi.”

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos menyampaikan, “Atas nama masyarakat Kecamatan Buko mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah memerintahkan penanggulangan kerusakan jembatan Labasiano-Pelinglalomo, semoga dalam waktu dekat ini jembatan ini sudah bisa dibuka lagi sehingga aktifitas masyarakat berjalan normal kembali,” ungkap Kori.(AmosKominfo)

Pandemi dapat mengubah cara kerja, cara beraktivitas, cara belajar, hingga cara bertransaksi dari sebelumnya luar jaringan (luring) atau offline dengan kontak fisik menjadi lebih banyak daring atau online.

Jakarta, BanggaiKep.go.id – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia harus bisa dijadikan momentum untuk melakukan percepatan transformasi digital. Menurutnya, pandemi dapat mengubah cara kerja, cara beraktivitas, cara belajar, hingga cara bertransaksi dari sebelumnya luar jaringan (luring) atau offline dengan kontak fisik menjadi lebih banyak daring atau online.

“Perubahan seperti ini perlu segera diantisipasi, disiapkan, direncanakan secara matang,” kata Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas dengan topik “Perencanaan Transformasi Digital”, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.

Dalam survei IMD World Digital Competitiveness pada 2019, Indonesia masih berada di peringkat 56 dari 63 negara. Menurut Presiden, posisi Indonesia tersebut lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di ASEAN, yaitu Thailand di peringkat 40, Malaysia di peringkat 26, dan Singapura di peringkat 2.

“Oleh sebab itu perlu menjadi perhatian kita bersama, yang pertama segera lakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital. Saya kira kemarin kita sudah bicara dengan Menkominfo mengenai ini. Kemudian percepatan penyediaan layanan internet di 12.500 desa/kelurahan serta di titik-titik layanan publik,” ujarnya.

Kedua, Presiden meminta agar dipersiapkan peta jalan atau road map transformasi digital di sektor-sektor strategis. Beberapa sektor tersebut antara lain pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan penyiaran.

“Jangan sampai infrastruktur digital yang sudah kita bangun justru utilitasnya sangat rendah,” imbuhnya.

Ketiga, Presiden meminta agar integrasi pusat data nasional dipercepat. Keempat, Presiden ingin agar kebutuhan sumber daya manusia (SDM) talenta digital disiapkan.

Menurut Kepala Negara, untuk melakukan transformasi digital, Indonesia membutuhkan talenta digital sebanyak kurang lebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan atau kurang lebih 600 ribu per tahun.

“Ini perlu betul-betul sebuah persiapan. Atau kurang lebih 600 ribu per tahun, sehingga kita bisa membangun sebuah ekosistem yang baik bagi tumbuhnya talenta-talenta digital kita,” jelasnya.

Terakhir, Presiden meminta agar jajarannya segera menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan transformasi digital.

(BPMI Setpres). KondKominfo

Palabatu II, BanggaiKep.go.id – Intensitas curah hujan tinggi beberapa hari terakhir ini tidak kunjung reda yang melanda Kabupaten Banggai Kepulauan mengakibatkan bertambahnya debet air serta meluapnya air sungai di Desa Palabatu II Kecamatan Bulagi Selatan, Jumat, (31/7/2020).

Luapan air sungai di Desa Palabatu II atau dikenal dengan sebutan Desa Asam menyebabkan beberapa rumah warga dan sarana umum terendam air akibat banjir luapan air sungai yang ada di Desa Asam.

Salah satu toko agama Pdt. Samuel Puasa saat dihubungi via WhatApp oleh Jurnalis Pemda Diskominfo BanggaiKep membenarkan hal tersebut bahwa terjadi banjir mengakibatkan beberapa rumah warga dan sarana umum seperti rumah ibadah terendam banjir sehingga masyarakat yang rumahnya tergenang banjir harus mengamankan barang mereka dan mengungsi ketempat yang aman.

“Bencana banjir yang menimpa Desa Asam sudah dilaporkan Pemdes kepada Pemerintah Kecamatan,” kata Samuel.

Camat Bulagi Selatan Tommy Luasusun ketika mendapat laporan bahwa terjadi banjir akibat luapan air sungai di Desa Asam, Ia bersama Tim langsung meluncur ke lokasi untuk memastikannya serta melaporkan kepada Bupati Banggai Kepulauan dan Dinas terkait guna penanggulangan selanjutnya. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Curah hujan tinggi tak kunjung berhenti dibeberapa hari belakangan ini menyebabkan terjadinya musibah bagi sejumlah Desa yang ada di Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos ketika menerima laporan dari beberapa Kepala Desa di wilayah kerjanya melaporkan akibat curah hujan tinggi terjadi beberapa hari ini berbagai bencana mulai dari tanah longsor, banjir, meluapnya air sungai menimpa beberapa Desa di Kecamatan Buko.

Desa yang terdampak bencana pada Jumat, (31/7/2020) diantaranya Desa Lalengan meluapnya air sungai dan sebagian rumah warga tergenang banjir, Desa Malanggong meluapnya sungai dan banjir mengakibatkan rumah warga terendam air setinggi 50 cm sampai 1 Meter lebih, Desa Tataba terjadi banjir dan luapan air sungai menyebabkan rumah warga tergenang serta longsor di Desa Leme-leme Darat dan rusaknya jembatan penghubung Labasiano-Pelinglalomo.

Mendapat laporan ini Kori Yalume langsung bergegas ke lokasi terjadinya bencana untuk memastikan keadaan yang ada, bahkan Ia langsung melaporkan kepada Bupati Banggai Kepulauan atas sejumlah bencana yang menimpa Kec. Buko, sebagaimana diperintahkan oleh Bupati agar segera ditanggulangi.

Untuk mengantisipasi awal dampak bencana yang terjadi Kori Yalume memerintahkan para Kepala Desa dapat proaktif memastikan keadaan masyarakatanya aman agar tidak ada korban jiwa.

Kori juga menginstruksikan para kades mendata dan mengifentarisir korban yang ditimpa bencana serta kerugian akibat bencana dan jenis bantuan yang dibutuhkan untuk dilaporkan ke BPBD Kab. Banggai Kepulauan. (AmosKominfo)

Malanggong, BanggaiKep.go.id – Sejak memasuki musim hujan di tahun ini, beberapa rumah warga di Desa Malanggong Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan sudah dua kali terendam banjir.

Banjir pertama yang melanda Desa Malanggong pada 28 Juni 2020 menyebabkan beberapa rumah warga tergenang banjir akibat curah hujan yang tinggi dimusim penghujan tahun ini.

Sudah hampir seminggu belakangan ini hujan terus turun bahkan 4 hari terakhir tidak pernah berhenti sehingga menyebabkan air sungai Kayubulon dan sungai Malanggong meluap sampai ke perkampungan dan menyebabkan beberapa rumah warga terendam banjir lagi pada Jumat, (31/7/2020).

Komples yang terendam banjir yang terjadi di dusun 2 khususnya rumah Bapak Matius Tangiduk dan Sdr. Esdin Botiki yang juga memang menjadi langganan setiap tahun.

Apabila musim hujan tiba pasti dua rumah itu selalu terendam banjir bahkan tahun ini sudah dua kali terendam banjir setinggi 1 Meter lebih.

Kades Malanggong Isak Monggilali mengatakan, “Kami sudah cukup berusaha untuk mengantisipasi banjir yang melanda malanggong setiap tahun apabila musim hujan tiba, mulai dari mengupayakan pembangunan drainase, gorong-gorong dikomples yang sering terjadi banjir yang parah tapi itu pun tidak dapat mengatasinya”.

“Kami hanya berharap ada perhatian khusus dari Pemda untuk mengatasi masalah ini,” sambung Isak.

Salah satu masyarakat Desa Malanggong yang enggan namanya untuk disebutkan mengatakan “Memang ada beberapa hal yang menyebabkan banjir di Desa Malanggong yakni pertama drainase yang ada harus ditingkatkan khususnya dijalur jalan poros karena debet air hujan semakin besar masuk diperkampungan”.

Menurutnya, Perlu dibangun beberapa plat deker dijalan poros yang disertai pembangunan drainase ke arah laut dan juga tidak bisa dipungkiri beberapa rumah yang sering terendam banjir karena posisi rumah sudah berada dibawah jalan raya jadi wajar kalau rumahnya terendam. (AmosKominfo)