Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady. Rapat ini menjadi momentum penting dalam menyatukan komitmen seluruh perangkat daerah terhadap pelaksanaan pengarusutamaan gender di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan bahwa Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan strategi pembangunan yang bertujuan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui pengintegrasian pengalaman, aspirasi, kebutuhan, serta permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam seluruh proses pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi PUG sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

Hal ini diperkuat dengan Peraturan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 24 Tahun 2024 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan.

Sebagai tindak lanjut dari regulasi tersebut, pelaksanaan PUG harus didukung oleh tujuh prasyarat pembangunan, yaitu perencanaan responsif gender, penganggaran responsif gender, pelaksanaan program dan kegiatan, pemantauan, evaluasi, pengawasan, serta pelaporan secara berkala. Ketujuh aspek ini menjadi fondasi penting agar kebijakan dan program pembangunan dapat memberikan manfaat yang setara bagi perempuan dan laki-laki.

Melalui rapat Pokja PUG Tahun 2026 ini, pemerintah daerah juga menyusun Rencana Kerja Pokja PUG serta Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender. Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman bersama bagi seluruh perangkat daerah dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan merata tanpa memandang jenis kelamin.

Menutup kegiatan, rapat Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG) Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026 secara resmi dibuka dengan harapan seluruh peserta dapat menjalankan tugas dan pengabdian dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KS) bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggai Kepulauan mengikuti zoom meeting Prasara dan Vistara, program prioritas pembangunan keluarga, yang dilaksanakan di Kantor TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis, (26/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program Prasara dan Vistara tahun berjalan, meningkatkan pemahaman daerah terkait strategi pelaksanaan program, memperkuat kolaborasi antara Kemendugbangga dan TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan dalam pembangunan keluarga berkualitas, serta mendukung percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga.

Zoom meeting tersebut diikuti oleh 11 peserta yang terdiri dari unsur TP PKK dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Banggai Kepulauan. Hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan Ny. Halima U. Hamid, S.Sos., didampingi staf ahli dan pengurus pokja TP PKK, serta Sekretaris Dinas P3AP2KB Riska Pratiwi Thirayo, S.PI bersama Penata Kependudukan Keluarga Berencana Ahli Muda Dinas P3AP2KB.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin komitmen bersama antara Kemendugbangga dan TP PKK dalam pelaksanaan program Prasara dan Vistara, meningkatnya pemahaman peserta terkait strategi teknis pelaksanaan program di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor di tingkat daerah.

Selain itu, daerah juga diminta untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan melalui rapat koordinasi internal sebagai langkah nyata implementasi program di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting di daerah. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Menindaklanjuti arahan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah terkait Instruksi Presiden Prabowo dalam pelaksanaan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB) Banggai Kepulauan melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan di Pelabuhan Rakyat Salakan, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 orang peserta yang terdiri dari pegawai lingkup DP3AP2KB, para penyuluh KB, serta Forum Generasi Berencana (Genre) Banggai Kepulauan.

Aksi tersebut difokuskan pada pembersihan area pelabuhan dan sekitarnya guna memastikan ruang publik Kota Salakan terbebas dari sampah.

Kepala DP3AP2KB Banggai Kepulauan Ramlin Hamid menyampaikan bahwa pelaksanaan Gerakan ASRI merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung kebijakan nasional sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

“Gerakan ini tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan ruang publik sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara DP3AP2KB, IPeKB, serta Forum Genre dapat terus terjalin dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat, demi mewujudkan Banggai Kepulauan yang bersih, sehat, dan nyaman. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Ihsan Basir secara resmi membuka kegiatan pertemuan koordinasi dan kerjasama lintas sektor dalam rangka pencegahan perkawinan anak, Rabu (16/10/2024).

Dalam sambutannya Bupati mengatakan menjadi tanggung jawab semua pihak untuk memastikan bahwa setiap anak tanpa terkecuali mendapat kesempatan untuk berkembang dengan baik.

“Kita memiliki kewajiban untuk melindungi hak-hak anak dan menciptakan dukung mereka untuk mengejar pendidikan dan mencapai potensi penuh mereka,” ucapnya.

“Saya mengajak stakeholder untuk berkolaborasi dalam upaya ini, Mari kita tingkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perkawinan anak dan pentingnya pendidikan bagi anak-anak kampanye kampanye pendidikan, penyuluhan dan penguatan kapasitas bagi orang tua dan tokoh masyarakat harus menjadi bagian integral dari strategi kita,” terang Ihsan.

Bupati juga menekankan pentingnya data dan penelitian untuk memahami faktor pemicu perkawinan anak di Banggai Kepulauan.

“Saya juga ingin menekankan pentingnya data dan penelitian dalam merumuskan kebijakan yang tepat kita perlu memahami lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memicu perkawinan anak di daerah kita, agar program yang kita jalankan dapat tepat sasaran dan efektif,” tambahnya.

Bupati juga berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk berbagi informasi dan praktik baik dalam upaya pencegahan perkawinan anak.

“Saya percaya bahwa pertemuan ini akan menghasilkan rekomendasi dan rencana aksi yang konkret. Mari kita semua berkomitmen untuk melaksanakan rencana tersebut agar dapat mencapai hasil yang nyata dan berkelanjutan dengan dukungan dan kerjasama kita semua kita bisa mengurangi angka perkawinan anak dan menciptakan masa depan yang lebih baik lagi bagi anak-anak kita,” ungkapnya.

Kegiatan bertempat di cafe teman kopi dihadiri oleh Ketua TP PKK Banggai Kepulauan, Kadis DP3AP2KB, Perwira Penghubung 1308/LB, Sekretaris Dinas Kesehatan, Pj. Kepala Desa Baka, Pj Kepala Desa Bongganan serta undangan lainnya. (IKP-KOMINFO)

 Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) lakukan kegiatan edukasi pencegahan kekerasan anak dalam lingkungan sekolah, anti bullying/perundungan dan program Generasi Berencana dalam pemenuhan hak anak guna mewujudkan Banggai Kepulauan sebagai Kabupaten Layak Anak di beberapa sekolah di ibu kota Salakan, Kamis (11/7/2024).

DP3AP2KB berkesempatan membawakan materi tersebut dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di beberapa sekolah yakni SMA Negeri 1, SMK Negeri 1, dan SMPN 1 Tinangkung serta SDN Pembina Salakan.

Kepala Dinas P3AP2KB Moh. Adnan Datu Adam berharap melalui kegiatan tersebut dapat mengenalkan kepada anak-anak remaja khususnya usia 10-18 tahun untuk tidak nikah dini atau melakukan pernikahan anak dimana angka pernikahan anak di Banggai Kepulauan cukup tinggi.

Selain itu, Adnan juga berharap anak-anak remaja tidak terjerumus dalam pergaulan seks bebas dan tidak melakukan kekerasan baik seksual, bullying/perundungan serta penyalahgunaan narkoba dengan menjaga kesehatan reproduksi remaja.

Sejalan dengan itu, dalam materi Program penanggulangan bullying disekolah yang dipaparkan Lubna M. Jafung selaku penggerak masyarakat Bid. Perlindungan menjelaskan bahwa penanggulangan bullying merupakan tanggung jawab bersama bagi semua anggota komunitas sekolah dan semua para orang tua murid siswa.

“Dengan bekerjasama, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan positif untuk semua siswa melalui Sekolah Ramah Anak (SRA) dan anak bisa menjadi Pelopor dan Pelapor khususnya dlm pencegahan kekerasan dilingkungan satuan pendidikan, BULLYING NO, BERTEMAN YES,” terangnya.

Selanjutnya melalui program generasi berencana (GenRe), remaja harus mampu dengan persiapan merencanakan pendidikan, merencanakan pernikahan dan merencanakan kehamilan.

Usia Ideal menikah dalam Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Dibawah usia itu tidak boleh menikah karena organ reproduksi belum terlalu siap.

Dalam paparan Marthina Djuman Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga menyampaikan bahwa subtansi program genre yaitu Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kepro/Trida KKR, Live Skill, dan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga/PUP. Program ini menjadi penentu untuk pencegahan stunting, pemahaman remaja tentang perencanaan pernikahan dengan mengatur jarak kelahiran anak, sehingga akan lahir generasi sehat dan berkualitas, program strategis BKKBN yang digerakkan oleh remaja untuk memberikan edukasi kepada rekan sebaya, mengenai pentingnya merencanakan masa depan. (IKP-KOMINFO)