Pos

Lumbi-Lumbia, BanggaiKep.go.id – Salah satu upaya Pemerintah dalam menanggulangi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) adalah melakukan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya melindungi serta meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan virus corona.

Langkah awal yang diambil oleh Pemerintah dalam melakukan vaksinasi Covid-19 tahap pertama diperuntukan bagi para tenaga kesehatan (Nakes) dengan pertimbangan karena para Nakes merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19, karena bersentuhan langsung dengan para pasien disetiap fasilitas kesehatan.

Sebanyak 34 tenaga kesehatan di Puskesmas Lumbi-Lumbia Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan telah menerima vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

Maslin Bambari, SKM Kepala Puskesmas Lumbi-Lumbia saat dihubungi jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada Kamis, (11/2/2021) menjelaskan bahwa sejumlah tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Lumbi-Lumbia telah divaksinasi Covid-19.

Dimana vaksinasi Covid-19 bagi nakes Puskesmas Lumbia mulai dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu (9-10/2/2021).

Menurut pemaparan Maslin, hari pertama sebanyak 31 orang nakes yang divaksinasi dan hari kedua 13 nakes, dan sebanyak 2 orang nakes yang tidak dapat divaksinasi berdasarkan ketentuan pelaksanaan valsinasi Covid-19. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Tindak lanjut kerja Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus berjalan, bukan saja hanya sebatas penjagaan dipintu masuk dan keluar Kec. Buko melalui pelabuhan penyebrangan, tetapi upaya pencegahan Covid-19 pun dilakukan dengan pemantauan keadaan warga yang datang dari luar daerah.

Setiap hari Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko memantau terus warga yang datang dari luar daerah yang melaksankan karantina mandiri dirumah masing-masing yang terdiri dari 13 Desa yang ada di Kecamatan Buko.

dr. Nurul Istiqomah Tri Astuti selaku koordinator lapangan saat dijumpai di PKM Tataba (7/4/2020) menjelaskan pemantauan bagi masyarakat yang baru datang dari luar daerah sangatlah penting dalam upaya pencegahan Covid-19.

“Tujuan dari pemantauan adalah yang pertama apakah benar mereka melaksanakan karantina mandiri sesuai protokol pencegahan Covid-19, kemudian memastikan keberadaan kesehatan mereka apa lagi bagi mereka yang datang dari daerah yang masuk zona merah atau sudah terpapar Covid-19, yang dikategorikan pelaku perjalanan beresiko, kita harus memastilan perkembangan mereka selama 14 hari kedepan sejak kedatangan sampai selesai menjalani masa karantina mandiri”, ujar dr. Nurul.

Kepala PKM Tataba Sianti, Amd.Kep juga menegaskan bahwa “Saya sudah mengintruksikan juga kepada tenaga medis yang ditempatkan di desa se Kecamatan Buko agar dapat memantau warga yang datang dari luar daerah bekerja sama dengan Pemdes setempat serta terus melaporkan setiap saat keberadaan mereka yang menjalani karantina mandiri”, jelas Kepala PKM Tataba. (AmosKominfo)