Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KS) bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggai Kepulauan mengikuti zoom meeting Prasara dan Vistara, program prioritas pembangunan keluarga, yang dilaksanakan di Kantor TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis, (26/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program Prasara dan Vistara tahun berjalan, meningkatkan pemahaman daerah terkait strategi pelaksanaan program, memperkuat kolaborasi antara Kemendugbangga dan TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan dalam pembangunan keluarga berkualitas, serta mendukung percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga.

Zoom meeting tersebut diikuti oleh 11 peserta yang terdiri dari unsur TP PKK dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Banggai Kepulauan. Hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan Ny. Halima U. Hamid, S.Sos., didampingi staf ahli dan pengurus pokja TP PKK, serta Sekretaris Dinas P3AP2KB Riska Pratiwi Thirayo, S.PI bersama Penata Kependudukan Keluarga Berencana Ahli Muda Dinas P3AP2KB.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin komitmen bersama antara Kemendugbangga dan TP PKK dalam pelaksanaan program Prasara dan Vistara, meningkatnya pemahaman peserta terkait strategi teknis pelaksanaan program di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor di tingkat daerah.

Selain itu, daerah juga diminta untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan melalui rapat koordinasi internal sebagai langkah nyata implementasi program di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting di daerah. (IKP-KOMINFO)

Jakarta, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady melakukan audiensi bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI guna membahas rencana pembangunan Pelabuhan Leme-Leme.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat penguatan konektivitas maritim di wilayah kepulauan, Kamis, (26/2/2026).

Sumber Dokumen Prokopim Bangkep.26

Audiensi berlangsung di kantor Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan dihadiri jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Bupati hadir didampingi Kepala Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Luwuk, yang turut memberikan pandangan teknis terkait aspek keselamatan pelayaran dan tata kelola kepelabuhanan.

Dalam paparannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Leme-Leme merupakan kebutuhan mendesak bagi Kabupaten Banggai Kepulauan yang secara geografis terdiri dari gugusan pulau. Ketergantungan masyarakat terhadap transportasi laut, menurutnya, menuntut dukungan infrastruktur pelabuhan yang memadai dan representatif.

“Pelabuhan ini akan menjadi simpul distribusi logistik dan penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap dukungan penuh pemerintah pusat agar rencana ini dapat segera direalisasikan,” ujar Bupati dalam forum tersebut.

Sumber Dokumen Prokopim Bangkep.26

Pemerintah daerah memproyeksikan Pelabuhan Leme-Leme tidak hanya berfungsi sebagai pelabuhan pengumpan, tetapi juga sebagai penguat rantai pasok komoditas unggulan daerah, termasuk sektor perikanan dan hasil laut. Dengan fasilitas yang lebih baik, biaya logistik diharapkan dapat ditekan dan aksesibilitas antarwilayah semakin lancar.

Sementara itu, pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menekankan pentingnya kelengkapan dokumen perencanaan, studi kelayakan, serta kesiapan lahan sebagai prasyarat utama pengajuan program pembangunan. Dukungan sinergis antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci percepatan realisasi proyek tersebut.

Kepala KPLP Luwuk dalam kesempatan itu menambahkan bahwa dari sisi keselamatan dan keamanan pelayaran, kawasan Leme-Leme memiliki potensi strategis untuk dikembangkan. Peningkatan fasilitas pelabuhan diyakini akan memperkuat pengawasan serta meningkatkan standar keselamatan transportasi laut di wilayah Banggai Kepulauan.

Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti pembahasan melalui koordinasi teknis lanjutan. Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap pembangunan Pelabuhan Leme-Leme dapat masuk dalam skala prioritas nasional sektor perhubungan laut, sebagai langkah konkret mempercepat pembangunan kawasan kepulauan. (PROKOPIM-IKP. KOMINFO BANGKEP)