Lalengan, BanggaiKep.go.id – Akhirnya Masyarakat Desa Lalengan Kecamatan Buko boleh memiliki kepala desa defenitif, karena 2 tahun dijabat oleh PJ. Kades oleh karena Kades Lalengan defenitif meninggal dunia sebelum masa jabatannya selesai.

Pemilihan Kepala Desa Lalengan Kecamatan Buko digelar pada hari Kamis (2/12/2021) Pilkades Desa Lalengan diikuti oleh 3 kandidat calon kades yang bersaing memperebutkan suara rakyat untuk tampil sebagai pemenang dalam halatan Pilkades Desa Lalengan.

Dalam Pilkades Desa Lalengan yang dimulai pukul 8 pagi pembukaan kotak suara yang dilanjutkan dengan pencoblosan sampai dengan pukul 13.00, dan dilanjutkan penghitungan suara yang dimulai dari dusun 1 sampai dengan dusun 3.

Dari hasil penghitungan suara Sarpin Lakato tampil sebagai pemenang dengan mengalahkan dua rivalnya dengan mengantongi suara terbanyak.

Sarfin Lakato memperoleh 263 sedangkan dua rivalnya nomor urut 1 Mahir Moligay mengantongi 67 suara dan nomor urut 2 Masra Maana mengantongi 158 suara, Sarfin Lakato menang talak dalam Pilkades Desa Lalengan dengan mampu memperoleh suara signifikan di 3 dusun yang ada di Desa Lalengan.

Salah satu masyarakat Desa Lalengan yang enggan menyebutkan namanya  mengatakan semoga dengan terpilihnya Kades yang baru Desa Lalengan semakin maju dan rakyat semakin sejahtera, serta dana desa dapat dikelola sebagai mana mustinya serta mengutamakan program atau kegiatan yang mampu mendorong pendapatan masyarakat Lalengan, ucapnya. (AmosKominfo)

Buko, BanggaiKep.go.id – Ketua MPH Klasis Buko Tengah Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) Pdt. Alpianus R. Lapaso, M.Th, dalam ibadah menyambut Natal Yesus Kristus pelayanan-pelayan se Klasis Buko Tengah Rabu, 1 Desember 2021, mengajak para pelayan GPIBK baik Pendeta, Penatua, Syamas dan Pengurus KOMPELKA BIPRA, menjadikan Natal sebagai momentum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Dalam perayaan Natal dan tahun baru hendaknya kita semua senantiasa mengedepankan protokol kesehatan ketat dalam setiap kegiatan,” kata Ketua Klasis Buko Tengah.

Ia mengatakan penerapan protokol kesehatan dapat dilakukan ketika beraktivitas dalam melaksanakan ibadah maupun merayakan Natal dan berkumpul bersama keluarga.

“Kita diwajibkan menerapkan 3M yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker,” ujarnya.

Pdt. Alpianus mengajak agar menjadikan Natal sebagai momentum sukacita iman dengan mengedepankan protokol kesehatan sebagai wahana untuk melakukan pembenahan, evaluasi serta memperbaiki kualitas iman dan imun dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat.

Selain itu, Pdt. Alpianus Lapaso mengingatkan, perayaan Natal merupakan salah satu bentuk pengakuan dan penghayatan iman Kristiani kepada Allah.

“Saya mengajak kita sekalian mewujudkan komitmen iman dan memperkokoh imun di tengah perjuangan melawan COVID-19,” katanya.

Menurutnya, Natal akan bermakna bagi individu, keluarga dan masyarakat bila dimaknai dengan arti pentingnya kehadiran Tuhan Yesus Kristus yang lahir ke dunia dengan penuh kesederhanaan untuk melayani semua orang.

Serta dengan harapan bagi semua pelayan agar mendorong serta terus mengajak jemaat untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 yang sekarang lagi dilaksanakan oleh Pemerintah, dan dengan harapan semua Pelayan sudah divaksin karena kita sebagai teladan dan contoh bagi jemaat. (AmosKominfo)