Jakarta, BanggaiKep.go.id — Dalam upaya memperkuat sektor kelautan dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady melaksanakan koordinasi dengan Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis (30/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Mina Bahari II, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Bupati Banggai Kepulauan diterima langsung oleh Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Bapak Mahrus, S.St.Pi., M.Si.

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam memperjuangkan berbagai program perlindungan serta pemberdayaan bagi para nelayan, khususnya dalam peningkatan kapasitas, bantuan sarana penangkapan ikan, perlindungan sosial, hingga penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Dalam koordinasi tersebut, Bupati menyampaikan berbagai kondisi riil yang dihadapi para nelayan di Kabupaten Banggai Kepulauan, termasuk tantangan dalam peningkatan produktivitas hasil tangkapan, akses terhadap bantuan pemerintah, serta perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat.

Bupati juga menegaskan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu penopang utama perekonomian daerah, sehingga perhatian serius terhadap kesejahteraan nelayan menjadi prioritas penting dalam pembangunan daerah.

“Nelayan merupakan ujung tombak ekonomi pesisir. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar program perlindungan dan pemberdayaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Bapak Mahrus, S.St.Pi., M.Si., menyambut baik kunjungan dan koordinasi tersebut. Ia menyampaikan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk terus mendukung daerah-daerah kepulauan seperti Banggai Kepulauan dalam memperkuat sektor perikanan dan kesejahteraan nelayan.

Melalui koordinasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mewujudkan nelayan yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. (Decky-KOMDIGI)

Surabaya, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan resmi melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tentang penyusunan Dokumen Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital pemerintahan menuju pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Acara tersebut dihadiri oleh Prof. Agus Muhamad Hatta, S.T., M.Si., Ph.D selaku Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian, Tony Dwi Susanto, S.T., M.T., Ph.D selaku Kepala Peneliti LBE E-Government & IT Governance ITS, Bupati Banggai Kepulauan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banggai Kepulauan, Kepala Bidang Aptika Diskominfo Banggai Kepulauan, tim ahli dari ITS, serta seluruh peserta yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST., MT., AIFO, menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam penyelenggaraan pemerintahan modern.

Menurutnya, masyarakat saat ini menuntut pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel sehingga pemerintah daerah harus mampu menjawab tantangan tersebut melalui implementasi SPBE secara menyeluruh.

Bupati menjelaskan bahwa untuk membangun pemerintahan digital yang kuat, diperlukan arah yang jelas melalui sebuah blueprint atau cetak biru pembangunan digital. Oleh karena itu, kerja sama dengan ITS dalam penyusunan dokumen arsitektur dan peta rencana SPBE dinilai sangat krusial bagi masa depan pembangunan digital di Banggai Kepulauan.

“Kerja sama ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah seluruh perangkat daerah agar memiliki panduan yang sama dalam pengembangan teknologi informasi, sehingga tidak ada lagi aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri maupun tumpang tindih,” ucap Bupati.

Selain itu, penyusunan peta rencana ini juga diharapkan mampu menciptakan efisiensi anggaran melalui investasi teknologi informasi yang lebih tepat sasaran dan terintegrasi.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa ujung dari seluruh proses ini adalah peningkatan kualitas pelayanan publik. Masyarakat Banggai Kepulauan diharapkan dapat merasakan kemudahan akses terhadap layanan pemerintah melalui sistem digital yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa ITS sebagai salah satu institusi teknologi terbaik di Indonesia memiliki kapasitas besar untuk membantu memetakan potensi serta tantangan spesifik Banggai Kepulauan, khususnya sebagai daerah kepulauan yang memiliki karakteristik infrastruktur digital yang unik.

Kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati menginstruksikan agar memberikan dukungan data yang akurat dan bekerja sama secara aktif dengan tim ahli ITS. Ia berharap dokumen yang disusun nantinya tidak hanya menjadi arsip semata, tetapi benar-benar menjadi pedoman utama dalam pembangunan digitalisasi daerah.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor ITS beserta seluruh tim atas kesediaannya berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Ia berharap sinergi ini menjadi awal yang baik menuju daerah yang cerdas, inovatif, dan kompetitif di era digital.

“Semoga sinergi ini menjadi awal yang baik bagi kemajuan Kabupaten Banggai Kepulauan menuju daerah yang cerdas, inovatif, dan kompetitif di era digital,” tutup Bupati. (Decky-KOMINFO)

Surabaya, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dalam upaya mempercepat transformasi digital pemerintahan. Penandatanganan berlangsung di ruang pertemuan ITS dan dipimpin langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, Rabu (29/4/2026).

Rusli menegaskan, digitalisasi kini menjadi kebutuhan mendesak dalam tata kelola pemerintahan modern. “Transformasi digital adalah keharusan. Masyarakat menuntut layanan yang cepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Kerja sama ini difokuskan pada penyusunan dokumen arsitektur dan peta rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dokumen tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun sistem pemerintahan yang terintegrasi dan efisien, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurut Rusli, selama ini pengembangan teknologi informasi di lingkungan perangkat daerah masih berjalan parsial dan belum terintegrasi. Melalui kolaborasi dengan ITS, pemerintah daerah ingin memastikan adanya keselarasan kebijakan serta integrasi sistem agar tidak terjadi tumpang tindih aplikasi maupun pemborosan anggaran.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam investasi teknologi informasi. Dengan peta rencana yang matang, belanja daerah di sektor digital diharapkan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat.

Pihak ITS diwakili antara lain oleh Agus Muhamad Hatta, Beny Cahyono, dan Tony Dwi Susanto. Kehadiran tim akademisi ini dinilai strategis dalam membantu pemerintah daerah memetakan kebutuhan serta tantangan pengembangan SPBE, khususnya di wilayah kepulauan dengan karakteristik infrastruktur digital yang berbeda.

Dari pihak Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmad Labou, serta Kepala Bidang Aplikasi Informasi, Persandian, dan Statistik, Dani Mania.

Rusli menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung penuh penyusunan dokumen tersebut dengan menyediakan data yang akurat dan berkolaborasi aktif bersama tim ITS.

Ia menegaskan, dokumen SPBE tidak boleh sekadar menjadi arsip, melainkan harus menjadi pedoman utama dalam pembangunan digital daerah.

“Dokumen ini harus menjadi acuan bersama, bukan hanya tersimpan di lemari, tetapi benar-benar diimplementasikan,” kata Rusli.Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan ITS menjadi langkah awal bagi Banggai Kepulauan menuju daerah yang cerdas, inovatif, dan kompetitif di era digital. (Roy-KOMINFO)

Banggai Laut, BanggaiKep.go.id — Dalam rangka memperkuat sinergitas antar pemerintah daerah dalam pengelolaan aset daerah serta optimalisasi pengembalian kerugian daerah oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pernah bertugas di Kabupaten Banggai Laut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan koordinasi dan konsultasi bersama Pemerintah Kabupaten Banggai Laut, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai tersebut dilaksanakan di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Laut dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Laut, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai Laut, serta Inspektur Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam membangun koordinasi lintas daerah, khususnya terkait pengelolaan aset daerah yang masih memiliki keterkaitan administratif maupun tanggung jawab keuangan oleh ASN yang sebelumnya bertugas di wilayah Kabupaten Banggai Laut.

Dalam pembahasan tersebut, kedua pemerintah daerah menekankan pentingnya penataan aset secara tertib, transparan, dan akuntabel guna mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain itu, upaya optimalisasi pengembalian kerugian daerah menjadi perhatian utama sebagai bentuk penegakan disiplin administrasi dan tanggung jawab ASN terhadap keuangan daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Aris Susanto menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh proses pengelolaan aset berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan administrasi yang masih tertunda.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Laut Saiful U. Usuria menyambut baik langkah koordinatif tersebut dan berharap sinergi antar daerah dapat terus diperkuat, terutama dalam penyelesaian persoalan yang menyangkut aset daerah dan pengembalian kerugian keuangan daerah.

Melalui pertemuan ini, diharapkan tercipta solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam penyelesaian berbagai persoalan aset daerah, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dan Pemerintah Kabupaten Banggai Laut dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, pimpin kegiatan Rapat Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan dalam rangka peningkatan pemahaman Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Senin (27/4/ 2026).

Kegiatan yang dihadiri Ketua DPRD, perangkat daerah, hingga pemangku kepentingan sektor kesehatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam mendukung implementasi program JKN-KIS di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Aris Susanto menegaskan bahwa program JKN-KIS yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

“Program ini bukan hanya bentuk kehadiran negara, tetapi juga wujud komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengakui, keberhasilan implementasi program tersebut tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya pemahaman yang baik dari seluruh pemangku kepentingan, serta sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan masyarakat.

Forum komunikasi dan kemitraan ini, menurut dia, memiliki peran penting dalam menyamakan persepsi sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pihak terkait.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program JKN-KIS, baik melalui perluasan cakupan kepesertaan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, maupun pengawasan pelaksanaan program di lapangan.

Aris juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut.

“Melalui forum ini diharapkan lahir berbagai masukan dan rekomendasi konstruktif guna penyempurnaan pelaksanaan program JKN-KIS ke depan,” kata dia.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD, Ketua Komisi I Banggai Kepulauan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran kepala perangkat daerah dan tenaga kesehatan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, S.E.M.E membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri pada upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (27/4/2026).

Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Tanpa koordinasi yang baik, tujuan pembangunan nasional dinilai tidak akan tercapai secara optimal.

Dalam pidato tersebut, terdapat sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat, antara lain integrasi perencanaan dan penganggaran nasional dengan daerah, reformasi birokrasi berbasis hasil, serta penguatan kemandirian fiskal daerah. Selain itu, kolaborasi antar daerah dan fokus pada pelayanan dasar juga menjadi sorotan utama pemerintah.

Sekda Muh. Aris Susanto saat membacakan sambutan itu juga menekankan pentingnya stabilitas dan ketahanan daerah di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim, ketahanan pangan, dan dinamika ekonomi.

“Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif dalam merancang kebijakan yang relevan dengan potensi lokal,” demikian salah satu poin penting dalam sambutan tersebut.

Lebih lanjut, pemerintah pusat mengingatkan agar seluruh daerah tetap mengedepankan prinsip efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan, termasuk peringatan Hari Otonomi Daerah. Kegiatan diminta dilakukan secara sederhana, efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Upacara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Banggai Kepulauan, Arkan Supu. Hadir pula sejumlah unsur Forkopimda dan pejabat daerah, di antaranya Kabar Ops Polres Bangkep Maikun, Pabung 1308/LB Baharudin, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Banggai Laut Edisman.

Selain itu, tampak Asisten I Setda Banggai Kepulauan Rahman Hasan, Asisten III Tommy Boy Luasusun, Staf Ahli Abdi Gunawan dan Muchsin HS Yasano, para kepala perangkat daerah, serta pejabat eselon III di lingkungan Setda Banggai Kepulauan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kegiatan Sosialisasi Kartu Tanda Anggota (KTA) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) dan program Tuntas Baca Qur’an (TBQ) yang dirangkaikan dengan silaturahim guru Pendidikan Agama Islam dan guru Pendidikan Agama Kristen se-Kabupaten Banggai Kepulauan berlangsung khidmat, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan bertempat di Ruang Auditorium Bappeda dan Litbang Banggai Kepulauan dan dihadiri oleh Wakil Wakil Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Dinsos, para kepala perangkat daerah, Ketua AGPAII beserta jajaran pengurus, narasumber, panitia, serta para guru agama Islam dan Kristen dari seluruh wilayah Banggai Kepulauan.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis, khususnya dalam menghadapi perkembangan era digital saat ini.

Sosialisasi KTA AGPAII berbasis digital dinilai sebagai langkah penting dalam pemutakhiran data keanggotaan, sekaligus upaya meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan konektivitas antar anggota dalam satu wadah organisasi.

“Digitalisasi KTA bukan sekadar tertib administrasi, tetapi juga memperkuat identitas profesional guru pendidikan agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan,” ujar Rusli.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa program TBQ (Tuntas Baca Qur’an) disebut sebagai langkah konkret dalam memastikan generasi muda memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Hal ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, akhlak, serta spiritualitas peserta didik.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahim antara guru Pendidikan Agama Islam dan guru Pendidikan Agama Kristen. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat toleransi, persatuan, dan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Ini adalah contoh nyata bagaimana kita membangun harmoni di tengah keberagaman. Banggai Kepulauan harus terus menjadi daerah yang rukun, damai, dan saling menghargai,” tambah Bupati.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan. Guru dinilai sebagai ujung tombak dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh guru untuk terus berinovasi, meningkatkan kapasitas diri, serta menjaga semangat pengabdian dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Kegiatan Sosialisasi KTA AGPAII dan program TBQ serta silaturahim guru agama secara resmi dibuka dengan harapan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di daerah tersebut. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Peringatan Hari Kartini Ke-147, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady resmi melantikan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Banggai Kepulauan masa bakti 2026–2030, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan bertempat di Auditorium Bappeda dan Litbang dan dihadiri oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Kepala Kementerian Agama, Kepala BPS, pimpinan perangkat daerah, serta perwakilan berbagai organisasi wanita.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus GOW yang baru dilantik. Ditekankan bahwa amanah yang diberikan merupakan tanggung jawab besar, namun diyakini dapat dijalankan dengan baik melalui semangat kebersamaan, dedikasi, dan komitmen yang tinggi.

Momentum pelantikan ini dinilai semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, yang menjadi simbol perjuangan perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan, pendidikan, dan peran strategis dalam pembangunan. Semangat Kartini diharapkan terus hidup dan diwujudkan dalam karya nyata oleh perempuan di daerah.

“Gabungan Organisasi Wanita (GOW) memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pemberdayaan perempuan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas,” ucap Bupati.

Oleh karena itu, GOW diharapkan menjadi wadah yang solid, inklusif, serta mampu menyatukan berbagai organisasi wanita untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Selain itu kata Rusli, perempuan saat ini dipandang bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai penggerak utama dalam berbagai sektor kehidupan. Para pengurus GOW diharapkan terus berinovasi, meningkatkan kapasitas, dan aktif mengambil bagian dalam program-program strategis daerah, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan bersinergi dengan GOW, agar organisasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Kegiatan pelantikan secara resmi dibuka dengan harapan agar seluruh pengurus dapat menjalankan tugas dan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, serta senantiasa mendapatkan bimbingan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Rusli. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, Banggaikep.go.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Banggai Kepulauan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar kegiatan koordinasi dan komunikasi (KORKOM-SE) dalam rangka pendataan Sensus Ekonomi. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam menghadirkan data ekonomi yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan Daerah. Di Ruang Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika  Banggai Kepulauan, Senin 20/04/2026

Dalam Koordinasi dan Komunikasi Sensus Ekonomi tersebut penekanannya Adalah pentingnya kolaborasi antara BPS sebagai produsen data statistik dan Kominfo sebagai wali data daerah dalam kerangka implementasi Satu Data Indonesia. Sensus Ekonomi yang mencakup seluruh sektor usaha diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi, potensi, serta pertumbuhan ekonomi di Banggai Kepulauan.

Kepala BPS Banggai Kepulauan, Hendra Setiawan, SST. Sumber Dok. Kominfo

Kepala BPS Banggai Kepulauan, Hendra Setiawan, SST, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi bertujuan untuk mendata seluruh aktivitas usaha di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri, hingga jasa seperti perhotelan dan pariwisata. “Sensus Ekonomi ini mencakup seluruh usaha ekonomi, sehingga nantinya kita dapat melihat angka pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh di Banggai Kepulauan,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan dibarengi dengan pemutakhiran data DTSN/DTKS secara populasi. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya, seperti masih adanya usaha yang belum terdata, ketidakakuratan data, serta pembaruan data yang belum berkelanjutan. Mengingat sensus terakhir dilaksanakan pada tahun 2016, maka dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dipastikan telah terjadi peningkatan dan perubahan signifikan pada jumlah serta jenis usaha di daerah.

Lebih lanjut, Hendra berharap seluruh kategori usaha dapat terdata tanpa terkecuali. Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan jujur kepada petugas sensus. “Manfaatnya bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk seluruh masyarakat Banggai Kepulauan dalam mendukung pembangunan yang lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Kepala Dinas Kominfo Banggai Kepulauan, Rahmad Labou, S.STP., M.A.P. Sumber Dok Kominfo

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Banggai Kepulauan, Rahmad Labou, S.STP., M.A.P, menegaskan komitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi. Menurutnya, ketersediaan data yang akurat menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang tepat. “Banggai Kepulauan masih menghadapi keterbatasan data dalam mendukung pengambilan kebijakan. Tanpa data yang memadai, tentu berpotensi menimbulkan kesalahan dalam menentukan arah pembangunan,” jelasnya.

Rahmad juga mengungkapkan bahwa meskipun Peraturan Bupati tentang Satu Data Indonesia telah ditetapkan, implementasinya di daerah masih belum optimal. Hal ini terlihat dari adanya perbedaan data antar OPD, belum terintegrasinya sistem informasi, serta belum tersedianya satu portal data bersama sebagai rujukan utama.Selain itu, koordinasi antar OPD dinilai masih perlu diperkuat. Selama ini, pengelolaan data masih berjalan secara sektoral dan belum terintegrasi secara menyeluruh. Peran Kominfo sebagai wali data pun diakui belum berjalan maksimal.

Momentum pelaksanaan Sensus Ekonomi  dinilai sebagai peluang besar untuk mengaktifkan kembali implementasi Satu Data Indonesia di daerah. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penuh pelaksanaan sensus ini. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar kebijakan pemerintah agar lebih tepat, terarah, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Rahmad.

Dengan sinergi antara BPS dan Kominfo, diharapkan Sensus Ekonomi tahun ini dapat menjadi titik awal terbentuknya baseline data tunggal daerah. Data tersebut akan menjadi fondasi penting dalam sinkronisasi data ekonomi dan sosial, sekaligus menjadi pijakan menuju Banggai Kepulauan yang lebih maju dan berdaya saing di masa depan. (IKP- Roy.Kominfo BANGKEP)

 

Oluno, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady hadiri Kegiatan doa bersama sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Taqwa di Desa Oluno, Kecamatan Bulagi pada Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan di hadiri Ketua TP PKK Kab. Banggai Kepulauan, Sekretaris Daerah, Kadis Kominfo, Kementerian Agama, Unsur Forkopimcam, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa Oluno.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh hadirin dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk melaksanakan doa bersama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid At-Taqwa.

“Pembangunan masjid ini tidak hanya dimaknai sebagai pendirian bangunan fisik semata, melainkan sebagai langkah strategis dalam membangun pusat peradaban umat,” ucap Bupati.

Selain itu Masjid diharapkan menjadi tempat ibadah, pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta wadah kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pemerintah dan seluruh pihak yang hadir memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Oluno atas semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan masjid tersebut. Hal ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat.

Bupati juga berharap proses pembangunan Masjid At-Taqwa dapat berjalan lancar, tepat waktu, serta sesuai harapan bersama. Dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun materi.

Momentum ini juga menjadi ajakan untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak dan moral, khususnya bagi generasi muda. (Decky-KOMDIGI)