Salakan, BanggaiKep.go.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar rapat paripurna dalam rangka peresmian pemberhentian dan pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan sisa masa jabatan 2024–2029 atas nama Sri Yeni, SE, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang sidang paripurna DPRD Banggai Kepulauan dengan dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Ketua DPRD Arkam Supu menyampaikan bahwa jabatan yang diemban merupakan tanggung jawab besar, terlebih di tengah kondisi ekonomi dan penganggaran daerah yang penuh tantangan.
“Pergantian pimpinan hari ini bukan sekadar berpindah kursi dari bawah ke atas, tetapi bagaimana kita mampu memikul amanah dengan penuh tanggung jawab. Di tengah situasi ekonomi yang sulit, efisiensi anggaran, dan berbagai keterbatasan saat ini, yang paling penting adalah kemampuan untuk berkolaborasi, bersinergi, dan bekerja sama demi keluar dari kondisi yang kurang menguntungkan ini,” ujar Arkam.
Ia juga mengajak seluruh anggota DPRD dan elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta mengedepankan komunikasi yang baik dan edukatif kepada masyarakat, bukan justru memprovokasi yang dapat memicu perpecahan.
“Kita harus menyampaikan kata-kata yang baik, memberikan edukasi kepada masyarakat, bukan provokasi yang pada akhirnya hanya menimbulkan perpecahan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Arkam menegaskan bahwa DPRD sebagai lembaga representasi rakyat saat ini berada pada posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, DPRD merupakan wakil rakyat yang menerima seluruh aspirasi, kritik, dan harapan masyarakat, namun di sisi lain juga menjadi bagian dari pemerintah daerah yang memiliki tanggung jawab terhadap jalannya pembangunan.
Menurutnya, masyarakat tidak mempersoalkan kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Yang mereka pahami adalah seluruh anggota DPRD merupakan wakil rakyat yang harus hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Rakyat tidak mau tahu mana jalan provinsi, mana jalan kabupaten, atau mana yang menjadi kewenangan pusat. Yang rakyat tahu, kita semua adalah wakil mereka. Karena itu, mari kita bergandengan tangan, berkolaborasi, dan memohon petunjuk Allah SWT agar diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi ini,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Arkam Supu juga mengingatkan bahwa kekuasaan sejati dalam dunia politik bukanlah soal mengendalikan orang lain, melainkan kemampuan mengendalikan diri sendiri dalam menjalankan amanah.
“Semakin besar kekuasaan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul. Jabatan dan pangkat bisa memuliakan seseorang, namun juga dapat menghancurkan seseorang, tergantung bagaimana amanah itu dijalankan,” pungkasnya. (Decky-KOMINFO)







Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!