SALAKAN, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menggelar acara resmi untuk menyambut kembali kepulangan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang telah selesai berjuang pada ajang MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Sigi. Acara penjemputan ini berlangsung khidmat bertempat di Rumah Jabatan Bupati, Senin (15/6/2026).

​Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST., MT., AIFO, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kembali dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota kafilah, panitia, pelatih, pembina, serta official. Beliau menegaskan bahwa prestasi yang diraih merupakan buah dari proses panjang, ikhtiar sungguh-sungguh, doa yang tidak putus, serta kerja konsisten.

​Perjuangan kafilah Kabupaten Banggai Kepulauan pada MTQ ke-XXXI kali ini membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Banggai Kepulauan sukses menembus Peringkat Juara Umum Ke-6 dari 13 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah dengan total membawa pulang 22 gelar juara.

​Rincian perolehan gelar juara yang berhasil diraih adalah sebagai berikut:

  • 3 Gelar Juara I
  • 3 Gelar Juara II
  • 4 Gelar Juara III
  • 12 Gelar Juara Harapan I sampai dengan Juara Harapan III

​”Capaian ini merupakan prestasi yang patut kita banggakan bersama dan menjadi bukti bahwa putra-putri terbaik Banggai Kepulauan memiliki kemampuan dan kualitas yang mampu bersaing di tingkat provinsi,” ujar Rusli Moidady.

​Meski sempat menghadapi kendala terkait akomodasi pada awal kedatangan di Kabupaten Sigi, Bupati memuji keteguhan seluruh tim yang tetap solid, kompak, dan saling mendukung. Semangat juang yang tidak surut tersebut dinilai tidak lepas dari kepemimpinan para pimpinan kafilah yang mampu mengayomi dan memotivasi seluruh anggota.

​Selain itu, Bupati secara khusus memberikan penghargaan kepada para pelatih lokal Kabupaten Banggai Kepulauan. Dedikasi dan kompetensi mereka membuktikan bahwa daerah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang mampu menghasilkan prestasi tanpa harus selalu bergantung pada pelatih luar daerah.

​Menutup sambutannya, Bupati berpesan agar prestasi ini tidak membuat kafilah cepat puas diri, melainkan menjadi pijakan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Al-Qur’an di Kabupaten Banggai Kepulauan demi menghadapi ajang MTQ yang akan datang. Beliau berharap keberhasilan ini membawa keberkahan bagi daerah serta semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. (IKP-KOMINFO)

Mansamat, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) bersama Tim Penggerak PKK melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Senin (15/6/2016).

Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Desa Mansamat dalam menyambut peringatan Hari Keluarga Nasional ke 33 tahun 2026 yaitu Launching Pelayanan KB serentak dan Dashat di BPU Desa Mansamat, DASHAT (Dalur Sehat Atasi Stunting) di Desa Paisumosoni dan Penyuluhan Pencegahan Kekerasan pada Anak di SDN Inpres Kampung Baru Kec. Tinangkung Selatan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Sebagaimana diketahui, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia dan menentukan kemajuan bangsa.

Dalam sambutan Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Banggai Kepulauan Ramlin M. Hamid, S.Pd.,M.A.P disampaikan bahwa peringatan Harganas tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak serta program Dapur Sehat Atasi Stunting.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara nasional dan serentak di berbagai daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Tengah, sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi yang aman dan berkualitas.

Melalui pelayanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi dan akses layanan yang memadai untuk merencanakan kehidupan keluarga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Perencanaan keluarga dinilai sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mempersiapkan generasi yang berkualitas di masa depan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa momentum Harganas juga menjadi sarana untuk mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan Halima Rusli Moidady dalam sambutannya menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai moral, karakter, dan kasih sayang. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dalam peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026 ini, diusung tema nasional “Ayah Wajib Hadir” saatnya Ayah hadir dampingi anak-anak selama 15 menit tanpa gadget, menekankan pentingnya peran aktif ayah dalam keluarga, khususnya dalam pengasuhan, kesehatan reproduksi, serta perencanaan keluarga. Keterlibatan ayah dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menciptakan keluarga yang harmonis.

Selain itu, perhatian juga difokuskan pada upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting, di mana keluarga diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan pemenuhan gizi anak, menjaga sanitasi lingkungan, serta menerapkan pola asuh yang tepat.

Tim Penggerak PKK sebagai mitra pemerintah terus berkomitmen menjalankan 10 Program Pokok PKK, yang meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, kesehatan, hingga ketahanan mental dan spiritual masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta kader untuk terus bersinergi, bergotong royong, dan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat, bebas stunting, dan sejahtera.

Ketua TP PKK juga menyampaikan tips sederhana namun bermakna yang disebut dengan “ASI”, yaitu singkatan dari Al-Qur’an, Sholat, serta Infak & Sedekah. Melalui pesan ini, beliau mengajak para peserta untuk senantiasa memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, menjaga ibadah sholat, serta gemar berbagi melalui infak dan sedekah diyakini dapat membawa keberkahan dalam kehidupan dan keluarga.

Peringatan Hari Keluarga Nasional diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan masyarakat yang kuat dan berdaya saing. Sebab, keluarga yang berkualitas akan melahirkan generasi unggul yang menjadi pilar utama pembangunan bangsa. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan apel gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan yang dipimpin langsung oleh Bupati Rusli Moidady, Senin (15/06/2026).

Dalam arahannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terus menunjukkan semangat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Menurutnya, profesi sebagai ASN merupakan amanah sekaligus sumber penghidupan yang harus dijaga dengan menunjukkan kinerja terbaik, meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan, serta menghadirkan kreativitas dan inovasi dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Jika kita ingin organisasi ini maju, maka yang pertama adalah bagaimana kinerja terus ditingkatkan, bagaimana kita mampu menciptakan inovasi dan kreativitas. Terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran, kita dituntut untuk mampu mengelola sumber daya yang terbatas namun tetap menghasilkan pelayanan yang maksimal,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah, namun ia mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi tersebut akan menjadi tantangan yang lebih besar.

Untuk itu, seluruh OPD diminta segera menindaklanjuti berbagai catatan dan rekomendasi hasil evaluasi pengelolaan keuangan dengan membuat progres kerja yang jelas dan terukur. Setiap kendala yang dihadapi harus segera dikomunikasikan melalui jenjang organisasi agar tercipta sinergi dan kolaborasi yang kuat antar pegawai maupun antar OPD.

Selain itu, Bupati menekankan pentingnya setiap OPD memiliki target kinerja yang jelas dalam setiap program dan kegiatan. Setiap pekerjaan harus memiliki penanggung jawab, indikator keberhasilan, serta waktu pelaksanaan yang terukur sehingga program yang telah direncanakan dapat terlaksana sesuai target.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah terus berupaya mencari peluang sumber pendanaan dari pemerintah pusat guna mendukung pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh ASN untuk mendukung penuh berbagai Program Strategis Nasional yang saat ini dijalankan pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Kampung Nelayan Merah Putih. Menurutnya, program-program tersebut memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong Indonesia menjadi bangsa yang maju dan mandiri.

Bupati juga mengingatkan ASN agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. ASN diminta untuk menjaga etika dan profesionalisme serta tidak membuat unggahan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman terhadap program pemerintah.

Bupati juga menegaskan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mampu berinovasi dan meningkatkan kreativitas dalam menghadapi kondisi efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan oleh pemerintah.

Bupati menyampaikan pentingnya menghadirkan program UMEGAH (Usaha Menambah Hasil) sebagai upaya mendorong ASN untuk memiliki pemikiran yang produktif dan inovatif dalam menunjang peningkatan kesejahteraan, tanpa mengganggu tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara.

Menurut Bupati, kondisi efisiensi anggaran bukan menjadi penghalang bagi ASN untuk terus berkarya dan mencari terobosan positif. Oleh karena itu, setiap ASN diharapkan mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan menciptakan kegiatan atau usaha yang bernilai tambah serta dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

Di akhir arahannya, Bupati mengingatkan seluruh ASN yang mengelola administrasi dan keuangan daerah agar selalu menjunjung tinggi integritas dan tidak menjadikan jabatan maupun kegiatan pemerintahan sebagai sarana untuk mencari keuntungan pribadi. tutup Bupati. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi, Monitoring, dan Evaluasi Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Komunitas Desa se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat, (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Luwuk beserta jajaran, Kadis Disnakertrans Bangkep, Sekdis PMD, para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Desa se- Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Serfi Kambey menegaskan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja, khususnya masyarakat yang bekerja di sektor informal.

Menurutnya, perlindungan tersebut sangat penting mengingat berbagai risiko pekerjaan dapat terjadi kapan saja dan berdampak pada keberlangsungan ekonomi keluarga.

“Program BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk perlindungan dan investasi sosial bagi masa depan keluarga,” ujar Serfi.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Banggai Kepulauan menggantungkan hidup pada sektor informal, seperti petani, nelayan, pelaku usaha mikro, dan pekerja mandiri. Kelompok pekerja tersebut memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah sehingga perlu mendapatkan perlindungan yang layak melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Wakil Bupati berharap kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pemahaman masyarakat desa mengenai manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, kematian, maupun risiko lain yang dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga.

Selain sosialisasi, kegiatan tersebut juga menjadi forum monitoring dan evaluasi untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan di tingkat desa.

Pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan dan pemerintah desa diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai capaian, kendala, serta langkah strategis yang perlu dilakukan guna meningkatkan cakupan kepesertaan di seluruh wilayah Banggai Kepulauan.

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum untuk melihat perkembangan program di desa-desa sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi,” kata Serfi.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk terus mendukung perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan perlindungan sosial yang merata.

Serfi juga mengajak seluruh pihak untuk menumbuhkan semangat kepedulian terhadap sesama melalui dukungan terhadap program perlindungan sosial. Ia menilai upaya memastikan masyarakat pekerja memperoleh jaminan sosial yang layak merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap hasil sosialisasi, monitoring, dan evaluasi dapat melahirkan langkah-langkah konkret yang semakin memperluas perlindungan bagi masyarakat pekerja di Banggai Kepulauan.

Pemerintah daerah berharap program tersebut mampu menghadirkan rasa aman bagi para pekerja dan keluarganya serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. (Roy-KOMINFO)

Saiyong, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyambut pelaksanaan Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Saiyong, Kecamatan Tinangkung, Kamis (11/06/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tim penilai lomba desa dari Provinsi Sulawesi Tengah, unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Saiyong.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gubernur Sulawesi Tengah bersama Ketua Tim Penilai dan rombongan yang hadir untuk melakukan penilaian di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Desa Saiyong, TP-PKK, kader, serta seluruh masyarakat yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong sehingga Desa Saiyong dipercaya mewakili Kabupaten Banggai Kepulauan pada ajang lomba desa tingkat provinsi.

Menurutnya, keikutsertaan Desa Saiyong bukan sekadar karena penunjukan, melainkan merupakan hasil dari prestasi, inovasi, serta keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Lomba desa bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi sarana evaluasi untuk melihat sejauh mana keberhasilan tata kelola pemerintahan desa serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati.

Desa Saiyong ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Banggai Kepulauan berdasarkan Keputusan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 1.3.3.2/228 Tahun 2026 tentang Penetapan Pemenang Lomba Desa Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa semangat gotong royong dan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat menjadi modal utama Desa Saiyong dalam menghadapi penilaian tingkat provinsi. Pemerintah daerah pun optimis Desa Saiyong mampu memberikan hasil terbaik dan melanjutkan prestasi ke tahapan penilaian berikutnya.

Lomba Desa Tahun 2026 mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menekankan pentingnya desa sebagai fondasi pembangunan bangsa melalui penguatan tata kelola pemerintahan, transformasi pelayanan publik berbasis inovasi dan digitalisasi, ketahanan pangan, ketahanan sosial budaya, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi desa, BUMDes, dan UMKM.

Selain menjadi ajang kompetisi, pelaksanaan lomba desa juga merupakan instrumen evaluasi terhadap perkembangan desa melalui berbagai indikator, termasuk pemanfaatan Indeks Desa serta penanganan isu strategis seperti pencegahan stunting dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati berharap tim penilai dapat melaksanakan penilaian secara objektif serta memberikan masukan dan evaluasi bagi kemajuan Desa Saiyong ke depan.

“Kami berharap segala kerja keras, inovasi, serta potensi yang dimiliki Desa Saiyong dapat memberikan kesan terbaik bagi tim penilai, sehingga Desa Saiyong mampu menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah,” tutupnya. (Decky – KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka bagian dari rangkaian memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Banggai Kepulauan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga menyelenggarakan talkshow bertajuk “Perempuan Cerdas Digital” yang dilaksanakan di Gedung Aula Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (10/6).

Kegiatan ini mengusung semangat “Kunci Keluarga Bahagia, Indonesia Sejahtera” sebagai bagian dari upaya mendorong peran strategis perempuan dalam membangun keluarga berkualitas di era digital.

Ketua GOW Kabupaten Banggai Kepulauan, Ny. Anita Serfi Kambey, dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi digital bagi perempuan, khususnya para ibu, dalam membimbing anak dan menjaga ketahanan keluarga dari dampak negatif teknologi.

“Perempuan harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan keluarga yang cerdas digital, mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta melindungi anggota keluarga,” ujarnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber yang kompeten, yaitu: Dra. Jeane B. Rorimpandey (Wakil Ketua GOW Banggai Kepulauan), Suryati, S.Th.I., M.Psi (Konselor Keluarga) dalam paparannya menyampaikan bahwa Skill yang penting bagi wanita di era digital dalam mendukung ketahanan keluarga adalah :
1.Membangun kesadaran 2. Mengokohkan keteladanan 3. Melakukan blok konten negatif dan memfilter konten 4. Memahami kebersamaan dan 5. Literasi digital.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Banggai Kepulauan Ramlin M. Hamid, S.Pd.SD., M.Si bertindak sebagai pemantik dalam kegiatan talkshow tersebut.

Talkshow dilaksanakan mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai dan diikuti oleh Pengurus Organisasi Wanita, DWP DP3AP2KB, DWP Inspektorat dan DWP Diskominfo serta peserta lainnya, baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari imbauan resmi Dinas P3AP2KB kepada seluruh organisasi wanita di Kabupaten Banggai Kepulauan untuk berperan aktif dalam menyukseskan peringatan Harganas melalui penguatan 8 Fungsi Keluarga.

Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan pemahaman tentang literasi digital dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang kuat, perempuan berdaya, melek digital, serta mendukung Indonesia yang lebih sejahtera.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua GOW Kabupaten Banggai Kepulauan dengan harapan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta membawa manfaat bagi keluarga dan lingkungan masing-masing. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Edukasi Pasar Modal bertema “Gerakan Masyarakat Investasi Saham: Investasi Bijak di Era Volatilitas” Rabu, (10/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan melibatkan unsur pemerintah daerah, pelaku jasa keuangan, turut dihadiri  Asisten dan Staf Ahli Setda Banggai Kepulauan, para kepala perangkat daerah, serta narasumber dari industri pasar modal.

Dalam sambutannya, Serfi menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membuka akses luas masyarakat terhadap instrumen investasi, khususnya saham. Ia mengingatkan, kemudahan akses tersebut harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak terjebak pada spekulasi maupun investasi ilegal.

“Investasi saham bukan sekadar mencari keuntungan jangka pendek, tetapi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang yang membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan disiplin,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti dinamika pasar keuangan yang kerap dipengaruhi faktor global, kebijakan moneter, hingga sentimen pasar, sehingga diperlukan kemampuan analisis berbasis data dan rasionalitas dalam mengambil keputusan investasi.

Pemerintah daerah, kata dia, mendukung penuh program edukasi keuangan sebagai upaya memperkuat inklusi keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mendorong generasi muda, ASN, pelaku usaha, dan mahasiswa untuk aktif belajar mengenai pasar modal yang legal dan diawasi regulator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah daerah dengan pelaku industri pasar modal, termasuk Bursa Efek Indonesia, dalam memperluas literasi investasi di daerah.

Di akhir sambutannya, Serfi secara resmi membuka kegiatan tersebut dan berharap edukasi pasar modal dapat melahirkan investor-investor baru yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Hal senada disampaikan dalam sesi pemaparan yang menghadirkan perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah, Dewi Nur Qomariah.

Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap investasi yang legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Menurutnya, peningkatan jumlah investor di Banggai Kepulauan tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah dan BEI melalui program edukasi serta pembentukan galeri investasi.

“Pertumbuhan investor di Banggai Kepulauan sampai April 2026 sudah lebih dari 30 persen dibanding tahun lalu. Ini capaian yang sangat positif dan menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan maraknya penipuan berkedok investasi yang masih terjadi di berbagai daerah. Literasi keuangan, katanya, menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dari investasi ilegal.

“Ketika masyarakat tidak memahami investasi yang legal, mereka rentan terjebak pada investasi bodong,” tegasnya.

Dewi juga menjelaskan pentingnya investasi sebagai upaya menjaga nilai uang dari tekanan inflasi, serta membandingkan strategi menabung konvensional dengan investasi jangka panjang yang dinilai lebih efektif dalam mencapai tujuan keuangan seperti rumah, pendidikan, dan pensiun.

Di akhir sesi, ia mengingatkan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dalam pengelolaan keuangan sebagai fondasi membangun kebiasaan investasi yang sehat.

Dengan meningkatnya minat masyarakat dan dukungan berbagai pihak, Banggai Kepulauan diharapkan menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan literasi keuangan yang semakin kuat di Sulawesi Tengah. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menekan angka pengangguran melalui berbagai program peningkatan keterampilan kerja.

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembukaan Pelatihan Program Tailor Made Training (TMT) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Gedung Loka Latihan Kerja (LLK) Mondopulian, Desa Saiyong, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Tommy B. Luasusun, yang hadir mewakili Bupati Banggai Kepulauan. Turut hadir Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Banggai Kepulauan beserta jajaran, instruktur pelatihan, serta para peserta pelatihan.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan yang dibacakan oleh Asisten III Setda, disampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut sebagai salah satu langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensi masyarakat, khususnya generasi muda agar mampu bersaing di dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri.

“Keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar serta akses terhadap pekerjaan sering menjadi faktor penyebab kemiskinan dan pengangguran di masyarakat. Oleh karena itu, menjadi cita-cita kita bersama untuk menciptakan masyarakat Banggai Kepulauan yang memiliki motivasi kuat, keterampilan, dan kompetensi yang mampu bersaing di berbagai bidang,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa program pelatihan ini sejalan dengan salah satu program unggulan Bupati Banggai Kepulauan, yaitu Berkah Sejahtera, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi rakyat, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja produktif.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga terus berupaya menekan angka pengangguran terbuka yang saat ini tercatat sebanyak 1.144 orang dari total 68.490 angkatan kerja. Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Program Tailor Made Training ini merupakan hasil kerja sama antara Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dengan UPTD Loka Latihan Kerja (LLK) Mondopulian. Pelatihan yang diselenggarakan mencakup tiga bidang kejuruan, yakni Junior Make Up Artist, Pengolahan Roti dan Kue, serta Penjahitan Pakaian dengan Mesin.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga mampu menjadi tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan memiliki daya saing, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, khususnya Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, tim penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pelatihan.

Menutup sambutannya, Bupati melalui Asisten III mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah berharap program seperti Tailor Made Training dapat terus berkelanjutan dan melahirkan putra-putri daerah Banggai Kepulauan yang memiliki keterampilan, inovasi, serta mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey secara resmi membuka Rapat Evaluasi Capaian Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2025 yang digelar di ruang rapat kantor Bupati, Selasa (9/6/2026).

Dalam sambutannya, Serfi Kambey menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah atas kerja keras dalam pelaksanaan reformasi birokrasi selama ini. Ia menegaskan bahwa capaian Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Banggai Kepulauan masih berada pada kategori C, yang menurutnya menunjukkan bahwa proses reformasi telah berjalan namun belum optimal.

“Masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi, di antaranya penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta konsistensi penerapan sistem kerja berbasis kinerja,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen administratif semata, melainkan harus menghadirkan perubahan nyata dalam pola pikir, budaya kerja, serta komitmen aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Serfi juga mendorong penguatan implementasi rencana aksi reformasi birokrasi, peningkatan kualitas monitoring dan evaluasi yang ditindaklanjuti dengan perbaikan konkret, pengembangan inovasi pelayanan publik, serta penguatan integritas dan disiplin ASN.

“Kita berharap capaian indeks reformasi birokrasi ke depan dapat terus meningkat, sehingga tata kelola pemerintahan semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.

Dalam forum yang sama, Asisten III Tommy Boy Luasusun S.H. M.A.P menegaskan pentingnya evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menyebut seluruh perangkat daerah memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan pelayanan berjalan efektif dan dirasakan masyarakat.

“Pemerintah itu pelaksana pelayanan publik. Di dalamnya ada proses perencanaan yang harus benar-benar memastikan masyarakat bisa menikmati hasil dari setiap tanggung jawab kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sistem penilaian kinerja yang dinilai masih perlu diperkuat agar lebih objektif dan mencerminkan capaian nyata. Menurutnya, masih terdapat indikator penilaian yang bersifat sederhana.

“Yang kita lihat ini ada kesamaan dalam penilaian, bahkan ada yang masih 0 dan 1. Ini tentu perlu kita evaluasi agar lebih objektif,” katanya.

Tommy menambahkan, setiap pelaporan dan pelaksanaan kegiatan di perangkat daerah harus memiliki orientasi yang jelas terhadap peningkatan kinerja dan manfaat bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi dan tanggung jawab kerja demi meningkatkan kinerja pemerintahan daerah secara keseluruhan.

“Kalau pengelolaan dan tanggung jawab kita berjalan baik, maka kinerja institusi juga akan ikut membaik,” ujarnya.

Rapat evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), para kepala OPD, serta jajaran pemerintah daerah lainnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Inspektur Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan Dra. Jeane Rorimpandey, membuka rapat pembahasan perencanaan dan pelaksanaan penganggaran sektor kesehatan yang melibatkan Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta seluruh Puskesmas di wilayah kabupaten, Senin, (8/6/ 2026).

Rapat tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola keuangan daerah, khususnya dalam perencanaan program kesehatan, penggunaan anggaran, serta pertanggungjawaban kegiatan yang bersumber dari APBD maupun dana kesehatan lainnya.

Jeane menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu bidang prioritas yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ia menyoroti masih ditemukannya sejumlah catatan pemeriksaan, termasuk pada aspek perjalanan dinas, pengelolaan aset, serta perencanaan kebutuhan obat.

“Pengelolaan anggaran kesehatan harus benar-benar sesuai aturan dan kebutuhan riil di lapangan. Jangan sampai kegiatan hanya formalitas administrasi, tetapi tidak memberikan dampak pada pelayanan masyarakat,” kata Jeane.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, juga memberikan penekanan terkait pembinaan ASN dan efektivitas penggunaan anggaran. Ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya Puskesmas dan rumah sakit, lebih selektif dalam menyusun surat tugas dan pertanggungjawaban perjalanan dinas.

Menurutnya, sejumlah temuan menunjukkan perlunya perbaikan dalam pola administrasi, termasuk kesesuaian antara tujuan kegiatan dan dokumen pendukung. Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi, termasuk dalam pengadaan dan distribusi logistik kesehatan.

“Perjalanan dinas harus jelas output-nya, bukan sekadar formalitas. Gunakan pola koordinasi dan konsultasi yang rasional dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, dr. James Pinontoan, menyoroti pentingnya penguatan perencanaan kebutuhan obat (RKO) dan sistem logistik kesehatan. Ia menyebut masih adanya potensi obat kedaluwarsa akibat lemahnya perencanaan dan penyesuaian data kebutuhan.

Ia menekankan agar Puskesmas dan rumah sakit lebih disiplin dalam menyusun laporan penggunaan obat berbasis data penyakit, tren kebutuhan, serta masa pakai obat.

“Perencanaan obat harus berbasis data yang valid. Jangan sampai terjadi penumpukan atau kedaluwarsa karena kesalahan perhitungan kebutuhan,” ujarnya.

Selain itu, Inspektorat juga menyoroti pengelolaan aset daerah di fasilitas kesehatan, termasuk penggunaan dan keberadaan barang inventaris yang tidak lagi tercatat secara jelas. Pemerintah daerah memberi batas waktu untuk melakukan penertiban dan pengembalian aset yang masih berada di luar penguasaan unit kerja.

Rapat tersebut juga menegaskan kembali tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK RI, yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan capaian opini tata kelola keuangan yang lebih baik pada tahun anggaran berjalan.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap, melalui penguatan pengawasan dan pembinaan ini, sektor kesehatan dapat semakin efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperbaiki kualitas tata kelola anggaran daerah secara menyeluruh.

Turut hadir Direktur RSUD Trikora, Direktur RSUD Pratama Lumbi-lumbia, Kepala Puskesmas se- Bangkep serta bendahara dan undangan lainnya.(Roy-KOMINFO)