Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yg kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 hari ini 30 April 2020 bahwa sesuai dengan data yang masuk di Covid-19 center Kab. Banggai Kepulauan terlapor tidak ada tambahan kasus baru ODP dan PDP.

Sehingga kasus ODP yang masih dalam pemantauan petugas kesehatan sebanyak 3 orang.

Selanjutnya untuk pelaku perjalanan yang telah selesai masa pemantauan sebanyak 1.937 orang.

Terima kasih🙏 Salam sehat.

Mari bersama pemerintah malaksanakan satu tanggung jawab besar yakni memutus rantai penularan Covid-19 dengan tetap menerapkan physical distancing dan sosial distancing secara maksimal.

Semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap langkah dan usaha kita untuk terbebas dari pandemi ini.🙏

Sumber: Arabia Tamrin, SKM Jubir COVID-19 Kab. Banggai Kepulauan.

#stayathome

#dirumahaja

#cegahcovid19

(ElsiKominfo)

Apal, BanggaiKep.go.id – Dampak Pademi Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19) meroketnya harga beberapa harga Sembako diantaranya beras sampai menembus angka Rp.600.000 per sak dibeberapa kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menyikapi hal ini Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam memerintahkan dinas terkait dilingkup Pemerintah Daerah BanggaiKep untuk mengelar pasar murah dengan sistem memprioritaskan yang layak membeli dari dengan harga dibawah harga pasar pada umumnya.

Dinas Koperindag dan Dinas Ketahan Pangan Kab. Banggai Kepulauan pun mengelar operasi pasar murah dengan harga beras Rp.8.100/Kg dengan kuota yang sudah dibagi setiap kecamatan dan desa guna menekan harga beras yang meroket tinggi.

Sehubungan dengan operasi pasar murah Kepala Desa Apal Kec. Buko Bonivasius Bapisa saat dijumpai jurnalis DisKominfo BanggaiKep (29/4/2020) dikantor Desa Apal disela menerima Anggota Komisi III DPRD Kab. BanggaiKep yang melakukan monitoring penyaluran pasar murah, beliau menjelaskan “Kuota paket beras kami kurang dari apa yang kami laporkan dengan jumlah penerima kurang lebih 100 KK sesuai hasil pendataan kami atas permintaan data dari Dinas terkait melalui pemerintah kecamatan Buko Selatan, tentunya ini menjadi suatu masalah dilapangan dengan jumlah paket yang tidak memenuhi”, ujar Boni.

“Untuk mengantisipasi hal ini maka saya selaku penangungjawab didesa harus menjamin dengan penyaluran paket beras ini agar semua yang layak menerima sesuai data harus mendapatkan jatah beras, maka kami bersama aparat Desa Apal berinisiatif bagi rata agar semua masyarakat yang layak dapat semua dengan tanpa menambah harga sehingga setiap penerima hanya mendapatkan 3 1/2 Kg”, jelas Kades Apal.

Kemudian disamping itu juga, Kades menyampaikan harapannya “Saya  berharap kiranya kedepan dalam kegiatan pasar murah bukan saja hanya beras tapi lengkap 9 bahan pokok dan kuotanya disesuaikan dengan jumlah kebutuhan di masing-masing desa”, tutur Boni. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang.

Kembali kami laporkan perkembangan situasi covid-19 di Kab. BanggaiKep update hari ini tgl 29 April 2020 jam 14.00.

Sesuai dengan data yang masuk di covid-19 center terlapor 1 kasus baru ODP di wilayah Kec. Buko sehingga total ODP yang saat ini sedang dalam pemantauan petugas kesehatan berjumlah 3 ODP.

Selanjutnya untuk pelaku perjalanan yang sudah selesai pemantauan sebanyak 1.912.orang.

Terimakasih 🙏salam sehat.

Patuhi anjuran pemerintah karena dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi.
Jaga diri anda, keluarga dan masyarakat dari pandemi ini.
Mari bersama-sama dengan pemerintah memutuskan mata rantai penularan Covid-19.
“Bangkep Bersatu Cegah Covid-19”

Juru Bicara Gugus Tugas, Arabia Tamrin, SKM. (KondKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum  dan selamat sore.
Saya, Juru Bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kab. BanggaiKep akan menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan adanya kasus positif Covid-19 di Kab.BanggaiKep sbb:

1. Sampai dengan hari ini tanggal 28 April 2020 belum ada perubahan data terkait Covid-19 dimana jumlah keseluruhan ODP sebanyak 8 ODP, 6 ODP dinyatakan sehat, 2 ODP masih dalam proses karantina.

2. Kondisi 2 ODP saat ini masih dalam kondisi baik dan sudah tidak ada gejala sehingga tidak ada perubahan/peningkatan status menjadi PDP ataupun kasus positif Covid-19 yang diberitakan.

3. Pemeriksaan rapid test adalah merupakan bagian dari protap yang harus dilaksanakan untuk langkah screening/penapisan untuk menuju tahapan penanganan selanjutnya.

4.  Hasil rapid test bukan merupakan penentu dan diagnosa Covid-19 sehingga perlu dilakukan pengambilan sampel swab tenggorokan untuk memastikan positif atau bukan Covid-19.

5. Sampai dengan hari ini belum ada ODP yang sudah dilakukan pengambilan swab sehingga belum ada yang sudah dinyatakan positif Covid-19 seperti dalam pemberitaan.

6. Proses karantina dengan fasilitas khusus adalah bagian dari prosedur yang ada terhadap ODP dengan kondisi tertentu seperti faktor umur dan ketersediaan fasilitas karantina yang tidak memadai di lingkungan tempat tinggal.

Atas nama Pemerintah Daerah Kab. Banggai Kepulauan menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tetap menjalankan anjuran Pemerintah:
a.Tetap tinggal di rumah jika tidak berkepentingan
b. Wajib memakai masker setiap keluar rumah
c. Hindari berkumpul dengan org banyak
d. Jaga jarak minimal 1 m
e. Berperilaku hidup bersih dan sehat
f. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktifitas
G. Ikuti prosedur karantina dengan maksimal sesuai dengan anjuran untuk pelaku perjalanan dari daerah transmisi lokal dan daerah terjangkit.
Mari bersama-sama dengan pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19.kita pasti bisa💪salam sehat
Bangkep Bersatu cegah Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas, Arabia Tamrin, SKM. (KondKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yg kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi covid-19 di Kab. BanggaiKep update 28 April 2020 jam 14.00 wita.

Sesuai dengan data yang masuk ke covid center sampai dengan update hari ini terlapor tidak ada tambahan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Tanpa Gejala ( OTG).

Sehingga total ODP yang masih dalam pemantauan petugas kesehatan sebanyak 2 ODP, PDP 0 kasus ,OTG 0 kasus.

Selanjutnya kami laporkan untuk pelaku perjalanan yang telah selesai masa pemantauan sebanyak 1.883 orang.

Terimakasih🙏salam SEHAT.

Dimana saja dan kapan saja resiko penularan bisa terjadi oleh karena itu tetap :
#stay at home
#jaga jarak
#Pakai masker
# cuci tangan pakai sabun
# PHBS
Melindungi diri sendiri keluarga dan masyarakat dari penyebaran covid-19 adalah wujud tanggung jawab kita bersama untuk memutus rantai penularan.
“Bangkep Bersatu cegah covid-19″💪

Juru Bicara Gugus Tugas, Rabia Tamrin, SKM. (KondKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam hadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan dengan Video Conference (VidCon) di ruang kerja Bupati Banggai Kepulauan, Senin, (27/04/2020).

Kegiatan ini diawali dengan penjelasan dari Menteri Dalam Negeri mengenai perkembangan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19, “Berdasarkan hasil-hasil kajian yang kerap dilakukan oleh Kementerian Keuangan, Pemerintah menyiapkan dua skenario, skenario berat dan skenario sangat berat”, kata Prof. Tito Karnavian.

“Skenario berat dipilih apabila pandemi Covid-19 ini berlansung sekitar 9 bulan. Tanggap penanganan Covid-19 berjalan efektif tetapi mengalami keterlambatan. Seluruh aktivitas ekonomi mengalami kelemahan termasuk terjadi gangguan di aset wilayah kerja,” jelas Tito.

Lanjut Menteri Dalam Negeri RI, “Skenario sangat berat dipilih apabila masalah Covid – 19 semakin parah dan memberi dampak sepanjang tahun 2020. Berdampak memburukkan kondisi pasar dan tenaga kerja  yang berdampak langsung seperti industri manufaktur dan pariwisata”, tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulteng H. Longki Djanggola menyampaikan “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018-2021 telah memasuki hasil pengorganisasi, dimana tahun 2021 adalah tahun transisi. Dalam periode tersebut telah banyak kemajuan yang telah kita capai bersama serta masih banyak pula tantangan dan masalah yang perlu kita selesaikan,” kata Gubernur.

“Selanjutnya dalam menghadapi kegiatan Musrenbang ini, saya mengharapkan perhatian saudara-saudara agar kita fokus pada hal-hal sebagai antara lain agar forum musrenbang ini dapat menghasilkan usulan-usulan skala prioritas program yang akan dibiayai APBD Provinsi skala Nasoinal tahun 2021 dan diharapkan agar forum musrenbang ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan mencapai sinergitas antara kegiatan OPD Kabupaten/Kota dan OPD Provinsi,” harap Longki.

Nampak hadir dalam Vidcon Sekda BanggaiKep, Ketua DPR Sulteng, Kepala Bappeda Sulteng, Kepala OPD se – Kabupaten BanggaiKep. (TrisKominfo)

Assalamualaikum dan selamat siang,Bapak/Ibu yg kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi covid-19 di Kab. Banggai Kepulauan update 27 April 2020 jam 14.00 wita.

Sesuai dengan data yg masuk ke covid center sampai dengan update hari ini terlapor tidak ada tambahan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sehingga total ODP yang masih dalam pemantauan petugas kesehatan sebanyak 2 ODP, PDP 0 kasus ,OTG 0 kasus.

Selanjutnya kami laporkan untuk pelaku perjalanan yang telah selesai masa pemantauan sebanyak 1.853 orang.

Terimakasih🙏 Salam SEHAT
#stayathome
#jagajarak
#Pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#PHBS

Melindungi diri sendiri keluarga dan masyarakat dari penyebaran covid-19 adalah wujud tanggung jawab kita bersama untuk memutus rantai penularan.

“Bangkep Bersatu cegah covid-19″💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM (ElsiKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi covid-19 di Kab. Banggaikep update 26 April 2020 jam 14.00 wita.

Sesuai dengan data yang masuk ke covid center sampai dengan update hari ini, terlapor tidak ada tambahan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Tanpa Gejala ( OTG) sehingga total ODP yang masih dalam pemantauan petugas kesehatan sebanyak 2 ODP, PDP 0 kasus , OTG 0 kasus.

Selanjutnya kami laporkan untuk pelaku perjalanan yang telah selesai masa pemantauan sebanyak 1.813 orang.

Terimakasih🙏 Salam SEHAT
#stayathome
#jagajarak
#Pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#PHBS
Melindungi diri sendiri keluarga dan masyarakat dari penyebaran covid-19 adalah wujud tanggung jawab kita bersama untuk memutus rantai penularan.
“Bangkep Bersatu cegah covid-19″💪

Juru bicara Gugus Tugas, Arabia Tamrin, SKM. (KondKominfo)

SIARAN PERS
Nomor: 52/SP/KSIHU/IV/2020

Jakarta (24/04/2020), BanggaiKep.go.id – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, siapkan skema pelarangan sementara transportasi udara guna sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan no 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Skema ini berupa pembatasan penerbangan yang diterapkan untuk wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau daerah yang termasuk zona merah penyebaran Covid 19, dan akan mulai berlaku pada tanggal 24 April 2020 s/d tanggal 31 Mei 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, menjelaskan bahwa skema pembatasan transportasi udara akan dilakukan sebagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia pada masa Mudik/Angkutan Lebaran.

“Pelarangan dikecualikan terhadap sarana transportasi yg digunakan utk pimpinan lembaga tinggi RI dan tamu kenegaraan, operasional kedutaan besar, konsulat jenderal dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia , operasional penerbangan khusus repatriasi untuk pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA), operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat, operasional angkutan kargo dan operasional lainnya dengan ijin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam rangka mendukung percepatan pelayanan covid 19″ papar Dirjen Novie.

Dirjen Novie menambahkan bahwa bandar udara serta pelayanan navigasi penerbangan akan tetap beroperasi secara Normal.
Demikian juga hal ini tidak berdampak pada penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia, tetap berjalan normal, dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid 19, kait sebelumnya.

“Selanjutnya, kami akan tetap memastikan konektivitas logistik tidak terganggu, termasuk pengangkutan sample infectious substances. Pengangkutan kargo dapat dilakukan dengan pesawat konfigurasi penumpang atau dengan pesawat khusus kargo dapat dilaksanakan apabila telah memiliki ijin terbang ( flight approval) dan wajib mematuhi protokol kesehatan serta awak pesawat yang melakukan kegiatan harus dinyatakan sehat dengan dibuktikan dengan surat kesehatan dari dokter fasilitas kesehatan/ Kantor Kesehatan Pelabuhan” tambah Dirjen Novie.

Selanjutnya Badan Usaha Angkutan Udara wajib melayani penumpang yang akan refund tiket dengan ketentuan yang berlaku yaitu penumpang dapat melakukan penjadualan ulang (reschedule) tanpa dikenakan biaya, reroute bagi calon penumpang yang telah memiliki tiket tanpa dikenakan biaya, serta memberikan voucher tiket sebesar nilai tiket yang dibeli oleh penumpang, yang dapat digunakan untuk membeli tiket kembali dengan masa berlaku tiket sekurang-kurangnya 1 tahun, serta dapat diperpanjang sebanyak 1 kali.

KEPALA BAGIAN KERJA SAMA INTERNASIONAL, HUMAS DAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA,

F. BUDI PRAYITNO

Twitter: @djpu151
Instagram: @djpu_151
Youtube: djpu151
FB: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
Portal : hubud.dephub.go.id. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara

Kementerian Perhubungan
Jl. Medan Merdeka Barat No. 8 Jakarta Pusat. (KondKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang. Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi covid-19 di Kab. BanggaiKep update 25 April 2020 jam 14.00 wita.

Sesuai dengan data yang masuk ke covid center sampai dengan update hari ini terlapor tidak ada tambahan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Tanpa Gejala ( OTG).

Sehingga total ODP yang masih dalam pemantauan petugas kesehatan sebanyak 2 ODP, PDP 0 kasus, OTG 0 kasus.

Selanjutnya kami laporkan untuk pelaku perjalanan yang telah selesai masa pemantauan sebanyak 1.787 orang.

Terimakasih, 🙏 Salam SEHAT
#stayathome
#jagajarak
#Pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#PHBS
Melindungi diri sendiri keluarga dan masyarakat dari penyebaran covid-19 adalah wujud tanggung jawab kita bersama untuk memutus rantai penularan.
“Bangkep Bersatu cegah covid-19″💪

Juru bicara Gugus Tugas, Arabia Tamrin, SKM. (KondKominfo)