Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangka penanganan inflasi daerah sekaligus menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kabupaten Banggai Kepulauan dalam menjaga keterjangkauan harga pangan dan menekan laju inflasi, khususnya menjelang awal Ramadan dan IdulFitri.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Bank Indonesia, Bulog, TPID, serta Dinas Ketahanan Pangan.

“Gerakan Pangan Murah ini kami harapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga di pasaran. Ini juga menjadi langkah antisipatif menghadapi lonjakan permintaan menjelang bulan puasa dan hari raya,” ujar Wakil Bupati.

Pada kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, telur, bawang, dan aneka bahan pangan lainnya dengan harga lebih rendah dari harga pasar.

Pemerintah daerah juga mengimbau para pelaku usaha dan pedagang untuk tidak memainkan harga, sehingga stabilitas pasokan dan harga dapat terjaga.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif memanfaatkan program ini sebagai bagian dari upaya bersama menekan inflasi daerah.

Dengan dibukanya Gerakan Pangan Murah pada 13 Februari 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, distribusi pangan berjalan lancar, serta inflasi daerah dapat dikendalikan secara berkelanjutan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Rabu (11/2/2026).

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, SE., ME, dan diikuti oleh sejumlah pejabat daerah serta unsur Forkopimda.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Keperindag) Banggai Kepulauan Kismanto, SH., MH, Kepala Inspektorat Dra. Jeane Rorimpandey, perwakilan Polres Banggai Kepulauan Bripka Wahyudi, Kepala Bagian Ekonomi Setda Banggai Kepulauan, serta perwakilan Koramil Tinangkung Sertu Risky.

Dalam pelaksanaan sidak, tim memantau langsung harga sejumlah komoditas pangan utama di tingkat pedagang. Berdasarkan hasil pemantauan, harga bahan pokok secara umum terpantau relatif stabil.

Harga beras premium tercatat sekitar Rp16.400 per liter, beras medium Rp13.083 per liter, dan beras SPHP Rp12.509 per liter. Untuk komoditas bawang, bawang merah dijual sekitar Rp70.000 per liter, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp60.000 per liter.

Sementara itu, harga cabai merah keriting tercatat Rp59.000 per liter dan cabai rawit merah Rp60.000 per liter. Daging ayam dijual seharga Rp37.500 per kilogram, sedangkan telur ayam ras Rp36.111 per rak.

Adapun harga gula konsumsi berada di angka Rp20.000 per kilogram. Minyak goreng kemasan dijual Rp22.000, Minyakita Rp17.000, tepung terigu curah Rp12.000, dan tepung terigu kemasan Rp13.000.

Pemerintah daerah menyampaikan bahwa kegiatan sidak ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga serta mencegah terjadinya lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadhan.  Selain itu, sidak juga bertujuan memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar dan stok tetap aman.

Pemda Banggai Kepulauan bersama Forkopimda berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia selama Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Muhamad Aris Susanto, S.E.,M.M, mewakili Bupati Banggai Kepulauan, secara resmi membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pertemuan itu difokuskan pada penguatan stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Selasa (10/2/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Aris Susanto, pemerintah daerah menegaskan komitmen menjaga inflasi tetap rendah dan stabil. Menurut dia, lonjakan permintaan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri kerap memicu kenaikan harga kebutuhan pokok jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Inflasi bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat. Karena itu pengendalian harga pangan harus dilakukan lebih awal agar daya beli warga tetap terjaga,” kata Aris.

Ia menekankan sejumlah langkah strategis yang harus segera dijalankan TPID. Di antaranya memastikan ketersediaan stok bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, dan bawang hingga Lebaran. Dinas terkait bersama Bulog diminta memperkuat koordinasi untuk menjaga kesinambungan pasokan.

Pemerintah daerah juga mewajibkan pelaksanaan operasi pasar murah secara masif dan tepat sasaran, khususnya di wilayah yang mengalami lonjakan harga. Selain itu, TPID diminta memperketat pemantauan harga secara real time melalui inspeksi pasar serta pengawasan jalur distribusi guna mencegah praktik penimbunan.

Aris menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan para camat dalam memantau pergerakan harga di tingkat kecamatan. “Kolaborasi OPD dan Forkopimda adalah kunci pengendalian inflasi,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Pemkab Banggai Kepulauan juga mendorong penguatan kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah dan Bulog melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini dinilai efektif menstabilkan harga, terutama di daerah yang rawan kenaikan.

Ia mengingatkan bahwa tantangan pengendalian inflasi ke depan semakin kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim hingga dinamika harga pangan dan energi global. Karena itu, TPID diminta terus berinovasi memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah.

High Level Meeting TPID ini dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Kapolres Banggai Kepulauan, Perwira Penghubung Kodim 1308/Luwuk Banggai, Kepala BPS, serta seluruh kepala perangkat daerah. Pertemuan ditutup dengan penegasan agar hasil rapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret, demi memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga.

Kegiatan bertempat di ruang kerja Wakil Bupati di hadiri Staf Ahli Bupati, Kabag Ekonomi dan jajarannya, Kepala OPD serta undangan lainnya. (Roy-KOMINFO).

Salakan, Banggaikep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mengikuti Rapat Koordinasi Virtual (Zoom Meeting) Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh para gubernur serta bupati/wali kota se-Indonesia.

Rapat koordinasi virtual tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan. Pemerintah daerah setempat hadir melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Asisten I, Rahman Hasan, ST, M.Si.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Polres Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Kasat Reskrim AKP Nanang Afrioko, S.H., M.H., Asisten Sekretariat Kabupaten Banggai Kepulauan Tommy Boy Luasusun, S.H., M.A.P., Kepala Dinas Pertanian Jibran Malotes, S.P., M.P., serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ketersediaan, pasokan, serta harga pangan, sekaligus memastikan keamanan dan mutu pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai dasar pelaksanaan kegiatan, telah diterbitkan Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026. Satgas ini melibatkan unsur lintas kementerian/lembaga, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah.

Rapat virtual tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, selaku Ketua Pengarah Satgas Tingkat Pusat, Komjen Pol. Drs. Syahar Diantono, M.Si.

Dalam arahannya, Ketua Pengarah Satgas menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengawasan distribusi pangan, penindakan terhadap pelanggaran harga, serta pengendalian mutu pangan, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi dan kebutuhan masyarakat di tahun 2026.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan tugas Satgas di tingkat daerah, sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan pangan dan melindungi masyarakat dari praktik-praktik yang merugikan konsumen. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan turut berperan aktif dalam pelaksanaan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI secara serentak di seluruh Indonesia, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini terselenggara dalam rangka pencapaian program pembangunan pertanian nasional Tahun 2025.

Sambutan diawali oleh Menteri Pertanian Amran Sulaeman, dan dilanjutkan sambutan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diikuti secara luring oleh jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta para kepala Desa.

Pemkab Bangkep mengikuti kegiatan tersebut melalui zoom meeting dan dilaksanakan di dua titik Kantor Dinas Pertanian yang di hadiri Asisten Setda, Wakapolres dan anggota, Kadis Pertanian, Kabid ketahanan pangan, Danramil Salakan dan anggota, para Kabid dn staf lingkungan dinas pertanian.

Pelaksanaan di Banggai Kepulauan mengacu pada surat resmi Kementerian Pertanian bernomor 001/KJF/Katimker-I/2026 tanggal 6 Januari 2026 yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini: Kepala Dinas Pertanian Kab. Banggai Kepulauan, Camat Tinangkung
Danramil 1308-10 Salakan, Kapolsek Tinangkung, Lurah Salakan dan 14 Kepala Desa se-Kecamatan Tinangkung.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan serta memastikan kesejahteraan petani di seluruh pelosok negeri.

Presiden menyerukan agar daerah mempercepat peningkatan produksi pertanian dan memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan swasembada pangan.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyambut baik arahan tersebut dan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi dengan penyuluh pertanian, perangkat kecamatan, dan para kepala desa.

Melalui pertemuan ini, Pemkab Banggai Kepulauan menegaskan komitmennya dalam:
meningkatkan produktivitas pertanian lokal,
memperluas pendampingan kepada petani,
mendorong penerapan teknologi pertanian,
serta memastikan program pembangunan pertanian nasional berjalan baik hingga tingkat desa.

Koordinator Penyuluh Kabupaten, Husin Sugala, SP, yang turut memimpin pelaksanaan di daerah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur pemerintah kecamatan dan desa. Ia berharap semangat yang disampaikan Presiden dapat menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung petani Banggai Kepulauan.

Dengan mengikuti kegiatan nasional ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama sebagai pilar ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (IKP-KOMINFO)

Laporan Harian Harga Sembako di Pasar Salakan pada Jumat, 26 September 2025.

Selengkapnya dapat mengunduh link:

Laporan Harga Harian (Pasar Salakan – 26_09_2025)

Laporan Harian Harga Sembako di Pasar Salakan pada Jumat 19 September 2025.

Selengkapnya dapat mengunduh link:

Laporan Harga Harian (Pasar Salakan – 19_09_2025)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintahan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) melalui Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Serta Pengendalian Inflasi Daerah. Gerakan Pangan Murah ini melibatkan Perum Bulog Luwuk, Koprasi Pangan Sejahtera Banggai Kepulauan dan Toko Moala Salakan, Rabu (16/07/2025).

Kegiatan berlangsung di Pelabuhan Rakyat 3B Kota Salakan dan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan staf, serta masyarakat.

Dalam sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jibran Malotes mengatakan Gerakan Pangan Murah ini adalah bagian dari program nasional yang diluncurkan oleh Pemerintah pusat untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, sehat, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Adapun harapan Kepala Dinas Ketahanan Pangan menyampaikan harapan agar program ini dapat membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan pangan dengan harga terjangkau,” ujar Kadis.

Jibran Malotes juga berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat. “Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan dalam membeli bahan pangan pokok,” katanya.

Harapan ke Depan dengan diluncurkannya Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan program ini dapat menjadi contoh yang sukses dan diikuti oleh kecamatan lainnya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal dan mengembangkan program ini agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masyarakat.

Gerakan Pangan Murah adalah langkah awal untuk mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik di Indonesia. Dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan masyarakat, diharapkan tidak ada lagi warga yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pangan yang sehat dan terjangkau.

Kegiatan ini disambut antusias oleh Masyarakat, warga memadati Lokasi tersebut untuk mengikuti dan berpartisipasi dalam pasar murah yang diadakan sebagai bagian dari acara tersebut.

“Ini sangat membantu kami terutama di tengah harga pangan yang terus menerus naik,” kata seorang Masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Serfi Kambey membuka secara resmi High Level Meeting (HML) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Banggai Kepulauan, Jum’at (20/6/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui stabilisasi harga dan mewujudkan ketahanan pangan melalui penguatan perluasan pengembangan sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah secara digital di Kabupaten Banggai Kepulauan”.

Rapat di hadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Unsur Forkopimda, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Banggai Kepulauan, Sales Branch Manager Sulawesi Tengah II Fuel, Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Luwuk, Kepala OPD Lingkup Pemda dan tamu undangan.

Pelaksanaan high level meeting dan capacity building ini adalah merupakan bagian dari upaya untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan dalam rangka mensinkronisasikan dan mengharmonisasikan berbagai kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten.

“Terdapat beberapa hal penting yang perlu saya sampaikan antara lain strategi pengendalian inflasi, peningkatan kapasitas fiskal dan pemulihan ekonomi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten banggai kepulauan,” ucap Wabup dalam sambutannya.

Ia juga memaparkan dalam rangka pengendalian inflasi terdapat 3 (tiga) hal penting sesuai arahan presiden yaitu :
Pertama : Menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, utamanya barang kebutuhan pokok dengan mengatasi kendala produksi dan distribusi yang ada di Daerah.

Kedua : Melanjutkan upaya yang tidak hanya fokus pada stabilitas harga, tapi juga proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh makin produktif. mendorong peningkatan produktivitas petani dan nelayan serta memperkuat sektor umkm agar mampu bertahan dan naik kelas.

Ketiga : Meningkatkan nilai tambah disektor pertanian sehingga memiliki kontribusi yang semakin besar dalam menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi, tidak hanya untuk meningkatkan nilai tukar petani dan kesejahteraan petani.

TPID adalah tim yang di bentuk oleh Pemerintah Daerah untuk mengendalikan inflasi di Daerah. TPID berfungsi untuk memonitor dan menganalisis pergerakan harga di pasar, serta melakukan tindakan-tindakan preventif dan korektif untuk mengendalikan inflasi.

“HIGH level meeting dan capacity building TPID Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan momentum penting untuk mengevaluasi kinerja TPID, berbagi ide dan masukan, serta merumuskan strategi efektif dalam menghadapi tantangan inflasi di masa depan,” kata Serfi.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan menekankan empat poin penting yang harus diperkuat oleh TPID, yaitu optimalisasi anggaran untuk program pengendalian inflasi, peningkatan sinergi dan kolaborasi antar instansi, kewaspadaan terhadap lonjakan inflasi pangan, serta pemanfaatan teknologi dan data dalam pengambilan keputusan.

Melalui kegiatan ini, TPID dan TP2DD diharapkan dapat meningkatkan sinergi serta pemahaman dalam mengendalikan inflasi, demi menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai Kepulauan.

TPID fokus pada pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang hari besar keagamaan serta memastikan ketersediaan pangan. Tujuannya yakni menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, dan mendorong pertumbuhan Ekonomi Daerah.

TP2DD fokus pada Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) merupakan salah satu upaya mengubah transaksi pendapatan dan belanja daerah dari cara tunai menjadi non tunai berbasis digital. ETPD diharapkan dapat mendorong peningkatan pad dan meningkatkan tata kelola keuangan Pemerintah Daerah. Transaksi pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non tunai memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat dan diharapakan mampu mendorong efesiensi, efektifitas serta transparansi pengelolaan pajak dan retribusi Daerah.

Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan berkomitmen mendorong perluasan ETPD terutama melalui digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi Daerah, yang dituangkan dalam surat keputusan Bupati nomor 198 tahun 2022 tentang penetapan peta jalan implementasi etpd tahun 2022-2025 kemudian didukung dengan surat keputusan Bupati Banggai Kepulauan nomor 100.3.3.2/335 tahun 2025 tentang penetapan asn sebagai pelopor digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah yang menjadi salah satu momentum percepatan perluasan digitalisasi di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menurut Wabup, dalam 2 (dua) tahun terakhir transaksi non tunai pembayaran pajak dan retribusi daerah mengalami peningkatan, pembayaran dilakukan melalui qris, mobile banking, atm serta agen bank.

Pada tahun 2022 nilai transaksi non tunai PDRD sebesar rp. 473,887,059,-(empat ratus tujuh puluh tiga juta delapan ratus delapan puluh tujuh ribu lima puluh sembilan rupiah), pada tahun 2023 nilai transaksi sebesar rp. 534,410,370,- (lima ratus tiga puluh empat juta empat ratus sepuluh ribu tiga ratus tujuh puluh rupiah) dengan kenaikan 13% dan pada tahun 2024 kenaikan mencapai 111% dengan nilai transaksi sebesar rp. 1,126,235,480,-(satu milyar seratus dua puluh enam juta dua ratus tiga puluh lima ribu empat ratus delapan puluh rupiah).

“Oleh karena itu, pemerintah kabupaten banggai kepulauan memerlukan dukungan penuh percepatan perluasan ETPD dari pihak perbankan, terutama bank sulteng selaku bank RKUD dalam mendorong penyediaan kanal-kanal digital,” ungkapnya.

Z. TPID dan TP2DD kedua tim ini bekerja sama untuk menciptakan kondisi perekonomian yang stabil dan berkelanjutan, TPID berupaya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, sementara TP2DD mendorong digitalisasi transaksi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD, sinergi antara kedua tim ini diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Terkait strategi pengendalian inflasi, dalam rangka meningkatkan produktivitas pangan, menurut Wabup kita harus berani berinovasi. Misalnya melalui pemanfaatan teknologi pertanian, sistem bioflok untuk perikanan, bawang merah, budidaya padi-cabai, dan lain sebagainya.

Tidak kalah penting, roadmap pengendalian inflasi 2025-2029 harus segera disusun dengan mengintegrasikan langkah-langkah dari hulu ke-hilir dan diselaraskan dengan program pemerintah pusat. pemerintah ingin memastikan kesiapan pasokan barang pokok tersedia dengan baik. dan harga terjangkau bagi masyarakat.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kepala perwakilan bank indonesia provinsi sulawesi tengah atas semua dukungan pelaksanaan kegiatan high level meeting dan capacity building tpid dan TP2DD di kabupaten Banggai Kepulauan sehingga dapat terlaksana,” tutup Wabup. (Decky-KOMDIGI)

Berikut laporan harian harga sembako di pasar Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan tanggal 4 Juni 2025.

Laporan Harga Harian (Pasar Salakan – 04_06_2025)