Salakan, BanggaiKep.go.id – Puncak Acara Sidang VIII Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo dilaksanakannya ibadah penutupan Sidang VIII dan Pelantikan Majelis Pekerjaan Harian (MPH), Badan Penatalayanan dan Pengawasan (BPP), Badan Pengembalaan (BP) yang terpilih dalam Sidang VIII SAG Sulutenggo serta Anggota Majelis Pekerjaan Lengkap (MPL) yang merupakan utusan dari 13 Sinode Gereja yang berhimpun bersama dalam SAG Sulutenggo, Jumat, (8/10/2021).

Ibadah Penutup Sidang VIII SAG Sulutenggo dilaksanakan di Jemaat GPIBK Toksion Tampodau Klasis Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan dan dipimpin oleh Sekjen SAG Sulutenggo, Pdt. Zakkaria Wahyu Widodo, M.Th.

Pelantikan MPH, BPP dan BP Sinode Am Gereja-gereja Sulutenggo hasil pemilihan pada Sidang VIII SAG Sulutenggo dan Pelantikan Majelis Pekerjaan Lengkap (MPL) dilaksanakan oleh Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (Wasekum PGI) Pdt. Ny. Krise Rotti Gosal, M.Th.

Diawali dengan pembacaan Surat Keputusan penetapan MPH, BPP, dan BP serta Anggun MPL Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo Periode 2021-2025.

Wasekum PGI, Pdt. Ny. Krise Rotti Gosal, M.Th mengharapkan agar MPH SAG Sulutenggo yang baru terpilih dan 13 Sinode gereja yang terhimpun didalamnya, dapat menjalankan keputusan-keputusan Sidang gerejawi baik mulai dari atas Nasional, Regional bahkan keputusan ditingkat Sinodal itu sendiri.

Ibadah Penutup Sidang VIII SAG Sulutenggo dan Pelantikan diikuti juga melalui zoom dikarenakan ada beberapa anggota BPP, BP dan MPL yang berhalangan hadir jadi hanya dapat diikuti melalui live Streaming. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Ada hal yang menarik dalam acara pembukaan Sidang VIII Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (S-SAG SULUTENGGO) yang dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Oktober 2021 bertempat di BPU Kecamatan Tinangkung, Kab. Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Hal tersebut terlihat dari penampilan Sekretaris Jendral Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (Sekjen SAG Sulutenggo), kalau biasanya dalam agenda seperti ini pasti pemimpin organisasi akan mengenakan baju seragam yang menonjolkan organisasi yang dipimpinnya.

Tapi penampilan yang beda dari Sekjen SAG Sulutenggo Pdt. Zakkaria Wahyu Widodo, M.Th yaitu Ia mengenakan baju batik khas Banggai Kepulauan yang bermotif Gagak Peling dan ubi Banggai yang merupakan ciri khas dari BanggaiKep.

Pdt. Zakkaria Wahyu Widodo, M.Th saat diwawancarai (8/10/2021) mengatakan bahwa salah satu ciri khas dari Asia adalah The Power of Culture (kekuatan budaya).

“Dalam sidang SAG Sulutenggo ini kami memakai baju batik bermotif Gagak Peling dan Ubi Banggai yang adalah simbol Banggai Kepulauan, bukan baju yang berlogo SAG Sulutenggo atau logo Oikumene,” ucap Sekjen.

“Kami bangga pakai simbol budaya Banggai Kepulauan, ini merupakan bahwa budaya Banggai Kepulauan sangat dihormati dalam persidangan gereja dan yang menaungi kegiatan Sidang VIII SAG Sulutenggo ini,” tambahnya.

Budaya Banggai Kepulauan itu nampak dalam persidangan ini yang dimana menyambut tamu bagaikan raja dengan penuh keramahtamahan serta sopan  santu.

“Kiranya Banggai Kepulauan terus bersinar dengan kekuatan budayanya dan menjadi berkat bagi dunia, Banggai Kepulauan adalah matahari pagi yang kiranya akan terus bersinar dengan kekuatan budayanya dan menjadi berkat,” tutup Pdt. Zakkaria Wahyu Widodo. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Agenda terakhir dari Sidang Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (S-SAG Sulutenggo) yang digelar di Jemaat GPIBK Toksion Tampodau Klasis Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan adalah pemilihan Majelis Pekerjaan Harian (MPH), Badan Penatalayanan dan Pengawasan (BPP) dan Badan Pengembalaan (BP).

Pemilihan MPH, BPP dan BP Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo dipimpin oleh 2 orang Ketua Panitia Pemilihan yakni Pdt. Piet M. Tampi, S.Th, M.Si dan Drs. Philip Morse Regar, M.Si.

Pemilihan Majelis Pekerjaan Harian Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo dilaksanakan pada Kamis, 7 Oktober 2021, untuk pemilihan MPH, BPP dan BP Sinode Am Gereja-gereja Sulutenggo yang melakukan pemilihan adalah ketua 13 Sinode Anggota Gereja-gereja Sulutenggo atau yang mewakili.

Pdt. Dina Sofia Werat, S.Th terpilih sebagai Ketua MPH Sinode SAG Sulutenggo, Wakil Ketua Pdt. Zakkarias Wahyu Widodo, M.Th, Sekretaris Gbl. Fetrisia Yuliasanti Aling, M.Th, Wakil Sekretaris Pdt. Vera Legi, S.Th dan Bendahara Pdt. Fanny Lim Sengke Wurangian, M.Th.

Majelis Pekerjaan Harian Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo akan menuntun jalannya perahu Oikumene SAG Sulutenggo sejak terpilih ditahun ini 2021 s/d 2024. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sidang Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (S-SAG Sulutenggo) yang digelar di Kabupaten Banggai Kepulauan diawali dengan ibadah pembukaan yang dilaksanakan di BPU Kec. Tinangkung, Kamis, (7/10/2021).

Ibadah ini dilayani oleh Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (Wasekum PGI) Pdt. Krise Rotti Gosal, M.Th sebagai pemberita Firman Tuhan dan Wakil Ketua II Sinode GPIBK, Pdt. Masye Elisabeth Tatamu Pangkey, M.Th sebagai pemimpin Litorgis.

Pembacaan Firman Tuhan yang dibaca  dari Kitab Markus 9:38-50 dengan Tema Khotbah ” Menjadi Gereja Bagi Semua”.

Dalam Khotbah Pdt. Krise Rotti Gosal, M.Th mengatakan bagian awal teks yang kita baca tadi mengandung pendasaran teologi yang universal atas misi Yesus. Misi Yesus tidak dapat di klaim sebagai milik sekelompok orang tertentu.

Misi Yesus memang adalah misi para murid tsb, tetapi para murid tidak dapat mengklaimnya secara eksklusif. Allah dalam Yesus adalah yang bebas menggunakan dan mengasihi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Maka tidak ada alasan bagi para murid untuk merasa diri lebih berhak dan lebih hebat dari yang lainnya.

Sebagai media pembelajaran, Yesus memakai anggota tubuh yang menyesatkan, dan juga memakai anak-anak kecil, untuk menegaskan kepada para murid agar terbuka terhadap komunitas yang tak berdaya, yang hidupnya bergantung pada orang lain, seperti halnya anak kecil.

Terdengar ekstrim ketika Yesus menyebut bahwa jika tanganmu, kakimu, menyesatkan mu maka penggalah dan jika mata menyesatkan cungkilah, sesungguhnya pesan yang mau disampaikan Tuhan Yesus adalah bebaskan dirimu dari berbagai batu sandungan, yaitu kepentingan yang membebani dan merusak panggilan mu.

Sebagaimana kita tidak bisa mencungkil mata kita maka lawanlah segala sesuatu yang menghalangi dan menjauhkan sesama kita dari hak nya untuk menikmati Kasih Allah yang universal itu.

Yesus pun mengakhiri tegurannya dengan mengingatkan para murid akan panggilannya membawa perubahan yang baik bagi lingkungannya, sebagaimana fungsi garam yang mencegah mikroba perusak makanan, membasmi bakteri pembusuk, dan memberi rasa enak pada yang hambar.

Dalam Khotbahnya Pdt Krise Rotti Gosal mengajak agar pemberitaan kabar baik (FIRMAN ALLAH) membawa pemulihan, pembebasan, penyembuhan, dan lain-lain, itu dari sudut solidaritas Allah dengan dunia sebagaimana  jelas terungkap dalam peristiwa agung Inkarnasi, dimana Allah memperlihatkan kesetiakawanan dengan manusia.

Maka gereja sebagai yang diberikan amanat ini hendaknya juga memperlihatkan solidaritas dengan masyarakat di mana ia berada.

Pemberitaan solidaritas Allah adalah pemberitaan Kabar Baik itu sendiri. Ini sekaligus menegaskan bahwa dasar kita menjalin relasi dengan orang lain diluar lingkaran bukan sekadar sesuatu yang praktis, tetapi alkitabiah.

Tapi yang sering terjadi adalah sering orang bukan mendengar Kabar Baik, tetapi kabar buruk, karena cara-cara pemberitaan yang tidak berkenan. Ada berbagai motivasi menyimpang, ada persaingan, klaim pembenaran diri, ada pengelompokan dunia sosial: “kita’ dan “mereka”, pemaksaan dan iming-iming

Pdt. Krise katakan Gereja memang mempunyai sisi organisasi dan sekaligus sisi organisme. Yang dimaksud dengan sisi organisasi adalah, gereja dapat menerapkan aturan-aturan organisasi ke atasnya yaitu bagaimana cara mengaturnya dan seterusnya.

Itulah sebabnya, ada hal-hal yang dapat diukur di dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban gereja. Pada pihak lain, gereja mempunyai sisi organisme, yaitu yang diibaratkan seperti tubuh yang saling berhubungan satu sama lain.

Antara organisasi dan organisme pun sering terjadi “ketegangan”. Kalau gereja terlampau menekankan organisasinya, maka gereja seperti ini disebut terlalu institusionalis. Sehingga dalam gereja seperti itu aspek cinta kasih menjadi tidak jelas.

Mungkin kita mesti bertanya apakah persekutuan gereja benar-benar diinspirasikan oleh dan di dalam Allah (Yoh 17:21), ataukah hanya sekadar bersekutu supaya kita punya kekuatan untuk menantang orang-orang lainnya? Apakah persekutuan kita merupakan sekadar merupakan “mobilisasi” kekuatan untuk memperlihatkan bahwa jumlah kita tidak kalah dengan orang-orang lainnya? Ataukah persekutuan kita justru mesti merupakan persekutuan terbuka yang memberi tempat bagi orang-orang lain, bukan sekadar solidaritas, tetapi empati?

Dan jika kesaksian masih menjadi salah satu panggilan, maka kesaksian seperti apa yang dimaksudkan? Adakah dengan menempelkan berbagai label “Kristen” yang dalam banyak hal dapat saja menimbulkan kecurigaan pihak lain? Ataukah kesaksian kita adalah kesaksian “senyap”, tetapi yang hasil kerjanya dirasakan di mana-mana, laksana garam yang tidak kelihatan namun rasanya dapat dinikmati.

Pdt. Krise mengajak, SAG menjadi influencer, bawa pengaruh dan citarasa sedap ditengah lingkungan kita. Memurnikan segala kebusukan hidup dengan mencontoh pada kesetiakawanan Allah dengan manusia. Keagungan gereja tidak terletak dalam kepiawaian kita membenarkan diri dan menyerang komunitas atau agama lain, tetapi dalam transformasi nilai yang dikandung oleh gereja itu sendiri dan bagaimana kita anggotanya mengamalkannya bagi kepentingan bersama. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Musik Montolutusan yang berarti persaudaraan dari Desa Nulion Kecamatan Totikum Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) yang begitu unik di tampilkan dalam penyambutan Wakil Gubernur Drs. H. Ma’mun Amir di Gedung BPU Kecamatan Tinangkung, Kamis, (7/10/2021).

Dalam wawancara singkat bersama Kepala Desa Nulion Marseli Sadil, A. Md.S menjelaskan bagaimana proses musik tersebut di mainkan dengan personil yang dibutuhkan dalam memainkan musik tradisional Montolutusan.

“Peserta yang memainkan 20 orang sampai dengan 25 orang yang ikut memainkan musik montolutusan dengan nama alat musik yang berbeda-beda seperti Trembas, Trembonet, Kulele, Liso, Tambur, Marwas, Suling, Botol, Tuntungan,” ucap Kades Nulion.

Selanjutnya, Kades Nulion menjelaskan persiapan menjelang tampil, “Biasanya kami dari kelompok musik montolutusan sebelum tampil dalam undangan acara biasanya tiga bulan atau satu bulan kami sudah persiapan tapi karena posisi yang dijadwalkan begitu cepat jadi kami persiapan hanya satu minggu,” ucapnya.

Untuk melestarikan musik tradisional khususnya musik montolutusan, menurut Kades Nulion sudah kurang, “Khususnya anak muda karena mereka lebih suka musik -musik yang tren dibandingkan musik tradisional,” tutur Marseli.

Marseli juga berharap sebagai Pemerintah di Desa dan sebagai penanggung jawab musik ini, “Harapan saya di sekolah-sekolah terutama disekolah kita dimasukan ekstrakurikuler untuk musik ini supaya tetap terjaga kelestariannya,” harapnya. (RoyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Menindaklanjuti MOU antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan Bank BRI dalam rangka program pemberdayaan kepada petani jagung untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Koperasi Relawan Merah Putih (RMP) Indonesia Mandiri menggelar penanaman perdana jagung yang diresmikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Ma’mun Amir yang berlokasi di depan Rumah Sakit Trikora Salakan Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Kamis, (7/10/2021).

Dalam sambutannya Wagub menyampaikan, “Disini perlu saya sampaikan bahwa program saya dengan pak Gubernur salah satunya adalah memberikan peluang pekerjaan kepada masyarakat Sulawesi Tengah di masing-masing keahliannya.”

“Jadi bukan hanya jagung saja kalau ada bapak/ibu yang memiliki keahlian yang lain misalnya pertukangan atau kelautan, silahkan berhubungan dengan Bank BRI untuk mendapatkan suntikan dana,” ucap Wagub.

Gubernur Sulteng sudah mendatangani kesepakatan dengan BRI 5 Triliyun untuk membantu masyarakat Sulawesi Tengah dalam memperdayakan mereka untuk maju sebagai tulang punggung Sulawesi Tengah.

Selanjutnya, Wagub menyampaikan harapannya, “Harapan saya tolong dikembangkan selain jagung, RMP juga akan berusaha ke sana dan kalau ini jadi maka akan dikembangkan di seluruh Sulawesi Tengah.”

Kemudian, sambutan dari Ketua Koperasi RMP Indonesia Mandiri Mahfud Masuara, SH mengatakan, “Kenapa kemudian kami hadir di Banggai Kepulauan disaat ini, dan di 12 Kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah, karena kami sadar bahwa untuk membantu Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan visi/misinya.”

“Untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat Indonesia maka pendekatan lewat jalur Koperasi dan menyentuh ke sektor petani dan UMKM menjadi skala prioritas koperasi produksi RMP Indonesia,” tambah Mahfud.

Menurut Mahfud kenapa pilihannya tanaman jagung karena tanam jagung mempunyai durasi waktu 120 hari sudah bisa panen, artinya bisa di ukur untuk percepatan ekonomi yang diterima masyarakat.

“Semoga apa yang dilakukan oleh koperasi RMP Indonesia benar-benar mendukung visi dan misi apa yang di janjinya oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah sehingga petani bisa terangkat derajatnya dan hidup sejahtera dan mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Sulteng secara khusus di Kabupaten Banggai Kepulauan,” tutur Mahfud.

Kegiatan dihadiri oleh Bupati BanggaiKep, Ketua PKK BanggaiKep, Kajari Banggai Laut, serta unsur Forkopimda BanggaiKep. (RoyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Ma’mun Amir buka secara resmi Sidang VIII Sinode AM Gereja-gereja (SAG), Sidang Tahunan dan Konsultasi BIPRA SAG Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (SULLUTENG) Tahun 2021 di Kabupaten Banggai Kepulauan dengan Tema “Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir”. Kamis, (07/10/2021).

Kegiatan tersebut bertempat di Gedung BPU Kecamatan Tinangkung dan di hadiri oleh Bupati BanggaiKep, Sekertaris Daerah, Unsur Forkopimda Kabupaten yang terdiri dari Ketua DPRD, Wakapolres, Kajari, Danramil LB/1308, Ketua Umum PGI yang diwakili oleh Wakil Sekertaris Umum, Ketua-ketua gereja se-Suluttenggo dan undangan lainnya yang hadir.

Dalam sambutan Wakil Gubernur mengatakan “Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya sangat menghargai dan menyambut baik kegiatan keamanan yang diharapkan mampu memberi manfaat bagi peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan jemaat kristiani maupun masyarakat Sulawesi Tengah.”

“Saya berharap agar dalam pemilihan majelis pekerja harian, majelis pengembalaan dan badan pengawas penatalayanan SAG Suluteng periode 2021-2025 akan terpilih pemimpin dan pelayan yang setia kepada Tuhan dan setia kepada NKRI,” ucap Wagub.

Sehingga, Wagub mengajak untuk tingkatkan kualitas pelayanan keagamaan dan memperbaiki kualitas hidup umat kristiani serta menjalin kebersamaan dengan semua pemeluk agama sahabat.

“Yang terpenting mari kita tingkatkan perhatiaan, kepekaan dan kepedulian kita kepada sesama hamba Tuhan,” tutur Wagub.

Selanjutnya, Wagub juga berharap, “Saya harapkan semua peserta dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan, sehingga apapun yang dibahas dan dihasilkan dalam persidangan ini benar-benar dapat membawa harapan-harapan baru bagi jemaat dalam penataan pelayanan gereja.” (DeckyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam bersama Unsur Forkopimda menjemput kedatangan Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka Sulawesi Utara Mayjen TNI Wanti Waranein F. Mamahit, M.Si beserta rombongan, Kamis, (07/10/2021).

Kedatangan Pangdam XIII /Merdeka di Pelabuhan Rakyat Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) ini dengan menggunakan Speed Boat 200 pk milik Kodim Luwuk.

Dalam penjemputan, Bupati didampingi Danramil Tinangkung 1308/LB, Babinsa Kecamatan se-Kabupaten BanggaiKep, Unsur Forkopimda Kabupaten, Anggota Pol-PP dan sejumlah perwira TNI lainnya.

Kedatangan Pangdam disambut secara adat yaitu pemasangan topi adat oleh ketua adat serta Tarian Balatindak khas Banggai oleh para penari adat.

Setelah penyambutan, Pangdam XII/Merdeka bersama rombongan diarahkan ke Rujab Bupati sebelum menuju ke Gedung Rapat Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (SAG SULUTTENGGO).

Diketahui kedatangan Pangdam XIII /Merdeka bersama rombongan tersebut dalam rangka memberikan materi pada acara rapat Sinode Tahunan ke-VIII SAG Suluttenggo dengan judul Strategi pemerintah dalam mengatasi Radikalisme dan intoleransi di Gedung BPU Kecamatan Tinangkung Kab. Banggai Kepulauan.

Kedatangan Pangdam XIII/Merdeka disambut antusias masyarakat serta penumpang Kapal yang akan menuju ke Luwukd dengan memperhatikan protokol kesehatan.  (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sidang Sinode AM bagi Gereja merupakan sebuah kegiatan berkesinambungan, dimana dalam kegiatan ini dilakukan laporan dan evaluasi pelaksanaan keputusan sidang Sinode yang dilaksanakan oleh pengurus yang terpilih.

Merumuskan garis besar program dalam bentuk keputusan Sidang Sinode, peraturan/Tata Gereja, serta pemilihan pengurus sebagai mandataris yang akan melaksanakan keputusan.

Hal ini juga yang menjadi dasar dilaksanakannya Sidang Sinode ke-VIII pada tanggal 4-9 Oktober 2021 di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pembukaan Sidang di laksanakan di gedung BPU Kecamatan Tinangkung dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Ma’mun Amir, Kamis, (07/10/2021).

Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Gubernur yang di wakili oleh Wakil Gubernur bersama rombongan di daerah kami ini Banggai Kepulauan dalam rangka pembukaan Sidang Sinode ini.

“Semoga kedatangan Wagub bersama rombongan memiliki kesan tersendiri atas wisata alam di Banggai Kepulauan ini,” ucap Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pemangku adat dan jemaat Gereja SAG penyambutan dan berharap agar pelaksanaan sidang dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Selanjutnya, Ia juga mengapresiasi atas kerjasama dan sinergitas dengan pemerintah daerah dalam setiap proses pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan, Bupati berharap persidangan ke-VIII SAG ini dapat menghasilkan rekomendasi penting untuk disampaikan kepada pemerintah demi menjawab berbagai tantangan pembangunan saat ini.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja panitia pelaksana yang sudah bekerja keras demi terlaksananya kegiatan yang melibatkan tiga Provinsi ini di masa pandemi ini,” kata Bupati.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan jemaat Gereja SAG yang telah mendukung program pemerintah terutama dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 di tempat ibadah maupun pertemuan lainnya.

Dan juga permohonan maaf kepada seluruh peserta sidang yang sebagian merupakan tamu-tamu daerah bila terdapat kesalahan pelayanan panitia pelaksanan.

Turut pula hadir dalam pembukaan sidang tersebut, Sekertaris Daerah, Unsur Forkopimda Kabupaten yang terdiri dari ketua DPRD, Wakapolres, Kajari, Danramil LB/1308, Ketua Umum PGI yang diwakili oleh Wakil Sekertaris Umum, Ketua-ketua gereja se-Suluttenggo dan undangan lainnya. (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Ma’mun Amir tiba di Pelabuhan Salakan pagi tadi pukul 08.45 Wita bersama rombongan menggunakan speed boat BPBD Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Kamis, (7/10/2021).

Wagub Sulteng hadir dalam rangka membuka pelaksanaan Sidang VIII Sinode AM Gereja-gereja (SAG), Sidang Tahunan dan Konsultasi BIPRA SAG SULLUTENG Tahun 2021 di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kedatangan rombongan di sambut oleh Bupati BanggaiKep, Ketua DPRD, Sekda, Danramil LB/1308 bersama Panitia pelaksanaan kegiatan dengan adat BanggaiKep oleh Ketua Adat BanggaiKep.

Setelah penyambutan, rombongan Wagub di arahkan ke Rumah Jabatan Bupati guna melakukan bincang-bincang santai. (TrisKominfo)