Lolantang, BanggaiKep.go.id – Sebanyak 60 orang yang tergabung dalam Tim Pendamping Keluarga (TPK) mengikuti orientasi percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Bulagi Selatan yang dilaksanakan oleh Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BP-KB) Kecamatan Bulagi Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Kegiatan Orentasi penurunan Stunting Tim Pendamping Keluarga Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kec. Bulagi Selatan dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Kasie Avokasi Jasman Soulong, SH dan dihadiri oleh Camat Bulagi Selatan yang diwakili oleh Diharjo, S.H dan dan Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi Selatan Desman Mansa dan Fasilitator Orientasi serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) SE Kec. Bulagi Selatan, Senin, (22/11/2021).

Degi S. Matade, SH selaku fasilitator orientasi dan juga merupakan Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi, mengatakan secara umum Tim Pendamping Keluarga bertugas melakukan pendampingan kepada keluarga dengan cara:

1. Mengidentifikasi faktor risiko Stunting (surveilans/pengawasan/pengamatan)

2. Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) / Penyuluhan.

3. Pelayanan kesehatan dan rujukan.

4. Fasilitasi penerimaan program bantuan sosial, dan

5. Pelayanan lainnya untuk melakukan pencegahan kepada keluarga dengan risikom melahirkan anak-anak Stunting.

Lanjut Degi, Tim Pendamping Keluarga bekerja dibawah koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Desa/Kelurahan (TPPS Desa/Kelurahan). TPPS Desa/Kelurahan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan percepatan penurunan stunting Nasional yang bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan, Percepatan Penurunan Stunting di tingkat desa/kelurahan. Jelas Degi.

Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi Selatan Desman Mansa yang juga merupakan fasilitator Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting mengatakan “Saya berharap semua ini berjalan lancar, dan kedepannya dapat bermanfaat bagi keluarga khususnya ibu hamil, Batuta, balita dan calon pengantin. Sehingga angka penurunan stunting dapat terus ditekan, dan tidak ada lagi kasus Stunting di kecamatan Bulagi Selatan,” ucap Desman. (AmosKominfo)