Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya pencegahan stunting, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) lakukan 10 PASTI Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dalam pelaksanaan rembuk stunting di 141 Desa di daerah tersebut.

Program ini mencakup sepuluh langkah strategis yang harus dilakukan secara serentak oleh semua pihak terkait. Langkah-langkah ini meliputi memastikan pendataan seluruh calon pengantin, ibu hamil dan balita, memastikan alat antropometri tersedia di posyandu, memastikan kader posyandu memiliki keterampilan dalam penimbangan dan pengukuran, memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi serentak termasuk rujukan kasus ke fasilitas layanan Kesehatan, memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan intervensi serentak, memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam sistem informasi (e-PPGBM) dihari yang sama, memastikan calon pengantin, ibu hamil dan balita mendapatkan edukasi, memastikan ibu hamil dan balita yang bermasalah dengan gizi mendapatkan intervensi, dan memastikan penimbangan dan pengukuran menggunakan antropometri terstandar.

Mewakili Pj Bupati, Plh Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan (Bangkep) Muhamad Aris Susanto dalam sambutannya pada kegiatan rembuk stunting di Desa Ambelang Kecamatan Tinangkung, Selasa (11/6/2024) menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan rembuk stunting ini yaitu dapat mengetahui alur perencanaan pembangunan Desa, dapat mendiagnosis/menganalisis masalah layanan stunting di desa berdasarkan Village Score Cards (VSC), dan dapat merumuskan usulan kegiatan yang akan disampaikan dalam Musdes perencanaan Pembangunan Desa.

Aris juga mengingatkan bahwa stunting merupakan masalah yang kompleks sehingga membutuhkan kerjasama semua pihak untuk saling mendukung dan berkoordinasi dengan baik.

Mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Kab. Banggai Kepulauan Marthina Djuman selaku narasumber menyampaikan bahwa kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting ini merupakan langkah penting dalam upaya penurunan angka prevalensi stunting di Banggai Kepulauan.

Dimana aksi serentak bersama pencegahan stunting melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, balita dan calon pengantin secara berkelanjutan. Intervensi juga akan diberikan sesuai permasalahan yang dialami oleh balita dan ibu hamil yang diperiksa.

Intervensi serentak pencegahan stunting memang diperlukan peran penting TPPS dalam mengawal perencanaan, pelaksanaan, hingga memantau dan mengevaluasi kegiatan tersebut.

Marthina juga menambahkan bahwa kegiatan rembuk stunting ini dilakukan di 141 Desa di Kabupaten Banggai Kepulauan dengan kurun waktu selama kurang lebih 2 minggu terhitung dari akhir bulan mei sampai dengan pertengahan bulan juni, dengan pendamping narasumber kabupaten terdiri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan dan Tim Percepatan Penurunan Stuntung Bangkep serta Pendamping Kecamatan terdiri dari Camat, Kepala Puskesmas dan Pendamping desa atau Tenaga Ahli.

Selain itu, Marthina juga mengajak untuk menyemarakkan peringatan Hari Keluarga Nasional ke 31 tahun 2024 dengan kegiatan Gerakan Kembali Ke Meja Makan dan Peran Penting Ayah dalam Keluarga khususnya mendekatkan hubungan ayah/bapak dengan anak melalui program “Malane Mola (Laki-laki Bisa)”. (IKP-KOMINFO)

Bangpanga, BanggaiKep.go.id – Kunjungan Tim Panelis Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam rangka substansi Penilaian kinerja aksi penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Rabu (15/5/2024).

Terdapat 2 titik lokasi atau desa yang menjadi sampel lokasi fokus (lokus) yakni Desa Bangpanga Kecamatan Tinangkung Utara dan Desa Sampaka Kecamatan Totikum.

Ketua Tim Panelis Provinsi Sulteng Dr. Eko Joko L dalam keterangannya mengatakan tujuan dari kunjungan ini yaitu melakukan kroscek ulang terhadap informasi dan data yang sudah dinilai.

“Hari ini kami dalam rangka mau kroscek terhadap informasi yang sudah kami peroleh yang dinilai sejak satu bulan yang sudah dinilai dan kami mau mendapatkan informasi di lapangan apakah informasi itu dirasakan dinikmati diketahui oleh masyarakat disini,” ujarnya.

Menurut Eko, berbicara tentang stunting yaitu bagaimana kita diarahkan untuk menjadi generasi dengan pertumbuhan yang baik, sehat dan pintar dalam menyambut generasi cerdas di tahun 2045.

“Karena menyangkut stunting ini di arahkan untuk bagaimana generasi itu tumbuh baik, sehat dan pintar, dimasa depan kita mau menyambut generasi di 2045 generasi yang cerdas yang muncul dari seluruh Indonesia termasuk di desa ini,” ucapnya.

“Saya berharap di Banggai Kepulauan ini lebih cepat keluar dari masalah stunting, saya percaya bahwa teman-teman disini punya semangat bagus dalam hal penanganan stunting, apalagi tersedia infrastruktur artinya support pemerintah cukup tinggi,” terang Eko.

Tim Panelis bersama rombongan pendamping kabupaten diantaranya perwakilan Bappeda dan Litbang Banggai Kepulauan, TP PKK Bangkep, Kepala Dinas P3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas Pertanian, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Dinas Kominfo dan Dinas Ketahanan Pangan.

Turut hadir Camat Tinangkung Utara, Pj Kepala Desa Bangpanga bersama aparat, Babinkamtibmas, Kader PKK Desa, Kader PKB, Kader Posyandu dan ibu-ibu beserta balita stunting. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Rembuk Stunting dalam rangka pelaksanaan aksi konvergensi penanganan stunting sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Provinsi Sulawesi Tengah dalam percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Kegiatan rembuk stunting di buka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Bupati Bangkep Ihsan Basir dan di hadiri Wakapolres Bangkep, Perwakilan Ketua TP PKK Kab. Bangkep, Kepala Bappeda, Kepala OPD Lingkup Pemda di Aula Bappeda dan Litbang, Selasa (7/5/2024).

Pj Bupati dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara Rembuk Stunting.

“Semoga melalui acara ini lahir komitmen dalam menanggulangi permasalahan stunting secara bersama-sama, serta program yang telah di rancang dapat di realisasikan dengan Baik,” ujarnya.

Persoalan stunting termasuk dalam agenda pembangunan Nasional dan Kabupaten Banggai Kepulauan menjadi salah satu lokasi prioritas penanggulangan stunting sejak tahun 2019.

Stunting tidak hanya mempengaruhi tinggi badan balita secara fisik, tetapi juga menghambat perkembangan otak sehingga mempengaruhi tingkat kecerdasan dan kesehatan dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus berkomitmen menurunkan angka Stunting dengan melaksanakan berbagai program intervensi sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat.

“Rembuk stunting ini merupakan salah satu langkah penting yang harus di lakukan, kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun komitmen dalam mengoptimalkan pelaksanaan intervensi pencegahan stunting antara Pemerintah dan Lembaga Non Pemerintah secara lebih,” jelas Ihsan Basir.

Ihsan juga berharap kegiatan rembuk stunting menjadi komitmen Pemkab dalam rencana aksi penurunan angka stunting di wilayah Banggai Kepulauan. “Saya berharap pertemuan kita hari ini mematangkan gerakan dan sinergi menuju pada rencana aksi, sehingga dampaknya segera dapat kita rasakan dalam waktu yang tidak lama,” tandasnya.

“Saya yakin dengan kerja keras, kita mampu mengatasi kondisi tersebut, karena inilah salah satu cara kita dalam membentuk sumber daya manusia generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan, baik secara fisik, kecerdasan, pendidikan maupun kompetensinya,” ujar Ihsan Basir. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kabupaten Banggai Kepulauan menduduki peringkat ke 3 dalam penurunan prevalensi stunting se Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2022-2023.

Prestasi Banggai Kepulauan dalam penurunan stunting ini patut di apresiasi, pasalnya prevalensi angka stunting di Bangkep turun 4,9% dari 32,6% tahun 2022 menjadi 27,7% di tahun 2023.

Pencapaian itu berdasarkan data resmi dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) prevalensi stunting Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2022-2023 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangkep Moh. Adnan Datu Adam SE, dalam konferensi pers (26/4/2024) menyatakan bahwa pencapaian gemilang ini tidak terlepas dari peran penting Pj. Bupati Banggai Kepulauan dan Sekretaris Daerah Bangkep sebagai ketua TPPS Kabupaten Bangkep.

Pemerintah Kab. Bangkep terus berupaya dalam percepatan penurunan stunting melalui intervensi program kegiatan yang terfokus pada tujuan tersebut.

Kadis P3AP2KB juga menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada semua stakeholder yang terlibat, diantaranya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perangkat desa, kader PKK Kabupaten dan desa serta pihak-pihak yang aktif dalam upaya penurunan stunting.

Dengan pencapaian ini, semoga tetap semangat dan tetap memberikan upaya yang terbaik dalam penurunan angka stunting di daerah Kabupaten Banggai Kepulauan yang kita cintai. (IKP-KOMINFO)

Surat Keputusan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 265 Tahun 2024 Tentang Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kecamatan Se Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2024.

Selengkapnya unduh link:

SK Tim PPS Kecamatan Se-Kabupaten Bangkep

Surat Keputusan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 261 Tahun 2024 Tentang Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2024.

Selengkapnya unduh link:

SK Tim PPS Kabupaten Bangkep

Data Prevalensi Stunting Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021-2023.

Upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam penurunan angka stunting berada di peringkat ke 3 sesudah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Tojo Una-una.

Sumber: Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023

Hasil dari pengukuran dan publikasi stunting bulan februari dan Agustus tahun 2023 Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan laporan aksi 7 dari Dinas Kesehatan.

Selengkapnya bisa diunduh link:

LAPORAN PENGUKURAN DAN PUBLIKASI STUNTING 2023

 

Surat Keputusan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 219 Tahun 2023 tentang Penetapan Desa Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2024

Silahkan unduh link dibawah:

SK PENETAPAN DESA LOKUS INTERVENSI PENURUNAN STUNTING

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekretaris Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Rusli Moidady buka secara resmi Kegiatan Audit Kasus Stunting (AKS) Melalui Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2023 yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan. Kamis, (14/12/2023).

Pencapaian target pembangunan kesehatan melalui upaya percepatan penurunan stunting merupakan salah satu investasi utama, dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Stunting bukan sekedar masalah perawakan tubuh yang pendek. Namun lebih dari itu, Stunting merupakan hasil tidak kuatnya asupan gizi yang terjadi secara berkepanjangan dan atau penyakit infeksi yang kronis dan berulang, yang berdampak jangka panjangnya dapat mempengaruhi kualitas SDM Indonesia.

Pemerintah Banggai Kepulauan di semua level administrasi dengan dukungan dari semua program dan sektor serta mitra dan stakeholders, sangat berkomitmen dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting.

“Oleh karena itu, Audit Kasus Stunting menjadi upaya yang sangat strategis dalam penanggulangan stunting secara komprehensif sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi,” kata Rusli dalam sambutannya.

Menurut Sekab, Audit Kasus Stunting ini penting dilakukan agar seluruh komponen yang tergabung dalam Struktur Tim Audit Kasus Stunting yang telah di bentuk, dapat memahami tugas dan tanggungjawab masing-masing, serta dapat bersinergi dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan Percepatan Penurunan Stunting.

Pelaksanaan Audit Kasus Stunting pada tahapan evaluasi tindak lanjut hasil audit kasus stunting merupakan tahapan akhir setelah identifikasi dan desiminasi Audit Kasus Stunting di laksanakan.

Audit Kasus Stunting adalah langkah konkret dalam Upaya Percepatan Penurunan Angka Stunting. selain itu, Kasus Stunting adalah hambatan dari pengembangan sumber daya manusia yang harus kita selesaikan.

“Maka dari itu, di harapkan semua merapatkan barisan untuk sama-sama mendukung upaya Pemerintah Dalam Percepatan Penurunan Stunting dalam aksi nyata demi terciptanya sdm berkualitas di masa depan,” tegasnya.

Kegiatan di hadiri Kepala Dinas P3AP2KB, Tim Pakar, Camat Bulagi serta undangan lainnya. (Decky-KOMINFO)