Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Serfi Kambey membuka secara resmi High Level Meeting (HML) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Banggai Kepulauan, Jum’at (20/6/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui stabilisasi harga dan mewujudkan ketahanan pangan melalui penguatan perluasan pengembangan sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah secara digital di Kabupaten Banggai Kepulauan”.

Rapat di hadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Unsur Forkopimda, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Banggai Kepulauan, Sales Branch Manager Sulawesi Tengah II Fuel, Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Luwuk, Kepala OPD Lingkup Pemda dan tamu undangan.

Pelaksanaan high level meeting dan capacity building ini adalah merupakan bagian dari upaya untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan dalam rangka mensinkronisasikan dan mengharmonisasikan berbagai kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten.

“Terdapat beberapa hal penting yang perlu saya sampaikan antara lain strategi pengendalian inflasi, peningkatan kapasitas fiskal dan pemulihan ekonomi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten banggai kepulauan,” ucap Wabup dalam sambutannya.

Ia juga memaparkan dalam rangka pengendalian inflasi terdapat 3 (tiga) hal penting sesuai arahan presiden yaitu :
Pertama : Menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, utamanya barang kebutuhan pokok dengan mengatasi kendala produksi dan distribusi yang ada di Daerah.

Kedua : Melanjutkan upaya yang tidak hanya fokus pada stabilitas harga, tapi juga proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh makin produktif. mendorong peningkatan produktivitas petani dan nelayan serta memperkuat sektor umkm agar mampu bertahan dan naik kelas.

Ketiga : Meningkatkan nilai tambah disektor pertanian sehingga memiliki kontribusi yang semakin besar dalam menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi, tidak hanya untuk meningkatkan nilai tukar petani dan kesejahteraan petani.

TPID adalah tim yang di bentuk oleh Pemerintah Daerah untuk mengendalikan inflasi di Daerah. TPID berfungsi untuk memonitor dan menganalisis pergerakan harga di pasar, serta melakukan tindakan-tindakan preventif dan korektif untuk mengendalikan inflasi.

“HIGH level meeting dan capacity building TPID Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan momentum penting untuk mengevaluasi kinerja TPID, berbagi ide dan masukan, serta merumuskan strategi efektif dalam menghadapi tantangan inflasi di masa depan,” kata Serfi.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan menekankan empat poin penting yang harus diperkuat oleh TPID, yaitu optimalisasi anggaran untuk program pengendalian inflasi, peningkatan sinergi dan kolaborasi antar instansi, kewaspadaan terhadap lonjakan inflasi pangan, serta pemanfaatan teknologi dan data dalam pengambilan keputusan.

Melalui kegiatan ini, TPID dan TP2DD diharapkan dapat meningkatkan sinergi serta pemahaman dalam mengendalikan inflasi, demi menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai Kepulauan.

TPID fokus pada pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang hari besar keagamaan serta memastikan ketersediaan pangan. Tujuannya yakni menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, dan mendorong pertumbuhan Ekonomi Daerah.

TP2DD fokus pada Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) merupakan salah satu upaya mengubah transaksi pendapatan dan belanja daerah dari cara tunai menjadi non tunai berbasis digital. ETPD diharapkan dapat mendorong peningkatan pad dan meningkatkan tata kelola keuangan Pemerintah Daerah. Transaksi pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non tunai memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat dan diharapakan mampu mendorong efesiensi, efektifitas serta transparansi pengelolaan pajak dan retribusi Daerah.

Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan berkomitmen mendorong perluasan ETPD terutama melalui digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi Daerah, yang dituangkan dalam surat keputusan Bupati nomor 198 tahun 2022 tentang penetapan peta jalan implementasi etpd tahun 2022-2025 kemudian didukung dengan surat keputusan Bupati Banggai Kepulauan nomor 100.3.3.2/335 tahun 2025 tentang penetapan asn sebagai pelopor digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah yang menjadi salah satu momentum percepatan perluasan digitalisasi di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menurut Wabup, dalam 2 (dua) tahun terakhir transaksi non tunai pembayaran pajak dan retribusi daerah mengalami peningkatan, pembayaran dilakukan melalui qris, mobile banking, atm serta agen bank.

Pada tahun 2022 nilai transaksi non tunai PDRD sebesar rp. 473,887,059,-(empat ratus tujuh puluh tiga juta delapan ratus delapan puluh tujuh ribu lima puluh sembilan rupiah), pada tahun 2023 nilai transaksi sebesar rp. 534,410,370,- (lima ratus tiga puluh empat juta empat ratus sepuluh ribu tiga ratus tujuh puluh rupiah) dengan kenaikan 13% dan pada tahun 2024 kenaikan mencapai 111% dengan nilai transaksi sebesar rp. 1,126,235,480,-(satu milyar seratus dua puluh enam juta dua ratus tiga puluh lima ribu empat ratus delapan puluh rupiah).

“Oleh karena itu, pemerintah kabupaten banggai kepulauan memerlukan dukungan penuh percepatan perluasan ETPD dari pihak perbankan, terutama bank sulteng selaku bank RKUD dalam mendorong penyediaan kanal-kanal digital,” ungkapnya.

Z. TPID dan TP2DD kedua tim ini bekerja sama untuk menciptakan kondisi perekonomian yang stabil dan berkelanjutan, TPID berupaya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, sementara TP2DD mendorong digitalisasi transaksi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD, sinergi antara kedua tim ini diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Terkait strategi pengendalian inflasi, dalam rangka meningkatkan produktivitas pangan, menurut Wabup kita harus berani berinovasi. Misalnya melalui pemanfaatan teknologi pertanian, sistem bioflok untuk perikanan, bawang merah, budidaya padi-cabai, dan lain sebagainya.

Tidak kalah penting, roadmap pengendalian inflasi 2025-2029 harus segera disusun dengan mengintegrasikan langkah-langkah dari hulu ke-hilir dan diselaraskan dengan program pemerintah pusat. pemerintah ingin memastikan kesiapan pasokan barang pokok tersedia dengan baik. dan harga terjangkau bagi masyarakat.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kepala perwakilan bank indonesia provinsi sulawesi tengah atas semua dukungan pelaksanaan kegiatan high level meeting dan capacity building tpid dan TP2DD di kabupaten Banggai Kepulauan sehingga dapat terlaksana,” tutup Wabup. (Decky-KOMDIGI)

Berikut laporan harian harga sembako di pasar Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan tanggal 4 Juni 2025.

Laporan Harga Harian (Pasar Salakan – 04_06_2025)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pada tanggal 4 Juni 2025, harga bahan pokok di Pasar Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah, tercatat relatif stabil dibandingkan dengan hari sebelumnya. Data yang dipantau dan disetujui oleh Rikman Amolwan Lawdiu ini menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan.

Beberapa komoditas utama seperti beras medium merek Superwin dan Santana tetap berada di harga Rp13.750 per kilogram, sementara beras premium merek Cinta Nur bertahan di Rp15.000 per kilogram. Harga cabai juga stabil, dengan cabai merah keriting di Rp80.000/kg, cabai merah besar Rp60.000/kg, cabai rawit merah dan hijau masing-masing Rp70.000/kg.

Namun, terdapat penurunan harga pada bawang merah yang turun dari Rp55.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Sedangkan gula pasir curah dan minyak goreng kemasan premium masing-masing bertahan di Rp20.000/kg dan Rp21.000/liter.

Harga daging ayam ras karkas dan telur ayam ras juga tidak berubah, masing-masing Rp40.952/kg dan Rp32.000/kg. Daging sapi paha belakang tetap di harga Rp150.000/kg, sementara daging sapi paha depan dan daging kerbau impor beku tidak tersedia atau tidak tercatat harganya pada hari tersebut.

Untuk ikan segar, harga ikan bandeng Rp50.000/kg, ikan kembung Rp25.000/kg, ikan tongkol Rp35.000/kg, dan ikan teri Rp120.000/kg. Harga mie instan stabil di Rp3.500 per bungkus.

Komoditas sayur dan buah lokal juga relatif stabil, dengan tomat mengalami kenaikan kecil dari Rp12.000 menjadi Rp14.000 per kilogram, sementara kentang, sawi hijau, kangkung, ketimun, dan kacang panjang tetap pada harga sebelumnya.

Secara keseluruhan, pasar Salakan menunjukkan kestabilan harga bahan pokok yang menjadi indikator penting bagi ketahanan pangan dan daya beli masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan pada awal Juni 2025. (IKP-KOMINFO)

Laporan harian harga sembako di pasar Salakan pada tanggal 27 Mei 2025.

Laporan Harga Harian (Pasar Salakan – 27_05_2025)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Peridagkopukm Kabupaten Banggai Kepulauan mencatat kondisi harga bahan pokok di Pasar Salakan pada Kamis, 22 Mei 2025 dalam keadaan stabil tanpa adanya fluktuasi harga signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Berdasarkan laporan resmi yang telah disetujui oleh pejabat terkait, sebanyak 46 komoditas bahan pokok dipantau, mencakup kebutuhan pangan utama seperti beras, cabai, bawang, daging, ikan, sayuran, hingga produk olahan dan susu. Dari keseluruhan komoditas tersebut, tidak terdapat perubahan harga, menandakan kestabilan pasar dalam beberapa hari terakhir.

Komoditas pokok seperti beras Cap Superwin dan Cap Santana (medium) dijual dengan harga Rp13.750/kg, sementara beras premium Cap Cinta Nur berada pada Rp15.000/kg. Harga cabai cenderung tinggi namun tetap stabil, dengan cabai merah keriting mencapai Rp80.000/kg dan cabai rawit hijau menyentuh Rp75.000/kg.

Sementara itu, harga bawang merah bertahan di angka Rp55.000/kg dan bawang putih (baik Honan maupun Kating) masing-masing Rp60.000/kg. Komoditas minyak goreng juga tidak menunjukkan perubahan, dengan Minyakita Rp17.000/liter dan minyak goreng kemasan premium Rp21.000/liter.

Untuk komoditas hewani, harga daging ayam ras karkas masih berada di kisaran Rp35.672/kg, sedangkan telur ayam ras tercatat Rp30.933/kg. Daging sapi paha belakang tetap menjadi yang termahal di kategori ini dengan harga Rp150.000/kg. Namun demikian, beberapa jenis daging seperti daging sapi paha depan, daging kerbau beku, dan daging sapi impor beku dilaporkan tidak tersedia di pasar.

Di sektor perikanan, ikan bandeng dijual Rp50.000/kg, ikan kembung Rp25.000/kg, dan ikan teri menempati posisi komoditas dengan harga tertinggi yakni Rp120.000/kg. Sebaliknya, harga terendah ditemukan pada ketimun sedang, hanya Rp3.125/kg.

Kepala Dinas Perdagangan yang diwakili oleh Rikman Amolwan Lawidu, S.Sos. menyampaikan bahwa laporan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan rutin guna memastikan stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen. “Kami akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan informasi secara transparan kepada masyarakat agar tidak terjadi spekulasi harga,” ungkapnya.

Meski harga stabil, ketersediaan beberapa barang pokok seperti gula pasir kemasan dan daging impor masih menjadi perhatian. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mencari solusi atas kelangkaan ini agar tidak berdampak pada kebutuhan masyarakat ke depan.

Sumber: Dinas Perindagkopukm Banggai Kepulauan

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan , Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai Kepulauan kembali merilis laporan harga harian untuk komoditas bahan pokok dan penting di Pasar Salakan, Provinsi Sulawesi Tengah. Pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan dan telah diverifikasi oleh tim teknis yang ditunjuk, Kamis (22/5/2025).

Berdasarkan data per 22 Mei 2025, tercatat bahwa harga sejumlah komoditas strategis mengalami stabilitas, tanpa perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya. Beberapa komoditas yang mengalami harga tetap di antaranya, Beras Cap Superwin dan Santana (Medium) tetap di harga Rp13.750/kg
Cabai Merah Keriting: Rp80.000/kg, Bawang Merah: Rp55.000/kg, Telur Ayam Ras: Rp30.933/kg, Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp21.000/liter dan Daging Sapi Paha Belakang: Rp150.000/kg.

Namun, terdapat juga beberapa komoditas yang belum tersedia atau tidak tercatat harganya, seperti Gula Pasir Kemasan, Daging Sapi Paha Depan, serta beberapa jenis daging impor beku.

Komoditas laut seperti ikan kembung dan ikan tongkol juga menunjukkan harga yang stabil di Rp25.000/kg dan Rp35.000/kg masing-masing. Sementara itu, sayuran seperti tomat dan kangkung juga tidak mengalami perubahan, masing-masing di harga Rp10.000/kg dan Rp7.000/kg.

Secara umum, stabilitas harga ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di daerah.

Sumber: Hasil pantauan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kab. Banggai Kepulauan

Berikut laporan harian harga sembako di pasar Salakan tanggal 19 Mei 2025.

Laporan Harga Harian (Pasar Salakan – 19_05_2025)

Berikut laporan harian harga sembako di pasar Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan pada tanggal 15 Mei 2025.

Laporan Harga Harian (Pasar Salakan – 15_05_2025)

Daftar Harian Harga Sembako di Pasar Salakan tanggal 5 Mei 2025.

Laporan Harga Harian (Pasar Salakan – 05_05_2025)

Laporan Harian Harga Sembako di Pasar Salakan tanggal 24 April 2025.

Laporan Harga Harian (Pasar Salakan – 24_04_2025)