Palu, BanggaiKep.go.id – Dalam kegiatan Rembuk Stunting dan Pemberian Penghargaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan mendapat juara terbaik III aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2022 dan terbaik I kategori replikatif.

Kegiatan dirangkaikan dengan pencanangan bulan bhakti gotong royong masyarakat tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2022 dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura bertempat di Hotel Best Western Coco Palu, Rabu, (27/7/2022).

Dalam sambutan Rusdy Mastura mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 440/59/BAPPEDA-G.ST/2022 tentang tim penilaian aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah.

“Sesuai petunjuk teknis penilaian pemerintah provinsi terhadap kinerja pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting, tim tersebut bekerja melaksanakan penilaian terhadap 5 lokus yang terdiri dari Kabupaten Sigi, Parimo, Morowali, Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan,” ucapnya.

Adapun hasil penilaian yang telah dilakukan pada 5 lokus dalam kinerja aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah yaitu:

1. Kabupaten Banggai sebagai terbaik I aksi konvergensi penurunan stunting 2022 dan terbaik I kategori daerah inovatif.

2. Kabupaten Parimo sebagai terbaik II aksi konvergensi penurunan stunting 2022 dan terbaik I kategori daerah inspiratif.

3. Kabupaten Banggai Kepulauan terbaik III aksi konvergensi penurunan stunting 2022 dan terbaik I kategori replikatif.

4. Kabupaten Morowali sebagai terbaik II kategori daerah inspiratif.

5. Kabupaten Sigi sebagai terbaik II kategori daerah inovatif.

“Saya minta keseriusan dan komitmen dari kepala daerah dan seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama mewujudkan penanggulangan dan penurunan stunting terintegrasi dengan memanfaatkan segala potensi yang ada di daerah,” ucap Gubernur.

Selanjutnya, sebagai wujud komitmen bersama antar semua pihak, maka akan dilakukan penandatanganan komitmen penanggulangan dan percepatan penurunan stunting terintegrasi di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2022.

Rusdy Mastura juga berharap dengan pemberian penghargaan ini dapat memberikan motivasi sekaligus dukungan bagi seluruh pemerintah Kabupaten/Kota untuk menurunkan prevalensi stunting dan ikut berperan serta mencapai angka stunting Indonesia satu digit tahun 2024 dengan semangat gerak cepat menuju Sulawesi Tengah yang Lebih Sejahtera dan Lebih Maju.

Turut hadir Ketua DPRD Prov. Sulteng, Bupati/Walikota se-Sulawesi Tengah, Plt. Sekda Prov. Sulteng, Unsur Forkopimda, Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Narasumber serta Tim TPPS Prov. Sulteng. (Elsi-KOMINFO)

Tunggaling, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) apresiasi kunjungan Tim Panelis Provinsi Sulawesi Tengah ke salah satu Desa lokasi fokus (lokus) yakni Desa Tunggaling Kecamatan Peling Tengah, Jumat, (17/6/2022).

Kunjungan Tim Panelis Provinsi Sulawesi Tengah dalam rangka pelaksanaan penilaian kinerja aksi konvergensi penurunan stunting Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2021/2022.

Dalam sambutan Bupati yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Eka Silawati Sipatu, AMK, S.Pd.,M.Kes mengatakan “Saya mengapresiasi kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan yang telah melakukan koordinasi, pembinaan dan monitoring evaluasi terhadap pelaksanaan delapan aksi konvergensi.”

“Bekerja dengan semangat, kompak dan bersinergi, berkolaborasi dengan komitmen tinggi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Banggai Kepulauan,” lanjutnya.

Komitmen Pemda Bangkep dalam menurunkan angka stunting terbukti nyata melalui berbagai macam kebijakan dan program yang telah dilaksanakan, mendorong seluruh OPD untuk mendukung program tersebut.

Dalam kunjungannya, Tim Panelis Provinsi meninjau langsung Puskemas Patukuki guna melihat program dan kegiatan yang terkait dengan stunting. Kemudian lanjut ke desa Tunggaling untuk kegiatan pembukaan sekaligus berkunjung ke posyandu yang terintegrasi dengan PAUD dan Bina Keluarga Balita (BKB).

“Saya berharap agar penilaian kinerja ini dapat memberikan gambaran umpan balik dan pembelajaran upaya konvergensi intervensi stunting dan memotivasi untuk meningkatkan kinerja melalui inovasi-inovasi terbaik,” harap Eka. (Elsi-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam kegiatan pembukaan rapat penilaian kinerja pelaksanaan aksi konvergensi penurunan di Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2021/2022 yang dilaksanakan di Auditorium Bappeda dan Litbang pada Kamis, 16 Juni 2022 melibatkan Tim Panelis Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sebanyak 7 (tujuh) orang Tim Panelis hadir dalam rangka menilai apa saja kinerja yang dilakukan Kabupaten Banggai Kepulauan dalam upaya penanganan penurunan stunting. Tim Penilai terdiri dari Ketua Tim dan anggotanya dari Dinas Kesehatan dan Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah.

Wawancara Tim Jurnalis Pemda Diskominfo dengan Ketua Tim Panelis Provinsi Hasjman Syamsul pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa “Pelaksanaan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan, kami dari panelis provinsi saya rasa sudah cukup maksimal sesuai kemampuan yang ada di daerah ini,” ujarnya.

Ia melihat keterlibatan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah nampak kegiatannya semua dan juga beberapa kegiatan yang disusun untuk perencanaan ke depan.

“Dan aksi konvergensi penurunan stunting di Banggai Kepulauan menurut saya dalam proses analisis situasinya sudah menggunakan data-data yang dibutuhkan, saran saya perlu ditambah lagi untuk memperkaya dalam analisis situasi sebagai dasar untuk melakukan perencanaan aksi-aksi seterusnya sampai aksi delapan,” ucap Hasjman.

Lanjutnya, “Yang pernah dibuat mungkin perlu dievaluasi lagi sebagai bahan perencanaan untuk tahun yang akan datang.”

Ketua Tim Panelis juga menambahkan bahwa pihak swasta juga perlu dilibatkan dalam pelaksanaan upaya penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan serta masalah pernikahan anak yang cukup tinggi.

“Masalah pernikahan anak di Kabupaten Banggai kepulauan cukup tinggi artinya itu belum disentuh, mungkin teman-teman di Banggai Kepulauan perlu menggali lagi program ini, bagaimana memasyarakatkan untuk mencegah pernikahan dini dengan edukasi tentang kesehatan reproduksi anak agar mereka jangan melakukan pernikahan lebih awal/pernikahan dini karena sangat beresiko melahirkan anak stunting dan kepada diri sendiri kemungkinan akan putus sekolah,” jelasnya.

“Saya rasa di Banggai Kepulauan perlu ditingkatkan lagi masalah manajemennya dalam pengelolaan dan peran sektor swasta itu perlu. Kami belum melihat peran sektor swasta di Banggai Kepulauan dalam ikut aktif berperan dalam mencegah stunting,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk mencegah stunting bukan persoalan instan perlu waktu dan kerja keras dan betul-betul ada keterlibatan beberapa OPD.

“Cegah stunting ada konvergensi dalam artian semua orang ada peran sesuai dengan perannya dia, jadi bukan pekerjaannya orang kesehatan saja, karena persoalan terjadinya stunting dipengaruhi oleh faktor langsung dan tidak langsung itu dikenal dengan spesifik dan sensitif di kaji lagi itu penyebab stunting di Banggai Kepulauan,” terang Hasjman.

“Kita harus tahu apa sih penyebab stunting, intervensinya juga lebih jelas, lebih gampang dan mungkin lebih efisien ke depan dalam melakukan itu, jadi intervensi stunting di setiap wilayah itu akan berbeda-beda berdasarkan dengan masalah penyebab stunting di wilayah itu,” tutur Ketua Tim Panelis. (Elsi-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Rapat Penilaian Kinerja Pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setda Eka Silawati Sipatu, AMK, S.Pd.,M.Kes, Kamis, (16/6/2022).

Kegiatan bertempat di Auditorium Bappeda dan Litbang dan di hadir Asisten I Setda, Staf Ahli Bupati, Ketua TP-PKK Bangkep dan anggotanya, Para Tim Panelis Prov. Sulteng, Kepala Bappeda dan Litbang, Kepala OPD terkait, Mewakili Dinkes dan Dinas PMD Banggai Laut serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati yang diwakili Asisten III Setda Eka Silawati Sipatu, mengucapkan selamat datang kepada ketua tim penilai bersama rombongan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Semoga bapak/ibu selama berada di Daerah kami mendapat kesan yang baik dan merasa nyaman dan aman sehingga dapat melaksanakan kegiatan penilaian dengan baik dan lancar,” ucap Eka.

“Saya juga mengapresiasi kepada tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Banggai Kepulauan yang telah melakukan koordinasi, pembinaan dan monitoring evaluasi terhadap pelaksanaan delapan aksi konvergensi dan sudah bekerja dengan semangat, kompak dan bersinergi, berkolaborasi dengan komitmen yang tinggi,” jelas Eka.

Penilaian kinerja penurunan stunting adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting.

”Saya berharap agar penilaian kinerja ini dapat memberikan gambaran umpan balik dan pembelajaran upaya konvergensi intervensi stunting dan dapat memotivasi kita untuk meningkatkan kinerja melalui inovasi-inovasi terbaik,”harapnya.

Pemda Bangkep berharap masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya Desa Tunggaling (Desa Lokus) agar dalam upaya mencapai target penurunan angka stunting yang dilakukan bersama dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Masyarakat perlu memahami faktor apa saja yang menyebabkan stunting. Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 Hari Pertama Kelahiran). Penyebabnya karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.

Faktor lainnya yang menyebabkan stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi. Selain itu, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Untuk mencegahnya, perbanyak makan makanan bergizi yang berasal dari buah dan sayur lokal sejak dalam kandungan. Kemudian diperlukan pula kecukupan gizi remaja perempuan agar ketika dia mengandung ketika dewasa tidak kekurangan gizi. Selain itu butuh perhatian pada lingkungan untuk menciptakan akses sanitasi dan air bersih.

Berikut Data Lokus Penurunan Stunting dan Data Balita Stunting di Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah :

DESA LOKASI FOKUS PENURUNAN STUNTING 2021, 2022 dan 2023

Tunggaling, BanggaiKep.go.id – Plh. Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Rusli Moidady buka secara resmi Pembinaan Persiapan Penilaian Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tingkat Provinsi di Desa Tunggaling Kecamatan Peling Tengah, Sabtu, (4/6/2022).

Sehubungan dengan Surat Gubernur Nomor 440/481/ Bappeda tentang Penyampaian penilaian kinerja dan penurunan stunting Kab/Kota se-Sulawesi Tengah tahun 2022 terhitung mulai tanggal 16-17 Juni 2022.

Untuk itu, diharapkan melalui pelaksanaan penilaian kinerja ini dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting dan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupeten khususnya Kabupeten Banggai Kepulauan dalam mencapai target penurunan prevalensi sebesar 14% pada tahun 2024.

“Capaian yang sudah baik selama 1 tahun terakhir yang telah berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 23% pada tahun 2020 menjadi 21,80 % pada tahun 2021, harus terus dipertahankan untuk mencapai target 14% pada akhir tahun 2024,” ucap Rusli Moidady dalam sambutannya.

Lanjutnya, ” Memang diakui bahwa lokus kita dalam penanganan stunting terganggu dalam beberapa tahun terakhir karena pandemi covid-19 yang merebak yang mana membutuhkan perhatian dan kerja ekstra seluruh unsur Pemerintah Daerah, Lembaga Swasta dan masyarakat Banggai Kepulauan.”

Kunjungan Plh. Bupati Banggai Kepulauan ke Posyandu Desa Tunggaling

Olehnya ditengah kerja keras melawan penyebaran pandemi covid-19, Rusli berharap kita masih memberikan perhatian pada upaya penurunan stunting di Banggai Kepulauan.

Desa Tunggaling ditunjuk sebagai desa sampel lokus mewakili Kabupaten Banggai Kepulauan dalam pelaksanaan penilaian aksi konvergensi penurunan stunting tingkat provinsi tahun 2022.

“Dengan komitmen awal bersama menggalang kekuatan dan sinergitas sehingga dapat menurunkan angka stunting secara signifikan,” ujar Rusli Moidady.

Turut hadir, Unsur Forkopimda Bangkep, Ketua TP-PKK Bangkep, Asisten dan Staf Ahli, Kepala Badan/Dinas/Bagian lingkup Pemda Bangkep, Camat, Kepala Desa Tunggaling serta undangan lainnya. (Elsi-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam membuka secara resmi Audit Kasus Stunting dan Kukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Kegiatan bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan dan di hadiri Wakil Bupati, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng, Sekda, Ketua Tim Penggerak TP-PKK, Staf Ahli Bupati, dan undangan lainnya, Rabu, (20/04/2022).

Dalam sambutan Bupati sangat mengapresiasi atas dilaksanakannya kegiatan ini guna mengevaluasi hasil tindaklanjut program kerja penurunan stunting yang bertujuan memberikan rekomendasi bagi tindakan hingga penanganan yang tepat kasus stunting sehingga mencegah adanya diagnostik berlebihan.

Audit stunting ini dilakukan dalam rangka implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

“Saya berharap para tim audit dapat menyelesaikan masalah-masalah yang di temukan dalam proses penurunan stunting serta dapat merumuskan program kerja yang tepat sehingga percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan benar-benar berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” ucap Bupati.

Lanjutnya, untuk mencapai hasil yang optimal dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk menyukseskan percepatan penurunan stunting di Indonesia lebih khusus di Banggai Kepulauan.

“Saya berharap kepada tim percepatan penurunan stunting yang baru saja di kukuhkan agar serius menjalankan tugas dan tanggungjawab yang telah di amanatkan oleh Daerah dengan selalu berkoordinasi dan membantu Pemerintah Daerah untuk bersama-sama melaksanakan proses demi proses,” harap Bupati.

Selain itu, Bupati memberikan ucapan selamat kepada tim yang telah dikukuhkan “Saya ucapkan sekali lagi selamat kepada tim percepatan penurunan stunting yang baru saja di kukuhkan semoga saudara-saudara dapat membantu kerja Pemerintah dalam penurunan angka stunting dengan cepat dan tepat,” tutur Bupati. (Decky-KOMINFO)

Susunan Tim Percepatan Penurunan Stunting 2022

Tunggaling, BanggaiKep.go.id – Kegiatan pembinaan dalam rangka persiapan penilaian aksi konvergensi penurunan stunting di Desa Tunggaling yang di gelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) merupakan upaya untuk menurunkan angka stunting di Banggai Kepulauan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Tunggaling Kecamatan Peling Tengah dihadiri oleh Pemerintah Desa setempat, TP-PKK Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, Kamis, (14/4/2022).

Adapun narasumber dalam kegiatan pembinaan persiapan penilaian aksi konvergensi penurunan stunting yaitu, TP-PKK Ke. Banggai Kepulauan, perwakilan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Kab. Bangkep.

Materi yang disampaikan oleh TP-PKK Bangkep adalah Peran TP-PKK dalam upaya penurunan stunting. (Elsi-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Salim J. Tanasa, pimpin Rapat Mengenai Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2022, Rabu (6/4/2022).

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan Kita harus mampu percaya diri bagaimana kita menghadapi masalah ini secara positif sampai pada waktu yang ditentukan.

“Harapan kami semua tim kerja sama, sehingga apa yang menjadi target kita dari pemerintah daerah kita bisa mencapai kategori-kategori atau ukuran, yang menjadi persoalan jangan sampai parameter imunisasi di desa itu tidak terlaksana,” ucap Wabup.

Wabup mengharapkan semua kepala OPD untuk bagaimana sama-sama menghadapi persiapan penilaian ini menjadi catatan.

“Harapan kami apa yang menjadi tempat log book kalau kita sudah tetapkan satu desa sebagai log book maka harapan kita dari beberapa desa yang memiliki catatan banyak anak kita undang pemerintah desanya untuk bisa kita edukasi di tempat itu,” jelas Wabup.

Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat Wakil Bupati Banggai Kepulauan dan di hadiri oleh Staf Ahli Bupati, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas P3AP2KB, Kepala Dinas Kesehatan serta undangan lainnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Rembuk stunting Kabupaten yang merupakan aksi ke 3 dari 8 aksi konvergensi intervensi stunting yang wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah baik Kabupaten/Kota yang menjadi lokasi fokus (lokus) dalam intervensi stunting.

Tahapan aksi konvergensi penanganan stunting sebagai wujud komitmen Pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) yang dilaksanakan di Auditorium Bappeda dan Litbang, Senin, (21/3/2022).

Kegiatan dihadiri Unsur Forkopimda, Staf Ahli dan Asisten, Para Kepala OPD Lingkup Pemda Bangkep, Ketua Tim Penggerak PKK, Camat se-Kab. Bangkep, Kepala Puskesmas se-Kab. Bangkep, Kepala Desa lokus stunting (25 Desa) serta Pendamping Desa.

Dalam sambutan Bupati Bangkep yang dibacakan Asisten III Ekasilawati Sipatu, M.Kes mengatakan Berdasarkan data aplikasi e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) per agustus tahun 2021 Banggai Kepulauan berada pada peringkat ke-3 tertinggi Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tengah, dengan jumlah kasus stunting terbanyak setelah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Banggai Laut sebesar 21,80%.

Menurut Bupati, Pada tahun 2022 lokasi fokus 25 Desa yang tersebar dalam 9 Kecamatan, masuk dalam fokus penanganan percepatan penurunan stunting tahun 2022 di Kabupaten Banggai Kepulauan yaitu Desa Apal, Sapelang, Kambani, Seano, Landonan Bebeau, Palapat, Tatabau, Mandok, Koyobunga, Alul, Sumondung, Lalanday, Kayubet, Labotan Kandi, Mangaes, Paisumosoni, Bampanga, Sobonon, Tobungku dan Lobuton.

Pemda Bangkep melalui Perangkat Daerah terkait termasuk TP-PKK, tentunya harus menyikapi program ini, melalui kebijakan strategis dan sinergis antar lembaga terkait, guna menurunkan kasus stunting di Kab. Bangkep, terutama dalam tahun 2022 dan 2023 mendatang.

Bupati juga berharap dalam rembuk stunting ini, ke depan mampu memberikan dampak nyata yaitu penurunan kasus tersebut di Bangkep dari waktu ke waktu.

“Saya berharap tim penurunan stunting dapat bekerja maksimal dalam upaya penurunan angka stunting di Bangkep, dengan komitmen bersama menggalang kekuatan dan sinergitas dalam penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan, sehingga dapat menurunkan angka stunting secara signifikan,” katanya.

Selanjutnya, mewakili Bupati, Ekasilawati Sipatu, M.Kes membuka secara resmi kegiatan rembuk stunting Kabupaten Banggai Kepulauan dengan mengucapkan “Bismillahirrahmannirahim”.

Usai dibuka, dilanjutkan dengan penandatangan komitmen bersama diantaranya, Unsur Forkopimda, Kementerian Agama Kab. Bangkep, OPD terkait dalam stunting, Camat se-Kab. Bangkep, Kepala Puskesmas se-Kab. Bangkep, Kepala Desa lokus stunting ada 25 desa serta Pendamping Desa.

Setelah itu, penyampaian materi yang pertama dari Ketua Pelaksana TPPS Kab. Bangkep oleh Rusli Moidady, ST.,MT dengan materi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2022/2023.

Materi Kedua Peran Tim Penggerak PKK dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan oleh Ketua TP-PKK Kab. Bangkep diwakili oleh Ekasilawati Sipatu, M.Kes dan materi ketiga Sinergitas Kementerian Agama dalam mendukung Percepatan Penurunan Stunting Kab. Banggai Kepulauan oleh Kepala Kemenag Bangkep Ahmad Yani. (Elsi-KOMINFO)