Salakan, BanggaiKep.go.id – Sebanyak 96 orang Tenaga Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 menerima Surat Keputusan (SK). Penyerahan SK PPPK di pimpin Pj. Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Ihsan Basir, Sh.,LL.M di Halaman Kantor Bupati Bangkep, Rabu, (21/09/2022).

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan “Dengan Bertambahnya kekuatan ASN guru ini, tentunya akan ada semangat baru untuk dunia pendidikan kita, saya meminta kepada seluruh PPPK guru harus bisa membawa dampak pada peningkatan dan pemerataan pendidikan di Banggai Kepulauan,” ucapnya.

“Bagi kami ini adalah amanah bagaimana super team Pemkab Banggai Kepulauan bukan sekedar bertambah personelnya, tetapi harus benar-benar berjalan, seluruh PPPK harus punya peran besar terhadap pembangunan daerah,” tutur Bupati.

Selanjutnya, Bupati juga menghimbau kepada penerima SK PPPK fungsional guru segera buat prioritas kerja, karena para PPPK merupakan abdi Negara yang punya tanggung jawab melayani masyarakat.

“Saya ingin para guru bisa meningkatkan motivasi dan semangat kerja, sehingga meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan,” tegasnya.

Diakhir sambutannya, Bupati mengatakan bahwa guru merupakan tugas yang mulia, digugu dan ditiru, sehingga guru harus menjadi uswatun hasanah agar selalu berakhlakul karimah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya agar selalu menaati peraturan yang berlaku,” tutup Bupati. (Elsi-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Ihsan Basir, SH.,LL.M serahkan Surat Keputusan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan dan di hadiri oleh Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Kepala BKPSDM, Inspetur Inspektorat serta undangan lainnya, Rabu (21/09/2022).

Yang menerima SK PPPK tahap 2 seluruhnya merupakan tenaga guru berjumlah 96 orang terdiri dari 57 orang guru SD dan guru SMP sebanyak 39 orang.

Dalam sambutan Pj. Bupati mengatakan “Selaku Pimpinan dan mewakili Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan saya mengucapkan selamat kepada bapak/ibu sekalian para P3K yang menerima SK pada hari ini.”

“Saya tentunya sangat berharap bapak/ibu sekalian bisa menjalankan tugas yang diamanahkan kepada bapak/ibu untuk mencerdaskan anak-anak kita,” ucapnya.

Bupati juga mengatakan bahwa guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. “Saya tahu betul guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, kita mengingat guru bukan karena dia cerdas tapi karena dia telaten dan tahu betul caranya mengajar,” katanya.

“Saya percaya kalau itu bapak/ibu kuasai maka bapak/ibu dikenang sepanjang masa dan saya yakin ini adalah sebuah pekerjaan yang sangat besar pahalanya,” tambahnya.

Selanjutnya, Bupati Ihsan Basir juga merasa bangga dan berterimakasih atas pengabdian guru. “Saya sangat bangga dan berterima kasih di depan bapak/ibu yang sudah mengabdi begitu lama, apresiasi kami tidak terlalu besar tapi percayalah bahwa apa yang bapak/ibu mendapat amanah yang paling besar yang bisa di banggakan kemudian hari, seorang guru bisa tidak dikenal tetapi hasil didikan bisa menjadi apa saja,” pungkasnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka memetakan mutu pendidikan, Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Banggai Kepulauan mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Pelaksanaan ANBK bagi Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Banggai Kepulauan yang mulai dilaksanakan pada Senin, 19 September 2022.

Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) diawali dengan persiapan-persiapan yang dilakukan oleh pihak sekolah maupun oleh siswa-siswi yang akan mengikuti ANBK ditahun 2022, mulai dari simulasi ANBK dan gladi bersih yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan ANBK.

Dari pemantauan media BanggaiKep.go.id, pelaksanaan ANBK dilaksanakan baik secara mandiri oleh sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas yang memadai, sedangkan bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas penunjang pelaksanaan ANBK dilaksanakan dengan cara menumpang di sekolah yang memiliki fasilitas yang memadai.

Koordinator Bidang Pendidikan Kecamatan Buko Frits Taluari, S.Pd saat dijumpai mengatakan bahwa pelaksanaan ANBK guna melakukan pemetaan mutu pendidikan.

“Kalau sebelumnya sudah diawali dengan pengisian survei lingkungan belajar (Sulinjar) yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru, maka dalam pelaksanaan ANBK ini siswa akan mengikuti ujian numeris, literasi,” jelas Frits Taluari.

Beberapa Kepala Sekolah yang menumpang pelaksanaan ANBK di sekolah yang memiliki fasilitas yang memadai berharap jika ANBK masih akan dilanjutkan ditahun-tahun ke depan.

“kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan bagi kami baik komputer/Laptop dan penyiapan jaringan internet, karena jika Pelaksanaan ANBK kami harus menumpang disekolah lain biayanya cukup besar yang harus dikeluarkan oleh sekolah apalagi kami yang sekolah kecil dana bos kami jumlahnya terbatas,” ucap salah satu Kepsek. (JAR-KOMINFO)