Yogyakarta, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir, SH.,LL.M lakukan diskusi dan silaturahmi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta terkait Pengabdian Masyarakat melalui Sekolah Perempuan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Selasa, (22/11/2022).

Pertemuan dilaksanakan di Ruang Joglo Alumni Fakultas Kedokteran UGM, turut dihadiri Dr. Atik Triratnawati M.A Ketua Program Studi S1 Antropologi Dept. Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya UGM, Dr. rer. nat. dr. BJ. Istiti Kandarina Dosen Prodi S1 dan S2 Gizi, Dept. Gizi Kesehatan dan Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UGM, Dr. Wahyudi Istiono, M.Kes., SP. KKLP Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat FKM UGM, Kadis Pariwisata Kab. Bangkep, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kab. Bangkep.

Hasil kesimpulan dalam diskusi dan silaturahmi yang di lakukan diantaranya, Sekolah Perempuan ditujukkan bagi peserta perempuan kejar paket, SMP dan SMA, Kendala tempat atau lokasi di Banggai Kepulauan bisa dilakukan dengan mencari tempat yang telah menerapkan sekolah perempuan, sekaligus diberikan kemudahan akses untuk melaksanakan pendidikan di tempat tersebut.

Kemudian, melihat angka perkawinan anak di Banggai Kepulauan tinggi, sehingga sekolah perempuan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada generasi-generasi pertiwi di Banggai Kepulauan sekaligus untuk meningkatkan SDM.

Selain itu, UGM juga telah melakukan penelitian di Bangkep, dengan garis besar sebagai berikut, Masterplan belum terintegrasi (mismatch), pendidikan 9-12 Tahun tidak tuntas, dan angka perkawinan anak tinggi serta perlu intervensi pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM, salah satunya melalui sekolah perempuan serta SMK Kelautan dan Pariwisata.

Peta konsep penerapan Sekolah Perempuan, tahun 2022 yaitu penerapan modul penundaan pernikahan dan kehamilan berbasis budaya, pembuatan model Sekolah Perempuan dan Pilot Study, Pembuatan Modul Cara Pelatihan dan Pendidikan yang terbaik, pada tahun 2023, Implementasi pengajaran modul penundaan pernikahan berbasis budaya di sekolah informal dan implementasi sekolah perempuan dan tahun 2024, Advokasi rekognisi “Sekolah Perempuan” sampai ke Pemda dengan pengeluaran sertifikat, evaluasi keberhasilan pelaksanaan program dengan melihat angka pernikahan dini, angka stunting, angka wanita ber-KB serta angkat serapan tenaga kerja wanita.

Disamping itu, Pj. Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir juga menegaskan bahwa putus sekolah di Bangkep, bukan semata-mata faktor kemiskinan, melainkan karena tingginya minat anak-anak disana untuk langsung turun bekerja kelapangan (menjadi nelayan, dll) yang mereka anggap mendapatkan hasil yang lumayan.

“Sekolah perempuan lebih baik ditekankan di daerah Bongganan, karena angka putus sekolah sangat tinggi disana. Selain Bongganan, Desa Labotan Kandi juga bisa menjadi locus utama, karena daerah tersebut dominan buta huruf,” kata Bupati.

Pj. Bupati berharap agar untuk memudahkan pendidikan, diharapkan ada proses pelatihan khusus melalui modul-modul tertentu yang inovatif untuk menciptakan efisiensi dalam proses pelatihan. (IKP-KOMINFO)