Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam melantik sebanyak 88 orang Pejabat Struktural Administrasi (Eselon III), Pejabat Pengawas (Eselon IV) dan Fungsional di Lingkup Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin, (28/3/2022).

Nama-nama Pejabat yang dilantik

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, Selaku pribadi dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, beliau menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat administrator, pengawas dan fungsional yang di lantik hari ini.

“Semoga dapat melaksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab sesuai dengan pokok dan fungsi di lingkup instansi masing-masing bekerjalah dengan penuh dedikasi dan loyalitas tinggi, demi memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat,” ucap Bupati.

“Saya berharap semua pejabat yang dilantik hari ini mampu menjalankan peran barunya dengan amanah, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan yang kita cintai ini,” tutur Bupati.

Selanjutnya, Bupati juga berpesan kepada seluruh pejabat yang di lantik hari ini untuk senantiasa mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, melalui kinerja yang baik, profesional, dan rasa tanggungjawab yang tinggi, baik dalam mengabdikan diri kepada negara maupun melayani masyarakat demi suksesnya pembangunan.

Kegiatan pelantikan dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati dan dihadiri oleh Ketua DPRD, Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Unsur Forkopimda serta undangan lainnya, dan kegiatan berjalan lancar dan aman. (Roy-KOMINFO)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Para petani kelapa boleh bernafas lega dengan membaiknya harga buah kelapa dan kopra yang melambung tinggi dari beberapa waktu yang lalu yang sempat turun drastis sampai harga diangka 300 rupiah per Kg, sekarang petani kelapa boleh bernafas lega dan senyum dikarenakan harga kopra sudah melambung tinggi sampai diangka 1.400/Kg.

Tapi kini muncul masalah baru yang memilukan hati para petani kelapa yang hanya bergantung dari hasil panen  setiap triwulan sekali, dalam situasi sulitnya perekonomian dimasa pandemi dengan maraknya pencurian kelapa yang mengakibatkan hasil panen tidak maksimal.

Beberapa petani kelapa di wilayah Kecamatan Buko saat dijumpai (26/3/2022) yang sedang mengupas kelapa hasil panen untuk dijadikan kopra menyampaikan apa yang menjadi keluhan mereka.

“Kalau dulu kami mengeluh dengan rendahnya harga kopra yang tidak seimbang dengan biaya yang harus dikeluarkan saat melakukan panen kelapa karena harga kopra rendah sekali,” ujar papa Abu salah satu petani kelapa.

Lanjutnya, “Tapi sekarang harga kopra meningkatkan sudah membaik dan menjanjikan tapi sayang semakin maraknya pencurian buah kelapa, bukan saja hanya buah kelapa yang jatuh dicuri tapi ada yang mencuri dengan memanjat,” ucapnya.

“Tentunya ini sangat memilukan hati kami, apalagi kami hanya bergantung dari hasil panen kelapa ditengah situasi ekonomi yang sulit,” tambah papa Abu.

Hal senada juga dikatakan oleh om Soni dan berharap kiranya ada perhatian khusus dan langkah dari pemerintah agar dapat mengatasi pencurian buah kelapa.

“Kasian kami para petani kalau harus seperti ini, bisa dibayangkan orang yang tidak punya pohon kelapa hampir setiap dua atau tiga minggu rutin menjual kopra, kami yang punya kebun kelapa harus nanti 3 bulan sekali,” ujar Om Soni.

“Untuk itu kami berharap pemerintah desa dapat mengambil langkah guna mengatasi hal ini, kasian kami para petani kelapa,” harap Om Soni. (JAR-KOMINFO)