Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey pimpin Rapat Koordinasi Program Kerja Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Banggai Kepulauan Periode II Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (29/6/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kaban Bappeda Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Rombongan KKN PPM UGM, Kepala Perangkat Daerah Terkait Di Wakilkan, Perwakilan Mahasiswa KKN PPM UGM Yang sempat Hadir.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Serfi Kambey menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa serta dosen pembimbing lapangan Universitas Gadjah Mada yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan Universitas Gadjah Mada. Kehadiran saudara-saudara merupakan suatu kehormatan sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat,” ujar Wakil Bupati.

Ia menegaskan bahwa program KKN-PPM bukan hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi wadah membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di desa.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyambut baik pelaksanaan KKN-PPM UGM dan berharap seluruh program kerja mahasiswa dapat diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung prioritas pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, pengembangan potensi wisata, transformasi digital desa, hingga penguatan kapasitas kelembagaan desa.

Wakil Bupati juga menekankan bahwa rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi, dan menyusun langkah-langkah pelaksanaan program agar berjalan efektif, terarah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepada seluruh mahasiswa KKN-PPM UGM, Serfi Kambey berpesan agar selalu menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, menghormati adat istiadat dan budaya lokal, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah desa dan masyarakat.

“Jadikan masa pengabdian ini sebagai kesempatan untuk belajar dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terbaik melalui semangat gotong royong, inovasi, dan kolaborasi,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN-PPM agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan optimal.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati berharap pelaksanaan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada di Kabupaten Banggai Kepulauan mampu menghasilkan program-program yang berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus mempererat kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dan Universitas Gadjah Mada dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan KKN-PPM ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, sukses, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan,” tutupnya. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady secara resmi mencanangkan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Banggai Kepulauan dalam sebuah kegiatan yang digelar di Ruang Auditorium Bappeda dan Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD, Asisten dan Staf Ahli Sekretariat Daerah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai Kepulauan beserta jajaran, para kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, Ketua MUI, camat, pimpinan organisasi, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) atas penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 yang merupakan agenda strategis nasional dalam menyediakan data dan informasi ekonomi yang lengkap, akurat, dan terpercaya.

“Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas data yang tersedia. Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting dalam menghadirkan potret menyeluruh mengenai kondisi perekonomian masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk berperan aktif menyukseskan pelaksanaan sensus, mulai dari membantu sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, memfasilitasi koordinasi dengan petugas BPS, hingga memastikan kelancaran pelaksanaan pendataan di lapangan.

Selain itu, seluruh ASN, masyarakat, dan pelaku usaha diimbau menerima petugas sensus serta memberikan data yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.

Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap pendataan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sejalan dengan Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri dan Kepala BPS Nomor 500.2/4680/SJ dan Nomor 1 Tahun 2026 tentang Koordinasi Pemerintah Daerah, para kepala desa diminta memastikan seluruh unit usaha BUMDes terdata secara lengkap dan akurat.

“BUMDes merupakan salah satu pilar ekonomi desa yang harus menjadi bagian dari potret ekonomi daerah. Karena itu, saya menginstruksikan seluruh kepala desa untuk memastikan setiap unit usaha BUMDes masuk dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026,” tegasnya.

Tak hanya kepada pemerintah daerah, Bupati juga berpesan kepada seluruh petugas Sensus Ekonomi agar menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, serta menjaga kerahasiaan data yang diperoleh dari masyarakat.

Ia berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banggai Kepulauan.

Melalui pencanangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berbasis data dan informasi yang valid. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Apel Gabungan Perangkat Daerah yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (29/6/2026).

Apel gabungan dipimpin langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, yang sekaligus membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka peringatan Harganas ke-33.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas.

Bupati menegaskan bahwa di tengah tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), keluarga menjadi benteng pertama dalam menghadapi derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi kehidupan anak-anak.

“Keluarga yang tangguh merupakan kunci dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan keluarga,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Menteri.

Lebih lanjut disampaikan bahwa terdapat tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus diperkuat, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi prioritas, disertai pembentukan karakter anak melalui pendidikan di lingkungan keluarga serta penguatan kesehatan mental agar anak mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, dinilai sangat penting dalam membentuk karakter serta menjaga stabilitas psikologis anak.

Selain itu, orang tua diimbau untuk bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak serta membangun komunikasi yang hangat di dalam keluarga. Menurutnya, lemahnya fungsi keluarga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas.

Di akhir sambutan, Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa. Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, menurutnya, harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, bermoral, dan berdaya saing.

“Selamat Hari Keluarga Nasional ke-33. Mari cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk mewujudkan keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang,” tutup Bupati.

Pada Peringatan Harganas ke-33 juga diserahkan penghargaan kepada 5 kategori yakni:

1. Aseptor KB Lestari 20 Tahun

2. Capaian KB PB tertinggi Kategori Kecamatan dlm rangka Peringatan Harganas (Kec. Tinangkung)

3. Capaian KB PP tertinggi (Kec. Totikum)

4. Capaian KB PB tertinggi Kategori Desa (Lumbi-Lumbia)

5. Capaian KB PP tertinggi kategori Desa (Okumel)

Turut hadir dalam kegiatan Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN, PPPK, dan para Penyuluh KB se-Kab. Banggai Kepulauan. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polres Banggai Kepulauan menggelar kegiatan olahraga bersama yang berlangsung meriah di halaman Polres Banggai Kepulauan, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Kapolres Banggai Kepulauan, Perwira Penghubung 1308/LB, Ketua TP-PKK Banggai Kepulauan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banggai Kepulauan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Pelaksana BPBD, serta Kepala Dinas Pariwisata.

Suasana penuh kebersamaan tampak sejak awal kegiatan yang diawali dengan jalan santai mengelilingi area sekitar, diikuti oleh peserta dari berbagai instansi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan senam zumba yang berlangsung energik dan penuh semangat, menambah kemeriahan peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.

Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan S.I.K dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara jajaran Polri dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kebugaran dan semangat kebersamaan dalam mendukung tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi dan menambah antusiasme peserta, panitia juga menyediakan berbagai doorprize menarik yang dibagikan di akhir kegiatan. Pembagian hadiah tersebut semakin menyemarakkan suasana dan disambut meriah oleh seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder dapat terus terjalin dengan baik, sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan diwakili Sekretaris Daerah Muh. Aris Susanto secara resmi menyampaikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, Kamis (25/6/2026).

Dalam sambutannya, Sekda mengawali dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menyampaikan penghormatan kepada pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, camat, pimpinan BUMD, serta seluruh undangan yang hadir.

Sekda menjelaskan bahwa penyampaian Raperda ini merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan keuangan daerah yang wajib dilakukan pemerintah daerah sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Pertanggungjawaban APBD sendiri merupakan laporan keuangan tahunan pemerintah daerah yang telah diaudit dan disampaikan kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Dalam pemaparannya, Aris Susanto merinci realisasi APBD Tahun Anggaran 2025, di antaranya:
Pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp820,89 miliar atau 94,78% dari target.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp58,53 miliar atau 81,76%.
Pendapatan transfer terealisasi Rp762,26 miliar atau 95,95%.
Belanja daerah mencapai Rp857,72 miliar atau 93,93% dari anggaran.

Sementara itu, komponen belanja terdiri dari belanja operasi, belanja modal, serta belanja tidak terduga. Selain itu, terdapat transfer daerah serta pembiayaan yang mencakup penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.

Pada akhir tahun anggaran 2025, tercatat defisit anggaran sebesar Rp36,82 miliar, serta Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp10,12 miliar.

Sekda juga menyampaikan bahwa laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025 telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal ini menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara baik dan sesuai standar akuntansi pemerintahan.

Dalam Raperda tersebut turut dilampirkan laporan keuangan yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Komponen ini merupakan bagian penting dalam pertanggungjawaban APBD sebagai bentuk transparansi kepada publik dan DPRD.

Sekda berharap Raperda ini dapat segera dibahas bersama DPRD untuk memperoleh persetujuan dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Ia menegaskan bahwa penetapan tersebut akan memberikan manfaat besar dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banggai Kepulauan.

Menutup sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak serta berharap sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD terus terjalin demi kemajuan daerah.

“Semoga apa yang telah dilaksanakan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan,” tutup Sekda. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan gelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan dan Pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya peningkatan perlindungan perempuan dan anak di daerah, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 24–25 Juni 2026 di Hotel Sidapore Salakan ini bertujuan memperkuat kapasitas pemangku kepentingan desa dalam mengembangkan DRPPA menuju Ruang Bersama Indonesia (RBI), khususnya dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTP dan KTA).

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, diantaranya Kadis PPPA Prov. Sulteng Dr. Yudiawati V. Windarrusliana, SKM M.Kes, Kepala Bidang Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu Diana bersama Ibu Rahmawati selaku Fasilitator Daerah (Fasda).

Selain itu, turut hadir Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Banggai Kepulauan Ramlin M. Hamid selaku narasumber yang memberikan materi teknis terkait implementasi DRPPA di daerah.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Yudiawati V. Windarrusliana, SKM.,M.Kes yang mengikuti secara daring karena berhalangan hadir secara langsung, serta dipandu moderator Kabid PHP, PKA dan PUHA DP3AP2KB Bangkep Dewi Masita, SH.

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi kebijakan DRPPA dalam transformasi menuju RBI serta strategi percepatan implementasi program di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Diskusi interaktif juga menjadi bagian penting dalam menggali permasalahan serta solusi di tingkat desa.

Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur, antara lain Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa Kecamatan Tinangkung, TP-PKK, organisasi perempuan (pengurus GOW bid. Pendidikan penyuluhan), PGRI, forum Genre, forum anak, serta komunitas masyarakat yang memiliki peran strategis dalam perlindungan perempuan dan anak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama lintas sektor dalam mendukung terwujudnya desa yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak di Kabupaten Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan secara resmi menyelenggarakan kegiatan penjemputan jamaah haji tahun 2026 dalam suasana penuh haru, syukur, dan kebahagiaan di Masjid Nur Hidayah Pemda, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi seluruh masyarakat dalam menyambut kepulangan para tamu Allah yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci dengan selamat.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan diwakili Sekretaris Daerah Muh. Aris Susanto menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji yang dijalani para jamaah. Ia juga mengungkapkan kebahagiaan atas kepulangan jamaah dalam keadaan sehat dan selamat, sekaligus mengucapkan selamat datang kembali di tanah air dan kampung halaman tercinta.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jamaah haji. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan para jamaah memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh,” ujar Sekda.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat dengan nilai keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, persaudaraan, serta pengorbanan. Nilai-nilai luhur tersebut diharapkan dapat terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Pemerintah daerah juga berharap para jamaah haji dapat menjadi teladan dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai religius, persatuan, dan gotong royong.

Pada kesempatan tersebut, Aris Susanto turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari tahap persiapan, pemberangkatan, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga proses pemulangan ke daerah.

Kegiatan penjemputan jamaah haji sendiri merupakan bagian penting dalam rangkaian pelayanan haji di Indonesia, yang umumnya dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait sebagai bentuk penghormatan dan pelayanan kepada jamaah yang kembali dari Tanah Suci.

Acara ditutup dengan doa dan harapan agar kebahagiaan serta keberkahan senantiasa menyertai seluruh jamaah haji beserta keluarga, serta membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Jakarta, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam rangka melakukan koordinasi strategis terkait pengembangan sektor transportasi di daerah, khususnya Pelabuhan Salakan yang saat ini tengah dalam proses pembangunan, Rabu (24/6/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan pada pembahasan terkait kesiapan operasional pelabuhan, termasuk penentuan rute pelayaran serta jenis kapal yang akan melayani Pelabuhan Salakan ke depan.

Hal ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan yakni Kasubdit Angkutan Tidak Dalam Trayek, Utomo Harmawan, A.TD, MT dan Kasubdit Angkutan Dalam Trayek, Irly Saritini Permata, ST, M.Sc, diperoleh kabar menggembirakan bahwa usulan trayek untuk tahun 2027 telah terakomodir. Pelabuhan Salakan direncanakan akan masuk dalam trayek R-6 sebagai salah satu pelabuhan singgah.

Adapun rute pelayaran yang direncanakan meliputi: Gorontalo – Salakan – Banggai – Samuya – Palabisahaya – Dofa – Sanana – Namlea (PP). Kapal yang direncanakan melayani trayek tersebut adalah KM Sabuk Nusantara 83, yang merupakan bagian dari armada kapal perintis dalam program tol laut untuk mendukung konektivitas wilayah kepulauan.

Keberadaan kapal perintis seperti KM Sabuk Nusantara 83 selama ini memang berperan penting dalam melayani daerah-daerah terpencil dan meningkatkan akses distribusi logistik serta mobilitas masyarakat antarwilayah.

Selain koordinasi terkait pelabuhan, dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Perhubungan Banggai Kepulauan Din L. Lamasada dan Kepala Bidang Perizinan Dinas PMPTSP Baharudin I. Saudia S.Pd.,M.Pd juga menyerahkan proposal bantuan bus sekolah kepada Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan layanan transportasi bagi pelajar di Banggai Kepulauan, khususnya dalam menunjang akses pendidikan yang aman dan layak.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur transportasi darat dan laut sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan terakomodirnya Pelabuhan Salakan dalam trayek nasional, diharapkan ke depan konektivitas wilayah semakin meningkat, distribusi barang menjadi lebih efisien, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (IKP-KOMINFO)

Lalong, BanggaiKep.go.id – Turnamen Berani Cup 2026 resmi ditutup dalam sebuah acara yang berlangsung meriah di Lapangan Muda Sakti, Desa Lalong, Kecamatan Tinangkung Utara, Selasa (23/06/2026).

Penutupan turnamen yang telah berlangsung selama beberapa waktu tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banggai Kepulauan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Fathur Razaq.

Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, tokoh masyarakat, pengurus cabang olahraga, para atlet, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan dua momentum penting bagi perkembangan olahraga di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Turnamen Berani Cup yang dinilai mampu menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet potensial di Banggai Kepulauan.

Ia berharap semangat kompetisi yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk meraih prestasi di bidang olahraga.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Fathur Razaq secara resmi melantik jajaran Pengurus KONI Kabupaten Banggai Kepulauan periode 2025-2029. Pelantikan tersebut ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan serta penyerahan bendera pataka KONI sebagai simbol amanah dalam mengembangkan dan memajukan olahraga di daerah.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyambut baik pelantikan pengurus KONI yang baru dan berharap kepengurusan yang terbentuk dapat bekerja secara profesional, solid, dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah.

Sementara itu, penutupan Turnamen Berani Cup ditandai dengan penyerahan trofi, medali, dan penghargaan kepada para juara. Suasana penuh semangat dan sportivitas mewarnai prosesi penyerahan hadiah yang disambut antusias oleh para peserta dan pendukung.

Melalui penyelenggaraan Turnamen Berani Cup dan pelantikan pengurus KONI yang baru, diharapkan pembinaan olahraga di Kabupaten Banggai Kepulauan semakin berkembang, mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, serta mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto S.E.,M.E, mewakili Bupati Banggai Kepulauan secara resmi membuka kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Lintas Sektor dalam Rangka Peningkatan Koordinasi dan Penguatan Jejaring Surveilans Kesehatan, yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Tinangkung, Rabu, (24/6/ 2026).

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diikuti sekitar 175 peserta yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, organisasi perangkat daerah (OPD), Kementerian Agama, para camat, kepala puskesmas, rumah sakit, serta pengelola program kesehatan se-Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Sekda Muh. Aris Susanto menegaskan bahwa penguatan surveilans kesehatan menjadi kebutuhan mendesak di tengah semakin kompleksnya tantangan kesehatan masyarakat. Menurutnya, sistem kewaspadaan dini yang kuat akan membantu pemerintah daerah mendeteksi dan merespons berbagai ancaman kesehatan secara cepat dan terkoordinasi.

“Kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini, khususnya dalam menghadapi penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB), wabah, penyakit menular prioritas, penyakit tidak menular, serta mendukung penguatan program imunisasi dan surveilans kesehatan lainnya,” ujar Aris.

Ia mengatakan, munculnya berbagai penyakit menular baru, ancaman wabah, rendahnya cakupan imunisasi di sejumlah wilayah, serta meningkatnya kasus penyakit tidak menular memerlukan kerja sama yang erat dari seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Aris, penguatan surveilans kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan aktif pemerintah daerah, kecamatan, desa, fasilitas pelayanan kesehatan, lembaga pendidikan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga masyarakat secara umum.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun sistem kewaspadaan dini yang efektif dan responsif. Dengan koordinasi yang baik, berbagai potensi ancaman kesehatan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara optimal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banggai Kepulauan, Kalsum M.J. Pulian, S.Kep., M.Kes., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk membangun komitmen lintas sektor dan lintas program dalam mendukung upaya pencegahan serta pengendalian penyakit di daerah.

Menurut Kalsum, pembangunan kesehatan saat ini menghadapi tantangan berupa beban ganda, yakni masih tingginya kasus penyakit menular dan terus meningkatnya penyakit tidak menular. Kondisi tersebut membutuhkan regulasi yang kuat, dukungan sumber daya yang memadai, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Pertemuan advokasi ini menjadi jembatan untuk membangun komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, dr. James Pinontoan, memberikan apresiasi kepada Bidang P2P yang dinilainya mampu menyelenggarakan kegiatan strategis tersebut meskipun dengan keterbatasan anggaran.

Ia menegaskan bahwa capaian surveilans kesehatan tidak dapat diukur semata dari tinggi atau rendahnya angka kasus yang ditemukan. Menurutnya, tingginya angka kasus pada suatu wilayah justru dapat mencerminkan keberhasilan petugas kesehatan dalam melakukan deteksi dini terhadap penyakit.

“Ketika angka kasus tinggi, belum tentu menunjukkan kondisi kesehatan masyarakat yang buruk. Bisa jadi itu merupakan bukti bahwa sistem deteksi dan pelaporan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. James mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Banggai Kepulauan mendapat tanggung jawab sebagai salah satu daerah yang melaksanakan eradikasi frambusia. Program tersebut menjadi bagian dari target nasional dalam menghapus penyakit frambusia di Indonesia.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kita harus bersatu hati dan bersatu tekad untuk menghilangkan frambusia dari Banggai Kepulauan,” tegasnya.

Selain fokus pada penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS, kegiatan tersebut juga membahas strategi pengendalian penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, serta penguatan pelaksanaan program cek kesehatan gratis yang menjadi prioritas pemerintah.

Melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap terbangun koordinasi yang lebih kuat antarinstansi, meningkatnya kapasitas jejaring surveilans kesehatan, serta lahirnya berbagai rekomendasi strategis dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Di akhir sambutannya, Sekda Muh. Aris Susanto mengajak seluruh peserta untuk terus mendukung program kesehatan, memperkuat pelaporan kasus secara cepat dan akurat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit.

“Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan masyarakat Banggai Kepulauan yang sehat, produktif, dan sejahtera,” tuturnya. (Onhal-KOMINFO)