Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KS) bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggai Kepulauan mengikuti zoom meeting Prasara dan Vistara, program prioritas pembangunan keluarga, yang dilaksanakan di Kantor TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis, (26/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program Prasara dan Vistara tahun berjalan, meningkatkan pemahaman daerah terkait strategi pelaksanaan program, memperkuat kolaborasi antara Kemendugbangga dan TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan dalam pembangunan keluarga berkualitas, serta mendukung percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga.

Zoom meeting tersebut diikuti oleh 11 peserta yang terdiri dari unsur TP PKK dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Banggai Kepulauan. Hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan Ny. Halima U. Hamid, S.Sos., didampingi staf ahli dan pengurus pokja TP PKK, serta Sekretaris Dinas P3AP2KB Riska Pratiwi Thirayo, S.PI bersama Penata Kependudukan Keluarga Berencana Ahli Muda Dinas P3AP2KB.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin komitmen bersama antara Kemendugbangga dan TP PKK dalam pelaksanaan program Prasara dan Vistara, meningkatnya pemahaman peserta terkait strategi teknis pelaksanaan program di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor di tingkat daerah.

Selain itu, daerah juga diminta untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan melalui rapat koordinasi internal sebagai langkah nyata implementasi program di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting di daerah. (IKP-KOMINFO)

Jakarta, BanggaiKep.go.id  — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menghadiri audiensi sekaligus menyerahkan mini proposal program tahun 2026 di Jakarta, Dalam agenda tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memaparkan rencana strategis peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat serta program penanganan kerawanan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan daerah, Kamis (26/2/2026).

Sumber Dokumen Prokopim Bangkep.26

Didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum dan sejumlah pejabat perangkat daerah, Rusli menegaskan bahwa ketahanan pangan harus dibangun di atas fondasi data yang akurat, terukur, dan terintegrasi. Salah satu fokus utama yang diusulkan adalah penyusunan peta ketahanan dan kerentanan pangan hingga tingkat kecamatan.

“Pemetaan ini dinilai penting untuk mengidentifikasi wilayah yang rentan, sekaligus menentukan prioritas intervensi kebijakan secara tepat sasaran. Pemetaan menjadi instrumen dasar dalam perencanaan. Tanpa data yang kuat, kebijakan rawan tidak efektif. Karena itu, kami mendorong penyusunan peta ketahanan dan kerentanan pangan sebagai pijakan awal,” ujar Rusli dalam pemaparannya.

Program yang diajukan tidak hanya berhenti pada aspek pemetaan. Pemerintah daerah juga merancang langkah konkret penanganan wilayah rawan pangan melalui penguatan distribusi, intervensi bantuan pangan, serta sinkronisasi kegiatan lintas sektor. Pendekatan kolaboratif antar organisasi perangkat daerah diharapkan mampu menciptakan sistem ketahanan pangan yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.

Sumber Dokumen Prokopim Bangkep.26

Selain itu, mini proposal tersebut merupakan bagian dari agenda nasional dalam mendorong konsumsi pangan yang lebih beragam, sehat, dan bergizi.

Banggai Kepulauan, sebagai wilayah kepulauan dengan potensi hasil laut dan komoditas pertanian tropis, dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal.

Beberapa program strategis yang diajukan antara lain penyusunan target konsumsi per kapita sebagai acuan pengendalian dan peningkatan kualitas konsumsi masyarakat, pemberdayaan masyarakat dalam penganekaragaman pangan berbasis potensi lokal, serta penyediaan pangan pokok yang terukur melalui penyusunan neraca bahan makanan daerah. Neraca ini akan menjadi alat kontrol untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan, kebutuhan, dan distribusi pangan di wilayah tersebut.

Rusli menekankan bahwa swasembada pangan tidak hanya berarti ketersediaan bahan pokok, tetapi juga kemandirian dalam memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan. Diversifikasi konsumsi, menurutnya, menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas tertentu sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Langkah Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan ini dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional, terutama di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga, dan gangguan rantai pasok.

Melalui audiensi dan penyerahan mini proposal tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap memperoleh dukungan kebijakan dan penguatan anggaran dari pemerintah pusat.

Dengan demikian, implementasi program pada 2026 dapat berjalan optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan serta kemandirian pangan masyarakat di wilayah kepulauan. (PROKOPIM. IKP-KOMINFO BANGKEP)

Jakarta, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady melakukan audiensi bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI guna membahas rencana pembangunan Pelabuhan Leme-Leme.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat penguatan konektivitas maritim di wilayah kepulauan, Kamis, (26/2/2026).

Sumber Dokumen Prokopim Bangkep.26

Audiensi berlangsung di kantor Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan dihadiri jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Bupati hadir didampingi Kepala Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Luwuk, yang turut memberikan pandangan teknis terkait aspek keselamatan pelayaran dan tata kelola kepelabuhanan.

Dalam paparannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Leme-Leme merupakan kebutuhan mendesak bagi Kabupaten Banggai Kepulauan yang secara geografis terdiri dari gugusan pulau. Ketergantungan masyarakat terhadap transportasi laut, menurutnya, menuntut dukungan infrastruktur pelabuhan yang memadai dan representatif.

“Pelabuhan ini akan menjadi simpul distribusi logistik dan penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap dukungan penuh pemerintah pusat agar rencana ini dapat segera direalisasikan,” ujar Bupati dalam forum tersebut.

Sumber Dokumen Prokopim Bangkep.26

Pemerintah daerah memproyeksikan Pelabuhan Leme-Leme tidak hanya berfungsi sebagai pelabuhan pengumpan, tetapi juga sebagai penguat rantai pasok komoditas unggulan daerah, termasuk sektor perikanan dan hasil laut. Dengan fasilitas yang lebih baik, biaya logistik diharapkan dapat ditekan dan aksesibilitas antarwilayah semakin lancar.

Sementara itu, pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menekankan pentingnya kelengkapan dokumen perencanaan, studi kelayakan, serta kesiapan lahan sebagai prasyarat utama pengajuan program pembangunan. Dukungan sinergis antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci percepatan realisasi proyek tersebut.

Kepala KPLP Luwuk dalam kesempatan itu menambahkan bahwa dari sisi keselamatan dan keamanan pelayaran, kawasan Leme-Leme memiliki potensi strategis untuk dikembangkan. Peningkatan fasilitas pelabuhan diyakini akan memperkuat pengawasan serta meningkatkan standar keselamatan transportasi laut di wilayah Banggai Kepulauan.

Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti pembahasan melalui koordinasi teknis lanjutan. Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap pembangunan Pelabuhan Leme-Leme dapat masuk dalam skala prioritas nasional sektor perhubungan laut, sebagai langkah konkret mempercepat pembangunan kawasan kepulauan. (PROKOPIM-IKP. KOMINFO BANGKEP)

Jakarta, BanggaiKep.go.id  — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady melakukan audiensi di Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Sumber Dokumen Prokopim Bangkep.26

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Rusli didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Banggai Kepulauan, Joko Prihantoro, S.STP., M.Si., serta Asisten III Bidang Administrasi Umum, Tommy Boy Luasusun, S.H.

Audiensi itu diterima langsung oleh Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan EBTKE, Harris, S.T., M.T., di lingkungan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi.

Pertemuan tersebut membahas pengembangan energi terbarukan di Kabupaten Banggai Kepulauan, khususnya rencana Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) yang berlokasi di Danau Alani, Desa Buko, Kecamatan Buko Selatan.

PLTMH tersebut dirancang sebagai salah satu sumber pembangkit listrik alternatif guna memperkuat pasokan energi, terutama bagi wilayah selatan Banggai Kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan listrik.

Sumber Dokumen Prokopim Bangkep.26

Bupati Rusli menyampaikan bahwa potensi sumber daya air di Danau Alani menjadi peluang strategis untuk mendukung kemandirian energi daerah kepulauan.

Menurutnya, pemanfaatan energi baru terbarukan bukan hanya menjawab kebutuhan listrik masyarakat, tetapi juga sejalan dengan arah kebijakan transisi energi nasional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selain PLTMH, audiensi juga membahas kebutuhan penerangan jalan di sejumlah wilayah Banggai Kepulauan. Pemerintah daerah mengusulkan dukungan program penerangan jalan, termasuk yang berbasis energi terbarukan, untuk meningkatkan keselamatan masyarakat serta menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas antarwilayah.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap adanya sinergi dan dukungan teknis dari pemerintah pusat dalam proses survei, pengujian, hingga tahapan pengembangan proyek ketenagalistrikan di daerah.

Upaya pemerintah daerah atas pengembangan PLTMH Danau Alani diharapkan dapat membantu mengatasi krisis listrik di wilayah selatan Banggai Kepulauan, sekaligus menjadi langkah nyata menuju kemandirian energi di daerah kepulauan. (PROKOPIM. IKP-KOMINFO BANGKEP)

Jakarta, Banggaikep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, melakukan audiensi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Lantai 5 Gedung Adhyatma, Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Azhar Jaya, Rabu (25/2/2026).

Sumber: Dokumen Prokopim Bangkep.26

Dalam audiensi itu, Bupati Rusli didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, dr. James H.D. Pinontoan, serta Direktur RSUD Trikora Salakan, dr. Feldy Deki, Sp.B., FinaCS.

Kehadiran jajaran teknis tersebut menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Sejumlah pejabat tinggi Kementerian Kesehatan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dirjen Kesehatan Lanjutan, Dirjen SDMK, Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan, Dirjen Perencanaan SDMK, Direktur Jenderal Fasilitas Mutu Pelayanan Kesehatan, Direktur Jenderal Kesehatan Lingkungan, Kepala Biro Perencanaan, Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia, serta Kepala Pasukan Khusus Kesehatan, Bapak Gandi.

Sumber Dokumen Prokopim Bangkep.26

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan secara khusus membahas usulan tambahan fasilitas Kesehatan dan Laboratorium Kesehatan Daerah bagi RSUD Trikora Salakan. Sebagai rumah sakit rujukan utama di daerah kepulauan, RSUD tersebut dinilai membutuhkan penguatan sarana dan prasarana untuk menunjang layanan spesialistik dan penanganan kasus rujukan yang selama ini masih bergantung pada fasilitas di luar daerah.

Selain itu, audiensi juga membahas rencana pembangunan dan relokasi tiga puskesmas, yakni PKM Sabang, PKM Patukuki, dan PKM Totikum. Ketiga puskesmas tersebut diusulkan untuk ditingkatkan baik dari sisi infrastruktur maupun kelengkapan fasilitas, guna memperluas jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Azhar Jaya menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan terus mendorong pemerataan akses dan kualitas layanan, khususnya bagi daerah kepulauan dan wilayah dengan tantangan geografis. Setiap usulan daerah, kata dia, akan dikaji berdasarkan kebutuhan prioritas serta kesiapan teknis dan administratif.

Audiensi ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam memperkuat sistem layanan kesehatan daerah, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan yang lebih cepat, dekat, dan berkualitas. (PROKOPIM.IKP-KOMINFO BANGKEP).

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menghadiri kunjungan tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama pihak vendor penyedia alat kesehatan dalam rangka melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana penempatan alat kesehatan, khususnya menjelang pendistribusian alat CT Scan dan Mammografi di RSUD Trikora Salakan, Kamis (26/2/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh aspek teknis dan nonteknis mulai dari kesiapan ruang, instalasi listrik, sistem pendukung, hingga standar keselamatan telah sesuai dengan ketentuan sebelum alat kesehatan berteknologi tinggi tersebut didistribusikan dan dioperasionalkan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Serfi Kambey menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan dan pihak vendor atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Banggai Kepulauan. Ia menegaskan bahwa kehadiran CT Scan dan Mammography merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan di daerah kepulauan.

“Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1277/2024, RSUD Trikora Salakan telah ditetapkan sebagai rumah sakit jejaring pengampuan pelayanan Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA) dengan strata madya. Penetapan ini adalah amanah besar yang harus dijawab dengan peningkatan kompetensi layanan, SDM, sarana prasarana, dan peralatan medis sesuai standar,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, implementasi Program SIHREN dalam jejaring layanan KJSU-KIA diharapkan mampu mendekatkan akses layanan kesehatan rujukan prioritas kepada masyarakat Banggai Kepulauan. Dengan hadirnya CT Scan dan Mammography, rumah sakit akan semakin mampu melakukan deteksi dini penyakit terutama kanker dan stroke secara lebih cepat dan akurat, tanpa harus selalu merujuk pasien ke luar daerah.

Kehadiran peralatan tersebut diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu dan keselamatan pasien, percepatan penanganan kasus prioritas, efisiensi pembiayaan kesehatan masyarakat, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit daerah.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, lanjut Wakil Bupati, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung keberhasilan implementasi program ini melalui pemenuhan dan peningkatan kompetensi SDM kesehatan, penyediaan dan penyesuaian sarana prasarana sesuai standar teknis, dukungan pembiayaan daerah secara bertahap dan berkelanjutan, serta penguatan tata kelola manajemen rumah sakit.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan peninjauan langsung lokasi penempatan alat kesehatan dan diskusi teknis antara tim Kementerian Kesehatan, vendor, serta manajemen RSUD Trikora Salakan guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal menjelang pendistribusian alat CT Scan dan Mammografi. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangka penanganan inflasi daerah sekaligus menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kabupaten Banggai Kepulauan dalam menjaga keterjangkauan harga pangan dan menekan laju inflasi, khususnya menjelang awal Ramadan dan IdulFitri.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Bank Indonesia, Bulog, TPID, serta Dinas Ketahanan Pangan.

“Gerakan Pangan Murah ini kami harapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga di pasaran. Ini juga menjadi langkah antisipatif menghadapi lonjakan permintaan menjelang bulan puasa dan hari raya,” ujar Wakil Bupati.

Pada kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, telur, bawang, dan aneka bahan pangan lainnya dengan harga lebih rendah dari harga pasar.

Pemerintah daerah juga mengimbau para pelaku usaha dan pedagang untuk tidak memainkan harga, sehingga stabilitas pasokan dan harga dapat terjaga.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif memanfaatkan program ini sebagai bagian dari upaya bersama menekan inflasi daerah.

Dengan dibukanya Gerakan Pangan Murah pada 13 Februari 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, distribusi pangan berjalan lancar, serta inflasi daerah dapat dikendalikan secara berkelanjutan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan Rusli Moidady secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan bertempat di auditorium Pubaba Bapeda dan Litbang dihadiri oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, jajaran perangkat daerah, para camat, kepala desa se-Kabupaten Banggai Kepulauan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menekankan musrenbang ini RKPD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

Forum ini menjadi wadah partisipatif untuk menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan agar lebih transparan, aspiratif, dan akuntabel.

Pada kesempatan tersebut dipaparkan sejumlah indikator makro pembangunan daerah. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai Kepulauan pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,03 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat ketimpangan sosial (Indeks Gini) berada pada angka 0,276, menunjukkan kesenjangan pendapatan yang relatif sempit. Sementara itu, angka kemiskinan terus mengalami penurunan dari 12,90 persen (15.500 jiwa) pada tahun 2023 menjadi 12,32 persen (14.860 jiwa) pada tahun 2024.

Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banggai Kepulauan berada pada angka 67,43, yang masih memerlukan perhatian dan intervensi bersama, khususnya melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Tingkat Pengangguran Terbuka pada tahun 2024 tercatat 1,55 persen, terendah di Provinsi Sulawesi Tengah. Pada sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah mencapai 8,7 tahun, dengan harapan lama sekolah 13,11 tahun. Sedangkan pada sektor kesehatan, usia harapan hidup meningkat menjadi 67,08 tahun, didukung oleh ketersediaan fasilitas kesehatan yang tersebar merata di seluruh kecamatan.

Selanjutnya, untuk sektor infrastruktur, panjang ruas jalan di Kabupaten Banggai Kepulauan mencapai 1.002,45 km, dengan kondisi jalan mantap 334,59 km dan tidak mantap 667,86 km. Kondisi ini menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah, bersama dengan penyediaan air bersih di sejumlah kecamatan.

Tema pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2027 yang diusung adalah “Mewujudkan Pembangunan Wilayah yang Merata, Penguatan Ekonomi serta Tata Kelola Pemerintahan melalui Peningkatan SDM dan Infrastruktur yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan Menuju Bangkep Berkah.”

Prioritas pembangunan kata Bupati, diarahkan pada penguatan daya saing ekonomi, pemerataan infrastruktur dasar, optimalisasi layanan pendidikan dan kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta transparansi pelayanan publik.

Melalui Musrenbang ini, seluruh usulan prioritas program dan kegiatan yang telah dibahas pada forum perangkat daerah akan dilakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi oleh Bappeda Kabupaten Banggai Kepulauan untuk penyempurnaan RKPD Tahun 2027.

“Usulan yang belum dapat dibiayai melalui APBD Kabupaten akan diupayakan melalui sumber pendanaan lain seperti APBN, APBD Provinsi, DAK, serta sumber pendanaan sah lainnya,” kata Rusli.

Musrenbang RKPD Tahun 2027 diharapkan menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi dasar penyusunan KUA-PPAS dan RAPBD Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Anggaran 2027.

“Untuk itu, Pemerintah daerah mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif demi terwujudnya pembangunan Banggai Kepulauan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” ujar Bupati. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menegaskan bahwa integritas tidak cukup hanya menjadi slogan. Menurut dia, integritas mesti dibuktikan melalui kerja yang konsisten, terutama oleh para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Hal itu disampaikan Serfi saat membuka Workshop Penguatan Integritas dan Kepemimpinan Kepala OPD dalam Implementasi SPIP untuk Peningkatan Maturitas SPIP Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026, yang digelar bersama BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (12/2/2026).

“SPIP bukan sekadar dokumen, bukan pula pemenuhan indikator penilaian. SPIP adalah cerminan kualitas kepemimpinan,” kata Serfi.

Ia menyebut keberhasilan atau kegagalan implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah sangat ditentukan oleh komitmen dan keteladanan pimpinan OPD. Target peningkatan maturitas SPIP 2026, menurut dia, bukan agenda administratif, melainkan komitmen nyata membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi hasil.

Serfi meminta seluruh kepala OPD menjadi teladan integritas di unit kerja masing-masing, memastikan manajemen risiko dijalankan secara nyata, serta membangun budaya pengendalian intern agar setiap pegawai memahami tugas, risiko, dan tanggung jawabnya.

“Saya tidak menginginkan SPIP berjalan hanya ketika ada penilaian. SPIP harus hidup dalam setiap proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti rekomendasi hasil pengawasan secara serius dan tepat waktu. Menurut Serfi, tanpa komitmen pimpinan, sebaik apa pun regulasi tidak akan menghasilkan perubahan.

“Kalau komitmen kuat, sistem akan berjalan. Kalau lemah, semuanya hanya formalitas,” katanya.

Serfi berharap seluruh kepala OPD menunjukkan komitmen yang konkret dan terukur agar target peningkatan maturitas SPIP Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2026 dapat tercapai secara berkelanjutan.

“Mari jadikan integritas sebagai pondasi kepemimpinan, dan SPIP sebagai instrumen untuk memastikan setiap program dan anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.

Workshop tersebut juga diisi pemaparan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Agus Yulianto, Ak., AAP., CHRPE., FRMP. Dalam paparannya, Agus menekankan pentingnya efektivitas belanja daerah dan keterkaitan program dengan indikator makro pembangunan, seperti rata-rata lama sekolah dan angka harapan hidup.

Menurut Agus, setiap rupiah anggaran harus menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Ia menyoroti masih adanya potensi belanja tidak efektif serta perlunya penguatan perencanaan berbasis data agar program daerah benar-benar menjawab persoalan riil, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Tujuan akhir birokrasi adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Semua program harus bermuara ke sana,” kata Agus.

Kegiatan dihadiri Kepala OPD serta undangan lainnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbang bekerja sama dengan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026, yang berlangsung di Auditorium Bappeda dan Litbang Bangkep, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Moh. Aris Susanto, mewakili Bupati Banggai Kepulauan. Workshop dihadiri oleh Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Bidang Pemberdayaan Desa Dinas PMD Sulteng Ilham, SKM. M. Kes, DPD RI Andhika Mayrizal Amir, S.H., M.Kn, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah. Teddy Suhartadi Permadi, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Agus Yulianto, Kepala Inspektorat Banggai Kepulauan, Dra. Jeane Rorimpandey, Kepala Bappeda Banggai Kepulauan, Dr. Ariono Orab, S. Pd. S. Sos, Kepala Perangkat Daerah, Camat Se- Kab. Banggai Kepulauan dan Kepala Desa Se- Kab. Banggai Kepulauan

Dalam sambutannya, Sekda Moh. Aris Susanto menegaskan bahwa pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkualitas dan berkelanjutan. Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, menurutnya, harus dikelola secara tertib, efektif, efisien, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Workshop ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan dan pelaksanaan pembangunan desa, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menekankan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian seluruh aparatur desa, antara lain penguatan akuntabilitas dan transparansi melalui tertib administrasi dan pelaporan tepat waktu, peningkatan kapasitas aparatur desa dalam memahami dan mengimplementasikan regulasi, serta penguatan pengawasan dan pengendalian internal oleh pemerintah desa, kecamatan, hingga Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan setiap rupiah anggaran desa benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui workshop ini, Sekda berharap terbangun komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, sehingga pembangunan desa di Kabupaten Banggai Kepulauan dapat berjalan lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungan dan pelaksanaan workshop ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola keuangan dan pembangunan desa. (Decky-KOMDIGI)