Pos

Okulo Potil, BanggaiKep.go.id – Dalam mempersiapkan desa tangguh dimasa pandemi Covid-19, Camat Buko bersama unsur Forkompincap Kecamatan Buko membuka lahan bersama pemerintah Desa Okulo Potil dan masyarakat guna penanaman jagung, kacang tanah serta sayur-sayuran sebagai kebun percontohan.

Camat Buko Winarto, ST bersama unsur Forkompincap Kecamatan Buko bersama Pemdes dan masyarakat Okulo Potil melakukan pembersihan lahan pada hari Selasa (23/2/2021) dengan menggunakan mesin pemotong rumput dan parang.

Dalam kegiatan pembukaan lahan ini, terlihat Winarto turun tangan langsung mengunakan mesin pemotong rumput membersihkan lahan yang seakan memotivasi bagi masyarakat yang ada untuk bekerja lebih giat lagi agar target pekerjaan bisa cepat tercapai.

Winarto mengatakan “Pembukaan lahan ini sebagai upaya meningkatkan ketahan pangan dimasa pandemi Covid-19, untuk itu harapan kami dari pemerintah agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam umbi-umbian, jagung, sayur-sayuran serta rempah-rempah dalam upaya ketahanan pangan dimasa pandemi yang sampai saat ini kita tidak tahu kapan akan berakhir.”

Usur Forkompincap yang hadir dari Polsek Buko Brigpol. I Ketut Picca, Koramil 1308-13 Buko Koptu Yudas Duasing, dan juga petugas penyuluh pertanian serta Kepala Desa Okulo Potil Welon Kolian. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banggai Kepulauan (BanggaiKep) gelar pelatihan kerajinan kerang dan batok kelapa, dengan tujuan agar dapat membina sekelompok masyarakat untuk mengolah kerang dan batok kelapa sehingga menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Ketahanan Pangan Kab. BanggaiKep, Senin, (07/12/2020).

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dekranasda Kufuan Pandjo, Spd., M.Pd, dan di hadiri Ketua Bidang Pengembangan Produk Dekranasda Tri Rachmatia Wulandari ST, Instruktur dari Jogyakarta Bapak Siswanto, Ibu Lismawati dan seluruh peserta pelatihan.

“Saya berpesan khususnya kepada peserta jangan hanya biasa-biasa saja kita mengikuti materi tetapi kalau ada yang tidak kita mengerti di tanyakan kepada instruktur,” ucap Kufuan Pandjo dalam sambutannya.

“Saya sebagai sekretaris Dekranasda, harapan saya program ini harus berlanjut sehingga nanti ketika selesai mengikuti bimtek akan ada hasil yang mereka boleh tunjukan,” tambah Kufuan.

Selanjutnya, Kufuan juga menyampaikan, “Saya sebagai sekretaris Dinas juga kita bersama-sama nanti untuk memikirkan bagaimana menjadikan batok kelapa dan kerang agar menjadi sesuatu yang bernilai dan membangkitkan ekonomi kabupaten itu sendiri, dan kita bekerjasama bagaimana cara untuk bisa memasarkan kerajinan itu sendiri.” (DeckyKominfo)

Stok Pangan Sulteng Aman : Pekerjaan Menyiapkan Pangan Tugas Mulia

Puncak panen padi di wilayah Sulteng yang akan terjadi Juni nanti, dipastikan menjaga ketersediaan stok pangan di tengah pandemi virus corona (covid-19).

“Kita masih surplus lebih kurang 90 ribu ton beras dengan asumsi konsumsi beras 118 kg per kapita,” jelas Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng Ir. Trie Iriany Lamakampali, MM, yang memastikan tidak ada penurunan produksi padi di Sulteng, pada Rabu (15/4).

Meski begitu ada beberapa wilayah di Sulteng karena kondisi lahannya yang kering sehingga tidak signifikan pada panen padi nanti seperti Banggai Laut, Banggai Kepulauan dan Tojo Unauna.

Kondisi itu lanjutnya bisa disiasati petani dengan menanam komoditi pangan yang cocok dengan lahan kering seperti jagung atau dengan menerapkan sistem pertanian ladang.

Terkait kebijakan kementerian pertanian dan pemerintah provinsi selama pandemi virus corona dinilainya sudah sinkron, seperti memastikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi dan bantuan-bantuan pertanian ke petani tetap lancar dan tidak terganggu meski berlaku kebijakan pembatasan akses keluar masuk antar wilayah.

Pada kesempatan itu, birokrat perempuan ini juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan tani yang ikut berjuang menjaga ketahanan pangan karena urusan ini sangat erat kaitannya dengan proses pembentukkan imunitas tubuh supaya kebal melawan penyakit.

“Tentu ini bisa merepotkan dan membuat masalah baru,” kata kadis jika kondisi ketahanan pangan tidak tercapai.

Olehnya, Ia mengharap insan tani agar saat bekerja di sawah/ladang tetap menaati segala ketentuan protokol kesehatan supaya tidak terjangkit virus dan produksi pangan Sulteng bisa tetap meningkat walau di tengah pandemi.

“Karena pekerjaan menyiapkan pangan adalah tugas yang mulia, sama seperti tenaga medis yang ada di garis depan,” pungkas Kadis TPH Trie Iriany Lamakampali.

(Sumber: Biro Humas Protokol Setda Prov Sulteng) (FeriKominfo)