Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) melalui Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) menggelar rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (16/3/2026).

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bappeda dan Litbang selaku Ketua Pokja PUG ini diikuti oleh sekitar 30 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady.

Dalam rapat tersebut, sejumlah poin penting berhasil disepakati sebagai langkah strategis pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) tahun 2026 di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Salah satu hasil utama rapat adalah penyusunan Rencana Kerja Pokja PUG dan Rencana Aksi Daerah PUG. Selain itu, juga disepakati penguatan kelembagaan Pokja dan focal point, termasuk revitalisasi keanggotaan melalui pengusulan Surat Keputusan (SK) Pokja PUG Tahun 2026.

Untuk meningkatkan efektivitas implementasi PUG, rapat juga menekankan pentingnya memperkuat sistem dan kemitraan antar perangkat daerah dalam mengintegrasikan perspektif gender dalam setiap program dan kegiatan pembangunan.

Sebagai upaya peningkatan kapasitas, akan dilaksanakan pelatihan teknis analisis gender bagi anggota Pokja dan focal point, yang direncanakan melalui platform daring (zoom). Seluruh perangkat daerah juga diminta segera menyusun Dokumen Anggaran Responsif Gender (ARG) Tahun 2026.

Tim Pokja PUG juga akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan PUG di setiap OPD guna memastikan implementasi berjalan sesuai rencana.

Selain itu, rapat menghasilkan komitmen bersama untuk meningkatkan capaian nilai evaluasi PUG melalui Anugerah Parahita Ekapraya (APE), dengan target mencapai kategori Pratama pada tahun 2027 dengan nilai antara 501 hingga 600.

Komitmen lainnya mencakup penyusunan dokumen Gender Budget Action (GAB) tahun 2026 serta penyediaan data terpilah gender di seluruh perangkat daerah sebagai dasar perencanaan yang lebih akurat dan responsif.

Sebagai penunjang evaluasi, Pokja PUG juga akan menyusun template dalam pemenuhan eviden evaluasi PUG.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah disepakati, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan optimistis pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dapat berjalan lebih optimal, serta mampu mendorong terwujudnya pembangunan yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh masyarakat. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, melalui Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menggelar Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa (10/12/2024).

Rapat ini dihadiri oleh Pj. Bupati Banggai Kepulauan diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banggai Kepulauan Edison E Moligay, S.Sos.,M.A.P, Pemateri dari Dinas PPPA bersama tim, Yayasan Sikola Mombine Provinsi Sulawesi Tengah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutan Pj Bupati Banggai Kepulauan diwakili Asisten II Setda Edison E Moligay menyampaikan pentingnya pengarusutamaan gender sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

“Kesetaraan gender bukan hanya soal hak perempuan, tetapi juga tentang bagaimana kita menciptakan kebijakan yang adil bagi semua, baik perempuan maupun laki-laki, untuk berkontribusi dalam pembangunan,” ucapnya.

Menurutnya, dengan kolaborasi yang kuat dapat memastikan bahwa program pembangunan di Kabupaten Banggai Kepulauan benar-benar inklusif dan menjawab kebutuhan semua kelompok masyarakat.

Selain itu, sebagai narasumber Bidang Kualitas hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Ni Made Anggreiniyati,SE.,M.Si. dan Direktur Eksekutif Yayasan Sikola Mombine Provinsi Sulawesi Tengah Nur Safitri Lasibani, S.IP memberikan pemaparan terkait pentingnya Pengarusutamaan Gender untuk menjamin perempuan dan laki-laki mempunyai akses dan kontrol terhadap sumber daya, memperoleh manfaat pembangunan dan pengambilan keputusan yang sama di semua tahapan proses pembangunan.

Kesetaraan gender dalam kebijakan pembangunan menjadi indikator yang yang cukup signifikan, karena kesetaraan gender akan memperkuat kemampuan daerah untuk berkembang, mengurangi kemiskinan dan memerintah secara efektif.

Semakin tinggi apresiasi gender dalam proses perencanaan pembangunan, maka semakin besar upaya suatu daerah untuk menekan angka kemiskinan, dan sebaliknya rendahnya apresiasi dimensi gender dalam pembangunan akan meningkatkan angka kemiskinan.

Rapat ini membahas evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan PUG tahun 2024 termasuk tantangan yang dihadapi dan pencapaian yang telah diraih. Selain itu, disusun juga rencana kerja untuk tahun 2025 yang mencakup integrasi PUG dalam berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan perlindungan sosial.

Salah satu fokus utama tahun ini adalah meningkatkan kapasitas OPD dalam merancang program yang responsif gender serta menguatkan kolaborasi lintas OPD untuk mendukung percepatan pengarusutamaan gender di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Admin-DP3AP2KB)

Ambelang, BanggaiKep.go.id – Penjabat (Pj) Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir buka secara resmi kegiatan Sosialisasi peningkatan kualitas keluarga dalam rangka pencegahan kekerasan berbasis gender di Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis (26/9/2024).

Sosialisasi ini di inisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kab. Banggai Kepulauan untuk mencegah dan menghentikan kasus kekerasaan berbasis gender yang masih marak terjadi.

Dalam laporan Ketua Panitia yang disampaikan Kadis DP3AP2KB Adnan D. Adam menyampaikan bahwa kesetaraan gender dalam keluarga menjadi hal yang tidak bisa ditawar sekarang ini. Kesetaraan gender dalam keluarga merupakan salah satu pondasi mewujudkan ketahan keluarga masa kini.

“Perempuan dan laki-laki harus memahami arti penting dari kesetaraan gender, untuk mencegah dan menghentikan kasus kekerasaan berbasis gender karena baik perempuan maupun laki-laki harus terlibat bersama dan berkontribusi bersama menciptakan rasa aman dan terlindungi,” ucap Adnan.

Menurutnya, kasus kekerasaan terhadap Perempuan dan anak di kabupaten Banggai Kepulauan masih sangat  tinggi dengan jumlah kasus kekrasaan terhadap anak rentang waktu januari-september 2024 berjumlah 25 kasus dan kekerasaan terhadap perempuan berjumlah 10 kasus.

Hal ini yang mendasari sehingga dilaksanakan kegiatan sosialisasi peningkatan kualitas keluarga dalam rangka pencegahan kekerasaan berbasis gender melalui penggerakan dan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang pencegahan kekerasaan diranah daring melalui penggunaaan gadget pada anak, serta meningkatkan pemahaman terkait literasi kebangsaan dalam keluarga.

Dalam sambutan Bupati Ihsan Basir mengatakan keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk karakter dan mentalitas masyarakat, peningkatan kualitas keluarga menjadi sangat penting untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan, terutama yang berbasis gender. Keluarga yang sehat dan harmonis adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang berkeadilan dan damai.

Ihsan menjelaskan kekerasan berbasis gender adalah isu serius yang perlu kita tangani bersama. Ini bukan hanya masalah individu, tetapi merupakan tanggung jawab kita sebagai masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya kesetaraan gender dan bagaimana kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua anggota keluarga.

“Saya mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam upaya ini, mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, hingga masyarakat luas. Mari kita bangun Sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan program-program yang efektif dalam mencegah kekerasan berbasis gender,” ucap Ihsan.

Bupati juga berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk menciptakan Banggai Kepulauan yang aman, adil dan berkelanjutan.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan wawasan baru bagi kita semua, mari kita sama-sama berkomitmen untuk menciptakan Banggai Kepulauan yang aman, adil, dan berkelanjutan,” harap Bupati.

Kegiatan bertempat di Balai Desa Ambelang dan di hadiri Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Banggai Kepulauan, Kanit Polres Bagian Unit PPA, perwakilan Ketua TP-PKK, Ketua Forum Anak Kabupaten Banggai Kepulauan, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta undangan lainnya. (IKP-KOMINFO)