Tataba, BanggaiKep.go.id – Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah di mulai hari ini Senin, 8 Februari 2021 yang dibuka langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam, ini bertanda vaksinasi tahap I di wilayah Kab. Banggai Kepulauan dimulai.

Sebagaimana diketahui bahwa vaksinasi Covid-19 tahap pertama diperuntukan bagi Forkopimda Kab. Banggai Kepulauan dan tenaga medis (Nakes) di wilayah Kab. Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Vaksin Covid-19 khusus tenaga medis yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tataba Kecamatan Buko sudah tiba di Puskesmas Tataba pada pukul 19.40 Wita. ini bertanda bahwa tenaga medis Puskesmas Tataba siap untuk divaksin  Covid-19, serta Vaksinasi Covid-19 tahap I di Puskesmas Tataba akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Kepala Puskesmas Tataba Kecamatan Buko Sianti, A.Md.Kep mengatakan bahwa vaksin Covid-19 tahap I khusus untuk Nakes Puskesmas Tataba sudah ada, “Kami jemput tadi di ibu kota Salakan, jika tidak ada halangan proses vaksinasi Covid-19 khusus tenaga medis Puskesmas Tataba akan segera dilaksanakan,” jelas Sianti.

Penjemputan Vaksin Covid-19 di Salakan kami dikawal oleh Kanit Sabara Polsek Buko Bripka. M. Pharul, SH , guna memastikan dan menjaga keamanan vaksin mulai dari Salakan sampai tiba di Puskesmas Tataba. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pencanangan Vaksinasi Covid-19 tahap I di Kabupaten Banggai Kepulauan sudah digelar hari ini Senin, 8 Februari 2021 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam.

Rais Adam melalui sambutannya pada acara pembukaan pencanangan Vaksinasi Covid-19 Tahap I Kab. Banggai Kepulauan menekankan bahwa vaksin Covid-19 bukan pengganti protokol kesehatan tetapi sebagai upaya melengkapi strategi dalam melawan Covid-19.

“Untuk itu semua komponen masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan agar dapat melaksanakan vaksin Covid-19 sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan dengan tidak mengabaikan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ucap Bupati.

Vaksin Covid-19 bertujuan untuk mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan serta kematian dampak akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok dan melindungi masyarakat agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Dalam sambutanya pun Bupati Rais Adam mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam melawan penyebaran Covid-19, “Peran serta masyarakat adalah kunci keberhasilan penanganan Covid-19, oleh karena itu tetap terapkan protokol kesehatan, vaksinasi covid-19 dan menjalankan tes, isolasi mandiri dan pengobatan sesuai standar, maka kita akan keluar dari pandemi ini dan kembali hidup sehat dan produkti.” (Sumber Jubir Satgas Covid-19 BanggaiKep/ AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) mencanangkan vaksinasi Covid-19 tahap I yang dilaksanakan di Kantor Bupati dan diikuti para unsur Forkopimda BanggaiKep, Senin, (08/02/2021).

Dalam sambuatannya dr. James H.D. Pinontoan selaku Plt. Kepala Dinas Kesehatan BanggaiKep mengatakan, Pandemi covid-19 memberi tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dan berdampak terhadap sistem kesehatan Indonesia yang terlihat dari penurunan kinerja dan beberapa program kesehatan maupun perekonomian.

Menurutnya, Hal ini disebabkan prioritas pada penanggulangan covid-19 serta adanya kekhawatiran masyarakat dan petugas terhadap penularan covid-19.

Pandemi memberi dampak besar bagi perekonomian daya beli masyarakat menurun ketidakpastian dalam berbisnis berkepanjangan pada dunia usaha.

Pemberian vaksinasi covid-19 akan diawali pada kegiatan pencanangan dan memberikan vaksinasi kepada forkopimda Kab. BanggaiKep.

Adapun sasaran vaksinasi covid-19  adalah kelompok penduduk yang berdomisili Indonesia berusia 18- 59 Tahun dan sasaran tahap satu untuk tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

“Untuk Kabupaten Banggai Kepulauan sasarannya adalah 1.130 tenaga kesehatan yang akan di Skrining pada saat pelaksanaan vaksinasi covid-19” ucap dr. James.

“Kuota vaksin tahap satu telah distribusikan di Kabupaten Banggai Kepulauan sebanyak 1.960 dosis, yang akan distribusikan ke 15 fasilitas pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan terdiri dari 13 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit,” lanjut James.

Kemudian dr. James juga mengatakan vaksinasi covid-19 ada empat tahapan, yang pertama tahap satu Januari-April 2021 sasarannya adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan mahasiswa yang menjalani profesi kedokteran.

tahap kedua pelaksanaan antara April 2021 adalah petugas pelayanan publik TNI, POLRI dan petugas publik lainnya,  tahap tiga April-Maret 2022 sasarannya adalah masyarakat rentan terhadap aspek geo sosial dan ekonomi dan tahap empat sasarannya adalah masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya dengan pendekatan laster sesuai ketersediaan vaksin.

dr. James pun berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses tentunya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. (RoyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Keberadaan titik sumber air menjadi persoalan yang dihadapi petugas pemadam kebakaran saat memadamkan kebakaran di Desa Bongganan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) yang terjadi pada Minggu, 7 Februari 2021.

Hal itu berdampak pada proses penyelamatan saat terjadi bencana kebakaran lantaran sulitnya mendapatkan pasokan air di dekat lokasi kejadian.

Kepala Seksi (Kasie) Pencegahan dan Peningkatan SDM Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Kab. Banggai Kepulauan, Zulfikar Rimnix, S.IP mengatakan, keberadaan sumber air sangat penting ketika kebakaran terjadi di suatu wilayah. Sebab, saat Fire Truck dan Water Suply habis, otomatis harus mencari sumber air terdekat.

“Idealnya memang di setiap kawasan perumahan apalagi padat penduduk harus ada hydra air untuk antisipasi Damkar disetiap kawasan perumahan terutama dikawasan perumahan yang padat penduduk, agar ada sumber air yang mudah untuk diakses saat terjadi musibah kebakaran,”  kata Zulfikar saat dihubungi Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep, via WhatsApp pada Senin, (30/8/2021).

Dengan adanya sumber air yang bisa dimanfaatkan, menurut Zulfikar, akan mempercepat proses penyelamatan dan meminimalisir kerugian saat adanya kejadian kebakaran.

“Kalau pas persediaan air banyak mungkin aman,” ucap Zulfikar.

Pihaknya berharap, ke depannya ada anggaran khusus untuk pembangunan tempat penampungan air di sejumlah titik wilayah di Kabupaten Banggai Kepulauan, paling tidak setiap kecamatan di Kab. Banggai Kepulauan kedepan serta penambahan sarana mobil Damkar.

Dalam menjinakkan sijago merah yang melahap 12 unit rumah warga di Desa Bongganan, satu unit mobil damkar saja yang di gunakan karena satu mengalami kerusakan, dengan mengerahkan 2 Regu petugas pemadam kebakaran sebanyak 12 orang, syukurlah kami dibantu oleh pihak Polres Banggai Kepulauan yang mengetakan personil dan mobil Water Cannon dan mobil tengki air dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab.Banggai Kepulauan.

“Bahkan ketika persediaan air habis di mobil Damkar saat melakukan pemadaman kami harus bergegas ke Rumah Sumur Pompa Bukit Trikora yang memakan waktu kurang lebih 10 Menit perjalanan dan 30 Menit untuk pengisian air dimobil damkar,” kata Zulfikar. (AmosKominfo)

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Proyek pembangunan Puskesmas rawat inap yang berlokasi di Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara dengan nomor kontrak 900/677.3/Dinkes dengan waktu pelaksanaan 129 hari kalender, biaya Rp 6’907 000 000, Kontraktor pelaksana PT. Antar Nusa Karya Utama Mandiri kena sanksi pemberlakuan denda akibat keterlambatan pekerjaan dari jadwal yang telah disepakati bersama.

Pelaksana lapangan PT. Antar Nusa Karya Utama Mandiri, Sumitro Esa saat ditemui dilapangan pada Jumat, (5/2/2021) mengakui pekerjaan pembangunan Puskesmas rawat inap saat ini Kontraktor pelaksana diberikan sanksi denda dikarenakan tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai dengan kontrak kerja.

Sumitro menjelaskan, “Proyek ini awal pekerjaannya dimulai pada bulan September 2020 dan kontrak kerjanya yaitu 129 hari kalender, seharusnya pekerjaan ini sudah berakhir pada 31 Desember 2020 tetapi berbagai kendala yang dihadapi sehingga pekerjaan tidak sesuai jadwal yang telah disepakati bersama,” ungkapnya.

“Jadi saya ini sudah dikenakan sanksi denda,” tambahnya.

Ia mengaku pemberlakuan sanksi denda terhitung sejak tanggal 1 Januari 2021.

Saat disinggung mengenai pemberian kesempatan tambahan waktu kerja, Sumitro menjelaskan, “Kita mengacu pada peraturan Menteri Keuangan tentang pekerjaan yang melewati tahun.”

“Kalau PMK nomor 243 itu menyebutkan ketambahan waktu yaitu 50 sampai dengan 90 hari, cuma kita sebagai pelaksana maunya harus cepat selesai karena kalau lambat dendanya besar,” ungkap Sumitro.

“Olehnya itu saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proyek ini secepat mungkin intinya bagaimana proyek ini supaya cepat selesai,” terang Sumitro.

Ditanya mengenai akibat keterlambatan Ia menjelaskan, “Ada beberapa hal yaitu yang pertama adalah medan (lokasi) pada saat pengerjaan pondasi kita agak kewalahan.”

“Terus yang kedua adalah jangka waktu pelaksanaan terlalu sempit sekiranya bangunan yang berlantai dua seperti ini minimal pengerjaannya harus enam bulan karena menunggu beton kering benar kurang lebih satu bulan,” tuturnya.

“Dan yang ketiga yaitu keterlambatan bahan-bahan yang dipesan dari Surabaya,” jelas Sumitro.

Pada saat pemberian denda realisasi fisik bangunan dinilai sudah mencapai angka 70 persen.

Akibat keterlambatan pekerjaan, Kontaktor PT. Antar Nusa Karya Utama Mandiri dalam perhari harus membayar denda senilai 1/1000 x nilai kontrak. (FeriKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Setelah menanti sekian lama sejak tahapan pemilihan Wakil Bupati Banggai Kepulauan pengisian kekosongan sisa masa jabatan 2017-2022 pada bulan Oktober 2020, akhirnya kekosongan jabatan Wabup Banggai Kepulauan (BanggiKep) resmi terisi.

Pada hari Jumat, 5 Februari 2021 mantan Sekdis Perhubungan Kab. Banggai Kepulauan Salim J. Tanasa, SE, MM resmi menduduki kursi jabatan Wabup BanggaiKep setelah dilantik Gubernur Sulawesi Tengah H. Drs. Longki Djanggola, M.Si di Kota Palu.

Pelantikan Salim Tanasa sebagai Wabup Banggai Kepulauan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.72-118 Tahun 2021 Tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Bupati Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah, tertanggal 21 Januari 2021.

Salim memilih mengundurkan diri dari jabatan sebagai Sekdis Dinas Perhubungan Kab. BanggaiKep dan berhenti sebagai ASN guna mengikuti konstentasi pemilihan Pengisian Kekosongan Wakil Bupati Banggai Kepulauan.

Kekosongan jabatan Wabup pasca dilantiknya H. Rais D. Adam menjadi Bupati mengantikan H. Zainal Mus yang diberhentikan karena tersandung kasus korupsi, ketika masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kab. Kepulauan Sula.

Salim Tanasa unggul dari rivalnya Nurdin Lagandja yang merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Banggai Kepulauan melalui pemilihan yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kab. Banggai Kepulauan. (AmosKominfo)

Palu, BanggaiKep.go.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Drs. H. Longki Djanggola, M.Si resmi melantik Wakil Bupati (Wabup) Banggai Kepulauan Salim J. Tanasa, SE, MM sisa masa jabatan tahun 2017-2022 di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Jumat, (05/02/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sulteng Rusli Baco Dg. Palabbi, Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam, Ketua DPRD BanggaiKep Rusdin Sinaling, serta undangan lainnya.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah saya mengucapkan selamat atas di lantiknya saudara Salim J. Tanasa sebagai Wakil Bupati Banggai Kepulauan yang baru sisa masa jabatan 2017-2022,” ucap Gubernur.

“Semoga saudara dapat menjalankan amanat kepemimpinan ini dengan dasar integritas keikhlasan dan tanggungjawab, serta mampu bekerjasama bahu membahu dengan Bupati guna memastikannya roda Pemerintahan Kabupaten Banggai Kepulauan,” tambah Longki.

Selanjutnya, Gubernur juga berpesan, “Saya berpesan, bangunlah selalu komunikasi yang baik, tanamkan rasa kepercayaan, saling memahami dan keterbukaan agar dapat betul-betul bersinergi dan menahan ego masing-masing. Semoga saudara Bupati dan Wakil Bupati dapat menjadi dwitunggal kepeminpinan yang saling mengisi dan melengkapi satu sama lain.”

“Terkhusus saudara Wakil Bupati, saya berpesan agar dapat membantu Bupati khususnya dalam pertanggung jawaban serta membantu Bupati dalam pengawasan Pemerintahan, Pembangunan dan Keuangan,” tutur Gubernur.

Tidak lupa pula Gubernur Sulteng mengingatkan khusus kejadian covid-19 yang terjadi di seluruh Dunia bahkan di Indonesia di Sulawesi Tengah termasuk di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Kita harus betul-betul serius dalam penanggulangan pencegahan penularan Covid-19 di wilayah kita masing-masing,” kata Longki. (DeckyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banggai Kepulauan direncanakan bakal dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2021, yang diawali dengan penyuntikan vaksin kepada Forkopimda Banggai Kepulauan.

Plt. Kadis Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan dr. James H.D Pinontoan memaparkan bahwa pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan direncanakan pada hari Senin 8 Februari 2021.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan segala dengan baik agar kegiatan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan berjalan dengan lancar dan sukses dan tanpa kendala,” papar Plt. Kadis Kesehatan Banggai Kepulauan kepada jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep via WhatsApp pada hari Rabu, (3/2/2021).

Pencanangan Vaksinasi Covid-19 akan diawali dengan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada Forkopimda Kab. Banggai Kepulauan dan tokoh masyarakat, selanjutnya kepada para tenaga medis yang ada di wilayah Banggai Kepulauan setelah itu TNI Polri atau mereka yang bertugas bersentuhan langsung dengan pelayanan publik atau yang selalu berada ditengah masyarakat.

dr. James Pinontoan pun mengajak kepada semua komponen yang ada di Kab. Banggai Kepulauan untuk dapat menyukseskan program pemerintah sehubungan dengan vaksinasi Covid-19, serta tetap mendapatkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 dengan tetap membudayakan 4 M. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Rapat persiapan dilaksanakannya vaksinasi covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) serta penjelasan Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. James H.D. Pinontoan mengenai rencana dilakukannya vaksinasi, Senin, (1/2/2021).

Dalam penjelasan dr. James mengatakan “Rencana akan dilakukan vaksin pada 5 februari 2021 untuk kesehatan, gelombang pertama dari tenaga kesehatan dan gelombang ke dua TNI/POLRI serta gelombang ke tiga masyarakat umum.”

“Waktu dan tempat pelaksanaan untuk Dinas Kesehatan di Puskesmas Salakan pada pukul 08:00 sampai 12:00 siang,” tambah James.

Menurutnya, Untuk vaksinasi kedua akan dilaksanakan bulan maret atau paling lambat bulan april kepada pemberi layanan publik ASN, TNI, POLRI, layanan publik lainnya seperti Guru. Tahap ketiga untuk vaksinasi masyarakat umum.

Selanjutnya, dr. James juga menjelaskan Setelah vaksin tiba di Salakan, keesokan harinya vaksin akan didistribusikan ke seluruh puskesmas-puskesmas yang ada di Salakan maupun diluar kota Salakan. Prioritas pertama vaksinasi adalah  tenaga kesehatan.

Mulainya vaksinasi untuk tenaga kesehatan dari tanggal 5 sampai tanggal 20 februari 2021.

Rapat tersebut dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bupati BanggaiKep dan di pimpin oleh Ketua Umum Harian didampingi Ketua Harian dan anggota Tim Satgas lainnya. (RoyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bantuan Sosial dan Rombongan Tim Relawan Banggai Kepulauan untuk korban bencana alam Sulawesi Barat tiba di Mamuju pada Sabtu, 30 Januari 2021 pukul 15.50 wita.

Rombongan berangkat dengan menggunakan mobil bansos 3 unit dan 1 unit mobil patwal sat lantas Polres BanggaiKep yang dilepas dari tanggal 27 Januari 2021 oleh Forkopimda BanggaiKep tiba di lokasi bencana setelah menempuh perjalanan selama tiga hari.

Tiba dengan selamat di Posko Induk Penanggulangan Bencana yang berada di Kompleks Perkantoran Belakang Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, logistik tersebut diserahkan kepada posko induk saat itu juga.

Kapolres BanggaiKep AKBP. Reja A. Simanjuntak, SH.SIK.MH mengatakan “Syukurlah logistik bansos serta relawan maupun personil tiba dengan selamat dan aman di Mamuju.”

“Tidak ada penjarahan seperti informasi lewat media yang kami dapat dan kami harap saat mereka balik ke Bangkep juga sama tiba dengan selamat,” ujar Kapolres. (TrisKominfo)