Tataba, BanggaiKep.go.id – Upaya penanggulangan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan terus dilakukankan oleh gabungan Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko yang terdiri dari Tenaga Medis PKM Tataba, Anggota Polsek Buko, anggota Koramil 1308-13 Buko dan Dinas Perhubungan memasuki hari ke-3.

Sejak dari hari pertama Sabtu (22/3/2020) sampai dengan hari ketiga Senin (24/3/2020) Tim Relawan Covid-19 khususnya para tenaga medis yang melakukan penyemprotan antiseptik, pemeriksaan suhu badan dan pendataan arus kedatangan masyarakat, masih menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) jauh dibawah standar.

Para tenaga medis saat dijumpai di Pelabuhan Leme-leme memaparkan apapun alasannya tindakan pencegahan harus dilakukan guna menghambat dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dan para tenaga medis harus melakukan pecegahan sedini mungkin untuk memastikan status Penyebaran Covid-19 di Kec. Buko pada khususnya dan Kab. Banggai Kepulauan pada umumnya sesuai instruksi Bapak Plt. Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam.

“Hanya ini yang dapat kami lakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19 di Kabupaten  Banggai Kepulauan walau APD kami jauh dibawah standar tapi tugas yang dipercayakan bagi kami harus kami laksanakan”, ungkap para tenaga medis.

Sambung salah satu tenaga PKM Tataba, “Coba bapak lihat jaket yang kami lalukan adalah baju hujan yang terbuat dari plastik dan sarung tangan serta masker yang masih biasa saja, tapi kami tetap melaksanakan tugas seperti biasanya”.

Memang sudah ada APD yang dibagikan oleh Dinas Kesehatan tapi masih terbatas itu hanya akan digunakan jika sudah ada kasus dan melakukan proses penanganan sesuai prosedur yang akan digunakan oleh tenaga medis yang membawah Pasien Covid-19 ke Salakan. (JARKominfo)

 

 

Bulagi Selatan, BanggaiKep.go.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sea-sea Tatarandang Kecamatan Bulagi Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah mengelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2019/2020.

Pelaksanaan UNBK bagi SMK Sea-sea Tatarandang merupakan yang pertama ungkap Edison Maay, M.Pd.K selaku Wakil Kepala Sekolah, beliau juga menjelaskan bahwa kegiatan UNBK ini berlangsung selama 3 hari (16-19 maret 2020) dan diikuti oleh 8 orang siswa.

Sekolah yang dipimpin oleh Bihun Maitano, S.Pd harus melaksanakan Ujian Nasianal Berbasis Komputer (UNBK) dengan meminjam ruang Lab. komputer SMTK Bukit Ispirasi Lumbi-lumbia.

Menurut Edison, “Langkah ini kami tempuh karena SMK Sea-sea Tatarandang tidak memiliki sarana dan prasarana yang mendukung dilaksanakannya UNBK, sehingga harapan kami kiranya pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat membantu kami demi tersedianya sarana prasarana penunjang UNBK untuk tahun pelajaran berikutnya kami sudah melaksankannya di Tatarandang”, ungkap Edison. (JARKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Memasuki hari ketiga dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilaksanakan oleh gabungan Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko dan Buko Selatan di Pelabuhan Leme-leme diguyur hujan deras, Selasa (24/03/2020).

Awalnya ketika kapal KM.Puspita Sari bersandar di Pelabuhan Leme-leme langit sudah mendung, beberapa saat kemudian hujan deras turun, meskipun diguyur hujan lebat Tim Relawan Pencegahan Covid-19 tetap melaksanakan prosedur pemeriksaan bagi masyarakat yang baru berdatangan dari luwuk maupun luar daerah, mulai dari penyemprotan Anti Septik ketika penumpang turun dari kapal, pemeriksaan suhu badan, mendata penumpang yang baru tiba dengan memisahkan baik yang hanya ke Luwuk serta yang dari luar daerah, serta dibagian akhir pemeriksaan diberikan Hand Sanitizer untuk membasuh tangan.

Kepala PKM Tataba, Sianti, AMd.Kep memberi penjelasan bahwa apa pun alasannya prosedur pemeriksaan jangan sampai diabaikan dan tidak ada satu pun penumpang yang meninggalkan pelabuhan Leme-leme yang tidak melewati proses pemeriksaan guna pencegahan penyebaran Covid-19.

Mantri Yuspianus saat ditanya mengenai masyarakat yang datang dari luar daerah beliau memaparkan bahwa  “Kami mengharuskan mereka melakukan karantina mandiri dirumah, dengan tidak keluar dari rumah selama 14 hari, memisahkan peralatan makan yang digunakan serta untuk sementara selama masa karantina jangan berinteraksi dengan orang lain terkecuali tenaga medis”, ucap Mantri.

Lanjut Yuspianus, “Karena kami dari pihak tenaga kesehatan tetap akan melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara berkala bagi mereka yang datang dari luar daerah, apalagi riwayat kedatangannya dari daerah yang sudah ditemukan kasus Covid-19”. (JARKominfo)