Bulagi, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa se-Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sebagaimana yang diamanatkan Perpres 104 Tahun 2021 yang menekankan bahwa Bantuan Langsung Tunai Desa (BLT Desa) dianggarkan sebesar paling sedikit minimal 40% dari pagu dana desa yang diterima setiap desanya pada tahun 2022.

Dan juga sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 190 Tahun 2021 memperkuat terkait kriteria calon penerima dan besaran alokasi bantuan langsung tunai dana desa yang wajib dianggarkan oleh Pemerintah Desa setiap bulannya.

Camat Bulagi Nani Orab, S.Pd, SH., M.Si saat diwawancara pada Rabu, (15/6/2022) mengatakan dalam setiap menghadiri penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di wilayah kerjanya di Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan, terus mengingat kepada penerima manfaat BLT-DD agar dapat mengelola bantuan yang disalurkan dengan baik dan bertanggung jawab.

Berharap masyarakat dapat membelanjakan uang BLT-DD untuk kebutuhan yang mendasar atau pokok seperti makanan dan lain-lain.

Nani Orab juga mengatakan jika memungkinkan, uang BLT-DD dapat digunakan sebagai modal untuk buat usaha rumah tangga seperti membuat kue, aneka kripik apa dari pisang dan umbi-umbian.

“Saya rasa dana yang diterima selama triwulan jumlahnya cukup untuk modal usaha rumah tangga karena perbulan 300 ribu maka setiap terima triwulan 900 ribu cukuplah untuk modal awal, ini saya rasa lebih bermanfaat dan dapat membantu perekonomian keluarga,” terang Camat Bulagi. (JAR-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pengikisan daerah pesisir pantai (Abrasi) diruas jalan Montop-Bakalinga semakin para bahkan berdampak akan putusnya ruas jalan tersebut dibeberapa titik.

Dari pengamatan jurnalis Pemda Banggai Kepulauan pada Rabu, (16/6/2022) saat melintas di ruas jalan Montop Bakalinga yang perlu diperhatikan secara serius bukan saja perbaikan ataupun peningkatan ruas jalan tersebut tetapi masalah abrasi pantai yang sudah semakin parah, disebabkan oleh jebolnya tanggul dan penambangan pasir yang dilakukan oleh masyarakat tanpa memperhatikan dampak yang akan terjadi.

Akibat abrasi pantai di ruas jalan Montop Bakalinga menyebabkan beberapa titik jalan nyaris putus apabila tidak segera diperhatikan dan diperbaiki.

Yang sangat parah berada di ruas jalan Desa Montop menuju Desa Bolubung dan Mandok bahkan sudah berapa titik jalan sudah hilang sebagian (runtuh).

Salah satu masyarakat yang enggan namanya diberitakan, saat melintas di ruas jalan mengatakan “Jalan ini kalau tidak segera diperbaiki pasti akan habis semuanya karena air laut sudah sampai kebagian jalan, apa lagi kalau memasuki musim angin Utara pasti akan lebih parah lagi ini jalan,” ujarnya.

Menurut beberapa masyarakat, ini terjadi karena tidak ada lagi tumbuhan pesisir pantai yang dapat menahan gelombang laut serta adanya penambangan pasir yang tidak memperhatikan dampaknya ke depan, masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera memperhatikan ini sebelum semakin parah. (JAR-KOMINFO)