Salakan, BanggaiKep.go.id – Kementerian Agama menyoroti tingginya angka perceraian di Kabupaten Banggai Kepulauan dalam kegiatan pengukuhan pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) yang digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan.
Kegiatan itu dihadiri jajaran pemerintah daerah, kepala KUA, penghulu, ASN, serta rombongan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (20/5/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, H. Sofyan Arsyad dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terhadap program-program Kementerian Agama. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan dari Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah yang berjumlah sekitar 21 orang.
Menurut Sofyan, kehadiran pimpinan Kanwil Kemenag menjadi motivasi bagi jajaran Kemenag Banggai Kepulauan untuk terus meningkatkan pelayanan keagamaan dan pendidikan madrasah di daerah kepulauan tersebut.
Ia mengungkapkan, kondisi sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama Banggai Kepulauan mulai mengalami perkembangan signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Saat ini, jumlah pegawai mencapai 244 orang yang terdiri atas 112 ASN dan 132 PPPK. Sementara jumlah madrasah negeri dan swasta mencapai 303 unit.
Namun demikian, Sofyan menilai kondisi pendidikan madrasah masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait kekurangan tenaga pengajar dan belum adanya Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Banggai Kepulauan.
“Kita masih kekurangan guru mata pelajaran tertentu, terutama bahasa Inggris. Bahkan ada madrasah yang belum memiliki guru ASN sama sekali,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan penegerian empat madrasah ke pemerintah pusat agar akses pendidikan keagamaan di Banggai Kepulauan semakin merata.
Dalam sambutannya, Sofyan turut menyoroti tingginya angka perceraian yang terjadi di Indonesia maupun di Banggai Kepulauan. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 139 kasus perceraian di Banggai Kepulauan dan 179 kasus di Banggai Laut.
Menurut dia, angka tersebut menjadi peringatan serius bagi semua pihak, khususnya BP4, agar lebih aktif melakukan pembinaan keluarga dan edukasi pernikahan.
“Kita membayangkan bagaimana masa depan anak-anak jika tumbuh tanpa kehadiran ayah atau ibu. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia menjelaskan, Kecamatan Tinangkung menjadi wilayah dengan angka perceraian tertinggi, disusul Tinangkung Utara dan Totikum. Faktor utama perceraian didominasi perselisihan rumah tangga, kekerasan dalam rumah tangga, hingga salah satu pasangan meninggalkan rumah.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan yang diwakili Sekretaris Daerah, Muh. Aris Susanto S.E, M.E menyampaikan pemerintah daerah menyambut baik pengukuhan pengurus BP4 karena dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga dan menekan angka perceraian di daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pengabdian Kepala Kemenag Banggai Kepulauan yang akan memasuki masa purna tugas pada 1 Juni mendatang.
“Pengabdian beliau sangat terasa bagi masyarakat Banggai Kepulauan dan semoga tetap dapat memberikan kontribusi bagi daerah,” ujar Aris.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Junaidin mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Banggai Kepulauan karena pernah bertugas selama lebih dari dua tahun di daerah tersebut.
Ia menyebut Salakan sebagai “rumah kedua” dan mengaku bersyukur dapat kembali bertemu dengan jajaran Kementerian Agama Banggai Kepulauan.
Junaidin menegaskan pengabdian ASN Kementerian Agama tidak berhenti meski masa jabatan berakhir. Ia berharap seluruh jajaran Kemenag tetap menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat.
Selain menghadiri pengukuhan BP4, kunjungan Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah juga diisi dengan penguatan organisasi Dharma Wanita serta pembinaan ASN dan PPPK di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan. (Roy-KOMINFO)






Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!