Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024.
Dari hasil survei Kabupaten Banggai Kepulauan mengalami kenaikan prevalensi 0,7 dimana tahun 2023 27,7 dan 2024 28,4.
Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024.
Dari hasil survei Kabupaten Banggai Kepulauan mengalami kenaikan prevalensi 0,7 dimana tahun 2023 27,7 dan 2024 28,4.
SALAKAN, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mengikuti Penilaian Kinerja Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 yang dilaksanakan secara virtual oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024 berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati, Rabu (14/5/2025).
Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey hadir secara bersama jajaran perangkat daerah, yakni Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Suripto Nurdin, S.Sos., Kepala Bappeda Dr. Ariyono Orab, S.Pd., MM., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kepala Dinas P3AP2KB, Kepala Dinas Sosial, , Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Kesehatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Kemenag, serta Ketua TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan.
Hadir pula para camat dari Kecamatan Bulagi, Liang, dan Tinangkung Utara Kepala Desa, Kepala Puskesmas, Kepala PLKB, Koordinator PKH, dan Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa.
Dalam sambutannya, Serfi Kambey menegaskan kesiapan Kabupaten Banggai Kepulauan untuk dinilai, seraya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar evaluasi administratif, tetapi bentuk nyata komitmen bersama dalam menghadirkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.
“Kami menyadari bahwa stunting bukan semata isu gizi, tetapi juga berkaitan erat dengan persoalan kemiskinan, sanitasi, pendidikan, hingga ketahanan keluarga,” ujar Wakil Bupati.
Selama lebih dari empat jam, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Banggai Kepulauan menyampaikan paparan kinerja, yang mendapatkan apresiasi dari tim penilai Provinsi Sulawesi Tengah atas capaian dan progres yang ditampilkan.
Menutup rangkaian penilaian, Wakil Bupati Serfi Kambey dalam pernyataan akhirnya menyampaikan harapan dan ajakan untuk memperkuat semangat kolaboratif lintas sektor.
“Akhir kata, saya mengajak seluruh perangkat daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk memperkuat semangat kolaborasi dalam menurunkan prevalensi stunting di Banggai Kepulauan. Bukan sekadar angka yang turun, tapi generasi kita yang tumbuh dengan harapan,” tegasnya.
Wakil Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Penilai Provinsi Sulawesi Tengah atas arahan dan pendampingan yang telah diberikan, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan generasi Banggai Kepulauan yang unggul dan bebas stunting. (IKP-KOMINFO)
Berikut hasil pengukuran stunting pada bulan februari 2025 di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Dokumentasi Pengukuran Posyandu Bulan Agustus 2024.
Selengkapnya dapat dilihat link dibawah:
Hasil Pengukuran Intervensi Serentak Per Desa Terkait Stunting di Banggai Kepulauan.
Selengkapnya dapat di unduh link:
Berikut pengukuran Status Gizi pada bulan Agustus 2024 di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Silahkan unduh link dibawah:
Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan diwakili Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Iswan Saleh, S.Sos buka resmi kegiatan Evaluasi Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2024 di ruang rapat kantor Bupati, Senin (9/12/2024).
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Iswan mengatakan Stunting merupakan permasalahan yang sangat serius, bukan hanya di Kabupaten Banggai Kepulauan tetapi juga di seluruh dunia terutama di negara berkembang termasuk Indonesia.
“Stunting bukan hanya berkaitan dengan masalah kekurangan gizi, tapi juga memiliki dampak jangka panjang yang sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia kita di masa depan,” katanya.
Selain itu, anak-anak yang mengalami stunting beresiko memiliki kecerdasan yang lebih rendah, rentan terhadap berbagai penyakit.
“Menanggulangi stunting adalah tugas kita bersama pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama dengan seluruh lapisan masyarakat harus terus bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap anak di daerah kita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari segi fisik maupun mental,” ucap Iswan.
Dengan evaluasi audit kasus stunting ini, diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Saya yakin dengan semangat yang sama dan kerja keras kita bersama, kita akan mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita yang pada akhirnya akan mempercepat Pembangunan Daerah kita menuju Kabupaten Banggai Kepulauan yang lebih sehat, lebih sejahtera, dan lebih berdaya saing,” jelasnya.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan Iswan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menanggulangi stunting di daerah ini.
“Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang bermanfaat tujuan Kabupaten Banggai Kepulauan,” pungkasnya.
Turut hadir Kepala Dinas DP3AP2KB, perwakilan TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, tim dokter, para Camat dan Kepala Desa serta undangan lainnya. (Roy-DISKOMDIGI)
Berikut tabel Pengukuran Status Gizi Stunting Bulan Agustus tahun 2024:
Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan, Pemerintah Daerah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menggelar rapat evaluasi yang berlangsung di Ruang Litbang Bappeda, Kamis (12/9/2024).
Rapat tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Setda Kabupaten Banggai Kepulauan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, TP PKK Banggai Kepulauan, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.
Rapat evaluasi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai tindak lanjut dari audit kasus stunting yang telah dilakukan, memperoleh informasi terkait perkembangan capaian penurunan stunting, serta mengidentifikasi kendala dan hambatan dalam intervensi yang telah dilaksanakan. Evaluasi berkala ini dianggap penting untuk memastikan program-program penurunan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran.

Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Setda Kabupaten Banggai Kepulauan, Rahmat Labou, S.STP.,M.A.P dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya percepatan penurunan stunting melalui kerja cerdas dan terukur.
“Kabupaten Banggai Kepulauan yang terdiri dari 12 kecamatan harus terus berupaya menurunkan angka stunting dengan segala daya, mengatasi masalah yang ada, dan melakukan langkah-langkah inovatif,” ungkap Rahmat.
Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Moh. Adnan D. Adam, SE menambahkan bahwa Kabupaten Banggai Kepulauan telah melakukan berbagai program inovatif.
“Melalui lima pilar Rencana Aksi Nasional, kami berharap prevalensi stunting dapat ditekan hingga 14%. Saat ini, prevalensi stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan mencapai 27,7% pada tahun 2023, turun dari 30,6% pada tahun 2022,” jelas Adnan.
Namun, ia juga menyoroti adanya beberapa kecamatan yang mengalami peningkatan prevalensi stunting, yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam rapat evaluasi ini. Selain itu, laporan TPPS Semester 1 dan laporan bulanan stunting melalui Aplikasi EPPGM Dinas Kesehatan turut dievaluasi sebagai bahan dasar perbaikan program di masa mendatang.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) M. Yamin Talib yang mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banggai Kepulauan turut memberikan dukungan dalam rapat ini. Pihaknya berkomitmen untuk terus menyebarkan informasi dan edukasi terkait stunting kepada masyarakat melalui platform website dan media sosial, guna meningkatkan kesadaran akan bahaya stunting serta cara pencegahannya.
Dengan evaluasi berkala dan pengelolaan data yang tepat, diharapkan program penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan semakin terarah, tepat sasaran, dan mampu mengurangi prevalensi stunting di wilayah tersebut. (IKP-KOMINFO)
Laporan pelaksanaan percepatan penurunan stunting semester 1 Tahun 2024 di Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan gambaran hasil pemantauan dan Evaluasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting di kabupaten/kota sesuai amanat peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan angka Stunting lndonesia (RAN-PASTI) Tahun 2021-2024.
Laporan ini menyajikan hasil pelaksanaan strategi Nasional 5 pilar percepatan penurunan stunting dan 8 Aksi Konvergensi serta 5 kegiatan prioritas percepatan penurunan Stunting yang
melibatkan semua Tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Kabupaten Banggai Kepulauan, yang terdiri dari 12 TPPS Kecamatan, 144 TPPS Desa/Kelurahan.
TPPS Kabupaten telah mendorong TPSS kecamatan dan Desa/kelurahan untuk terlibat
aktif, meningkatkan Koordinasi antar OPD Kabupaten Kota, meningkatkan Alokasi
Program dan anggaran terkait dengan intervensi Spesifik dan sensitif serta mengalokasikan belanja bantuan khusus untuk Kecamatan dan Desa/Kelurahan dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting melalui mekanisme bantuan
keuangan Kabupaten Banggai Kepulauan.
Dalam pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting, menunjukan adanya Kemajuan yang Baik dalam Hal partisipasi penimbangan balita serta terjadi penurunan Stunting hasil pendataan elektronik pencatatan dan pelaporan Gizi
berbasis Masyarakat (E-PPGBM). Laporan ini dapat melengkapi informasi mengenai target percepatan penurunan Stunting dan memberikan Kontribusi data dalam percepatan penurunan stunting untuk mencapai target Nasional sebesar 14% pada Tahun 2024.
Selengkapnya dapat unduh link dibawah: