Pos

Lukpanenteng, BanggaiKep.go.id – Pengaruh curah hujan tinggi, ruas jalan Desa Lukpanenteng-Poganda mengalami kerusakan dan berlubang sehingga digenangi air dan semakin bertambah parah.

Lubang di ruas jalan Desa Lukpanenteng-Poganda sudah dalam dan digenangi air hujan dikarenakan tidak adanya drainase sehingga mengakibatkan truk pengangkut material bangunan nyaris hampir terbalik saat melintasi jalan tersebut.

Genangan air hampir setinggi lutut orang dewasa dan tanah dasar jalan yang lembek juga sangat memprihatikan.

Supir pengendara truk saat diwawancarai pada Sabtu, (30/7/2022) mengatakan “Kita pikir nyanda dolom depe lobang, padahal dolom depe tanah so lombo pengaru tegenang air sampe tahu kalau itu jalan so lubang dolom,” ucapnya.

Supir truk yang tidak mau disebutkan namanya juga menambahkan bahwa beruntung Ia dan teman-temannya yang juga supir bersama-sama melewati jalan tersebut sehingga bisa saling membantu truk yang tertanam dan hampir terbalik.

“Untung torang masih baku bawah ada berapa kendaraan jadi bisa baku bantu sampe bisa talewat itu oto yang ada tatanam yang hampir terbalik,” ujarnya.

Salah satu masyarakat Desa Lukpanenteng yang kebetulan berkebun dekat ruas jalan ini yang turut serta membantu saat truk terjebak dijalan yang berlubang, mengatakan “Dengan ini so berapa kali dijalan ini beberapa hari lalu mobil pribadi yang terjebak untung ada masyarakat yang melintas sampe bisa lewat,” ucap salah satu petani yang enggan menyebutkan namanya.

Akibat musibah terjebaknya truk pengangkut material bangunan, pengendara yang lain semakin hati-hati.

Salah satu pengendara berharap kiranya cepat ada penanganan dan perbaikan di ruas jalan yang sudah rusak parah, kalau belum bisa diaspal minimal ditimbun. (JAR-KOMINFO)

Lemelu, BanggaiKep.go.id – Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) memiliki banyak objek wisata yang potensial yang menjadi daya tarik bagi pecinta wisata baik masyarakat lokal BanggaiKep dan dari luar BanggaiKep bahkan turis manca negara yang tertarik dengan objek wisata yang ada di BanggaiKep.

Objek wisata Danau Lemelu tidak kalah indah dan menariknya dengan objek wisata yang lain yang ada di Banggai Kepulauan, baik panoramanya yang indah dan kelihatan alami, tapi sayang sejak beberapa tahun terakhir ini pengunjung objek wisata Danau Lemelu menurun drastis.

Salah satu anak muda yang peduli dengan pengembangan objek wisata Danau Lemelu Imelda Popatoon, S.Pd, mengatakan bahwa menurunnya pengunjung Objek Wisata Danau Lemelu akhir ini sebenarnya bukan semata-mata pengaruh pandemi Covid-19 yang masih melanda daerah yang kita cintai ini, tetapi juga ada faktor lain yang menjadi penghambat pengembangan objek wisata Danau Lemelu.

“yakni infrastruktur jalan menuju ke Objek Wisata Danau Lemelu, karena kondisi jalan dari Desa Buko menuju ke pegunungan Desa Lemelu dan sekitarnya sangatlah memprihatinkan dan boleh dikata sudah rusak total,” ucap Imelda Popatoon.

Lanjutnya, “Walaupun kita akan meningkatkan sarana prasarana dialokasi wisata dengan membangun sarana pendukung yang mendorong daya tarik pengunjung kalau tidak ada pengunjung yang sampai ke Objek Wisata Danau Lemelu oleh karena kondisi jalan sama artinya hanya membuang anggaran percuma,” kata Imelda Popatoon yang juga merupakan guru SMA Negeri 1 Buko Selatan.

Imelda berharap akses jalan dari Desa Buko menuju ke Desa Alani, Lemelu, Labotakandi dan Desa Osan diperbaiki.

Beberapa masyarakat yang ada di Desa Lemelu dan Sub Desa Alani saat dijumpai, Senin, (12/7/21) juga berharap akses jalan supaya dapat diperbaiki karena sudah sangat membahayakan pengguna jalan bahkan menghambat aktifitas masyarakat. (AmosKominfo)

Olusi, BanggaiKep.go.id – Desa Olusi Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah merupakan desa pemekaran dari desa induk Pelinglalomo.

Desa Olusi walaupun sudah menjadi desa defenitif, tapi peningkatan infrastruktur yang bersumber dari APBD masih sangat minim.

“Buktinya jalan poros yang menghubungkan Desa Olusi dengan Desa tetangga Labasiano dan Pelinglalomo sejak kami mekar jalannya sudah rusak sampai sekarang belum juga diperbaiki semua hanya tinggal janji”, ujar salah satu masyarakat Olusi yang dijumpai saat duduk dibate-bate (7/3/2020).

Asno seorang sopir yang kendaraannya sering digunakan untuk mengangkut hasil panen, material bangunan dan aktifitas lain dari masyarakat Olusi, saat dijumpai melintas dijalan tersebut menyampaikan, “Pantaslah kalau masyarakat mengeluh karena kondisi jalan rusak total, maaf ibarat bagaikan kami melewati kuala yang airnya sudah kering karena kondisi batu-batu yang berserakan serta lubang yang sudah lumayan dalam”, ujar Asno.

Selain itu, Pak Endo salah satu yang mewakili masyarakat Desa Olusi mengungkapkan harapan mereka, “Masyarakat Olusi berharap kiranya Pemda Banggai Kepulauan dapat memperhatikan jalan kami untuk segera diperbaiki, karena kondisi jalan saat ini bisa saja membahayakan masyarakat dan penguna jalan”, papar Endo. (JARKominfo)