Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Serfi Kambey hadiri Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian laporan panitia khusus DPRD terhadap hasil pembahasan/penelitian atas rancangan peraturan daerah tentang perubahan kedua atas peraturan daerah nomor 8 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan serta Penyampaian Pembentukan Panitia Khusus DPRD atas laporan hasil Pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Sulawesi Tengah terhadap Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2024 bertempat di ruang rapat kantor DPRD, Senin (14/7/2025).

Rapat turut dihadiri Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, Ketua DPRD Banggai Kepulauan, Arkam Supu, S.Th. I, Wakil Ketua DPRD II Banggai Kepulauan Rusdin Sinaling, Asisten I Setda Banggai Kepulauan Iswan Saleh, S.Sos, Kepala OPD atau yang mewakili, Kabag Ortal, Hermanto dan Kabag Hukum, Edi Bapitanggene, SH.

Dalam sambutan Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey mengatakan bahwa dinamika pembangunan dan tata kelola pemerintah daerah menuntut kita terus melakukan penyesuaian terhadap struktur organisasi perangkat daerah, agar lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan regulasi nasional.

Disamping itu, Perubahan kedua terhadap peraturan daerah nomor 8 tahun 2016 ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan birokrasi yang adaptif, akuntabel, serta mampu mendorong percepatan pencapaian visi dan misi daerah, sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan, khususnya badan pembentukan peraturan daerah dan seluruh panitia khusus, yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membahas secara cermat dan mendalam rancangan peraturan daerah ini,” ujar Serfi.

Ia juga menekankan bahwa adapun masukan, saran, dan koreksi yang konstruktif dari DPRD menjadi landasan penting dalam menyempurnakan substansi dan legalitas rancangan peraturan daerah ini.

“Harapan kami, rancangan peraturan daerah ini dapat segera di tetapkan menjadi peraturan daerah dan menjadi pedoman dalam penataan kelembagaan daerah yang lenih baik ke-depan,” ucap Wabup.

Melalui kesempatan ini, Serfi juga mengajak semua untuk terus memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Selanjutnya, setelah mendengarkan pandangan Praksi, 5 Praksi menerima dan menyetujui kecuali 1 Praksi yaitu Praksi Gerindra tidak menerima dan menyetujui laporan pansus, tentang Pembentukan Panitia Khusus DPRD atas laporan hasil Pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Sulawesi Tengah terhadap Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2024.

Diakhir rapat paripurna di lanjutkan dengan Penandatanganan berita acara persetujuan bersama antara Pemerintah Darah Kab. Banggai Kepulauan dan DPRD Banggai Kepulauan, di tanda tangan oleh Wakil Bupati dan Ketua DPRD serta Wakil Ketua DPRD Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintahan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menggelar  upacara dalam rangka Peringatan Hari Koperasi (HARKOPNAS) Ke-78 Tahun 2025 yang dipimpin oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Serfi Kambey dengan Tema “Koperasi Maju Indonesia Adil Makmur” bertempat di Halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (14/7/2025).

Upacara turut dihadiri Asisten II Setda Banggai Kepulauan Iswan Saleh, S. Sos, Waka Polres Kompol Abidin, Danramil Tinangkung Pelda Rahmad, Kepala BNN Banggai Kepulauan Oslan Daud, SKM, Kepala Cabang Bank Sulteng Sirajuddin, Kepala Cabang Bank Mandiri, Kepala OPD se- Kab. Banggai Kepulauan serta Kabag, Sekertaris (Eselon III).

Rangkaian kegiatan upacara, bertugas sebagai Perwira upacara Dra. Jeane Rorimpandey, Komandan upacara Jenopri Yabangka, SH, Pengibar Bendara Merah Putih dari Pol-PP Fermat Efendi, Jekli Duasi dan Eky Ronaldo. Adapun pasukan upacara terdiri dari Pol-PP, Damkar, BPBD, Perhubungan dan ASN.

Dalam sambutan Menteri Koperasi RI Budi Arie Setiadi yang dibacakan oleh Wakil Bupati mengatakan “Suasana penuh harapan semangat kebersamaan, Kita merayakan sesuatu yang lebih dari sekadar peringatan sebuah lembaga ekonomi, kita merayakan semangat hidup orang banyak, semangat gotong royong, semangat “dari kita, oleh kita, dan untuk kita” ucapnya.

Dan ini bukan semata romantisme sejarah. Konstitusi kita sendiri, yaitu pada pasal 33 uud 1945 menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Karena bangsa ini dibangun bukan oleh individualisme, tapi oleh gotong royong.

Beliau memaparkan dalam koperasi, suara setiap orang sama. Tak peduli berapa besar modalnya, setiap anggota punya hak bicara yang setara. Prinsip one man one vote, bukan hanya soal teknis rapat tahunan. Itu adalah simbol dari demokrasi ekonomi yang selama ini kita impikan, bahwa setiap warga bisa ikut menentukan arah masa depan bersama.

Koperasi sangat relevan dan strategis dalam mewujudkan beberapa asta cita presiden prabowo. Koperasi sektor pertanian secara nyata mendukung pencapaian swasembada pangan, selain itu juga dalam hal pengembangan industri agro-maritim dapat dilakukan pengembangan berbasis koperasi dengan kearifan lokal. Inisiatif tersebut tentunya sangat relevan dengan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan melalui koperasi desa/kelurahan merah putih.

Selain itu, kita patut bersyukur, koperasi indonesia terus menunjukkan geliat positif. Tahun lalu, jumlah koperasi aktif kita tercatat sebanyak 131.617 unit. Anggotanya mencapai hampir 30 juta orang. Artinya, satu dari sepuluh warga indonesia adalah bagian dari koperasi. Volume usaha koperasi pada tahun 2024 menyumbang rp 214 triliun terhadap pdb nasional. Itu hampir 1 persen, dan potensinya masih sangat besar jika kita kelola bersama. Tentu saja jalan kita belum mulus. Di dunia internasional, koperasi-koperasi besar seperti mondragon di spanyol, koperasi pertanian nonghyup di korea selatan, zen-noh di jepang, iffco di india, fontera di selandia baru dan ntuc di singapura sudah lebih dulu melesat.

Tapi kita tidak boleh apatis. Kita akan menuju kesana mendorong tumbuhnya koperasi besar dengan memanfaatkan kekuatan desa. Di desa, terdapat kebutuhan mendesak untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antara desa dan kota sementara itu, kita juga mengetahui, desa-desa kita menyimpan potensi luar biasa, mulai dari pertanian, perikanan, kerajinan, pariwisata, bahkan energi terbarukan. Berdasarkan data bps 2024, terdapat 84.276 wilayah administrasi pemerintah setingkat desa, yang terdiri dari 75.753 desa, 8.486 kelurahan, dan 37 unit permukiman transmigrasi (upt) atau satuan permukiman transmigrasi (spt) di 7.281 kecamatan pada 514 kabupaten/kota. Dimana pada 66.002 desa/kelurahan, sebagian besar masyarakatnya bekerja di bidang pertanian, kehutanan dan perikanan, inilah potensi yang harus di kelola dengan benar.

Menurutnya, semua itu baru bisa menjadi kekuatan ekonomi jika dikelola bersama. Dan itulah mengapa, presiden mengeluarkan instruksi presiden nomor 9 tahun 2025 dan keputusan presiden nomor 9 tahun 2025, yang mendorong percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih. Tidak kurang 18 kementerian/lembaga, pemerintah provinsi serta kabupaten/kota seluruh indonesia turut serta menjadi bagian penting dan mensukseskan agenda ini. Saya bangga menyampaikan bahwa hingga saat ini, sudah lebih dari 80.000 koperasi desa/kelurahan merah putih terbentuk lewat musyawarah desa/kelurahan khusus. Prosesnya bukan dari atas, tapi dari bawah. Rakyat sendiri yang membentuk. Rakyat sendiri yang mengelola. Koperasi ini bukan hanya tempat simpan pinjam. Di sana ada beberapa gerai penting, yaitu gerai sembako tempat mengakses barang subsidi pemerintah seperti gas, beras dan minyak goreng. Gerai klinik desa disertai dengan gerai apotik; gerai gudang untuk menyimpan serta logistik dan transportasi untuk mendistribusikan hasil panen. Dengan koperasi desa/kelurahan merah putih, barang subsidi untuk warga desa tidak lagi harus menunggu lama, tapi dapat diakses warga desa dengan harga yang ditetapkan dan waktu yang tepat.

Yang lebih menggembirakan, koperasi-koperasi ini juga mulai membangun kolaborasi/bermitra. Mereka tidak jalan sendiri. Mereka bermitra dengan kelompok tani (poktan)/gapoktan, koperasi sektor lain, bumdes, usaha swasta dan bahkan akademisi. Kita bisa menyebutnya ini dengan pendekatan pentahelix, di mana semua pihak duduk bersama untuk satu tujuan, yaitu kesejahteraan rakyat.
80.000 koperasi desa/kelurahan merah putih merupakan piranti yang disiapkan agar masyarakat lepas dari belenggu kemiskinan. Di samping itu, koperasi desa/kelurahan merah putih akan menajdi pusat kegiatan ekonomi di desa yang mencakup pusat produksi dan distribusi desa. Koperasi ini akan mengefisienkan biaya-biaya ekonomi yang sebelumnya merugikan masyarakat desa. 80.000 koperasi desa/kelurahan merah putih sebagai soko guru perekonomian bangsa, koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi gerakan rakyat yang menyasar petani, nelayan, pelaku umkm di seluruh penjuru negeri.
Dan saya tahu, ini bukan hanya soal angka. Petani kecil yang dulu menjual jagungnya secara perorangan, harga rendah dan tak menentu. Kini, lewat koperasi, dia bisa menyimpan hasil panennya, menunggu harga membaik, dan menjual secara kolektif. Pendapatannya naik, anak-anaknya bisa sekolah lebih tinggi, dan dia tidak lagi berhutang ke tengkulak. Bagi saya, itulah koperasi, bukan hanya mengubah ekonomi, tapi juga membuka masa depan.

Kita semua tahu, membangun masa depan bukan hal yang mudah. Tapi satu hal yang pasti, kita tidak bisa melakukannya sendirian. Kita butuh teman seperjalanan, kita butuh gotong royong, dan kita butuh ruang di mana semua orang bisa tumbuh bersama. Koperasi adalah ruang itu.

Koperasi harus “agile”, yang artinya dapat beradaptasi, lebih gesit, lebih inovatif, dan lebih akuntabel sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar kepada anggota dan lingkungannya. Jangan sampai tertinggal oleh kemajuan jaman. Untuk itu, kami tidak bosan-bosannya mengingatkan agar akuntabilitas koperasi harus terus diperkuat, tata kelola koperasi harus semakin baik sehingga koperasi semakin di percaya oleh masyarakat. Kita ingin koperasi menjadi pilihan rasional bagi tiap-tiap warga negara untuk menaruh harapan dan mengembangkan usahanya.

“Karena itu, saya ingin mengajak, dari lubuk hati saya yang paling dalam, kepada masyarakat luas, dan terutama kepada adik-adik generasi muda, generasi masa depan bangsa, jangan takut untuk berkoperasi. Koperasi bukan sesuatu yang kuno. Koperasi bukan milik orang tua. Koperasi adalah milik kalian juga, tempat di mana kalian bisa belajar, bertumbuh, berinovasi, dan ikut menentukan arah ekonomi bangsa,” ujarnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, pengelola, pengawas dan segenap anggota koperasi dimanapun berada. Ketekunan dan keteladanan bapak, ibu dan saudara-saudara dalam berkoperasi telah ikut mengantarkan ekonomi indonesia tumbuh semakin berkualitas seperti sekarang ini. Namun, kita tidak boleh cepat berpuas diri. Kita membutuhkan lebih banyak lagi orang indonesia yang berkoperasi. Kita membutuhkan lebih banyak lagi koperasi-koperasi sektor riil, sektor produktif yang mampu mengoptimalisasi pengelolaan sumber daya alam agar lebih adil dan menyejahterakan. Kita membutuhkan lebih banyak lagi koperasi-koperasi yang menyediakan inovasi dan teknologi sehingga menjadi ekosistem usaha yang lebih menjanjikan bagi anak-anak muda untuk berkiprah. Saya berharap, semangat berkoperasi itu terus kita tularkan kepada generasi muda,” jelasnya.

Diakhir sambutannya, ia mengajak untuk mari kita rayakan hari koperasi ke-78 ini dengan rasa syukur dan semangat baru. Mari kita jadikan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat. Mari kita buktikan bahwa indonesia adil, makmur, dan berdaulat, bukan karena kekuatan segelintir orang, tapi karena kekuatan bersama rakyat. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Serfi Kambey pimpin Upacara Peringatan Hari Koperasi Nasional (HARKOPNAS) Ke-78 Tahun 2025 dengan tema “Koperasi Maju Indonesia Adil Makmur” telah sukses dilaksanakan pada Senin pagi, pukul 07.58 WITA, bertempat di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (14/7/2025).

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey sebagai Inspektur Upacara, didampingi oleh pejabat penting Asisten II, Setda Iswan Saleh, Waka Polres Kompol Abidin, Danramil Tinangkung Pelda Rahmad, Kepala BNN Oslan Daud, Kepala Bank Sulteng Sirajuddin, Kepala Bank Mandiri, serta Kepala OPD dan pejabat eselon III di wilayah Banggai Kepulauan.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh petugas dari Pol-PP, diiringi lagu Indonesia Raya dan diikuti dengan pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945. Sambutan penting dibacakan oleh Wakil Bupati yang menyampaikan pesan Menteri Koperasi RI, menegaskan peran strategis koperasi dalam mewujudkan ekonomi yang adil dan makmur serta pentingnya koperasi desa/kelurahan Merah Putih sebagai pilar pembangunan ekonomi rakyat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyoroti pentingnya semangat gotong royong dan prinsip demokrasi ekonomi dalam koperasi, serta potensi besar koperasi untuk mendukung swasembada pangan, pengembangan industri agro-maritim, dan pemerataan ekonomi desa. Ia juga mengajak generasi muda untuk aktif berkoperasi sebagai bagian dari masa depan bangsa.

Acara diakhiri dengan menyanyikan lagu Mars Koperasi dan Padamu Negeri, pembacaan doa, serta pembubaran peserta upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Peringatan Hari Koperasi Ke-78 ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan inovasi dalam koperasi demi Indonesia yang lebih maju, adil, dan makmur. (Roy-KOMDIGI)