Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update 26 Juni 2020 jam 12.00 wita bahwa terlapor tidak ada tambahan kasus baru OTG, ODP dan PDP.

Sehingga data covid-19 update hari ini yakni ODP 0 kasus, PDP 0 kasus, OTG 1 orang.

Selanjutnya untuk pelaku perjalanan yang sudah selesai masa karantina berjumlah 5.840 orang.

Terimakasih.🙏 Salam Sehat

Atas nama Pemerintah Daerah Kab. BanggaiKep menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran Pemerintah dengan tetap menerapkan prinsip Physical dan Sosial Distancing dengan langkah-langkah sbb:
a. Tetap tinggal di rumah jika TDK berkepentingan
b. Hindari berkumpul dengan orang banyak
c. Pakai masker jika keluar rumah
d. Jaga jarak dengan orang sekitar minimal 1 meter
e. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas
f. Berperilaku hidup bersih dan sehat

Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik, patuhi anjuran Pemerintah, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏
“Bangkep Bersatu cegah covid-19” 💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Bangunemo, BanggaiKep.go.id – Musibah banjir yang terjadi di Desa Bangunemo Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan, menyebabkan 14 kepala keluarga serta 43 jiwa mengungsi ke Balai Desa akibat rumah mereka terendam air setinggi lutut orang dewasa.

Setelah menerima laporan dari Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P, Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam langsung memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk turun ke lokasi bencana serta menyalurkan bantuan untuk para korban.

Penyaluran bantuan Bupati melalui Tim BPBD Kab.BanggaiKep dilakukan pada hari Kamis (25/6/2020) yang dipimpin oleh Kasie Pencegahan Merry K. Hontong, turut hadir dalam penyaluran bantuan kepada para korban banjir Camat Bulagi Utara, Kapolsek Bulagi, Kepala Desa Bangunemo serta Ketua BPD Desa Bangunemo.

Ada pun bantuan yang disalurkan yakni pangan berupa sembako, makanan siap saji dan air mineral serta sandang seperti selimut, kain, tikar dan kebutuhan serta peralatan lain yang dibutuhkan oleh para korban selama rumah mereka masih tergenang banjir.

Merry Hontong menyampaikan bahwa Bapak Bupati prihatin dan peduli serta sepenanggungan dengan masyarakat Desa Bangunemo yang ditimpa musibah bencana banjir, sehingga ketika mendapat laporan Bupati langsung memerintahkan BPBD untuk segera menuju lokasi dan menyalurkan bantuan untuk para korban.

Edison Moligay mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian dan bantuan dari Bapak Bupati kepada masyarakat kami yang ditimpa bencana banjir, sehingga beban para korban, Pemerintah Desa boleh berkurang.

Pada kesempatan yang sama, Edison pun menyampaikan banyak terima kasih juga bagi Bapak Kapolres Banggai Kepulauan yang sudah menyalurkan bantuan yang diserahkan langsung oleh Kasat Sahbara. (AmosKominfo)

Bangunemo, BanggaiKep.go.id – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Banggai Kepulauan dengan curah hujan tinggi yang sudah beberapa hari terakhir ini tidak kunjung redah menyebabkan  14 rumah Kepala Keluarga di Desa Bangunemo Kecamatan Bulagi Utara terendam air.

Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P saat dihubungi Jurnalis DisKominfo Pemda Kab. Banggai Kepulauan (25/6/2020) melalui via WhatsApp menyampaikan, “Setelah kami menerima instruksi Bupati H. Rais D. Adam agar para Camat memonitor desa-desa di wilayah kerja masing-masing sehubungan dengan curah hujan yang cukup tinggi sampai berhari-hari”.

“Kami langsung mengimbau para Kades dan Lurah Sabang untuk terus memantau wilayah desa/kelurahannya dan laporkan jika terjadi musibah akibat cuaca eksrim”, jelas Edison.

Setelah menerima laporan dari Kades Bangunemo, Edison Moligay didampingi Kasie Pembangunan Ones Maasi langsung meninjau lokasi banjir di Desa Bangunemo Kec. Bulagi Utara Kab. BanggaiKep.

Setelah tiba di lokasi, Edison menyampaikan terdapat 14 rumah terendam banjir 43 jiwa yang terdiri atas orang dewasa, anak-anak serta lansia harus mengungsi di Balai Desa.

“Dan ini sudah kami laporkan kepada Bupati serta Dinas terkait, yang sangat dibutuhkan oleh para korban saat ini bantuan pangan, selimut, serta perlengkapan bayi”, ucap Camat.

Melihat keadaan para korban yang hanya tidur beralaskan tikar, Edison berharap Dinas kesehatan dapat turun kelokasi untuk memeriksa kesehatan serta memberikan obat-obatan yang dibutuhkan agar para korban tidak menderita sakit. (AmosKominfo)

 

Bangunemo, BanggaiKep.go.id – Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan mengalami cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi sampai beberapa hari sehingga menyebabkan 14 rumah di Desa Bangunemo Kecamatan Bulagi Utara terendam banjir dan 43 jiwa harus mengungsi ke Balai Desa.

Setelah mendapat informasi atas terjadinya banjir di Desa Bangunemo, Kapolres Banggai Kepulauan AKBP. Reja A. Simajuntak, SH.,SIK.,MH langsung menugaskan Kasat Sabhara AKP. Yusran Dagong untuk menyalurkan bantuan sembako bagi korban banjir di Desa Bangunemo.

Penyaluran bantuan dari Polres Banggai Kepulauan kepada korban banjir di Bangunemo dilaksanakan pada Kamis, (24/6/2020) di Balai Desa tempat dimana para korban mengungsi, serta turut hadir dalam penyaluran bantuan Kapolsek Bulagi IPDA. Beny Tiiyo.

AKP. Yusran Dagong menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian Polri atas apa yang dialami oleh masyarakat Bangumemo yang ditimpa musibah.

“Kiranya bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara”, ucap AKP. Yusran.

Kades Bangunemo Welson Monggalo, S.Th menyatakan ungkapan terima kasih atas bantuan dari pihak Polres BanggaiKep yang sudah boleh peduli, perhatian dan meringankan beban masyarakat kami yang ditimpa bencana. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update 25 Juni 2020 jam 12.00 wita bahwa terlapor tidak ada tambahan kasus baru OTG, ODP dan PDP.

Sehingga data covid-19 update hari ini yakni ODP 0 kasus, PDP 0 kasus, OTG 1 orang.

Selanjutnya untuk pelaku perjalanan yang sudah selesai masa karantina berjumlah 5.682 orang.

Terimakasih.🙏 Salam Sehat
Atas nama Pemerintah Daerah Kab. BanggaiKep menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran Pemerintah dengan tetap menerapkan prinsip Physical dan Sosial Distancing dengan langkah-langkah sbb:
a. Tetap tinggal di rumah jika TDK berkepentingan
b. Hindari berkumpul dengan orang banyak
c. Pakai masker jika keluar rumah
d. Jaga jarak dengan orang sekitar minimal 1 meter
e. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas
f. Berperilaku hidup bersih dan sehat

Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik,  patuhi anjuran Pemerintah, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏
“Bangkep Bersatu cegah covid-19” 💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Hujan deras yang mengguyur sebagian Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan pada Rabu, 24 Juni 2020, mengakibatkan air sungai meluap serta puluhan hektar sawah dan satu rumah warga terendam banjir di kawasan persawahan Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Luapan air sungai tersebut membuat warga setempat sempat panik. Salah satu warga yang rumahnya terendam banjir harus menyelamatkan barang-barang penting agar tidak terkena banjir.

“Saya tadi ke kantor sekitar jam 7.30 wita, kebetulan Saya kerja di Kantor Kecamatan, tiba-tiba ada telepon dari teman saya katanya rumah Saya terendam banjir jadi Saya cepat-cepat balik ke Rumah”, kata Indra Jaya Sipatu pemilik rumah yang terendam banjir.

“Sampai di rumah, saya lihat benar rumah Saya sudah terendam banjir, kira-kira itu air setinggi 63 cm Saya sempat ukur”, jelas Indra.

Selanjutnya, Indra menjelaskan kerugian yang dialaminya akibat dampak banjir, “Saya rugi kasian, Empang Saya yang luasnya kurang lebih 3/4 hektar yang sudah ada ikan bandengnya habis ludes keluar ikannya”.

“Televisi, speaker aktif habis rusak semuanya, tapi tidak apa-apa yang penting keluarga saya selamat”, sambung Indra Jaya.

Banjir terjadi sejak pagi jam 8.30 wita dan mulai surut perlahan sekitar jam 13.00 wita. Disebutkan luapan air sungai tersebut diakibatkan Leaning irigasi persawahan tidak memadai dan juga adanya Empang Udang salah satu warga yang berdekatan dengan lokasi persawahan sehingga menghalangi saluran air sungai keluar.

Seorang Petani bernama Dahrun saat diwawancarai oleh Jurnalis Pemda DisKominfo mengatakan, “Dulunya sebelum adanya Leaning irigasi banjir tidak separah ini karena air bisa berpencar”.

Lanjut Dahrun, “Setelah dibuat Leaning yang tidak sempat selesai pembuatannya hanya sampai di gorong-gorong saja, itu yang membuat air sungai meluap memasuki Daerah persawahan, seharusnya Leaning irigasi dibuat harus sampai di jembatan karena disitu ada aliran air sungai”.

Salah satu akibat meluapnya air sungai juga diakibatkan adanya Empang Udang seorang warga yang luasnya kurang lebih 3 hektar berdekatan dengan lokasi persawahan sehingga menghalangi aliran air.

“Empang itu sudah di beton baru tidak ada saluran air untuk keluar, jadi sawah yang ada di situ terendam, sedangkan tidak ada banjir airnya tergenang apalagi banjir”, ucap Dahrun menjelaskan.

“Pemerintah Desa harus memperhatikan dengan serius kedua hal ini, karena sepanjang tahun disaat musim hujan pasti terjadi banjir, tapi kalau sudah di tangani dengan baik banjir berikutnya tidak separah ini lagi”, harap Dahrun. (FeriKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update 24 Juni 2020 jam 12.00 wita sbb:

1. Sesuai data yang masuk ke covid center update hari ini terlapor tidak ada tambahan kasus baru OTG, ODP dan PDP dan tidak ada kasus terkonfirmasi positif.

2. Data update hari ini, jumlah kasus OTG 1 kasus, ODP 0 kasus, PDP 0 kasus, dan tidak ada kasus terkonfirmasi positif.

3. 1 OTG yang sedang menjalani karantina di fasilitas Pemerintah Daerah telah dilakukan pengambilan sampel SWAB sebanyak 2 kali di RSUD Trikora Salakan sebagai fasilitas kesehatan pemeriksa selanjutnya telah dilakukan pengantaran sampel pada tanggal 23 Juni 2020 untuk pemeriksaan RT-PCR di UPT Labkesda Provinsi Sulteng.

4. Tanggapan atas keresahan masyarakat terhadap pelaku perjalanan an. Tn.MA umur 23 tahun, riwayat pasien positif Covid-19 asal Kab. Gowa, Sulsel, Gugus Tugas telah mengambil langkah dengan melakukan pemeriksaan kembali menggunakan Rapid test antigen dan hasilnya menyatakan Non reaktif untuk itu pada saat ini memang benar yang bersangkutan telah dinyatakan sembuh dari covid-19, akan tetapi sebagai pelaku perjalanan dari daerah transmisi lokal wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan prosedur sebagaimana yang telah ditetapkan.

5. Pelaku perjalanan yang selesai pemantauan terlapor sebanyak 5.588 orang.

Terimakasih.🙏 Salam Sehat
Atas nama Pemerintah Daerah Kab. BanggaiKep menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran Pemerintah dengan tetap menerapkan prinsip Physical dan Sosial Distancing dengan langkah-langkah sbb:
a. Tetap tinggal di rumah jika TDK berkepentingan
b. Hindari berkumpul dengan orang banyak
c. Pakai masker jika beraktivitas diluar rumah.
d. Jaga jarak dengan orang sekitar minimal 1 meter
e. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas
f. Berperilaku hidup bersih dan sehat

Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati dan Patuhi anjuran Pemerintah, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏
“Bangkep Bersatu cegah covid-19” 💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Buko, BanggaiKep.go.id – Gempa tektonik 6,3 Mangitudo yang menguncang Bolaanguki Kabupaten Bolaang Mongondo Selatan Provinsi Sulawesi Utara pada hari ini Senin, 23 Juni 2020, membuat masyarakat berhamburan keluar dari rumah sampai di jalan raya.

Guncangan gempa cukup kencang berdampak sampai ke Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Dari pemantauan Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep, saat terjadi gempa masyarakat sepanjang Desa Lalengan sampai dengan Leme-leme Bungin berhamburan keluar rumah sambil berteriak tanah goyang, bahkan masyarakat di Desa Tataba yang tinggal dipikiran bibir pantai meninggalkan rumah mereka dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Menurut beberapa masyarakat mereka hanya berjaga-jaga saja jangan sampai ada gempa susulan yang lebih besar lagi.

Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa tektonik 6,3 Mangitudo di Bolaanguki Kabupaten BolSel Sulawesi Utara terjadi pada kedalaman 94 KM pada pukul 14:43 WIB dan tidak berpotensi Tsunami. (AmosKominfo)

Malanggong, Banggaikep.go.id – Pemerintah Desa Malanggong Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap II yang diperuntukkan bulan Mei 2020 kepada masyarakat penerima manfaat di masa pandemi Covid-19.

Penyaluran BLT-DD Tahap II Desa Malanggong Kec. Buko diawali dengan penyerahan secara simbolis, bertempat di Balai Desa Malanggong dan dihadiri oleh Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos, mewakili Kapolsek Buko Brigpol I Ketut Picca, Kades Malanggong Isak Monggilali, TPD Kec. Buko Rosmawati dan Andi Ndiba, Kamis, (19/6/2020).

Dalam sambutan Kades malanggong Isak Monggilali menyampaikan bahwa penerima manfaat BLT-DD sebanyak 91 KK dengan total anggaran Rp.54.600.000, serta mengharapkan para penerima dapat memanfaatkannya dengan baik.

Bahkan Isak pun menekankan kepada masyarakat pentingnya melengkapi administrasi kepedudukan dalam semua urusan.

Sementara itu, Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos selalu mengingatkan kepada para penerima untuk memanfaatkan dengan baik uang yang diterima melalui bantuan Pemerintah lewat BLT-DD dengan membeli bahan makanan dan obat-obatan bagi yang menderita sakit.

“Jika memungkinkan bagi penerima BLT-DD yang masih usia produktif untuk bekerja dan berusaha untuk tetap melakukan aktifitas pekerjaan dengan mematuhi protokol kesehatan dan untuk ibu-ibu jika memungkinkan gunakan bantuan ini untuk peningkatan ekonomi keluarga dengan misalnya membuat kue dan lain sebagainya untuk dijual”, jelas Kori Yalume.

Kori Yalume pun mengharapkan masyarakat dapat membantu Pemerintah Desa dalam menyukseskan berbagai program agar Desa Malanggong semakin maju dan berkembang.

Brigpol I Ketut Picca dalam sambutannya mengingatkan agar penerima memanfaatkan bantuan ini dengan baik dan penuh tanggungjawab agar bermanfaat bagi semua anggota keluarga.

Selain itu, TPD Kec. Buko Andi Ndiba dalam sambutannya menyampaikan kepada penerima untuk menghargai kerja keras Pemdes karena mereka bekerja tidak mengenal waktu dalam melayani masyarakat apa lagi dalam situasi pandemi covid-19 untuk pengurusan pencairan BLT-DD.

“Mereka mengutamakan masyarakat padahal sudah 6 bulan belum menerima insentif/gaji”, ucap Andi. (AmosKominfo)

Malanggong, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa Malanggong Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan mengharapkan masyarakat dapat memperhatikan kelengkapan administrasi kependudukan.

Kepala Desa Malanggong Isak Monggilali dalam sambutannya saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) pada hari Kamis (18/6/2020) mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya dokumen administrasi kependudukan, seperti KTP, KK, Akta Kelahiran, Akta Pernikahan serta lain-lain.

Isak menganjurkan serta mengajak masyarakat Malanggong yang dokumen kependudukannya belum lengkap untuk segera diurus karena itu sangat penting dan berguna dalam segala hal yang kita urus, “Anak masuk sekolah saja sudah diminta Akta Kelahiran, bantuan Pemerintah pun persyaratannya harus ada KTP dan KK”, terang Isak.

“Pemerintah Desa siap memfasilitasi pengurusannya masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan dan Pemerintah Desa akan bekerjasama dengan pimpinan gereja dan mesjid untuk melaksanakan pemberkatan nikah dan akad nikah bagi keluarga yang belum nikah secara agama dan pemerintahan”, jelas Isak.

Isak juga menegaskan tidak ada alasan untuk tidak melengkapi dokumen kependudukan, “Kalau tidak ada biaya hubungi kami sebagai kepala desa agar bisa kami pikirkan”, kata Isak.

“Bagi masyarakat yang tidak mau mengurus administrasi kependudukan jika ada bantuan-bantuan Pemerintah dan anda tidak terkafer, jangan salahkan Pemerintah Desa karena kami sudah berusaha memberikan pelayan bagi masyarakat”, ujar Isak. (AmosKominfo)