Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id — Menindaklanjuti arahan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah terkait Instruksi Presiden Prabowo dalam pelaksanaan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB) Banggai Kepulauan melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan di Pelabuhan Rakyat Salakan, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 orang peserta yang terdiri dari pegawai lingkup DP3AP2KB, para penyuluh KB, serta Forum Generasi Berencana (Genre) Banggai Kepulauan.

Aksi tersebut difokuskan pada pembersihan area pelabuhan dan sekitarnya guna memastikan ruang publik Kota Salakan terbebas dari sampah.

Kepala DP3AP2KB Banggai Kepulauan Ramlin Hamid menyampaikan bahwa pelaksanaan Gerakan ASRI merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung kebijakan nasional sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

“Gerakan ini tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan ruang publik sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara DP3AP2KB, IPeKB, serta Forum Genre dapat terus terjalin dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat, demi mewujudkan Banggai Kepulauan yang bersih, sehat, dan nyaman. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Ihsan Basir secara resmi membuka kegiatan pertemuan koordinasi dan kerjasama lintas sektor dalam rangka pencegahan perkawinan anak, Rabu (16/10/2024).

Dalam sambutannya Bupati mengatakan menjadi tanggung jawab semua pihak untuk memastikan bahwa setiap anak tanpa terkecuali mendapat kesempatan untuk berkembang dengan baik.

“Kita memiliki kewajiban untuk melindungi hak-hak anak dan menciptakan dukung mereka untuk mengejar pendidikan dan mencapai potensi penuh mereka,” ucapnya.

“Saya mengajak stakeholder untuk berkolaborasi dalam upaya ini, Mari kita tingkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perkawinan anak dan pentingnya pendidikan bagi anak-anak kampanye kampanye pendidikan, penyuluhan dan penguatan kapasitas bagi orang tua dan tokoh masyarakat harus menjadi bagian integral dari strategi kita,” terang Ihsan.

Bupati juga menekankan pentingnya data dan penelitian untuk memahami faktor pemicu perkawinan anak di Banggai Kepulauan.

“Saya juga ingin menekankan pentingnya data dan penelitian dalam merumuskan kebijakan yang tepat kita perlu memahami lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memicu perkawinan anak di daerah kita, agar program yang kita jalankan dapat tepat sasaran dan efektif,” tambahnya.

Bupati juga berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk berbagi informasi dan praktik baik dalam upaya pencegahan perkawinan anak.

“Saya percaya bahwa pertemuan ini akan menghasilkan rekomendasi dan rencana aksi yang konkret. Mari kita semua berkomitmen untuk melaksanakan rencana tersebut agar dapat mencapai hasil yang nyata dan berkelanjutan dengan dukungan dan kerjasama kita semua kita bisa mengurangi angka perkawinan anak dan menciptakan masa depan yang lebih baik lagi bagi anak-anak kita,” ungkapnya.

Kegiatan bertempat di cafe teman kopi dihadiri oleh Ketua TP PKK Banggai Kepulauan, Kadis DP3AP2KB, Perwira Penghubung 1308/LB, Sekretaris Dinas Kesehatan, Pj. Kepala Desa Baka, Pj Kepala Desa Bongganan serta undangan lainnya. (IKP-KOMINFO)

 Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) lakukan kegiatan edukasi pencegahan kekerasan anak dalam lingkungan sekolah, anti bullying/perundungan dan program Generasi Berencana dalam pemenuhan hak anak guna mewujudkan Banggai Kepulauan sebagai Kabupaten Layak Anak di beberapa sekolah di ibu kota Salakan, Kamis (11/7/2024).

DP3AP2KB berkesempatan membawakan materi tersebut dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di beberapa sekolah yakni SMA Negeri 1, SMK Negeri 1, dan SMPN 1 Tinangkung serta SDN Pembina Salakan.

Kepala Dinas P3AP2KB Moh. Adnan Datu Adam berharap melalui kegiatan tersebut dapat mengenalkan kepada anak-anak remaja khususnya usia 10-18 tahun untuk tidak nikah dini atau melakukan pernikahan anak dimana angka pernikahan anak di Banggai Kepulauan cukup tinggi.

Selain itu, Adnan juga berharap anak-anak remaja tidak terjerumus dalam pergaulan seks bebas dan tidak melakukan kekerasan baik seksual, bullying/perundungan serta penyalahgunaan narkoba dengan menjaga kesehatan reproduksi remaja.

Sejalan dengan itu, dalam materi Program penanggulangan bullying disekolah yang dipaparkan Lubna M. Jafung selaku penggerak masyarakat Bid. Perlindungan menjelaskan bahwa penanggulangan bullying merupakan tanggung jawab bersama bagi semua anggota komunitas sekolah dan semua para orang tua murid siswa.

“Dengan bekerjasama, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan positif untuk semua siswa melalui Sekolah Ramah Anak (SRA) dan anak bisa menjadi Pelopor dan Pelapor khususnya dlm pencegahan kekerasan dilingkungan satuan pendidikan, BULLYING NO, BERTEMAN YES,” terangnya.

Selanjutnya melalui program generasi berencana (GenRe), remaja harus mampu dengan persiapan merencanakan pendidikan, merencanakan pernikahan dan merencanakan kehamilan.

Usia Ideal menikah dalam Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Dibawah usia itu tidak boleh menikah karena organ reproduksi belum terlalu siap.

Dalam paparan Marthina Djuman Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga menyampaikan bahwa subtansi program genre yaitu Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kepro/Trida KKR, Live Skill, dan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga/PUP. Program ini menjadi penentu untuk pencegahan stunting, pemahaman remaja tentang perencanaan pernikahan dengan mengatur jarak kelahiran anak, sehingga akan lahir generasi sehat dan berkualitas, program strategis BKKBN yang digerakkan oleh remaja untuk memberikan edukasi kepada rekan sebaya, mengenai pentingnya merencanakan masa depan. (IKP-KOMINFO)