Sosom, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar pertemuan dengan keluarga almarhum Ananda Azriel di rumah duka yang berlokasi di Desa Sosom, Kecamatan Bulagi pada pukul 19:00 WIB hingga selesai. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan sebagai bentuk kepedulian dan empati pemerintah daerah terhadap keluarga yang tengah berduka, Selasa (2/6/2026).

Selain Bupati, kegiatan itu turut dihadiri Direktur Utama RS Trikora Salakan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, Pelaksana Tugas Camat Bulagi, Kepala Desa Sosom, serta masyarakat dan keluarga korban. Sementara itu, Wakil Bupati Banggai Kepulauan mengikuti pertemuan melalui sambungan video call.

Dalam suasana yang penuh haru dan kekeluargaan, Bupati menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Ananda Azriel. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan moral sekaligus mendengarkan langsung aspirasi, masukan, dan harapan dari keluarga korban maupun masyarakat terkait peristiwa yang terjadi.

“Kehadiran pemerintah daerah di tengah keluarga yang berduka merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus wujud kepedulian terhadap masyarakat. Kami turut merasakan kehilangan yang dialami keluarga dan berharap mereka diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Bupati.

Pada kesempatan yang sama, pihak Dinas Kesehatan dan manajemen RS Trikora Salakan juga memberikan penjelasan terkait berbagai hal yang menjadi perhatian masyarakat. Dialog berlangsung secara terbuka dan kondusif, dengan keluarga korban menyampaikan sejumlah harapan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Keluarga almarhum Azriel menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta jajaran pemerintah daerah yang dinilai menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat di tengah suasana duka. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril sejak awal hingga berlangsungnya pertemuan tersebut.

Pertemuan berlangsung dengan tertib dan penuh rasa kekeluargaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan belasungkawa kepada almarhum Ananda Azriel.

Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap komunikasi yang terjalin antara pemerintah, keluarga korban, dan masyarakat dapat memperkuat rasa kebersamaan serta menjadi bagian dari upaya mencari solusi dan perbaikan pelayanan ke depan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Kesehatan menggelar rapat koordinasi (rakor) jejaring ambulans secara virtual melalui Zoom Meeting bersama seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa (2/6/2026).

Rapat di hadiri, kadis kesehatan, sekdis, kabid pelayanan kesehatan, dan hadir via zoom Direktur RS Trikora, Direktur RS Pratama Bilabanggai dan kepala puskesmas se-kab Bangkep.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Banggai Kepulauan harus tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus tetap menjalankan pelayanan sebagaimana mestinya dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan dan keselamatan pasien,” tegas Bupati.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat terkait mekanisme dan prosedur pelayanan ambulans. Menurutnya, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memahami tata cara pemanfaatan layanan ambulans, sehingga diperlukan penyampaian informasi yang lebih jelas dan merata hingga ke tingkat desa.

“Seluruh puskesmas diharapkan dapat memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai prosedur penggunaan ambulans, termasuk jenis layanan yang tersedia, agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rencana tindak lanjut (RTL) yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, yaitu pembentukan jejaring ambulans se-Kabupaten Banggai Kepulauan. Jejaring ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar fasilitas kesehatan, mempercepat respons pelayanan kegawatdaruratan, serta memastikan ketersediaan ambulans bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan bersama seluruh kepala puskesmas menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan Bupati melalui peningkatan koordinasi, penguatan sistem rujukan, serta optimalisasi pelayanan ambulans di seluruh wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap pelayanan ambulans dan layanan kesehatan kepada masyarakat dapat semakin efektif, cepat, dan tepat sasaran. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai acara purna tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, H. Sofyan Arsyad, S.Pd.I., M.Si., yang digelar di Kantor Kementerian Agama Banggai Kepulauan, Selasa, (2/6/2026).

Acara tersebut dihadiri Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T., M.T., AIFO, jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, pimpinan instansi vertikal, Ketua MUI Bangkep, Ketua Baznas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pendidikan, serta keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian H. Sofyan Arsyad selama memimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan. Menurutnya, Sofyan telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kehidupan keagamaan, memperkuat kerukunan umat beragama, dan mendukung berbagai program pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, saya menyampaikan apresiasi yang tulus atas kontribusi dan pengabdian Bapak H. Sofyan Arsyad dalam membangun kehidupan keagamaan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah,” kata Rusli.

Bupati menilai selama menjabat, Sofyan menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, memperkuat moderasi beragama, membina kerukunan antar umat beragama, serta membangun sinergi yang harmonis antara Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah.

Menurut Rusli, masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan fase baru yang menandai keberhasilan seseorang dalam menunaikan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap nilai-nilai integritas, profesionalisme, keteladanan, dan semangat pelayanan yang diwariskan Sofyan dapat terus dilanjutkan oleh seluruh jajaran Kementerian Agama.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga H. Sofyan Arsyad yang selama ini memberikan dukungan dalam setiap langkah pengabdiannya. “Keberhasilan seorang pemimpin tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga yang selalu menyertai,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, H. Sofyan Arsyad mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru setelah menuntaskan masa pengabdian sebagai aparatur sipil negara. Ia menyebut purna tugas bukanlah perpisahan, melainkan perpindahan peran dalam perjalanan kehidupan.

“Hari ini adalah hari yang spesial bagi saya dan keluarga. Saya tidak merasa berpisah, tetapi hanya berpindah peran dalam panggung kehidupan. Jabatan hanyalah amanah dan titipan, tetapi kejujuran serta kebaikan adalah warisan yang akan terus dikenang,” ujar Sofyan.

Selama memimpin Kantor Kementerian Agama, Sofyan mengaku lebih mengedepankan keteladanan dibandingkan pendekatan yang bersifat instruktif. Ia percaya disiplin yang lahir dari kesadaran akan lebih kuat daripada disiplin yang muncul karena tekanan.

“Saya selalu percaya bahwa disiplin yang lahir dari kesadaran jauh lebih kuat daripada disiplin yang lahir dari tekanan. Karena itu saya berusaha memimpin dengan memberi contoh,” katanya.

Sofyan juga menegaskan bahwa keberhasilan yang diraihnya selama bertugas merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat Banggai Kepulauan.

“Saya bukan Superman. Saya hanya berusaha membangun super tim. Kalau hari ini ada apresiasi kepada saya, itu karena saya bekerja bersama orang-orang hebat,” ujarnya.

Menjelang akhir sambutannya, Sofyan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung tugas dan pengabdiannya. Ia juga memohon maaf atas segala kekhilafan selama menjalankan amanah sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan.

Acara purna tugas tersebut berlangsung penuh haru. Sejumlah tamu tampak meneteskan air mata saat memberikan ucapan selamat dan penghormatan kepada Sofyan Arsyad yang telah mengakhiri masa baktinya setelah bertahun-tahun mengabdi dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan penguatan kerukunan umat beragama di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Perpisahan menjadi berat bukan karena lamanya kebersamaan, tetapi karena indahnya kebersamaan yang pernah kita bangun bersama. Semoga silaturahmi tetap terjaga dan kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk terus berbuat baik,” tutupnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, ST., MT., AIFO, menghadiri rapat evaluasi KKDMP yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Selasa (02/06/2026).

Rapat evaluasi tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kismanto, SH., MH, unsur TNI yang diwakili para Danramil, para camat se-Kabupaten Banggai Kepulauan, lurah, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam arahannya, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menegaskan bahwa Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan program prioritas nasional yang wajib didukung dan disukseskan oleh seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa.

“Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu prioritas nasional yang harus kita sukseskan bersama. Tidak ada lagi kata mundur atau berbagai alasan untuk tidak melaksanakan program ini, karena ini merupakan Program Strategis Nasional yang telah tertuang dalam RPJMN dan menjadi kewajiban kita semua untuk mendukung keberhasilannya,” tegas Bupati.

Menurutnya, berbagai kendala yang muncul di lapangan, terutama terkait penyediaan lahan, bukanlah alasan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan. Ia menilai sebagian besar permasalahan tersebut telah diketahui sejak awal dan saat ini sedang dicarikan solusi terbaik melalui kolaborasi semua pihak.

“Saya minta kepada seluruh camat untuk terus memberikan motivasi dan semangat kepada pemerintah desa. Jangan sampai camat justru menyerah lebih dahulu. Kalau kita bersungguh-sungguh, saya yakin semua persoalan dapat diselesaikan. Tidak ada yang sulit apabila ada kemauan dan kerja sama,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi sejumlah desa yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung program tersebut, termasuk masyarakat yang secara swadaya mengumpulkan dana untuk pengadaan lahan. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kesungguhan dan partisipasi masyarakat.

Terkait persoalan lahan, Rusli Moidady menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari lokasi yang memenuhi persyaratan, baik dari sisi luas, kualitas maupun aksesibilitas. Apabila lahan yang ideal tidak tersedia, maka akan dicari alternatif terbaik yang tetap memungkinkan pembangunan dilakukan dengan dukungan sarana pendukung lainnya.

Ia juga meminta agar setiap permasalahan yang ditemukan di tingkat desa segera dilaporkan secara berjenjang agar dapat ditangani bersama.

“Kalau ada masalah di desa, sampaikan ke kecamatan. Jika belum terselesaikan di kecamatan, laporkan ke kabupaten. Kalau masih membutuhkan dukungan, kita koordinasikan dengan pemerintah provinsi. Jangan menyimpan masalah sendiri. Semua persoalan pasti ada jalan keluarnya jika kita komunikasikan dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memberikan dukungan penuh terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia meminta agar tidak ada pihak yang justru membangun opini negatif yang dapat menghambat pelaksanaan program.

“Program ini adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai ada ASN yang memberikan pernyataan-pernyataan yang justru melemahkan semangat masyarakat. Yang harus kita lakukan adalah memberikan solusi, dukungan, dan keyakinan bahwa program ini akan membawa manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan keberhasilan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian desa. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, S.T.M.T, AIFO membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar Senin, 1 Juni 2026.

 

Dalam sambutan tersebut, ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh bangsa untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan Indonesia, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Bupati Rusli Moidady.

Dalam sambutan itu juga disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pancasila disebut menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia untuk menjembatani perbedaan serta menghentikan berbagai konflik yang terjadi.

Indonesia juga dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian global melalui keterlibatan pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.

Selain menyoroti peran Indonesia di tingkat internasional, sambutan tersebut juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Kepala BPIP.

Kepada para menteri dan kepala daerah, termasuk seluruh penyelenggara pemerintahan di berbagai tingkatan, disampaikan pesan agar setiap kebijakan publik selalu berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta memberikan perlindungan kepada kelompok yang paling rentan.

Pemerintah juga diingatkan untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi mengganggu harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menutup sambutannya, Kepala BPIP mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,”

Kegiatan bertempat di halaman kantor bupati di hadir Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Pabung 1308 L/B, serta undangan lainnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (1/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Bupati Rusli Moidady.

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pancasila menjadi fondasi utama kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dinilai sangat relevan sebagai instrumen diplomasi dalam menjembatani perbedaan serta menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di dunia.

Indonesia, lanjutnya, terus menunjukkan kepemimpinan nyata melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan. Hal tersebut merupakan implementasi dari sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Selain itu, sambutan Kepala BPIP juga mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus senantiasa dibarengi dengan arah moral yang kuat. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam setiap tindakan dan keputusan.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” tegasnya.

Kepada para menteri, kepala daerah, serta seluruh penyelenggara pemerintahan, disampaikan pesan agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan selalu berlandaskan prinsip keadilan sosial, memberikan perlindungan kepada masyarakat kecil, dan memastikan tidak ada warga negara yang merasa ditinggalkan dalam proses pembangunan.

Di akhir sambutan, seluruh komponen bangsa diajak untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

“Marilah kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, kuat dalam persatuan, dan kokoh dalam nilai-nilai kemanusiaan. Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa,” tutup sambutan tersebut.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Banggai Kepulauan diikuti oleh unsur Ketua DPRD, Kepala OPD Lingkup Pemda, TNI-Polri, serta undangan lainnya. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-III Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banggai Kepulauan yang digelar di Aula BPU Kecamatan Tinangkung berlangsung khidmat dan penuh semangat ukhuwah, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar NU untuk melakukan evaluasi organisasi, memperkuat konsolidasi, serta memilih kepengurusan baru yang akan mengemban amanah pada masa khidmat berikutnya.

Konferensi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Pengurus Wilayah NU Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, Pimpinan Pengurus Cabang NU Banggai Kepulauan, Ketua NU Banggai Laut, Ketua MUI Banggai Kepulauan, Ketua PHBI Banggai Kepulauan, Ketua Baznas Banggai Kepulauan, Ketua FKUB Banggai Kepulauan, pengurus NU tingkat kecamatan, pengurus Muhammadiyah, pengurus Alkhairaat, Wanita Islam Alkhairaat, Fatayat NU, Muslimat NU, Ansor dan Banser Banggai Kepulauan, Ketua KNPI, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta Konfercab III NU.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama atas kontribusinya dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan umat, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh toleransi.

“Selama ini Nahdlatul Ulama telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan berkeadaban. Kehadiran NU tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan sosial yang memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa maupun pembangunan daerah,” ujar perwakilan pemerintah daerah Rusli Moidady.

Disampaikan pula bahwa NU telah hadir di tengah masyarakat melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, kegiatan sosial, hingga pembinaan generasi muda. Peran tersebut menjadikan NU sebagai perekat persaudaraan dan penyejuk dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, Konferensi Cabang ke-III ini dinilai bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk mengevaluasi program kerja, menyusun langkah-langkah organisasi ke depan, memperkuat konsolidasi internal, serta menentukan kepemimpinan yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi organisasi dan kemaslahatan umat.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga berharap sinergi antara NU dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks, baik di bidang pendidikan, ekonomi masyarakat, pembinaan moral generasi muda, maupun upaya menjaga kerukunan sosial.

“Tantangan pembangunan ke depan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kerja sama yang baik antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti NU sangat penting untuk memastikan pembangunan daerah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, warga Nahdlatul Ulama juga diajak untuk terus menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta menangkal berbagai paham yang berpotensi memecah belah masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, masyarakat dinilai membutuhkan keteladanan, kesejukan, dan dakwah yang menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Menutup sambutannya, pemerintah daerah berharap seluruh rangkaian Konfercab III NU Kabupaten Banggai Kepulauan dapat berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat ukhuwah Islamiyah. Para peserta konferensi juga diharapkan menjadikan perbedaan pandangan sebagai kekuatan dalam bermusyawarah guna menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi.

“Pilihlah pemimpin yang memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen kuat dalam mengabdi kepada umat, daerah, dan bangsa. Semoga Konferensi Cabang III Nahdlatul Ulama Kabupaten Banggai Kepulauan melahirkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa manfaat bagi organisasi, masyarakat, dan pembangunan daerah,” tutup Rusli. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan kafilah terbaik untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Peserta MTQ XXXI yang berlangsung di Masjid Nur Hidayah, Sabtu (30/05/2026)

Kegiatan di hadiri, Kakan kemenag kabupaten Banggai kepulauan, Ketua MUI Banggai Kepulauan, Para pelatih, pembina official dan pendamping kafilah MTQ, Peserta MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dalam ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi Qurani yang mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih juara, tetapi juga merupakan sarana syiar Islam serta media pembentukan karakter dan spiritual generasi muda. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi yang berakhlak mulia, disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap seluruh proses pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan. Harapannya, para peserta dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun tingkat yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta diingatkan bahwa keberhasilan tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses latihan yang sungguh-sungguh, disiplin, kerja keras, serta doa yang terus dipanjatkan. Oleh karena itu, seluruh peserta diminta memanfaatkan pelatihan ini secara optimal dengan mengikuti arahan para pelatih dan pembina secara serius dan penuh semangat.

Selain itu, para pelatih dan pembina juga mendapat apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membimbing para peserta. Peran mereka dinilai sangat penting dalam membentuk generasi Qurani yang berkualitas dan berdaya saing.

Pemerintah daerah juga mengingatkan seluruh anggota kafilah untuk senantiasa menjaga nama baik Kabupaten Banggai Kepulauan dengan menunjukkan sikap santun, disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQ.

Lebih lanjut disampaikan bahwa momentum pelatihan ini hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, serta penuh toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menutup sambutannya, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa kepada kafilah Kabupaten Banggai Kepulauan agar diberikan kesehatan, kemudahan, dan kemampuan terbaik dalam mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026, sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan bagi daerah. (Decky-KOMINFO)

Ambelang, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T.M.T., AIFO menyerahkan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Ar-Rahman, Desa Ambelang, Kecamatan Tinangkung, Rabu, (27/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, Ketua Baznas, Camat Tinangkung, Kepala Desa Ambelang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Ar-Rahman.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian dan kepedulian kepada masyarakat Banggai Kepulauan melalui bantuan hewan kurban tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan kemasyarakatan Presiden RI berupa sapi kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah,” ujar Bupati.

Menurut dia, bantuan tersebut bukan hanya memiliki nilai material, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan perhatian pemerintah kepada masyarakat di daerah.

Ia mengatakan, momentum Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Pemerintah daerah berharap bantuan hewan kurban dapat memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan.

“Melalui penyerahan hewan kurban ini, kita berharap kebahagiaan Hari Raya Idul Adha dapat dirasakan secara bersama-sama oleh masyarakat,” katanya.

Bupati juga mengajak masyarakat menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam membangun daerah. Ia menilai Idul Adha menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selain penyerahan hewan kurban, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui tim teknis Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia Tahun 2026 menyerahkan laporan rekomendasi teknis dan kesehatan hewan kurban Presiden RI.

Penanggung Jawab Kabupaten atau Person In Charge (PIC) Banmas Presiden RI Kabupaten Banggai Kepulauan menjelaskan bahwa proses penetapan sapi kurban Presiden telah melalui tahapan seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga verifikasi teknis sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Dua ekor sapi jenis Bali milik peternak Hardi, warga Desa Kautu, dinyatakan layak dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia. Sapi pertama bernama Sultan memiliki bobot hidup 640 kilogram, sedangkan sapi kedua bernama Kaisar berbobot 560 kilogram.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis dan kesehatan hewan, maka dua ekor sapi milik saudara Hardi dinyatakan layak dan memenuhi syarat untuk direkomendasikan sebagai Bantuan Kemasyarakatan Hewan Kurban Presiden Republik Indonesia Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujar PIC Banmas Presiden dalam laporannya.

Seleksi hewan kurban dilakukan oleh tim teknis bidang peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian Kabupaten Banggai Kepulauan. Dari hasil seleksi tersebut diperoleh dua sapi dengan bobot di atas 500 kilogram yang berasal dari Desa Kautu, Kecamatan Tinangkung.

Penyembelihan hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia dijadwalkan berlangsung pada Hari Raya Idul Adha di Masjid Ar-Rahman Desa Ambelang, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pemerintah daerah berharap bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia tersebut dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, khususnya warga Desa Ambelang dan sekitarnya. (Roy-KOMINFO)

Ambelang, BanggaiKep.go.id – Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST.,MT.,AIFO secara resmi menyerahkan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Ar-Rahman, Desa Ambelang, Kecamatan Tinangkung, Rabu, (27/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda  Ketua MUI, Ketua Baznas, Camat Tinangkung, Kepala Desa Ambelang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Ar-Rahman.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian dan kepedulian kepada masyarakat Banggai Kepulauan melalui bantuan hewan kurban tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan kemasyarakatan Presiden RI berupa sapi kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah,” ujar Bupati.

Ia mengatakan, bantuan tersebut bukan hanya memiliki nilai material, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan perhatian pemerintah kepada masyarakat di daerah.

Menurut dia, momentum Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Karena itu, pemerintah berharap bantuan hewan kurban dapat memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan.

“Melalui penyerahan hewan kurban ini, kita berharap kebahagiaan Hari Raya Idul Adha dapat dirasakan secara bersama-sama oleh masyarakat,” katanya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam membangun daerah. Ia menilai Idul Adha menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, ia meminta panitia kurban dan pengurus Masjid Ar-Rahman agar proses penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban dilakukan secara tertib dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang berhak menerima.

Acara penyerahan bantuan sapi kurban berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Warga Desa Ambelang menyambut baik bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Roy-KOMINFO)