Pos

Ponding-Ponding, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kecamatan Tinangkung Utara (Tinut) gelar rapat terkait persiapan pelaksanaan lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2021 yang kegiatannya akan dilaksanakan di Desa Ponding-Ponding Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Rapat tersebut dipimpin oleh Camat Tinangkung Utara Sahrun S.Pd bertempat di Kantor Desa Ponding-ponding, Rabu, (10/3/2021).

Dalam pertemuan awal dibahas yaitu menyampaikan kesamaan presepsi terkait persiapan terselenggaranya lomba BBGRM dan juga membahas mekanisme pelaksanaan lomba BBGRM di tengah pandemi covid-19.

Ditemui jurnalis Camat Tinangkung Utara Sahrun S.Pd menjelaskan, “Hari ini yang kita bahas yaitu persiapan pelaksanaan lomba yang diwakili oleh Desa Ponding-Ponding Kecamatan Tinut,” ucap Sahrun.

“Tentu yang kita persiapkan utamanya rambu-rambu terkait dengan unsur penilaian itu, selanjutnya bagaimana partisipasinya masyarakat, bagaimana masyarakat bergotong royong, bagaimana masyarakat punya swadaya dan tentunya semua itu untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” tutur Sahrun.

Selain rapat, juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam dari Kementerian Desa kepada Desa Ponding-ponding.

Masih ditempat yang sama, Camat Tinut menjelaskan, “Piagam penghargaan ini diberikan kepada Desa yang menyalurkan BLT DD tepat waktu, di Kecamatan Tinangkung Utara ini ada dua Desa yang mendapat piagam penghargaan dari kementerian Desa yaitu Desa Luksagu dan Desa Ponding-Ponding,” jelas Sahrun.

Hadir dalam rapat, Kasi Pembangunan Kecamatan Tinut, Kepala Desa Ponding-ponding, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda. (FeriKominfo)

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa Luksagu (Pemdes) Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar rapat koordinasi pembentukan panitia lomba desa tingkat Kabupaten.

Kegiatan berlangsung di gedung Balai Pertemuan Umum, Selasa, (2/3/2021).

Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 60 orang yang notabenenya adalah para kepala dusun, ketua RT, Ibu-ibu PKK, Tokoh masyarakat dan Tokoh pemuda.

Kepala Desa Luksagu Suriadi Asapa dalam sambutannya berharap kepada yang terpilih sebagai panitia lomba desa agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab.

Dalam pembentukan panitia lomba desa, musyawarah rapat memutuskan, sebagai Ketua Tanfizia Marjuno S,Pd, Wakil Ketua Sahman Sipatu, Sekertaris Arif Abdul Gani, Bendahara Lidya Astuti.

Selanjutnya, Seksi-seksi, Seksi kelengkapan administrasi yang diketuai Rini Lasangka, Wakil ketua Bahra Laali dan Anggota Empat orang PKL.

Kemudian, Seksi perlengkapan, Ketua Lian Tilaar, Wakil ketua Zulfikar Apusing dan Anggota Linmas dan PKK.

Rapat berlangsung tertib dan aman serta tetap memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. (FeriKominfo)

Luksagu, BanggaiKep,go.id – Dalam rangka persiapan lomba antar Desa se-Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Kecamatan Tinangkung Utara gelar rapat Sosialisasi dan Pembinaan kepada Desa terpilih sebagai perwakilan Kecamatan untuk mengikuti lomba Desa di tingkat Kabupaten.

Rapat dibuka dan dipimpin oleh Camat Tinangkung Utara Sahrun S.Pd di ruang Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Luksagu, Selasa, (2/3/2021).

Dalam agenda rapat yaitu membahas tentang kesiapan segala sesuatunya, segala data-data yang berkaitan dengan masing-masing indikator sehingga pada saat hari penentuan penilaian semuanya sudah terkoreksi terlebih dahulu.

Dari 6 Desa yang berada di Kecamatan Tinangkung Utara, dari berbagai aspek penilaian yang dilakukan oleh tim penilai Kecamatan maka ditetapkan Desa Luksagu yang menjadi perwakilan Kecamatan Tinangkung Utara untuk mengikuti lomba Desa ke tingkat Kabupaten.

Diwawancarai oleh jurnalis Kominfo, Camat Tinangkung Utara Sahrun S.Pd menjelaskan, “Desa Luksagu sudah habis kita nilai dan Desa Luksagu adalah yang terbaik untuk menjadi utusan Kecamatan,” tutur Sahrun.

“Setelah kita menilai dari berbagai aspek sesuai kriteria Desa kurang berkembang, Desa berkembang dan Desa cepat berkembang dan dari hasil akumulasi pengumpulan semua nilai, maka Desa Luksagulah yang tertinggi nilainya sehingga bisa mengikuti Lomba ketingkat Kabupaten untuk perwakilan Kecamatan Tinangkung Utara,” jelas Sahrun.

Hadir dalam kegiatan unsur Muspika Tinangkung Utara Kasi Pembangunan, Kasi Pemerintahan, Kasi Kesejahteraan, Kepala Desa Luksagu, BPD, TP PKK dan Tokoh masyarakat lainnya. (FeriKominfo)

Ponding-Ponding, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75, personil Polsek Kecamatan Tinangkung yang diwakili Anggota Bhabinkamtibmas Kecamatan Tinangkung Utara Brigpol Roby Pasongli membagikan bantuan sosial berupa beras kepada warga masyarakat di Kecamatan Tinangkung Utara, Selasa, (18/8/2020).

Bantuan sosial (Bansos) ini merupakan wujud kepedulian POLRI terhadap Masyarakat yang terdampak Covid -19.

BrigPol Roby Pasongli membagikan paket sembako beras 5kg perkepala Keluarga (KK) kepada warga kurang mampu dimana yang diprioritaskan para lansia yang tidak bisa beraktifitas lagi untuk mencari nafkah.

Diwawancarai oleh jurnalis Kominfo Pemda BanggaiKep via telepon, Brigpol Roby Pasongli mengatakan, “Meskipun bansos ini nilainya kecil tapi sudah bisa bermanfaat dan bisa meringankan beban hidup warga dimasa pandemi Covid -19 ini.”

“Muda-mudahan bantuan sosial ini bisa bermanfaat bagi warga yang sangat membutuhkan,” lanjut Roby.

Warga juga diingatkan agar selalu patuh pada anjuran Pemerintah yaitu mengikuti protokol kesehatan Covid-19 rajin mencuci tangan, pakai masker bila keluar rumah, jauhi kerumunan dan menjaga imun tubuh agar selalu sehat.

“Muda-mudahan wabah ini cepat berlalu sehingga kita bisa seperti sedia kala untuk mencari kebutuhan hidup kita sehari hari,” kata Roby. (FeriKominfo)

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Hujan deras yang mengguyur sebagian Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan pada Rabu, 24 Juni 2020, mengakibatkan air sungai meluap serta puluhan hektar sawah dan satu rumah warga terendam banjir di kawasan persawahan Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Luapan air sungai tersebut membuat warga setempat sempat panik. Salah satu warga yang rumahnya terendam banjir harus menyelamatkan barang-barang penting agar tidak terkena banjir.

“Saya tadi ke kantor sekitar jam 7.30 wita, kebetulan Saya kerja di Kantor Kecamatan, tiba-tiba ada telepon dari teman saya katanya rumah Saya terendam banjir jadi Saya cepat-cepat balik ke Rumah”, kata Indra Jaya Sipatu pemilik rumah yang terendam banjir.

“Sampai di rumah, saya lihat benar rumah Saya sudah terendam banjir, kira-kira itu air setinggi 63 cm Saya sempat ukur”, jelas Indra.

Selanjutnya, Indra menjelaskan kerugian yang dialaminya akibat dampak banjir, “Saya rugi kasian, Empang Saya yang luasnya kurang lebih 3/4 hektar yang sudah ada ikan bandengnya habis ludes keluar ikannya”.

“Televisi, speaker aktif habis rusak semuanya, tapi tidak apa-apa yang penting keluarga saya selamat”, sambung Indra Jaya.

Banjir terjadi sejak pagi jam 8.30 wita dan mulai surut perlahan sekitar jam 13.00 wita. Disebutkan luapan air sungai tersebut diakibatkan Leaning irigasi persawahan tidak memadai dan juga adanya Empang Udang salah satu warga yang berdekatan dengan lokasi persawahan sehingga menghalangi saluran air sungai keluar.

Seorang Petani bernama Dahrun saat diwawancarai oleh Jurnalis Pemda DisKominfo mengatakan, “Dulunya sebelum adanya Leaning irigasi banjir tidak separah ini karena air bisa berpencar”.

Lanjut Dahrun, “Setelah dibuat Leaning yang tidak sempat selesai pembuatannya hanya sampai di gorong-gorong saja, itu yang membuat air sungai meluap memasuki Daerah persawahan, seharusnya Leaning irigasi dibuat harus sampai di jembatan karena disitu ada aliran air sungai”.

Salah satu akibat meluapnya air sungai juga diakibatkan adanya Empang Udang seorang warga yang luasnya kurang lebih 3 hektar berdekatan dengan lokasi persawahan sehingga menghalangi aliran air.

“Empang itu sudah di beton baru tidak ada saluran air untuk keluar, jadi sawah yang ada di situ terendam, sedangkan tidak ada banjir airnya tergenang apalagi banjir”, ucap Dahrun menjelaskan.

“Pemerintah Desa harus memperhatikan dengan serius kedua hal ini, karena sepanjang tahun disaat musim hujan pasti terjadi banjir, tapi kalau sudah di tangani dengan baik banjir berikutnya tidak separah ini lagi”, harap Dahrun. (FeriKominfo)

Luksagu, Banggaikep.go.id- Pemerintah Desa (Pemdes) bersama Badan Permusyarawatan Desa (BPD) Luksagu  Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan gelar Musyawarah Desa (Musdes) khusus penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) susulan tahun 2020 bertempat di balai pertemuan umum (BPU) Desa Luksagu, Jumat ( 29/5/2020).

Dalam musyawarah desa tersebut di hadiri oleh kepala Desa luksagu, ketua BPD,tokoh masyarakat,tokoh pemuda dan para kepala dusun.

Agenda musyawarah desa yaitu untuk validasi dan finalisasi data calon penerima BLT DD susulan tahun 2020.

Dalam musyawarah desa yang di selenggarakan di balai pertemuan umum (BPU) berlangsung cukup alot,karena pada penetapan penerima BLT DD pada penyaluran pertama pada hari senin 18/5/2020 di sinyalir bahwa masih banyak masyarakat yang tidak mampu (miskin) yang seharusnya layak menerima BLT DD, namun nama mereka tidak terdaftar dalam penerima BLT DD.

Oleh sebab itu Kepala desa sekaligus sebagai ketua tim Satgas Covid-19 desa luksagu, bekerja sama dengan Badan Permusyarawatan Desa (BPD) memerintahkan kepada aparatur desa dalam hal ini kepala-kepala dusun untuk segera mendata dan mengindentifikasi kembali masyarakatnya yang layak dan berhak menerima BLT DD susulan.

Dalam pendataan yang di lakukan oleh para Kepala dusun sekaligus sebagai tim Satgas Covid-19 berpedoman pada juknis Pemerintah.

Di wawancarai oleh Jurnalis kominfo,
Ketua BPD Idam Apusing menyatakan, “Dalam pendataan ini tetap mengacu pada peraturan Menteri Desa No.6 tahun 2020 tentang tiga kriteria tetapi tetap mengacu pada empat belas kriteria sebagai indikator penerima bantuan BLT DD”.

Lanjutnya pula, “Jadi tadi yang sudah selesai di musyawarahkan itu,masih mengacu kepada aturan regulasi tiga kriteria dalam per Mendes,kemudian empat belas kriteria yang menjadi indikator untuk menentukan siapa yang berhak menerima BLT DD susulan”.

Mekanisme pendataan yaitu mendata dan mengidentifikasi secara selektif kepada masyarakat yang layak dan berhak menerima BLT DD susulan.

Masing-masing dusun mengajukan beberapa daftar usulan KK yang di anggap layak mendapatkan bantuan BLT DD, kemudian di musyawarakan dan di verifikasi oleh tim Satgas Covid-19 tingkat desa.

Hasil verifikasi yang mengacu pada tiga kriteria dan empat belas indikator menetapkan ada 73 orang atau Kepala Keluarga (KK) yang berhak atau layak mendapat bantuan BLT DD susulan.

Di tempat yang sama salah satu tokoh masyarakat Anwar Piot mengatakan,”Upaya yang dilaksanakan oleh Pemerintah sudah bagus karena secara hirarki kita mulai dari bawah.kalau toh misalnya masih ada kurang-kurangnya itulah kekurangan kita sebagai manusia,kalau kita mencari yang seadil-adilnya itu nanti Tuhan tetapi setidak-tidaknya sudah mendekati di situ”.

lanjutnya Anwar, “Jadi saya rasa sudah cukup bagus langkah-langkah yang di tempuh oleh Pemerintah Desa ini bersama dengan BPD,bersama dengan kepala-kepala dusun dan juga bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat”. (FeriKominfo)