Salakan, BanggaiKep.go.id – Rapat Koordinasi Pelaksanaan Aksi I, Analisis Situasi Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan Salim J. Tanasa, Kamis, (27/1/2022).

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan Selaku Pemerintah Daerah saya mengucapkan selamat datang kepada Tim Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Jogyakarta di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Semoga dengan kedatangan para tim evaluasi ini dapat membantu Pemerintah Daerah dalam hal penangan dan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan,” ucap Wabup.

Lanjutnya, “Saya juga menyambut baik atas pelaksanaan kegiatan ini, yang bertujuan untuk memberikan informasi serta kendala apa saja yang selama ini melakukan konvergensi penurunan stunting  di Kabupaten Banggai Kepulauan.”

Menurutnya, Capaian yang sudah baik selama 1 Tahun terakhir telah berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 23 persen pada Tahun 2020 menjadi 21,80 persen pada Tahun 2021.

Hal tersebut harus dipacu lagi penurunannya, sehingga mencapai target  14 persen pada Tahun 2024.

Dalam kesempatan ini, Wabup juga mengintruksikan kepada semua perangkat daerah yang terlibat dalam kegiatan Fokus Group Discussion (FGD), agar dapat memberikan data dan informasi yang akurat sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tim Universitas Gadjah Mada, agar analisis situasi mampu mengarahkan Pemerintah Daerah pada program/ kegiatan yang efektif menurunkan stunting secara cepat dan signifikan.

“Saya berharap tim percepatan penurunan stunting dapat bekerja maksimal dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan berkomitmen bersama menggalang kekuatan dan sinergitas sehingga dapat menurunkan angka stunting secara signifikan,” tandasnya.

Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat kantor Bupati Banggai Kepulauan dan di hadiri oleh Asisten I, Asisten II, Asisten III, Staf Ahli Pembangunan dan Ekonomi, Kaban Bappeda, Tim FKKMK-UGM, Kepala Dinas dan Informatika, Kepala Dinas DP3AP2KB, Kepala Dinas Kesehatan serta undangan lainnya. (Roy-KOMINFO)

Lolantang, BanggaiKep.go.id – Sebanyak 60 orang yang tergabung dalam Tim Pendamping Keluarga (TPK) mengikuti orientasi percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Bulagi Selatan yang dilaksanakan oleh Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BP-KB) Kecamatan Bulagi Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Kegiatan Orentasi penurunan Stunting Tim Pendamping Keluarga Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kec. Bulagi Selatan dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Kasie Avokasi Jasman Soulong, SH dan dihadiri oleh Camat Bulagi Selatan yang diwakili oleh Diharjo, S.H dan dan Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi Selatan Desman Mansa dan Fasilitator Orientasi serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) SE Kec. Bulagi Selatan, Senin, (22/11/2021).

Degi S. Matade, SH selaku fasilitator orientasi dan juga merupakan Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi, mengatakan secara umum Tim Pendamping Keluarga bertugas melakukan pendampingan kepada keluarga dengan cara:

1. Mengidentifikasi faktor risiko Stunting (surveilans/pengawasan/pengamatan)

2. Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) / Penyuluhan.

3. Pelayanan kesehatan dan rujukan.

4. Fasilitasi penerimaan program bantuan sosial, dan

5. Pelayanan lainnya untuk melakukan pencegahan kepada keluarga dengan risikom melahirkan anak-anak Stunting.

Lanjut Degi, Tim Pendamping Keluarga bekerja dibawah koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Desa/Kelurahan (TPPS Desa/Kelurahan). TPPS Desa/Kelurahan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan percepatan penurunan stunting Nasional yang bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan, Percepatan Penurunan Stunting di tingkat desa/kelurahan. Jelas Degi.

Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi Selatan Desman Mansa yang juga merupakan fasilitator Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting mengatakan “Saya berharap semua ini berjalan lancar, dan kedepannya dapat bermanfaat bagi keluarga khususnya ibu hamil, Batuta, balita dan calon pengantin. Sehingga angka penurunan stunting dapat terus ditekan, dan tidak ada lagi kasus Stunting di kecamatan Bulagi Selatan,” ucap Desman. (AmosKominfo)

Tunggaling, BanggaiKep.go.id – Mengingat masih tingginya angka stunting khususnya di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Banggai Kepulauan melaksanakan Edukasi pengasuhan 1000 HPK serta Pemahaman Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Stunting.

Selain kegiatan edukasi pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi ibu dan keluarga serta pemahaman Kespro dan stunting bagi remaja sebagai calon pengantin diberikan sarana penunjang berupa sarana media Bina Keluarga Balita (BKB) KIT Eliminasi Masalah Anak Stunting (EMAS) dan sarana media KIT siap nikah guna menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut dalam percepatan penurunan angka stunting.

Dalam sambutan Bupati Bangkep H. Rais D. Adam berharap melalui Posyandu terintegrasi dengan wadah BKB dapat memberikan edukasi dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat yang dimulai dari lingkungan keluarga dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Untuk meningkatkan kualitas hidup dalam rangka cegah stunting, Bupati juga berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Saya berharap bantuan berupa sarana media Bina Keluarga Balita KIT Eliminasi Masalah Anak Stunting dan KIT siap nikah dapat dimanfaatkan dengan baik dan dipelihara agar dapat membantu tugas-tugas kelompok Pusat Informasi Konseling Remaja,” ucap Bupati.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 November 2021 di desa Tunggaling Kecamatan Peling Tengah dan dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kab. Bangkep, Kadis DP3AP2KB, Kadis Kominfo, Kepala Bapeda, Kadis Ketahanan Pangan, Camat Peling Tengah, Anggota TP-PKK Kabupaten Bangkep dan Kecamatan Peling Tengah serta Masyarakat Desa Tunggaling. (ElsiKominfo)

Bulagi, BanggaiKep.go.id – Dalam mempersiapkan tim pendamping di desa dalam upaya mendampingi masyarakat guna percepatan menurunkan angka Stunting, Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BP-KB) Kec. Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan orientasi bagi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Percepatan Penurunan Stunting Se-Kecamatan Bulagi bertempat di Balai Penyuluh KB Kec. Bulagi, Sabtu, (20/11/2021).

Kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) percepatan penurunan Stunting di kecamatan Bulagi dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Kasie Data, Jabbar Killa, S.KM.

Peserta orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kecamatan Bulagi berdasarkan panduan peserta Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting merupakan perutusan dari desa/kelurahan sebanyak 3 orang yang di SK kan oleh Kepala Desa dan Lurah.

Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi, Degi S. Matade, S.H saat diwawancarai mengatakan bahwa dilaksanakannya kegiatan ini menindak lanjuti perintah Presiden Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Kegiatan Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting, ini bertujuan agar tersedianya tim pendamping di desa yg siap mendampingi sasaran diantaranya, Calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, keluarga punya balita 0-59 bulan yang  terindikasi stunting,” ucap Degi.

Model orientasi yang akan diikuti oleh TPK terdiri atas belajar mandiri dan tatap muka.

“Belajar mandiri melalui modul yang dibagikan di grup WhatsApp dan tatap muka langsung diskusi, yang akan didampingi oleh dua orang fasilitator Orientasi untuk kecamatan Bulagi yakni saya sendiri (Degi Matade) dan Desman Mansa,” jelas Degi Matade. (AmosKominfo)

Parimo, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan (BanggaiKep) H. Rais D. Adam lakukan Kunjungan Studi Tiru tekait keberhasilan dalam penanganan stunting pada Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Selasa, (5/10/2021).

Dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap upaya penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan, maka diperlukan kecakapan baik dari sisi keterampilan Sumber Daya Manusia maupun pemahaman tentang pelaksanaan program dan kegiatan yang berdampak langsung terhadap intervensi penurunan stunting khususnya pada pelaksanaan aksi 5 sampai dengan aksi 8.

Dalam sambutan Bupati BanggaiKep menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemda Parimo karena telah menerima dan membantu dalam penanganan stunting yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menurut data aplikasi E-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) per Agustus tahun 2020, Banggai Kepulauan berada pada peringkat ke 2 Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah kasus stunting terbanyak setelah Kabupaten Donggala.

Maka dari itu, Banggai Kepulauan ditetapkan menjadi Kabupaten Lokasi Fokus (Lokus) stunting tahun 2021 berdasarkan keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep 42/M.PPN/HK/04/2020 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2021.

Bupati Rais Adam berharap kunjungan studi tiru intervensi stunting dapat mematangkan gerakan sinergi menuju pada rencana aksi sehingga dampaknya segera dirasakan dalam waktu yang tidak lama, “Yakin dengan kerja keras kita dapat mengatasi kondisi tersebut di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan,” ucap Bupati BanggaiKep.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Aula Bappeda dan Litbang Kab. Parimo, Bupati Banggai Kepulauan dan Wakil Bupati Parimo H. Badrun Nggai, SE saling bertukar cendra mata yang disaksikan undangan yang hadir diantaranya, Ketua TP-PKK Kab. Parimo dan BanggaiKep, Kepala Bappeda dan Litbang Kab. Parimo dan BanggaiKep, Kepala Dinas Lingkup Pemda Parimo dan BanggaiKep, Kesra Kab. Parimo, dan BPS Parimo. (ElsiKominfo)

Malanggong, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Salim J. Tanasa, SE, MM dalam menghadiri acara resepsi pernikahan di Desa Malanggong Kecamatan Buko pada hari Rabu (07/4/2021) dan diberi kepercayaan untuk membawahkan sambutan sekaligus nasehat pernikahan bagi kedua mempelai.

Salim J. Tanasa dalam sambutannya menekankan tentang program pemerintah yakni dalam upayah penurunan angka Stunting dan bagaimana mencegah Stunting sedini mungkin.

“Mencagah Stunting sedini mungkin itu sangat penting, persoalan Stunting atau kekurangan asupan gizi sehingga berpengaruh terhadap perkembangan anak baik secara fisik maupun mental dan kecerdasan anak. Didalam keluarga untuk itu kita sebagai warga masyarakat BanggaiKep harus membangun keluarga yang mapan dan kuat” ungkap Wabup.

” Sebaiknya ketika menikah harus sudah benar-benar mapan baik dari segi usia harus sudah  dewasa bukan masih dibawah umur karena itu sangat berpengaruh terhadap gen dan kemudian alangkah baiknya juga mapan dari segi ekonomi dalam hal ini memiliki pekerjaaan. Karena ini berhubungan dengan ketersediaan sandang, pangan dan papan dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Apabila kita tidak mapan dari segi ekonomi maka itu akan sangat berpengaruh terhadap asupan gizi yang  dibutuhkan oleh anak-anak dalam keluarga” jelas Wabup. (Amos Kominfo).

 

 

Read more

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pembukaan Rembuk Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan di buka oleh Sekretaris Daerah Rusli Moidady, ST.,M.T di Aula Bappeda Banggai Kepulauan (BanggaiKep). Rabu, (24/03/2021).

Dalam sambutannya Sekda mengatakan “Walaupun dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini, saya berharap kita tetap memberikan perhatian kepada kualitas hidup dan kesejateraan warga Banggai Kepulauan  secara umum, terlebih bagi anak-anak dan ibu hamil, harus tetap menjadi fokus perhatian kita.”

Banyak diantaranya yang mengalami proses tumbuh kembang fisik yang kurang wajar, gangguan tumbuh kembang pada anak-anak balita atau bahkan disebut “Gagal Tumbuh” atau Stunting ini, akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 (Seribu) hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi ini akan berdampak pada proses tumbuh kembang kualitas fisik, kecerdasan dan produktivitas,  ketika mereka sampai pada usia produktif.

Masih cukup banyak kasus stunting yang ditemukan di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Dari data Aplikasi E-PPGBM ( Elektronik Pencatatan Dan Pelaporan Gizi Bebasis Masyarakat) per Agustus Tahun 2020, Banggai Kepulauan berada pada peringkat ke 2 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sulawesi Tengah, dengan jumlah kasus Stunting terbanyak setelah Kabupaten Donggala sebesar 23%. Isu-isu stunting yang ditemuka di Banggai Kepulauan menariuk perhatian telah menarik perhatian banyak pihak, tidak terkecuali Pemerintah Pusat melalui Kementerian atau lembaga terkait.

Banggai Kepulauan menjadi salah satu Kabupaten Lokasi Fokus (LOKUS) Stunting Tahun 2021 berdasarkan  keputusan  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor KEP 42/M.PPN/HK/04/2020 Tentang penetapan perluasan Kabupaten/Kota lokasi fokus intervensi penurunan  Stunting terintegrasi Tahun 2021. Dimana terdapat 15 Desa, yang tersebar dalam 6 Kecamatan, masuk dalam Fokus Penanganan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021 di Kabupaten Banggai Kepulauan  yaitu: Desa Buko, Desa Mandok, Desa Labotakandi, Desa Tunggaling, Desa Lolantang, Desa Pipilogot, Desa Boluni, Desa Balalon, Desa Apal, Desa Seano, Desa Palapat, Desa Tombungin.

Adapun untuk rencana penetapan fokus penurun stunting Tahun 2022 berdasarkan updating data pada Aplikasi E-PPBM,Bulan Agustus  2020 terdapat 9 Kecamatan dan 25 Desa antara lain Desa Apa, Desa Sapelang, Desa Kambani, Desa Seano, Desa Landonan Bebeau, Desa Palapat, Desa Tatabau, Desa Mandok, Desa Koyobunga, Desa Alul,  Desa Sumondung, Desa Lalanday, Desa Kayubet, Desa Labotakandi, Desa Mangaes, Desa Babang, Desa Pandaluk, Desa Labibi, Desa Tombungin, Desa Bobu, Desa Paisumosoni, Desa Bampanga, Desa Sobonon, Desa Tobungku, dan Desa Lobuton.

“Ditengah kerja keras kita melawan penyebaran pandemi Covid-19, saya  berharap kita masih memberikan perhatian pada upaya penurun stunting  di Banggai Kepulauan. Hari ini, kita melaksanakan Rembuk Stunting di Kabupaten Banggai Kepualaun Tahun 2021 dan di harapkan kedepan mampu memberikan dampak nyata yaitu penurunan kasus tersebut di Kabupaten Banggai Kepulauan dari waktu ke waktu” sambung Sekda.

“Lewat kesempatan ini, saya berharap Tim penurun stunting dapat bekerja maksimal dalam upaya penurunan angka stunting  di Banggai Kepulauan, dengan komitmen bersama menggalang kekuatan dan sinergitas dalam penurun stunting  di Kabupaten Banggai Kepulauan, saya yakin dengan kerja keras kita mampu mengatasi kondisi tersebut. Karena inilah salah satu cara kita dalam membentuk SDM  generasi penerus yang berkualitas  dan berdaya saing  di masa depan” harap Sekda.

Kegiatan dilakukan di Aula Bappeda dan dihadiri Asisten III, Staf Ahli, Kepala Dinas Bappeda, Kepala Dinas BPMD, Kepala Dinas Kesehatan, Camat se- BanggaiKep, Kepala Desa se-BanggaiKep, Kepala Puskesmas se- BanggaiKep dan undangan lainnya. (RoyKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Salim J Tanasa, SE, MM dalam sambutanya pada Musrembang RKPD Tahun 2022 Tingkat Kecamatan Buko yang dilaksanakan pada hari Selasa (23/3/2021) di BPU Kecamatan Buko mengajak kepada semua pihak terlibat aktif dalam mengentaskan masalah Stunting.

Masalah Stunting menjadi isu nasional yang harus kita tangapi bersama dengan serius sebab untuk meningkatkan Index Pembangunan Manusia (IPM) tidak lepas dari bagaiamana kita mempersiapkan generasi selanjutnya.

“Stunting menunjukkan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak hanya tubuh pendek atau pertumbuhan tidak normal tetapi juga Stunting memiliki banyak dampak buruk bagi perkembangan anak termasuk didalamnya kecerdasan akibat kekurangan gizi” ucap Wabup.

“Selain itu dalam upayah penuntasan masalah stunting di BanggaiKep mari kita bersinergi bersama untuk terus dapat memgsosialisasikan kepada masyarakat tentang masalah Stunting. Bagi Kepala Desa dan perangkat desa tolong serius atasi masalah Stunting ini sosialisasi bagi masyarakat serta manfaatkan sebaik mungkin angaran yang diperuntukkan penuntasan masalah Stunting. Sebab menyelesaikan masalah Stunting harus dimulai ditingkat desa karena perangkat desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat” jelas Wabup.

“Bagi tokoh Agama dan masyarakat kami pun berharap untuk dapat membatu kami pemerintah pusat menyelesaikan Stunting di Kab.Banggai Kepulauan dengan terus mengingatkan kepada umat (Jemaat) dan masyarakat baik dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan agar masyarakat paham dan mengerti dampak dari Stunting.”

“Sebenarnya daerah kita banyak sumber makana bergizi tetapi kita tidak paham. Seperti contoh kita sebagai nelayan yang mancing ikan tetapi hasil tangkapan kita dijual dan uangnya dibelikan mie untuk kita makan bersama istri dan anak, kita yang menangkap ikan kekurangan gizi yang membeli ikan pasokan gizinya terpenuhinya sehinga mereka cerdas” canda pak Wabup yang disambut ketawa oleh peserta Musrembang.

“Dalam bahasa daerah “mau tongo mangan ndeke tukon baku bai kona boulon manuk kambung, (biar cuma makan bete dan ubi Banggai asalkan kua daging ayam kampung) itu pasti bergizi” tutup Salim Tanasa. (Amos Kominfo).

 

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) gelar Rapat Koordinasi Aksi I (Analisis Situasi) Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2021, Kamis, (28/01/2021).

Kegiatan tersebut dubuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Rusli Moidady, ST.,MT dan dihadiri Asisten I dan Staf Ahli Setda, Kepala Dinas Kesehatan serta OPD lainnya.

Dalam sambutan Bupati BanggaiKep yang dibacakan Sekda Rusli Moidady mengatakan bahwa, walaupun dalam situasi pandemi Covid-19 pada saat ini, saya berharap kita semua tetap memberikan perhatian kepada kualitas hidup dan kesejahteraan warga Banggai Kepulauan secara umum, terlebih khusus kepada anak-anak dan ibu hamil.

Gangguan tumbuh kembang fisik pada anak-anak balita atau bahkan dapat disebut gagal tumbuh atau stunting akibat kekurangan gizi terutama pada seribu hari pertama kehidupan, kondisi ini akan berdampak pada proses tumbuh kembang kualitas fisik, kecerdasan dan produktifitas ketika mereka sampai pada usia produktif.

Melalui Perangkat Daerah terkait termasuk Tim Penggerak PKK tentunya harus menyikapi program ini melalui kebijakan strategis dan sinergi antara lembaga terkait guna menurunkan kasus stunting di Kab. BanggaiKep tahun 2021.

“Saya berharap kita masih memberikan perhatian pada upaya penurunan Stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan,” harap Sekda.

“Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi Aksi I (Analisis Situasi) penurunan stunting Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2021 dan diharapkan kedepan mampu memberikan dampak nyata yaitu penurunan kasus tersebut di Banggai Kepulauan,” jelas Sekda.

Selain itu, Sekda juga mengungkapkan harapannya kepada Tim penurunan stunting agar dapat bekerja maksimal dengan komitmen bersama dalam upaya penurunan stunting di BanggaiKep, “Saya berharap Tim Penurunan Stunting dapat bekrja maksimal dalam upaya penurunan Stunting di Kab. BanggaiKep dengan komitmen bersama menggalang kekuatan dan sinergitas dalam penurunan Stunting di Kab. BanggaiKep.” (DeckyKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerjanya, Puskesmas Tataba melaksanakan kegiatan pembagian makanan tambahan bagi balita yang membutuhkan tambahan asupan gizi di 13 Desa yang ada Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Kepala Puskesmas Tataba Sianti, A.Md.Kep saat ditemui pada Rabu, (20/1/2021) di Puskesmas menyampaikan bahwa kegiatan pembagian makanan tambahan bagi balita yang membutuhkan tambahan asupan gizi atau yang dikategorikan sebagai balita Bawah Garis Merah (BGM) berdasarkan pemantauan dari penanggungjawab program dalam setiap pelaksanaan Posyandu di desa-desa wilayah kerja Puskesmas Tataba.

“Dengan melihat perkembangan balita selama beberapa bulan dengan mengamati perkembangan dan pertumbuhan,” ucap Sianti.

Menurut Kampus Tataba, kegiatan pembagian makan tambahan bagi balita Bawah Garis Merah (BGM) yang memang sangat membutuhkan asupan gizi, jadi tidak semua balita dapat, hanya balita yang berdasarkan pemantauan dari penangungjawab program yang menerima makanan tambahan.

“Program ini merupakan upaya dalam pencegahan penekanan angka stunting diwilayah kerja Puskesmas Tataba, guna mewujudkan balita sehat menuju Indonesia sehat,” kata Sianti. (AmosKominfo)