Salakan, BanggaiKeo.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala BPKAD, Inspektorat, Dinas Kominfo, pimpinan perbankan daerah, para kepala perangkat daerah terkait, seluruh camat se-Kabupaten Banggai Kepulauan, serta peserta undangan lainnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan tiga narasumber/pemateri, yaitu: Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran, Bapak Moh. Arfan (secara daring), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI yang diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, dan Kesehatan, Bapak Moch. Edy (secara daring) dan Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu Rizka Dwi Putri.

Dalam sambutan Wakil Bupati Banggai Kepulauan yang disampaikan pada kesempatan tersebut, ditegaskan bahwa pelaksanaan HLM TP2DD dan TPID merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel, khususnya melalui percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar instansi dalam mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas harga, terutama menjelang hari besar keagamaan. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk berbagi informasi, mengevaluasi kinerja, serta merumuskan strategi efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi daerah.

Dalam rangka pengendalian inflasi, terdapat tiga fokus utama, yakni menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok, mendorong produktivitas sektor ekonomi termasuk pertanian dan UMKM, serta meningkatkan nilai tambah sektor pertanian guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, dalam aspek digitalisasi, TP2DD terus didorong untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui sistem elektronik. Dalam dua tahun terakhir, transaksi non-tunai pajak daerah mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 73 persen, menunjukkan kemajuan dalam implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam mengakselerasi implementasi ETPD, meningkatkan sinergi lintas sektor, serta menyusun langkah strategis yang lebih konkret dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Deputi Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Firman Hidayat menyampaikan pentingnya penguatan sektor rumput laut sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional dalam kegiatan diseminasi kajian rantai nilai rumput laut kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Selasa (19/05/2026).

Dalam sambutannya, Deputi Bank Indonesia Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan beserta seluruh stakeholder atas kesediaannya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan beserta seluruh stakeholder yang telah berkenan menjadi tuan rumah kegiatan diseminasi kajian pada hari ini,” ujar Firman.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kajian yang secara berkelanjutan dilakukan oleh Bank Indonesia Sulawesi Selatan bersama Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dengan melibatkan berbagai dinas dan stakeholder terkait dari sejumlah daerah.

Menurutnya, rumput laut saat ini bukan lagi sekadar komoditas pesisir, namun telah menjadi komoditas strategis dengan permintaan pasar internasional yang terus meningkat, terutama dari negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, Eropa hingga Amerika Serikat.

“Rumput laut memiliki prospek yang sangat baik ke depan. Indonesia, khususnya kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua, menyumbang sekitar 55 persen produksi rumput laut nasional. Ini menunjukkan bahwa wilayah Sulampua, termasuk Banggai Kepulauan, memiliki peranan penting dalam pengembangan sektor ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, potensi rumput laut di Banggai Kepulauan dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang perlu terus diperkuat. Selain mendukung ekonomi daerah, sektor tersebut juga dinilai memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan komoditas tersebut. Salah satu tantangan utama adalah tingginya ekspor rumput laut dalam bentuk bahan mentah atau raw material.

“Berdasarkan data kami, pangsa ekspor bahan mentah masih mencapai sekitar 65 persen. Ini memang menjadi tantangan, namun sekaligus peluang besar untuk mendorong hilirisasi rumput laut,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa Indonesia, khususnya kawasan Sulampua, diharapkan tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga mampu berkembang menjadi sentra hilirisasi rumput laut nasional.

Lebih lanjut disampaikan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Rencana Strategis 2025–2029 menargetkan peningkatan produksi rumput laut nasional menjadi 14,1 juta ton pada tahun 2029, dari sekitar 11,6 juta ton pada tahun 2025.

Target tersebut membuka peluang besar bagi daerah-daerah penghasil rumput laut, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara yang menjadi fokus kajian dalam kegiatan tersebut.

“Strategi nasional sudah ada dan potensinya juga sangat besar. Yang perlu kita kawal bersama adalah implementasinya di daerah-daerah kepulauan agar dapat berjalan optimal,” katanya.

Melalui kegiatan diseminasi ini, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan para stakeholder berupaya melihat secara menyeluruh rantai nilai rumput laut di kawasan Sulampua, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mendukung pengembangan dan hilirisasi rumput laut di masa mendatang. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, menghadiri kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Rumput Laut di Sulampua, Mengurai Kendala Struktural dan Institusional untuk Penguatan Daya Saing Industri Kabupaten Banggai Kepulauan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan bersama jajaran, tim peneliti, Kepala Dinas Perikanan Banggai Kepulauan, perangkat daerah terkait, Ikatan Jasa Keuangan Banggai Kepulauan, para penyuluh, koperasi, kelompok nelayan, serta pembudidaya rumput laut di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kajian hilirisasi rumput laut tersebut. Menurutnya, kajian ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan, khususnya pengembangan industri rumput laut di daerah.

Ia mengatakan, Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan daerah kepulauan yang memiliki potensi sumber daya laut sangat besar, termasuk komoditas rumput laut yang selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat pesisir.

“Potensi kelautan yang kita miliki bukan hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga merupakan kekuatan ekonomi strategis yang harus dikelola secara optimal, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Serfi Kambey.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rumput laut memiliki nilai ekonomi tinggi dengan peluang pasar yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Rumput laut juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti bahan pangan, kosmetik, farmasi, hingga kebutuhan industri lainnya.

Karena itu, pengembangan hilirisasi rumput laut dinilai sangat penting agar Banggai Kepulauan tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Namun demikian, Wakil Bupati juga mengakui bahwa pengembangan industri rumput laut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur pendukung, akses pemasaran, stabilitas harga, kualitas produksi, keterbatasan teknologi pengolahan, hingga penguatan kelembagaan dan tata kelola industri.

“Kegiatan diseminasi ini sangat penting sebagai ruang bersama untuk membahas berbagai persoalan sekaligus mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia berharap hasil kajian yang dipaparkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan daerah, penguatan program pemberdayaan masyarakat pesisir, serta mendorong lahirnya inovasi dan investasi pada sektor hilirisasi rumput laut di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, akademisi, dunia usaha, dan berbagai lembaga terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama membangun ekosistem industri rumput laut yang sehat, produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan kelompok pembudidaya, perluasan akses pasar, serta pemanfaatan teknologi dalam proses produksi dan pengolahan hasil rumput laut dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing industri rumput laut daerah.

Ia optimistis Kabupaten Banggai Kepulauan mampu menjadi salah satu daerah penghasil dan pengembang industri rumput laut unggulan di kawasan Sulampua bahkan di tingkat nasional.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga melahirkan komitmen nyata dan langkah tindak lanjut yang dapat diimplementasikan bersama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi membuka kegiatan Ajang Talenta Lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Kota Salakan, Senin (18/05/2026).

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, Ketua DPRD Arkam Supu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jamaluddin Ahmad, unsur Forkopimcam, para camat se-Kabupaten Banggai Kepulauan, serta kontingen peserta dari 12 kecamatan.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 10.00 WITA dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Moh. Yusuf Ahmad, serta laporan dari Ketua Panitia.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili oleh Sekretaris Jamaluddin Ahmad menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.

Menurutnya, melalui kegiatan O2SN dan FLS3N, para siswa dapat belajar tentang disiplin, kerja keras, kreativitas, serta nilai sportivitas dan kerja sama.

“Ajang ini memiliki makna penting sebagai sarana pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta peningkatan prestasi peserta didik. Ini juga menjadi ruang positif bagi siswa untuk menyalurkan kemampuan dan membangun rasa percaya diri,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa O2SN dan FLS3N merupakan agenda penting dalam dunia pendidikan karena menjadi wadah pengembangan potensi siswa di bidang olahraga, seni, dan sastra.

“Pendidikan bukan hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri. Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir generasi muda yang sehat, cerdas, kreatif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Wakil Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan ajang ini sebagai sarana untuk belajar dan mengembangkan diri. Ia berharap dari kegiatan ini akan lahir atlet dan generasi kreatif yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

Kegiatan pembukaan berakhir pada pukul 10.50 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Ajang O2SN dan FLS3N tahun 2026 ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam mencetak generasi unggul serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan pemusnahan arsip perangkat daerah di halaman depan Kantor Bupati Banggai Kepulauan dalam suasana tertib dan lancar, Senin (18/5/2026).

Kegiatan dimulai pada pukul 08.38 WITA dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Muh. Aris Susanto, Staf Ahli Setda Muchsin HS. Yasano, Kepala Inspektorat Dra. Jeans Rorimpandey, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Acara diawali dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Perpustakaan, Ratnasari N. Turungku. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa arsip merupakan memori kolektif bangsa yang memiliki peran penting sebagai sumber informasi, alat bukti yang sah, serta dasar dalam pengambilan kebijakan.

Ia juga menyampaikan bahwa pemusnahan arsip yang dilakukan merupakan bagian dari upaya penataan kearsipan, khususnya terhadap arsip yang telah habis masa retensinya dan telah melalui proses penilaian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan dokumen serta mendorong pengelolaan arsip yang lebih sistematis dan akuntabel.

Sementara itu, sambutan Bupati Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Wakil Bupati Serfi Kambey menekankan bahwa pemusnahan arsip merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia menegaskan bahwa arsip bukan sekadar tumpukan dokumen, melainkan sumber informasi, bahan pertanggungjawaban, serta bukti penyelenggaraan pemerintahan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa proses pemusnahan arsip tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan telah melalui tahapan penilaian, verifikasi, serta persetujuan sesuai dengan jadwal retensi arsip. Arsip yang dimusnahkan adalah arsip yang tidak lagi memiliki nilai guna administratif, hukum, keuangan, maupun sejarah.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan arsip, baik konvensional maupun elektronik, serta mengoptimalkan penggunaan aplikasi SRIKANDI sebagai bagian dari transformasi menuju pemerintahan digital yang transparan dan akuntabel.

Prosesi pemusnahan arsip dilakukan melalui pembakaran sebagai simbol penyelesaian siklus pengelolaan arsip. Kegiatan berakhir pada pukul 08.50 WITA dan berlangsung dengan aman serta lancar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya tertib arsip semakin tertanam di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien. (IKP-KOMINFO)

Bungku Morowali, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026, bertempat di Gedung serbaguna Matano, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan pelaksanaan program prioritas nasional berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Program Asta Cita sendiri menjadi pedoman strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dalam rakor tersebut, dibahas berbagai capaian pelaksanaan program di masing-masing daerah, termasuk evaluasi terhadap hambatan dan tantangan di lapangan.

Selain itu, forum ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi serta merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kualitas implementasi program di tahun berjalan.

Bupati Rusli Moidady menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk terus mendukung dan menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional.

Menurutnya, kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan program Asta Cita di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dapat semakin optimal, terarah, dan memberikan manfaat luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta percepatan pembangunan daerah. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banggai Kepulauan secara resmi menggelar Pembukaan Jambore Cabang (Jamcab) Ke-III Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) serta Pengurus Kwartir Ranting Kecamatan Bulagi Utara, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di RTH Bukit Trikora Salakan dan dibuka oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banggai Kepulauan, Serfi Kambey.

Kegiatan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Majelis Pembimbing Cabang beserta jajaran, para camat se-Kabupaten Banggai Kepulauan, pengurus Mabicab, pengurus Kwartir Cabang, Mabiran se-Kabupaten Banggai Kepulauan, pengurus Kwartir Ranting, para pembina, serta ratusan adik-adik pramuka peserta jambore.

Dalam sambutan Ketua Kwartir Cabang menyampaikan Jamcab Ke-III ini menjadi wadah pertemuan bagi Pramuka Penggalang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan.

Lebih dari sekadar kegiatan perkemahan, jambore ini juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

Melalui tema yang diusung pada tahun ini, diharapkan seluruh peserta mampu menunjukkan semangat Pramuka yang kreatif, disiplin, mandiri, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas serta berdaya saing.

Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan pengukuhan dan pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Ranting dan Pengurus Kwartir Ranting Kecamatan Bulagi Utara.

“Diharapkan para pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian demi kemajuan Gerakan Pramuka di wilayah Bulagi Utara dan Kabupaten Banggai Kepulauan,” ucap Serfi.

Majelis Pembimbing dan Kwartir Ranting memiliki peran strategis dalam membina serta mengembangkan kegiatan kepramukaan di tingkat kecamatan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, pembina, dan masyarakat sangat diperlukan agar Gerakan Pramuka semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan karakter generasi muda.

Di akhir sambutannya, Ketua Kwartir Cabang secara resmi menyatakan Pembukaan Jambore Cabang (Jamcab) Ke-III Tahun 2026 serta Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Mabiran dan Kwartir Ranting Kecamatan Bulagi Utara dibuka secara resmi. Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, aman, sukses, serta membawa manfaat bagi seluruh peserta dan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey secara resmi membuka kegiatan Pertemuan Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat yang bertempat di Aula Hotel Faawas Salakan, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai Kepulauan, para kepala perangkat daerah, narasumber Dinas Kesehatan Provinsi, serta seluruh peserta kegiatan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan pertemuan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan tata kelola program kesehatan, serta memastikan pembudayaan hidup sehat dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Kesehatan merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Wakil Bupati juga menekankan bahwa saat ini daerah menghadapi berbagai tantangan kesehatan, baik terkait pola hidup masyarakat, sanitasi lingkungan, gizi, penyakit menular, maupun penyakit tidak menular. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola program kesehatan yang baik, terarah, terukur, serta mampu menjangkau hingga ke tingkat desa dan keluarga.

“Melalui kegiatan ini, ia berharap terjalin sinergi dan koordinasi yang semakin kuat dalam pelaksanaan program pembudayaan hidup sehat, termasuk penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), peningkatan aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin”.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan dan kader kesehatan yang selama ini telah bekerja di lapangan dalam memberikan pelayanan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat. Menurutnya, tugas tersebut merupakan pengabdian yang mulia karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah Daerah, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai program kesehatan demi terwujudnya masyarakat Banggai Kepulauan yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah konkret, solusi, dan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam meningkatkan kualitas tata kelola kesehatan masyarakat. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) bagi perangkat daerah se-Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2026, Selasa (12/5/2026).

Peserta kegiatan ini merupakan para Admin dan pengelola aplikasi srikandi perangkat daerah se Kab. Banggai Kepulauan bertempat di ruang rapat kantor Bupati Banggai Kepulauan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan arsip berbasis digital yang modern, terintegrasi, serta mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Setda Muchsin H. S. Yasano, S.Ag menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi, khususnya dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Salah satu langkah nyata adalah melalui implementasi aplikasi SRIKANDI sebagai sistem pengelolaan arsip dan tata naskah dinas secara elektronik.

“Aplikasi SRIKANDI merupakan bagian penting dari transformasi digital pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan arsip. Ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjamin keamanan dan keteraturan arsip daerah,” ujarnya.

Doc: Dispusip Bangkep

Melalui kegiatan Bimtek ini, peserta diharapkan dapat memahami secara menyeluruh tata cara penggunaan aplikasi SRIKANDI, mulai dari pengelolaan surat masuk dan keluar, disposisi elektronik, hingga pengarsipan dokumen secara digital dan terintegrasi.

Muchsin juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi SRIKANDI sangat bergantung pada komitmen dan kesiapan seluruh perangkat daerah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar setelah pelatihan, aplikasi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal di masing-masing instansi.

Selain itu, sinergi dan koordinasi antar perangkat daerah dinilai sangat penting dalam mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah, guna mewujudkan birokrasi yang profesional, modern, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai Kepulauan Ratnasari N. Turungku, SKM.,MPH dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengelola arsip dan operator perangkat daerah dalam mengoperasikan aplikasi SRIKANDI secara baik dan benar.

Ia berharap, melalui Bimtek ini, aplikasi SRIKANDI tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai alat utama dalam mendukung tata kelola administrasi pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Di akhir sambutannya, Bupati secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Aplikasi SRIKANDI dengan harapan kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pengelolaan arsip elektronik yang tertib dan berkualitas di daerah. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Ketua DPRD Arkam Supu pimpin Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan dengan agenda penyampaian laporan Panitia Khusus (Pansus) DPRD atas hasil pembahasan dan penelitian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai Kepulauan Tahun 2025, Senin, (11/5/ 2026).

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Bupati Rusli Moidady, S.T.,M.T.,AIFO, Wakil Ketua DPRD , Kepala Perangkat Daerah  di lingkungan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan apresiasi kepada DPRD, khususnya Panitia Khusus DPRD, atas kerja keras dan komitmen dalam membahas LKPJ Tahun 2025 secara objektif dan konstruktif.

Menurutnya, rapat paripurna tersebut merupakan bagian penting dalam pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Sumber. DisKominfo

“LKPJ kepala daerah merupakan amanat konstitusional yang harus disampaikan setiap tahun sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran,” ujar Rusli.

Ia menegaskan, berbagai catatan, kritik, dan rekomendasi yang disampaikan DPRD akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, efektivitas pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat.

Rusli juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dan kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan maupun pelayanan publik sepanjang tahun anggaran 2025. Namun demikian, pemerintah daerah disebut terus berupaya melakukan langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan kinerja pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, rekomendasi DPRD melalui Panitia Khusus akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan dijadikan pedoman dalam penyusunan kebijakan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga hubungan kemitraan yang harmonis antara pemerintah daerah dan DPRD sebagai modal utama mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Sinergi, koordinasi, dan komunikasi yang baik perlu terus kita jaga dan tingkatkan demi kemajuan Kabupaten Banggai Kepulauan yang kita cintai bersama,” katanya.

Rapat paripurna berlangsung dengan suasana khidmat dan menjadi momentum evaluasi bersama terhadap pelaksanaan program pembangunan daerah selama tahun 2025, sekaligus memperkuat komitmen antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong pembangunan di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Roy-KOMINFO)