Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Arsitektur Kinerja Perangkat Daerah Tahun 2025 dan BERKAH SELARAS yang dilaksanakan oleh Bappeda dan Litbang bertempat di Auditorium Bappeda dan Litbang Bangkep, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, serta para pejabat perencana dari seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini memiliki makna strategis dalam memperkuat pelaksanaan sistem manajemen kinerja pemerintah daerah yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada hasil, sebagaimana diamanatkan dalam agenda reformasi birokrasi nasional.

“Arsitektur kinerja merupakan fondasi penting dalam menyusun keterkaitan antara tujuan pembangunan daerah, sasaran kinerja perangkat daerah, hingga capaian indikator yang terukur. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh OPD memiliki pemahaman yang sama dalam membangun keterpaduan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan kinerja,” tutur Wakil Bupati.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa Arsitektur Kinerja bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan peta jalan (roadmap) dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang terarah dan selaras dengan visi-misi daerah.

Dalam konteks Kabupaten Banggai Kepulauan, hal ini sejalan dengan semangat “BERKAH SELARAS” sebuah gagasan inovatif yang lahir dari Aksi Perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) III PPSDM Regional Makassar Tahun 2025.

Inovasi BERKAH SELARAS, yang digagas oleh Ibu Fitriah Bidalo, S.Si.,M.Si Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya Bappeda & Litbang Banggai Kepulauan, menjadi langkah nyata dalam memperkuat integrasi antara perencanaan, penganggaran, dan evaluasi kinerja berbasis digital.

Inovasi ini juga bertujuan menciptakan keselarasan antar perangkat daerah agar seluruh program pembangunan daerah berjalan dalam satu arah dan berorientasi pada hasil.

“Saya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif Ibu Fitriah Bidalo yang telah menggagas Aksi Perubahan BERKAH SELARAS. Inovasi ini sangat baik dan perlu dijaga keberlanjutannya, karena menjadi contoh konkret bagaimana ide dan aksi ASN dapat berkontribusi langsung pada perbaikan tata kelola pemerintahan,” ujar Serfi.

Dalam kesempatan yang sama, Wabup juga menyampaikan beberapa poin penting sebagai arah tindak lanjut kegiatan Bimtek, di antaranya:

1. Membangun pemahaman bersama antar perangkat daerah dalam penyusunan dan penerapan arsitektur kinerja;

2. Meningkatkan kapasitas SDM, khususnya pejabat perencana dan operator data kinerja di setiap OPD;

3. Mengintegrasikan sistem perencanaan, agar sejalan dengan aplikasi digital nasional dan daerah;

4. Menjamin keberlanjutan inovasi, dengan menjadikan hasil Bimtek sebagai dasar penguatan Renstra, Renja, dan evaluasi kinerja daerah.

Wakil Bupati Serfi Kambey menambahkan bahwa keberhasilan implementasi arsitektur kinerja bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan komitmen semua pihak.

“Kita semua harus bergerak dalam satu visi. Inovasi seperti BERKAH SELARAS adalah bukti nyata semangat ASN dalam mendukung reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang profesional dan berintegritas,” ujar Wabup.

Kegiatan Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Kementerian PANRB dan Bappenas, yang memberikan panduan teknis terkait penyusunan dan implementasi Arsitektur Kinerja Pemerintah Daerah sesuai kebijakan nasional.

Dengan adanya inovasi BERKAH SELARAS, diharapkan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan semakin siap dalam membangun sistem manajemen kinerja yang terintegrasi, transparan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) tengah memperkuat sistem perencanaan pembangunan daerah dengan mengadopsi konsep Logical Framework Kinerja Terintegrasi Perangkat Daerah melalui program inovasi “Berkah Selaras”. Program ini hadir untuk memastikan setiap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah selaras dengan visi-misi kepala daerah periode 2025–2029.

Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya Bappeda dan Litbang Kab. Bangkep Fitriah Bidalo, S.Si.,M.Si dalam live podcast di Studio RPD Mymoe menjelaskan, Logical Framework atau pohon kinerja adalah pendekatan sistematis yang menekankan hubungan sebab-akibat antara input, proses, output, dan outcome. Dengan metode ini, perencanaan tidak hanya berorientasi pada serapan anggaran, tetapi lebih menekankan pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

“Kita ingin mengubah cara berpikir dari sekadar menghasilkan output menjadi memastikan outcome. Misalnya, membangun jalan bukan hanya sebatas jalan selesai dibangun, tetapi juga memastikan adanya kelancaran mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan Program Berkah Selaras merupakan turunan dari visi pembangunan daerah dengan jargon “Banggai Kepulauan Berkah 2025–2029” yang mencakup delapan program prioritas, di antaranya Berkah Sejahtera, Berkah Cerdas, Berkah Sehat, Berkah Desa Membangun, hingga Berkah Berintegritas.

Dalam praktiknya, Berkah Selaras mendorong perangkat daerah menyusun rencana kerja berbasis isu strategis, mengintegrasikan perencanaan dengan anggaran, serta melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor. Misalnya, dalam penanganan stunting, diperlukan sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, DP3AP2KB, serta pemerintah kecamatan.

Selain itu, Fitriah juga memaparkan bahwa sistem ini juga akan ditopang oleh teknologi informasi. Melalui aplikasi khusus, capaian kinerja dapat dipantau secara real-time oleh kepala daerah dan perangkat terkait.

“Berkah Selaras bukan sekadar instrumen teknis, tetapi instrumen manajemen kinerja. Setiap kegiatan OPD harus terukur, transparan, dan berorientasi hasil. Bahkan nantinya evaluasi bisa dilakukan langsung melalui dashboard kinerja,” tambahnya.

Meski demikian, kata Kabid Sosbud masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pemahaman ASN terkait logframe, ketersediaan data yang belum lengkap, serta koordinasi lintas OPD yang kerap terhambat ego sektoral. Untuk itu, penguatan kapasitas ASN, audit kinerja, hingga dukungan regulasi terus didorong.

Dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan lintas kabupaten, Pemkab Bangkep optimistis model perencanaan Berkah Selaras dapat berlanjut secara berkesinambungan.

“Kami ingin membangun budaya kerja yang bertanggung jawab, konsisten, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Harapannya, Berkah Selaras menjadi tonggak menuju Banggai Kepulauan Emas,” pungkasnya. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus mendorong percepatan transformasi digital melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang salah satu pilar utamanya adalah tata kelola data. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bertempat di ruang rapat Bidang Aptika, Kamis (25/9/2025).

Dalam sambutan Bupati diwakili Kepala Dinas Kominfo Banggai Kepulauan, Ratnasari N. Turungku, SKM.,MPH menyampaikan bahwa tata kelola data menjadi kunci penting dalam mewujudkan sinkronisasi data sektoral dengan data statistik resmi. Oleh karena itu, sinergi antar instansi seperti Dinas Kominfo sebagai wali data, Bappeda dan Litbang sebagai koordinator, serta Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pembina data, perlu terus diperkuat untuk mewujudkan Pemerintah Digital (Pemdi).

“Data dan statistik memiliki peran vital dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan. Tanpa data yang valid, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam memperkuat Sistem Statistik Nasional (SSN) dan mendukung implementasi Satu Data Indonesia (SDI).

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Banggai Kepulauan yang telah memprakarsai kegiatan ini bersama seluruh pemangku kepentingan.

Adapun pesan dan harapan yang disampaikan meliputi:

1. Perangkat daerah diingatkan agar serius dalam mengelola data sektoral, mulai pencatatan, pengolahan hingga penyajian dalam bentuk statistik.

2. Dinas Kominfo dan BPS diminta terus memperkuat koordinasi, pendampingan, serta membangun sistem data yang terintegrasi.

3. Seluruh peserta diminta menjadikan pembinaan ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman, dan komitmen bersama dalam menghasilkan data berkualitas.

Dengan langkah konkret ini, Pemkab Banggai Kepulauan optimistis mampu mempercepat pencapaian visi pembangunan daerah yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berbasis data. (IKP-KOMINFO BANGKEP)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Ketua Tim Ahli penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Tahun 2025-2045 Dr. Suparman, SE.,M.Si mengungkapkan bahwa penyusunan dokumen RPJPD harus terintegrasi antara perencanaan, penganggaran dan pengendalian.

Hal itu disampaikan Suparman dalam Kick off dan Konsultasi Publik penyusunan dokumen RPJPD Kab. Bangkep Tahun 2025-2045 yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kab. Bangkep di Ruang Rapat Kantor Bupati, Senin, (13/11/2023).

Dalam pertemuan yang di pimpin langsung oleh Kepala Bappeda dan Litbang sebagai moderator, Dr. Ariyono Orab, S.Pd.,S.Sos.,MM tersebut membahas tentang beberapa persoalan penting terkait penyusunan dokumen RPJPD Kab. PT Bangkep diantaranya visi dan misi serta arah kebijakan pembangunan dengan sasaran peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Pariwisata, Perikanan dan Perkebunan/Pertanian.

Pada kesempatan ini, Suparman juga menekankan tentang pentingnya how to buy how to do (bagaimana cara memperoleh/mendapatkan dan bagaimana cara melakukannya) agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini yang menjadi tugas penting dalam penyusunan dokumen RPJPD Kab Bangkep.

Sambutan Bupati Banggai Kepulauan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kab. Bangkep Rusli Moidady, ST.,MT menyampaikan bahwa dibutuhkan komitmen dan konsistensi, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui forum konsultasi publik agar bisa terarah dan memperbaiki data agar sasaran RPJPD bisa tercapai. Hal ini tentunya membutuhkan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

Kegiatan turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Bangkep, Perwira Penghubung 1308/ Luwuk Banggai, Wakapolres Bangkep, Asisten II Setda Kab. Bangkep, Kepala Pertanahan, BPJS, Kepala Bidang BNN, KPU, BAWASLU, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kab. Bangkep dan Camat se Kab. Bangkep.

Hadir juga tokoh-tokoh masyarakat antara lain H. Sudirman Salotan, SE, H. Djufri A.T. Unus, S.Pd, SH.,M.AP dan LSM serta rekan-rekan media. (Haera Nggolon – Bappeda dan Litbang)