Salakan, Banggaikep.go.id – Penanggulanagan HIV/AIDS dan Tubercolosis selama pendemi Covid-19 melalui rapat koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten (KPAK) se-Provinsi Sulteng diikuti oleh Bupati Banggai Kepulauan (BanggaiKep) H. Rais D. Adam didampingi Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kab. BanggaiKep Riang Lala Manila, SKM,.MPH dan Plt. Kasubid Sosbud Nirmala Wardhani M,S. Farm secara virtual di ruang rapat Sekda Banggaikep, Selasa, (29/09/2020).

Kegiatan dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Drs. H. Longki Djanggola, M.Si dan dihadiri oleh Bupati se-Sulawesi Tengah, Wali kota selaku ketua KPAK Palu, Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota se-Sulawesi Tengah, Kepala Dinas/Badan anggota KPA Sulteng, Sekretaris KPA Kabupaten/Kota se-Sulteng.

“Atas nama pribadi dan pemerintah provinsi Sulteng, saya menyambut baik dan sangat memberi apresiasi kegiatan rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh komisi penanggulangan AIDS Sulteng,” ucap Gubernur mengawali sambutannya.

“Melalui penyelenggaraan ini, upaya pengendalian HIV/AIDS telah dilaksanakan dengan baik oleh Komisi Penanggulangan AIDS provinsi maupun oleh Komisi Kabupaten/Kota,” sambung Longki.

Longki juga memaparkan, Sesuai data dari Dinas Kesehatan Provinsi, bahwa penemuan kasus HIV secara komulatif dari tahun 2002-2020 berjumlah 1.905 kasus. Hal ini dapat di artikan bahwa jumlah kasus HIV yang terungkap baru mencapai 45,47% baik, Estimasi kasus HIV Provinsi tahun 2016 sejumlah 4.189 kasus.

“Untuk itu perlu peningkatan penemuan kasus melalui sosialisasi yang dilanjutkan dengan konseling dan tes HIV secara sukarela. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan sumber daya, tenaga terlatih dan sarana penunjang lainnya yang semuanya membutuhkan biaya operasional,” tegas Gubernur.

Dalam masa pandemi covid-19 upaya penanggulangan HIV harus tetap berjalan sesuai dengan surat edaran Mendagri Nomor 440/4532sg tahun 2020 tentang pelaksanaan penanggulangan HIV/AIDS dan Tubercolosis selama masa pandemi covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan covid-19.

Upaya pengendalian HIV/AIDS membutuhkan gerak langkah yang nyata dan didukung oleh kebijakan daerah, Kabupaten/Kota yang memerlukan komitmen dari para pengambil keputusan.

“Sehubungan dengan hal tersebut, saya mengharapkan tim penggerak terdepan di lapangan agar bekerjasama dengan baik dalam mencapai tujuan,” tutur Gubernur. (DeckyKominfo)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *