Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan kegiatan Focus Group Disccusion (FGD) dalam membahas Penyusunan Reklamasi Pantai Indah Salakan, Rabu, (2/11/2022).

Kepala Dinas PUPR Kab. Bangkep Asrin ST.,MS.i mengatakan “Kegiatan Focus Group Disccusion (FGD) di maksud untuk mengumpulkan informasi ataupun masukan yang berasal dari masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, organisasi perangkat daerah dan stakeholder terkait mengenai penyusunan rencana induk Pantai Indah Salakan (PIS).”

Lanjutnya, Untuk melakukan kajian teknis secara benar dan tepat terhadap rencana reklamasi dan pengembangan pantai indah Kota Salakan tentunya tenaga ahli yang berasal dari Universitas Tadulako Palu.

“Tim tenaga ahli penyusun rencana induk pantai indah salakan terdiri dari ahli teknik sipil, ahli kelautan, ahli ekonomi wilayah, ahli perencana wilayah, ahli geoteknik, ahli geodesi, ahli lingkungan, tim tenaga ahli di bantu oleh kelompok kerja yang berasal dari OPD yang terkait,” jelas Kadis.

“Reklamasi berpengaruh positif terhadap berbagai aspek seperti aspek lingkungan dan reklamasi bermanfaat untuk mencegah ataupun menghindari bencana pasang atau gelombang laut yang besar dan mengembalikan konfigurasi pantai yang lebih baik,”  tambah Kadis PUPR.

Kegiatan FGD dilaksanakan di Aula Bappeda dan Litbang dan di hadiri Pj. Bupati, Anggota DPRD, Tim Ahli, Pabung 1308/LB serta undangan lainnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Ihsan Basir, SH.,LL.M buka dengan resmi Rapat Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Induk Reklamasi Pantai Indah Salakan (PIS), Rabu, (02/11/2022).

Kegiatan bertempat di Aula Bappeda dan Litbang Banggai Kepulauan dan di hadiri Anggota DPRD Bangkep, Kadis PUPR, perwakilan Perwira Penghubung, Tim Ahli Untad Palu serta undangan yang hadir.

Focus Group Discussion (FGD) ini di laksanakan dalam rangka menjaring masukan dan saran sekaligus sosialisasi penyusunan rencana induk reklamasi Pantai Indah Salakan (PIS) dengan maksud melakukan kajian mendalam terhadap rencana Reklamasi Pantai Indah Salakan dan Pembangunan Pantai Indah Salakan secara ilmiah dan transparan.

Oleh karena itu, Reklamasi menjadi pilihan utama demi mendukung tersedianya lahan untuk pembangunan kota pesisir.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati berharap peserta Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Induk Reklamasi Pantai Indah Salakan (PIS) ini dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan saran serta masukkan sehingga penyusunan Dokumen Reklamasi menjadi lebih baik dan sempurna sebagai dasar dalam penyusunan Studi Kelayakan Reklamasi Pantai Indah Salakan dan Rancangan Detail Reklamasi Pantai Indah Salakan.

“Saya juga mengajak kita sekalian agar membantu Pemerintah Daerah untuk jadikan Kabupaten Banggai Kepulauan Kota Ikan (Indah, Kreatif, Aman, dan Nyaman),” tambah Bupati. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-23 Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2022 dan juga mensukseskan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Pengembangan Pengelolaan Bank Sampah, Bank Sampah Induk (BSI) Molios dibawah naungan Tim Penggerak PKK Bangkep dan Dinas Lingkungan Hidup menggelar lomba Fashion Show Remaja HUT Bangkep dengan tema kostum “Bahan Daur Ulang”, Selasa, (1/11/2022).

Adapun pesertanya terdiri dari siswa/siswi SMP dan SMA Sederajat di wilayah Ibukota Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), dengan jumlah peserta keseluruhan berjumlah 42 orang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bangkep dan dihadiri Ketua TP-PKK Kab. Bangkep, Ketua DWP Kab. Bangkep, Anggota TP-PKK serta masyarakat yang ikut menyaksikan.

Adapun bahan dan kriteria penilaian meliputi, Orisinalitas cipta busana (bukan membeli), Material daur ulang seperti kertas, karton, plastik dan lainnya bersumber dari barang bekas.

Manfaat dari kegiatan ini adalah menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi suatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru dan mengurangi penggunaan energi. (IKP-KOMINFO)