Pos

Buko, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka percepatan penurunan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) Percepatan Penurunan Stunting di setiap desa atau kelurahan di Indonesia.

Sebagaimana Tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres)  Nomor 72 Tahun 2021, Tim ini bertugas untuk memonitor dan melaporkan kasus stunting di wilayah masing-masing.

TPK terdiri dari tiga unsur, yaitu bidan atau tenaga kesehatan, PKK, dan kader Keluarga Berencana (KB). Tim akan bekerja dibawah koordinasi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

TPK akan melakukan pendampingan pada tiga kelompok sasaran, yaitu calon pengantin, ibu hamil, serta baduta dan balita. Tugasnya adalah melakukan pengawasan dan edukasi kepada kelompok sasaran untuk mencegah stunting.

Untuk meningkatkan pengetahuan TPK Percepatan Penurunan Stunting di Kec. Buko, Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BP-KB) Kecamatan Buko melaksanakan kegiatan orientasi bagi TPK Percepatan Penurunan Stunting bertempat di Balai Rakyat Desa Labasiano Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Rabu, (24/11/2021).

Kegiatan orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting BP-KB Kecamatan Buko dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB yang diwakili Kasie Pendayagunaan PLKB dan Kader KB, Ramla S. Hasan, A.Md.Keb, dihadiri oleh Koordinator BP-KB Kecamatan Buko, Yuliana Sukel, S.Sos.

Bertindak sebagai narasumber Degi S. Matade, SH yang juga merupakan Koordinator BP-KB Kecamatan Bulagi. (AmosKominfo)

Lolantang, BanggaiKep.go.id – Sebanyak 60 orang yang tergabung dalam Tim Pendamping Keluarga (TPK) mengikuti orientasi percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Bulagi Selatan yang dilaksanakan oleh Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BP-KB) Kecamatan Bulagi Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Kegiatan Orentasi penurunan Stunting Tim Pendamping Keluarga Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kec. Bulagi Selatan dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Kasie Avokasi Jasman Soulong, SH dan dihadiri oleh Camat Bulagi Selatan yang diwakili oleh Diharjo, S.H dan dan Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi Selatan Desman Mansa dan Fasilitator Orientasi serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) SE Kec. Bulagi Selatan, Senin, (22/11/2021).

Degi S. Matade, SH selaku fasilitator orientasi dan juga merupakan Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi, mengatakan secara umum Tim Pendamping Keluarga bertugas melakukan pendampingan kepada keluarga dengan cara:

1. Mengidentifikasi faktor risiko Stunting (surveilans/pengawasan/pengamatan)

2. Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) / Penyuluhan.

3. Pelayanan kesehatan dan rujukan.

4. Fasilitasi penerimaan program bantuan sosial, dan

5. Pelayanan lainnya untuk melakukan pencegahan kepada keluarga dengan risikom melahirkan anak-anak Stunting.

Lanjut Degi, Tim Pendamping Keluarga bekerja dibawah koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Desa/Kelurahan (TPPS Desa/Kelurahan). TPPS Desa/Kelurahan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan percepatan penurunan stunting Nasional yang bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan, Percepatan Penurunan Stunting di tingkat desa/kelurahan. Jelas Degi.

Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi Selatan Desman Mansa yang juga merupakan fasilitator Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting mengatakan “Saya berharap semua ini berjalan lancar, dan kedepannya dapat bermanfaat bagi keluarga khususnya ibu hamil, Batuta, balita dan calon pengantin. Sehingga angka penurunan stunting dapat terus ditekan, dan tidak ada lagi kasus Stunting di kecamatan Bulagi Selatan,” ucap Desman. (AmosKominfo)

Bulagi, BanggaiKep.go.id – Dalam mempersiapkan tim pendamping di desa dalam upaya mendampingi masyarakat guna percepatan menurunkan angka Stunting, Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BP-KB) Kec. Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan orientasi bagi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Percepatan Penurunan Stunting Se-Kecamatan Bulagi bertempat di Balai Penyuluh KB Kec. Bulagi, Sabtu, (20/11/2021).

Kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) percepatan penurunan Stunting di kecamatan Bulagi dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Kasie Data, Jabbar Killa, S.KM.

Peserta orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kecamatan Bulagi berdasarkan panduan peserta Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting merupakan perutusan dari desa/kelurahan sebanyak 3 orang yang di SK kan oleh Kepala Desa dan Lurah.

Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi, Degi S. Matade, S.H saat diwawancarai mengatakan bahwa dilaksanakannya kegiatan ini menindak lanjuti perintah Presiden Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Kegiatan Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting, ini bertujuan agar tersedianya tim pendamping di desa yg siap mendampingi sasaran diantaranya, Calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, keluarga punya balita 0-59 bulan yang  terindikasi stunting,” ucap Degi.

Model orientasi yang akan diikuti oleh TPK terdiri atas belajar mandiri dan tatap muka.

“Belajar mandiri melalui modul yang dibagikan di grup WhatsApp dan tatap muka langsung diskusi, yang akan didampingi oleh dua orang fasilitator Orientasi untuk kecamatan Bulagi yakni saya sendiri (Degi Matade) dan Desman Mansa,” jelas Degi Matade. (AmosKominfo)

Bulagi, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka mengendalikan angka kelahiran, Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BP-KB) Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan membangun kemitraan dengan Puskesmas Bulagi dalam rangka memberikan pelayanan KB gratis dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bagi calon akseptor.

Koordinator BP-KB Kecamatan Bulagi, Degi S. Matade, SH saat dijumpai (24/9/21) di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BP-KB) Kecamatan Bulagi mengatakan bahwa kemitraan dengan Puskesmas Bulagi sudah terbangun sejak beberapa kegiatan bersama yang kami lakukan mulai dari tahun 2020 dalam pelayan KB gratis bagi akseptor yang ada di kecamatan Bulagi terutama yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang.

“Dalam mencapai target 20 akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kecamatan Bulagi, kami membangun komunitas dengan pihak Puskesmas Bulagi melalui Bidan Kordinator, Ayu Trisnawati Likak, A.Md.Keb dan direspon baik oleh Kepala Puskesmas Bulagi, Piter Pasinggi, S.KM,” ucap Degi.

“Sehingga bisa memberikan pelayanan KB gratis dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bagi 32 akseptor yang terdiri dari UID9 akseptor dan Implan 23 akseptor, saat ini boleh terlaksana dengan baik bahkan melebihi target,” jelas Degi.

Kepala Bidang KB Dinas P3AP2KB Kab. Banggai Kepulauan, Dra. Erny mengatakan BP-KB Kecamatan perlu membangun kemitraan dengan lintas sektor yang ada di wilayah kecamatan guna menyukseskan berbagai program dan pelayanan.

“Memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat guna mecapai berbagai program dan kegiatan yang ada baik oleh Dinas P3AP2KB maupun BP-KB dalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas, “Kemitraan yang baik dapat menciptakan benih-benih keluarga berkualitas di Banggai Kepulauan,” ucap Dra. Erny.

Disamping itu, Kabid KB Dinas P3AP2KB Banggai Kepulauan atas nama Kadis mengucapkan terima kasih bagi Kapus Bulagi dan Bikoor Puskesmas Bulagi yang sudah boleh membangun kemitraan dengan Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BP-KB) Kec. Bulagi sehingga kegiatan ini boleh terlaksana.

Hadir dalam kegiatan pelayanan KB gratis dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), Kepala Dinas P3AP2KB Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Kabid KB, Kepala Puskesmas Bulagi Piter Pasinggi, S.KM, dan para bidan yang membantu proses pemasangan alat kontrasepsi MKJP. (AmosKominfo)