Oluno, BanggaiKep.go.id – Kepala Puskesmas Bulagi Heliawati Marlapan S. Gz. memberikan klarifikasi mengenai Jenazah yang di Ojek dari Puskesmas Bulagi ke Desa Oluno Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Senin, (25/4/2022).

Kapus Bulagi menjelaskan dalam wawancara bersama Jurnalis Pemda bertempat di rumah duka bahwa kejadian tersebut terjadi kemarin tanggal 24 April 2022, pukul 13:35 Wita.

Menurutnya, “Pasien di antar di Puskesmas Bulagi dalam kondisi yang tidak sadarkan diri (penurun kesadaran) sampai di puskesmas Bulagi Petugas puskesmas langsung menerima pasien dan melakukan tindakan sesuai dengan standar operasional dan prosedur yang sudah di tetapkan di Puskesmas Bulagi namun pada pukul 14:00 Wita pasien dinyatakan meninggal,” ucap Heliawati.

“Untuk kepulangan jenazah kami dari puskesmas bulagi membantu mengupayakan menelepon mobil jenazah yang ada di wilayah Kecamatan Bulagi, karena mobil jenazah bukan punya Puskesmas Bulagi jadi tidak standby di Bulagi,” lanjutnya.

“Namun waktu itu, mobil jenazah itu rusak kemudian mobil ambulance kami tidak bisa di gunakan karena mobil kami juga rusak masih dalam perbaikan, kemudian tim kami dari puskesmas juga sudah mengupayakan menelepon ambulance lain yang ada di wilayah kecamatan Bulagi yang dari Bulagi I,” jelas Kapus.

“Setelah kami konfirmasi mereka tidak bersedia karena pada saat itu mobil ambulance mereka lagi mengantar pasien yang lagi melahirkan,” terang Kapus.

“Setelah berunding dari keluarga sudah sepakat mereka langsung memulangkan dirumah duka dengan di ojek oleh Kepala Desa bersama sepupu almarhum, dan juga saya menyayangkan beritanya sudah viral tanpa konfirmasi ke petugas kami,” ucap Kapus Bulagi.

Karena sudah viral dan tersebar di media sosial tanpa konfirmasi dari pihak Puskesmas Bulagi, Kapus berharap tidak ada yang memanfaatkan momen tersebut dan menyebarkan berita sepihak.

Selain itu, Kapus juga berharap ke depan ada pengadaan mobil Jenazah dan mobil operasional puskesmas sehingga saat masyarakat membutuhkan mobil sudah standby di Puskesmas.

Selain Kapus dan Staf Puskesmas Bulagi, terlihat Camat Bulagi, Kapolsek Bulagi bersama anggota TNI, Unsur Forkopimcam dan masyarakat menyambangi rumah duka. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam buka kegiatan penyampaian pokok-pokok Rencana Pembangunan Daerah Tahun 2023-2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2023 Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Senin, (25/4/2022).

Kegiatan bertempat di ruang rapat kantor Bupati dan dihadiri oleh Unsur Forkopimda Bangkep, Para Asisten dan Staf Ahli, Kepala Bapedda dan Litbang, Kepala OPD serta undangan lainnya.

Dalam Sambutan Bupati menyampaikan bahwa Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2023-2026 telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2022.

Untuk itu, Bupati mengharapkan dukungan serta dapat menjalankan apa yang telah disepakati bersama dalam dokumen RPD termasuk penyelesaian penginputan dokumen Renstra Perangkat Daerah ke dalam aplikasi Sipdagar.

“Segala target yang telah kita tetapkan baik dalam dokumen RPD maupun dalam dokumen Renstra dapat kita capai sehingga terwujud Kabupaten Banggai Kepulauan yang lebih sejahtera untuk mengejar ketertinggalan kita sehingga dapat sejajar dengan daerah lain,” ucap Bupati.

RKPD Kab. Bangkep tahun 2023 merupakan tahun pertama pelaksanaan dari RPD Kab. Bangkep tahun 2023-2026 yang merupakan tahapan rangkaian dalam pencapaian indikator tujuan, sasaran dan program yang tertuang dalam dokumen RPD.

“Saya minta Kepala Perangkat Daerah agar fokus dan terarah dalam penyusunan program dan kegiatan sehingga rencana pembangunan tahun 2023 dapat tercapai sesuai dengan arah kebijakan pembangunan dalam RPD tahun 2023-2026,” kata Bupati.

Selanjutnya, diakhir sambutan, Bupati juga berharap agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga target yang telah ditetapkan akan dapat tercapai. (Elsi-KOMINFO)

Lumbia-Lumbia, BanggaiKep.go.id – SMA Negeri 1 Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan Provisi Sulawesi Tengah tidak pernah melewatkan momentum bersejarah di negeri ini dengan terus mendorong siswa dan siswi dalam mengembangkan minat dan bakat mereka sebagai generasi muda penerus bangsa dan negara.

SMA Negeri 1 Buko Selatan di bawah kepemimpinan Bapak Muhamad Hariri, S.Ag, M.Pd dengan segudang prestasi yang digapai baik dalam ajang lomba akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Pada Kamis, 21 April 2022 dalam rangka memperingati hari R.A Kartini, SMA Negeri 1 Buko Selatan kembali memeriahkan peringatan hari Nasional ini dengan menggelar beragam lomba yang diikuti siswa-siswinya.

Kegiatan yang dilaksanakan fashion show, baca puisi dan pemilihan duta Kartini milenial SMA Negeri 1 Buko Selatan kegiatan dimulai pada jam 15.00 wita sampai selesai, dengan dewan juri melibatkan Staf Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah Ibu Vera Cristine Lasewa, S.Par, dan Bapak Aldi Patimahu, S.Pd, serta owner Ani Salon.

Tampak dalam kegiatan ini siswi SMA Negeri 1 Buko Selatan tampil dengan busana kebaya dengan beragam corak dan model guna memberikan peringatan hari Kartini.

Kegiatan peringatan hari Kartini SMA Negeri 1 Buko Selatan diakhiri dengan berbuka puasa bersama yang disponsori oleh Dewan Guru serta siswa dan siswi SMA Negeri 1 Buko Selatan. (JAR-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Menindak lanjuti Surat Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah tertanggal 4 April 2022, Perihal Pemberitahuan yang ditujukan kepada Kepala Kementerian Agama Banggai Laut up. Penyelenggara Bimas Kristen, terbitnya Surat Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah ini bukan tanpa alasan berawal dari penurunan papan nama Jemaat GPIBK Nain Adean Klasis Banggai Laut yang masih dibawah naungan lingkup pelayanan Sinode Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) yang wilayah pelayanannya meliputi Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut.

Dalam Surat tersebut mempertegas bawah Sinode GPIBK merupakan lembaga gereja yang sah dan terdaftar sebagai sebuah sinode di Kementerian Agama Republik Indonesia berdasarkan ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan, sedangkan Persekutuan Gereja Protestan Banggai Laut (PGPBL) bukan sebuah sinode hanya merupakan organisasi keagamaan Kristen/Persekutuan.

Tim Sinode GPIBK dalam menindaklanjuti Surat Kemenag Provinsi Sulteng dan Silahturahmi dan pernyataan keberatan kepada Bupati Banggai laut oleh Jemaat-Jemaat dan Klasis se- Sinode GPIBK dan MPH Sinode GPIBK, yang direncanakan pada tanggal 10 Mei 2022 mendatang dengan agenda bertemu langsung dengan Bupati Banggai laut.

Pada hari Kamis, 21 April 2022, Tim Sinode GPIBK menemui Kapolres Banggai Kepulauan, Tim terdiri dari  Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode  GPIBK, Wakil Ketua I Pdt. Hanok S.K Maasi, S.Th, Sekretaris Sinode Pdt. Beni Mombilia, S.Th, Bendahara Sinode Pdt. Barnabas Sooai, S.Th, Bapak Haran Pea, SH Ketua Majelis Pertimbangan (MP) Sinode GPIBK, dan Ir. Kondrad D. Galala, MM selaku Ketua Majelis Pengawas Perbendaharaan (MPP) Sinode GPIBK.

Kondrad Galala, saat dihubungi via WhatsApp mengatakan bahwa “Kehadiran Tim Sinode GPIBK disambut hangat dan baik oleh Kapolres Banggai Kepulauan, AKBP. Bambang Herkamto, S.H diruang kerjanya.

“Dari pertemuan ini AKBP. Bambang Herkamto menyampaikan kepada Tim Sinode GPIBK akan menindaklanjuti hal tersebut serta akan mengkomunikasikan dengan Pemda Banggai Laut, sekaligus Tim Sinode GPIBK menyerahkan surat Silahturahmi dan Pernyataan Keberatan kepada Bupati Banggai Laut dan lampirannya yang menanyakan keabsahan Sinode GPIBK berdasarkan peraturan yang berlaku yang juga didalamnya terlampir salinan Surat Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tengah kepada Kapolres Banggai Kepulauan,” ucap Kondrad. (JAR-KOMINFO)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Bulan Ramadan bukan hanya menjadi waktu terbaik bagi umat Islam dalam beribadah. Di bulan suci ini, banyak juga warga yang memanfaatkan untuk mengais rezeki.

Hal itu terlihat dengan menjamurnya para pedagang takjil dadakan di sepanjang jalan wilayah Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan, khususnya sepanjang jalan Desa Leme-Leme Bungin sampai Desa Lalengan.

Selama memasuki bulan Ramadan, penjual takjil mulai menghiasi di pinggir-pinggir jalan. Kondisi ini sudah menjadi hal yang biasa ketika memasuki bulan suci Ramadan.

Para pedagang takjil tersebut biasanya muncul saat menjelang berbuka puasa sekitar pukul 16.00 Wita, dengan menyajikan berbagai menu dan berharap dagangannya laris diserbu para pembeli.

Waktu berbuka puasa adalah momen yang manis bagi pedagang takjil dadakan ini. Selain nikmatnya menunggu buka puasa, juga ada pundi-pundi rupiah yang mereka dapatkan.

Dari pemantuan Tim Jurnalis Pemda pada Kamis, (21/4/2022) sejumlah menu takjil yang dijajakan, di antaranya ada pisang ijo, es kelapa muda, es buah ditambah dengan berbagai macam gorengan, kue, sayuran bahkan ikan masak, dengan  harga bervariasi, namun sangat terjangkau dan tidak menguras dompet para pembeli.

Harga pisang ijo, es buah demikian juga dengan es kelapa muda perporsi Rp. 5.000, aneka gorengan dan kue dihargai 4 buah Rp. 5.000 kalau ikan masak tergantung jenis ikannya ada yang dihargai Rp. 5.000 sampai Rp. 25.000.

“Tentu omsetnya beda dengan hari-hari biasanya. Bulan Ramadan pemburu takjil cukup banyak. Pendapatan pun lebih besar. Kalau di momen Ramadan ini pendapatan sekitar Rp. 100 ribu – Rp 300 ribu ke atas, tergantung jenis dagangan dan modal yang dikeluarkan,” kata salah satu penjual Ta’jil di Desa Tataba. (JAR-KOMINFO)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Pemerintah terus berusaha dan berupaya untuk meringankan beban keluarga miskin di Indonesia akibat dampak kenaikan harga minyak goreng yang melesat sangat tinggi bahkan terjadi kelangkaan di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan yang menyebabkan banyak masyarakat harus berebutan dan mengikuti antrian yang panjang untuk mendapatkan minyak goreng.

Pemerintah pun akhirnya ambil langka dan secara resmi Presiden Joko Widodo menyikapi kenaikan dan kelangkahan minyak goreng dengan memberikan subsidi minyak goreng bagi keluarga penerima Bantuan Sembako di seluruh Indonesia dengan nominal seratus ribu rupiah per bulan.

PT. Kantor Pos (Persero) Cabang Salakan menyalurkan subsidi bantuan minyak goreng untuk bulan Januari-Maret sebesar Rp. 300.000 dan bantuan sembako untuk bulan Mei sebesar Rp. 200.000, total diterima oleh setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp. 500.000, Rabu, (20/4/2022).

Camat Buko Winarto, S.T melalui Kepala Seksi Kesra, Suparlan Huraera mengatakan bahwa jumlah KPM penerimaan manfaat subsidi minyak goreng di Kecamatan Buko sesuai dengan jumlah KPM penerimaan bantuan sembako yakni 1.008 Keluarga Penerima Manfaat.

Beberapa penerimaan subsidi minyak goreng dan bantuan sembako saat diwawancarai, sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah dengan terus memperhatikan kami masyarakat kecil yang terhimpit dengan meningkatnya harga sembako terutama minyak goreng yang harganya naik sangat tinggi dari harga sebelumnya. (JAR-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka kegiatan 1 juta vaksinasi booster, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) melakukan vaksinasi dengan jumlah petugas 150 orang beserta pegawai yang akan di vaksin, Kamis, (21/04/2022).

Dalam wawancara bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Ferdy Salamat, S.T., M.Si menyampaikan bahwa launching hari ini selama tiga hari dari tanggal 21 s.d 23 April 2022, dan dari keputusan satgas untuk seluruh wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan program vaksinasi yang di prakarsa oleh Kementerian Agama, PBNU, TNI, Polri, serta Satgas Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan.

”Hari ini Dinas Lingkungan Hidup sesuai dengan permintaan kami untuk melakukan vaksinasi booster untuk seluruh petugas lapangan yang terdiri dari petugas kebersihan, petugas persampahan, dan staf, dan kurang lebih kami yang ada di Dinas Lingkungan Hidup beserta pegawai 150 orang,” ucap Kadis.

“Kami berharap untuk lebih giatkan lagi sosialisasi vaksinasi ke seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan untuk bisa tercapai dan kita bisa terbebas dari pandemi covid,” tambah Ferdy.

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan di hadiri oleh Pegawai DLH, Staf, dan Masyarakat yang melakukan vaksinasi. (Roy-KOMINFO)

Tunggaling, BanggaiKep.go.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan melakukan Sosialisasi dan Peningkatan Kader Posyandu serta Penyuluhan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yang dilaksanakan di Desa Tunggaling Kecamatan Peling Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Selasa, (19/4/2022).

Dalam mengatasi stunting, masyarakat perlu memahami pentingnya gizi bagi ibu hamil dan anak balita, terutama 1000 Hari Pertama Kehidupan yaitu terhitung sejak konsepsi sehingga anak berusia 2 tahun.

Stunting terjadi karena kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kemiskinan dan pola asuh tidak tepat, yang mengakibatkan kemampuan kognitif tidak berkembang maksimal, mudah sakit dan berdaya saing rendah, sehingga bisa terjebak dalam kemiskinan.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 450/2004 tentang Pemberian ASI secara eksklusif pada Bayi di Indonesia terdiri atas lima ketetapan termasuk penetapan mengenai pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai dengan usia anak 2 tahun dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai.

Menurut Kadis Kesehatan dr. Abdi Gunawan, MPH dalam memberikan materinya bahwa pemberian makanan yang baik sejak lahir hingga usia 2 tahun merupakan salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang sekaligus memenuhi hak.

Kegiatan yang dilakukan untuk mengintervensi anak dalam 1000 Hari Pertama Kehidupannya adalah dengan Pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) bagi petugas kesehatan sebagai promotor kesehatan kepada masyarakat.

“Tujuannya adalah untuk membekali tenaga kesehatan dengan pengetahuan, keterampilan dan alat bantu untuk mendukung ibu, ayah dan pengasuh dalam meningkatkan praktik pemberian makan kepada bayi dan anak serta ibu hamil serta optimal yang difokuskan pada pemantauan pertumbuhan, pemberian ASI, Pemberian Makanan Pendamping ASI, pemberian makan pada ibu, bayi dan anak berbasis masyarakat,” tutur Kadis Kesehatan.

Informasi yang utuh ini dianggap penting untuk disampaikan kepada kader posyandu sebagai sumber daya potensial yang langsung berhubungan dengan sasaran PMBA. Tenaga kesehatan sebagai fasilitator PMBA perlu dibekali informasi menyeluruh dan utuh tentang 1000 hari pertama kehidupan sehingga mampu menyampaikan kembali kepada konselor PMBA di tingkat posyandu.

Selain itu, Kadis Kesehatan juga mengungkapkan perlunya peran serta pemerintah desa terkait rendahnya cakupan kunjungan posyandu, baik kunjungan ibu hamil maupun kunjungan balita. (Elsi-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam membuka secara resmi Audit Kasus Stunting dan Kukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Kegiatan bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan dan di hadiri Wakil Bupati, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng, Sekda, Ketua Tim Penggerak TP-PKK, Staf Ahli Bupati, dan undangan lainnya, Rabu, (20/04/2022).

Dalam sambutan Bupati sangat mengapresiasi atas dilaksanakannya kegiatan ini guna mengevaluasi hasil tindaklanjut program kerja penurunan stunting yang bertujuan memberikan rekomendasi bagi tindakan hingga penanganan yang tepat kasus stunting sehingga mencegah adanya diagnostik berlebihan.

Audit stunting ini dilakukan dalam rangka implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

“Saya berharap para tim audit dapat menyelesaikan masalah-masalah yang di temukan dalam proses penurunan stunting serta dapat merumuskan program kerja yang tepat sehingga percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan benar-benar berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” ucap Bupati.

Lanjutnya, untuk mencapai hasil yang optimal dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk menyukseskan percepatan penurunan stunting di Indonesia lebih khusus di Banggai Kepulauan.

“Saya berharap kepada tim percepatan penurunan stunting yang baru saja di kukuhkan agar serius menjalankan tugas dan tanggungjawab yang telah di amanatkan oleh Daerah dengan selalu berkoordinasi dan membantu Pemerintah Daerah untuk bersama-sama melaksanakan proses demi proses,” harap Bupati.

Selain itu, Bupati memberikan ucapan selamat kepada tim yang telah dikukuhkan “Saya ucapkan sekali lagi selamat kepada tim percepatan penurunan stunting yang baru saja di kukuhkan semoga saudara-saudara dapat membantu kerja Pemerintah dalam penurunan angka stunting dengan cepat dan tepat,” tutur Bupati. (Decky-KOMINFO)

Susunan Tim Percepatan Penurunan Stunting 2022

Batangono, BanggaiKep.go.id – Disela-sela operasi pencarian nelayan yang hilang di perairan selat Peling sekitar Pulau Tikus, Kepala Operasi SAR Gabungan pencarian nelayan yang hilang menghimbau dan mengajak bagi para masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan yang sepenuhnya menggantungkan hidupnya dari hasil melaut untuk dapat lebih memperhatikan masalah keselamatan saat melaut.

Mario P. Rubak Allo dalam penutupan operasi pencarian nelayan Batangono yang hilang di perairan Pulau Tikus, Selasa, (19/4/2022) menyampaikan himbauan Kasubsi OPS SAR Palu bahwa utamakan keselamatan saat melaut serta mengingatkan kepada masyarakat yang terutama sebagai nelayan untuk lebih memperhatikan lagi keselamatan saat melaut, mengingat sudah sering terjadi kecelakaan dan nelayan yang hilang saat melaut.

“Apalagi cuaca akhir ini sering ekstrim sulit diprediksi dan ditebak, mungkin kita lihat laut teduh, tenang dan cuaca cerah baik untuk melaut untuk mencari ikan, tapi tanpa diduga mungkin saat kita sudah berada ditengah laut tiba-tiba cuca berubah dan bisa saja jika kita tidak sigap akan membahayakan keselamatan kita saat bekerja untuk menghidupi keluarga kita,” terang Mario.

Untuk itu, Mario berharap ketika para nelayan hendak melaut untuk dapat membawa serta peratan keselamatan saat melaut walaupun hanya sederhana.

“Apabila melakukan aktifitas dilaut, usahakan jangan berangkat sendiri utamanya pada malam hari atau pun pada dini hari. Selalu bawa alat apung, apabila tidak ada life jacket, bisa membawa alat-alat apung lainnya seperti jiregen, botol mineral yg diikat beberapa, gabus dll, agar apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, itu bisa jadi alat bertahan hidup sementara,” jelas Mario.

Mario juga sangat mengharapkan bagi para nelayan yang menggantungkan hidupnya sepunuhnya dengan mencari hasil laut ikan dan lainnya agar dalam melaut tidak melakukan aktivitas yang membahayakan keselamatan dan orang lain.

“Melakukan aktivitas-aktivitas yang berbahaya seperti menyelam menggunakan kompresor biasa, menangkap ikan dengan menggunakan bom dan penangkapan ikan dengan menggunakan racun,” tutup Mario. (JAR-KOMINFO)