Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Banggai Kepulauan terus mendorong percepatan transformasi digital hingga ke tingkat desa melalui kegiatan Pelatihan Layanan Digides Transformasi Digital Desa Menuju Bangkep Smart Village yang digelar di Aula Penginapan Barata, Salakan, Selasa (28/7/2026).

Pelatihan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Banggai Kepulauan Rahmad Labou, S.STP., M.AP. sebagai pemateri utama. Turut hadir dalam kegiatan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), para peserta dari pemerintah desa, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Kominfo menekankan bahwa digitalisasi desa merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta memperluas akses informasi dan layanan berbasis teknologi bagi masyarakat.

Menurutnya, penerapan layanan digital tidak hanya menjadi tuntutan perkembangan zaman, tetapi juga menjadi fondasi dalam mewujudkan desa yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Melalui platform Digides, pemerintah desa diharapkan mampu mengelola administrasi, pelayanan, hingga penyebaran informasi secara lebih cepat dan efisien.

“Transformasi digital desa merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Bangkep Smart Village, di mana teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan desa,” ujar Rahmad

Pelatihan tersebut juga menjadi ruang bagi para peserta untuk memahami pemanfaatan aplikasi dan sistem layanan digital yang dapat diterapkan di desa masing-masing. Selain penyampaian materi, kegiatan diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai tantangan serta peluang implementasi digitalisasi di tingkat desa.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap melalui pelatihan ini, aparatur desa semakin siap mengadopsi teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan sehingga cita-cita membangun Bangkep Smart Village dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 dengan menggelar rapat pembentukan panitia pelaksana di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Rabu (22/7/2026).

Rapat dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banggai Kepulauan, Harli A. Masenge, S.Pd., M.Si. Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Muchsin H.S. Yasano, S.Ag., serta para kepala perangkat daerah dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Harli A. Masenge menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta rapat yang telah meluangkan waktu menghadiri undangan meskipun penyampaian undangan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat melalui media daring.

Ia menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan langkah awal untuk menyusun kepanitiaan sekaligus membangun kesepahaman seluruh perangkat daerah dalam menyukseskan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Agenda utama rapat ini adalah membentuk panitia pelaksana, menyusun struktur kepanitiaan hingga ke bidang-bidang kerja, sekaligus menghimpun berbagai usulan kegiatan yang akan dilaksanakan selama peringatan HUT RI. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun, namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh kebersamaan dan partisipasi seluruh pihak,” ujar Harli.

Ia juga berharap seluruh OPD dapat berkontribusi aktif, baik melalui dukungan tenaga, pemikiran, maupun partisipasi dalam setiap kegiatan sehingga pelaksanaan HUT RI tahun ini berlangsung lebih semarak dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muchsin H.S. Yasano, menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan pengabdian kepada daerah.

Menurutnya, panitia yang akan dibentuk harus mampu bekerja secara solid dan menjalin koordinasi yang baik antar bidang agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai rencana.

“Yang paling penting adalah menjaga kekompakan, terutama di internal Kesbangpol sebagai koordinator kegiatan. Jangan sampai ada perbedaan yang justru menghambat pelaksanaan. Semua yang ditunjuk dalam kepanitiaan memiliki tanggung jawab bersama untuk menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Muchsin.

Ia juga meminta agar susunan kepanitiaan dapat disusun dengan memperhatikan kebutuhan organisasi, termasuk melakukan penyesuaian apabila terdapat perubahan pejabat maupun personel pada perangkat daerah.

Selain itu, Muchsin menekankan pentingnya rapat koordinasi lanjutan selama proses persiapan agar setiap perkembangan, keputusan, maupun kendala dapat segera dikomunikasikan kepada seluruh anggota panitia.

“Informasi dan koordinasi menjadi kunci utama. Dengan komunikasi yang baik, seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan secara matang sehingga pelaksanaan HUT RI ke-81 di Kabupaten Banggai Kepulauan berlangsung lancar, tertib, dan sukses,” ujarnya.

Melalui rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mulai menyusun struktur kepanitiaan serta merancang berbagai agenda yang akan memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026, dengan harapan mampu meningkatkan semangat nasionalisme, mempererat kebersamaan, serta melibatkan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam memaknai perjuangan para pahlawan bangsa. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan sukses digelar bertempat di Aula SMK Negeri 1 Tinangkung. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi dan berbagi praktik baik antar pendidik dari berbagai jenjang pendidikan, Sabtu (18/07/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua IGI, Koordinator Pengawas, Ketua PGRI, Ketua AGPAII, Ketua MGMP Mata Pelajaran, para kepala sekolah, guru TK/SD/SMP/MTs/SMA/SMK se-Kabupaten Banggai Kepulauan, serta peserta Temu Pendidik Nusantara XIII lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, mitra, dan pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Pendidikan hari ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan berkolaborasi. Tema Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia mengandung makna yang sangat mendalam, yaitu bagaimana kita membentuk generasi yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal, namun mampu bersaing di tingkat global,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan bangsa, tempat lahirnya nilai gotong royong, toleransi, serta kearifan lokal yang harus terus dijaga dan dikembangkan melalui pendidikan.

“Peran pendidik sangat strategis. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga penggerak perubahan, pembimbing karakter, dan inspirator bagi lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” tambahnya.

Melalui forum Temu Pendidik Nusantara XIII ini, Bupati berharap akan lahir berbagai inovasi, gagasan, dan praktik baik yang dapat diterapkan di satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

“Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta pemerataan akses pendidikan sebagai investasi terbaik bagi masa depan daerah,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum ini sebagai ruang kolaborasi dalam memperkuat jejaring antar pendidik.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah bersama dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi masa depan. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Temu Pendidik Nusantara XIII secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutup Bupati.

Kegiatan Temu Pendidik Nusantara XIII diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat peran guru sebagai agen perubahan di Kabupaten Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Laporan harian harga sembako di pasar Salakan pada 10 Juli 2026.

Selengkapnya dapat mengunduh link:

Laporan Harga Harian (undefined – 10_07_2026)

Laporan harian harga sembako di pasar Salakan pada 9 Juli 2026.

Selengkapnya dapat mengunduh link:

Laporan Harga Harian (undefined – 09_07_2026)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) pada aset yang dikelola oleh Dinas Perhubungan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan pada pukul 09.30 WITA, Jumat (3/7/2026).

Penandatanganan ini mewakili komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan efektivitas pengelolaan aset secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Bupati Banggai Kepulauan dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah, Muh. Aris Susanto, yang secara langsung memimpin jalannya kegiatan. Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai Kepulauan beserta jajaran, serta staf terkait yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa aset daerah yang dibangun melalui anggaran pemerintah harus dikelola secara optimal sehingga mampu memberikan nilai tambah, baik dari sisi pelayanan publik maupun peningkatan pendapatan daerah.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta profesionalisme dalam pelaksanaan kerja sama.

“Kerja sama ini bukan sekadar hubungan administratif, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan aset daerah yang efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati, sehingga tujuan dari perjanjian kerja sama dapat tercapai secara maksimal.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan dokumen kerja sama serta harapan agar sinergi yang terjalin dapat terus ditingkatkan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Saiyong, BanggaiKep.go.id – Program Pelatihan Vokasi Nasional Tailor Made Training (TMT) Tahun 2026 resmi ditutup dalam sebuah kegiatan yang berlangsung pada Jumat (03/07/2026) pukul 09.30 WITA hingga selesai, bertempat di LLK Mondopulian, Desa Saiyong.

Kegiatan penutupan tersebut dilaksanakan atas nama Bupati Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Asisten III Sekretariat Daerah, Tommy Luasusun. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai Kepulauan, para instruktur dan narasumber, serta seluruh peserta pelatihan Tailor Made Training Tahun 2026.

Dalam sambutan tertulis Bupati Banggai Kepulauan yang dibacakan oleh Asisten III, disampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan pelatihan. Program Tailor Made Training dinilai sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta memiliki keterampilan yang relevan, kompetitif, dan siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri,” ujar Tommy Luasusun saat membacakan sambutan.

Pelatihan ini mencakup berbagai kejuruan, antara lain Junior Make Up Artist, pengolahan roti dan kue, serta penjahitan pakaian dengan mesin. Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki peluang besar dalam mendukung perkembangan industri kreatif serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap produk dan jasa berkualitas.

Selain itu, para peserta juga diingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pelatihan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan untuk terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan kualitas diri, serta membangun kemandirian ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan, guna menciptakan tenaga kerja yang produktif, profesional, dan berdaya saing.

Mengakhiri kegiatan, secara resmi Program Pelatihan Tailor Made Training Tahun 2026 dinyatakan ditutup, dengan harapan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi masa depan peserta serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey secara resmi melepas peserta kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengikuti ajang tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026.

Kegiatan pelepasan berlangsung pada Jumat (03/07/2026) pukul 09.00 WITA, bertempat di ruang kerja Wakil Bupati Banggai Kepulauan.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para peserta kontingen O2SN dari jenjang SD dan SMP.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Serfi Kambey menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada para peserta yang telah terpilih mewakili daerah setelah melalui proses seleksi dan pembinaan.

Ia menekankan bahwa keikutsertaan dalam O2SN bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan berdaya saing.

“Anak-anakku yang saya banggakan, bertandinglah dengan penuh percaya diri, junjung tinggi sportivitas, serta patuhi arahan pelatih dan ofisial. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga mengingatkan bahwa para peserta membawa nama baik daerah, sehingga diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik serta menjaga kekompakan tim. Selain itu, ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para pelatih dan pendamping atas dedikasi mereka dalam membina atlet muda.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga pelajar sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, berprestasi, dan berkarakter.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati secara resmi melepas kontingen O2SN Kabupaten Banggai Kepulauan menuju tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dengan harapan dapat meraih prestasi terbaik serta mengharumkan nama daerah.

“Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan, serta mampu membawa pulang prestasi yang membanggakan,” tutupnya. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) dan Evaluasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Semester I Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kaban Bappeda, Kadis Kesehatan, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Banggai Kepulauan, kepala perangkat daerah, Kepala DP3AP2KB beserta jajaran, para camat, kepala puskesmas se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Banggai Kepulauan, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, koordinator kecamatan, serta para peserta sosialisasi.

Dalam sambutannya, Serfi Kambey mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan program percepatan penurunan stunting selama Semester I Tahun 2026, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan melalui Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING).

“Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu keluarga yang berisiko stunting melalui pendampingan, pemenuhan gizi, edukasi, serta dukungan dari pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia karena tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas generasi mendatang. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor.

Serfi memaparkan, prevalensi stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan tercatat sebesar 30,6 persen pada 2021, meningkat menjadi 32,6 persen pada 2022, kemudian berhasil ditekan menjadi 27,7 persen pada 2023. Namun pada 2024 kembali mengalami kenaikan menjadi 28,4 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa upaya yang kita lakukan telah memberikan hasil, tetapi belum mampu menjaga tren penurunan secara berkelanjutan. Karena itu, evaluasi hari ini harus menjadi bahan perbaikan untuk langkah-langkah ke depan,” katanya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya cakupan penimbangan balita (D/S) pada Triwulan I Tahun 2026 yang dinilai dapat memengaruhi kualitas pemantauan pertumbuhan anak sekaligus akurasi data sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memperoleh capaian membanggakan karena menjadi satu dari tiga kabupaten di Sulawesi Tengah yang berhasil menuntaskan 100 persen pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

“Capaian ini membuktikan koordinasi lintas sektor telah berjalan baik. Tantangan kita selanjutnya adalah memastikan seluruh aksi tersebut benar-benar berdampak terhadap peningkatan status gizi masyarakat dan penurunan prevalensi stunting,” ujar Serfi.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, Posyandu tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi juga pusat edukasi keluarga mengenai gizi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, skrining ibu hamil berisiko tinggi, pemberian vitamin A, hingga pendampingan melalui kunjungan rumah.

Ia mengajak seluruh kepala desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk terus menghidupkan kembali fungsi Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar di tingkat desa dan kelurahan.

Serfi juga mengingatkan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting memerlukan keterlibatan seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, TP PKK, pemerintah desa, hingga BKKBN bersama Tim Pendamping Keluarga memiliki peran strategis dalam memberikan intervensi yang tepat kepada keluarga berisiko stunting.

Menurutnya, strategi ke depan harus diarahkan pada penguatan layanan Posyandu, peningkatan pendampingan keluarga berisiko, penguatan surveilans gizi, pemberdayaan masyarakat, optimalisasi konvergensi lintas sektor, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan, dengan memberikan perhatian kepada remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai masa yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan, Serfi mengajak seluruh unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi.

“Jangan biarkan satu pun anak kehilangan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal hanya karena kurangnya perhatian dan kepedulian kita,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Serfi berharap kegiatan sosialisasi GENTING dan evaluasi TP3S mampu menghasilkan rekomendasi serta langkah-langkah konkret yang semakin memperkuat pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Wakil Bupati Serfi Kambey kemudian secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) dan Evaluasi TP3S Semester I Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan diwakili Sekretaris Daerah Muh. Aris Susanto secara resmi menyampaikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, Kamis (25/6/2026).

Dalam sambutannya, Sekda mengawali dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menyampaikan penghormatan kepada pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, camat, pimpinan BUMD, serta seluruh undangan yang hadir.

Sekda menjelaskan bahwa penyampaian Raperda ini merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan keuangan daerah yang wajib dilakukan pemerintah daerah sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Pertanggungjawaban APBD sendiri merupakan laporan keuangan tahunan pemerintah daerah yang telah diaudit dan disampaikan kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Dalam pemaparannya, Aris Susanto merinci realisasi APBD Tahun Anggaran 2025, di antaranya:
Pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp820,89 miliar atau 94,78% dari target.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp58,53 miliar atau 81,76%.
Pendapatan transfer terealisasi Rp762,26 miliar atau 95,95%.
Belanja daerah mencapai Rp857,72 miliar atau 93,93% dari anggaran.

Sementara itu, komponen belanja terdiri dari belanja operasi, belanja modal, serta belanja tidak terduga. Selain itu, terdapat transfer daerah serta pembiayaan yang mencakup penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.

Pada akhir tahun anggaran 2025, tercatat defisit anggaran sebesar Rp36,82 miliar, serta Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp10,12 miliar.

Sekda juga menyampaikan bahwa laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025 telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal ini menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara baik dan sesuai standar akuntansi pemerintahan.

Dalam Raperda tersebut turut dilampirkan laporan keuangan yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Komponen ini merupakan bagian penting dalam pertanggungjawaban APBD sebagai bentuk transparansi kepada publik dan DPRD.

Sekda berharap Raperda ini dapat segera dibahas bersama DPRD untuk memperoleh persetujuan dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Ia menegaskan bahwa penetapan tersebut akan memberikan manfaat besar dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banggai Kepulauan.

Menutup sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak serta berharap sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD terus terjalin demi kemajuan daerah.

“Semoga apa yang telah dilaksanakan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan,” tutup Sekda. (IKP-KOMINFO)