Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto S.E.,M.E, mewakili Bupati Banggai Kepulauan secara resmi membuka kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Lintas Sektor dalam Rangka Peningkatan Koordinasi dan Penguatan Jejaring Surveilans Kesehatan, yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Tinangkung, Rabu, (24/6/ 2026).

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diikuti sekitar 175 peserta yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, organisasi perangkat daerah (OPD), Kementerian Agama, para camat, kepala puskesmas, rumah sakit, serta pengelola program kesehatan se-Kabupaten Banggai Kepulauan.
Dalam sambutannya, Sekda Muh. Aris Susanto menegaskan bahwa penguatan surveilans kesehatan menjadi kebutuhan mendesak di tengah semakin kompleksnya tantangan kesehatan masyarakat. Menurutnya, sistem kewaspadaan dini yang kuat akan membantu pemerintah daerah mendeteksi dan merespons berbagai ancaman kesehatan secara cepat dan terkoordinasi.
“Kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini, khususnya dalam menghadapi penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB), wabah, penyakit menular prioritas, penyakit tidak menular, serta mendukung penguatan program imunisasi dan surveilans kesehatan lainnya,” ujar Aris.
Ia mengatakan, munculnya berbagai penyakit menular baru, ancaman wabah, rendahnya cakupan imunisasi di sejumlah wilayah, serta meningkatnya kasus penyakit tidak menular memerlukan kerja sama yang erat dari seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Aris, penguatan surveilans kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan aktif pemerintah daerah, kecamatan, desa, fasilitas pelayanan kesehatan, lembaga pendidikan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga masyarakat secara umum.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun sistem kewaspadaan dini yang efektif dan responsif. Dengan koordinasi yang baik, berbagai potensi ancaman kesehatan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara optimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banggai Kepulauan, Kalsum M.J. Pulian, S.Kep., M.Kes., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk membangun komitmen lintas sektor dan lintas program dalam mendukung upaya pencegahan serta pengendalian penyakit di daerah.
Menurut Kalsum, pembangunan kesehatan saat ini menghadapi tantangan berupa beban ganda, yakni masih tingginya kasus penyakit menular dan terus meningkatnya penyakit tidak menular. Kondisi tersebut membutuhkan regulasi yang kuat, dukungan sumber daya yang memadai, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Pertemuan advokasi ini menjadi jembatan untuk membangun komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, dr. James Pinontoan, memberikan apresiasi kepada Bidang P2P yang dinilainya mampu menyelenggarakan kegiatan strategis tersebut meskipun dengan keterbatasan anggaran.
Ia menegaskan bahwa capaian surveilans kesehatan tidak dapat diukur semata dari tinggi atau rendahnya angka kasus yang ditemukan. Menurutnya, tingginya angka kasus pada suatu wilayah justru dapat mencerminkan keberhasilan petugas kesehatan dalam melakukan deteksi dini terhadap penyakit.
“Ketika angka kasus tinggi, belum tentu menunjukkan kondisi kesehatan masyarakat yang buruk. Bisa jadi itu merupakan bukti bahwa sistem deteksi dan pelaporan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. James mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Banggai Kepulauan mendapat tanggung jawab sebagai salah satu daerah yang melaksanakan eradikasi frambusia. Program tersebut menjadi bagian dari target nasional dalam menghapus penyakit frambusia di Indonesia.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kita harus bersatu hati dan bersatu tekad untuk menghilangkan frambusia dari Banggai Kepulauan,” tegasnya.
Selain fokus pada penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS, kegiatan tersebut juga membahas strategi pengendalian penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, serta penguatan pelaksanaan program cek kesehatan gratis yang menjadi prioritas pemerintah.
Melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap terbangun koordinasi yang lebih kuat antarinstansi, meningkatnya kapasitas jejaring surveilans kesehatan, serta lahirnya berbagai rekomendasi strategis dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Sekda Muh. Aris Susanto mengajak seluruh peserta untuk terus mendukung program kesehatan, memperkuat pelaporan kasus secara cepat dan akurat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit.
“Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan masyarakat Banggai Kepulauan yang sehat, produktif, dan sejahtera,” tuturnya. (Onhal-KOMINFO)






Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!