Pos

Tataba, BanggaiKep.go.id – Tindakan upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) terus dilaksanakan oleh semua pihak yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah.

Memasuki hari ke-12 (Dua Belas) pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran terus dilakukan oleh Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko dipintu masuk dan keluar kecamatan Buko dan Buko Selatan yakni Pelabuhan Leme-leme.

Plt. Camat Buko, Kori Yalume, S.Sos memantau sudah dua hari berturut-turut, sejak Kamis (2/4/2020) dan Jumat (3/4/2020), turun lapangan langsung dalam upaya pemantauan kegiatan upaya pencegahan Covid-19 di wilayah kerjanya apakah berjalan dengan baik dan maksimal.

Pada hari Jumat (3/4/2020) diruang kerjanya beliau berkordinasi bersama Tim Pencegahan guna membangun komunikasi, serta membahas langkah-langkah apa yang harus sesegera mungkin dilakukan untuk memutuskan penyebaran dan mata rantai Covid-19 karena melihat keadaan dan situasi yang ada. (AmosKominfo)

Batangono, BanggaiKep.go.id – Dibawah pimpinan Sekretaris Desa Batangono Aris Pattawe masyarakat dan perangkat Desa Batangono bergerak bersama dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Desa Batangono Kabupaten Banggai Kepulauan dengan melakukan penyemprotan Disinfektan baik disarana umum maupun seluruh rumah warga dan lingkungan desa, Jumat (3/4/2020).

Aris Pattawe mengatakan “Ini kami lakukan dalam upaya tindakan nyata dari pemdes dan masyarakat dalam upaya bersama mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, kami mengerakkan masyarakat untuk bersama memerangi penyebaran Covid-19, guna menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membantu pemerintah dalam melawan Covid-19”, ungkap Sekdes.

“Karena kalau hanya pemerintah yang bergerak masyarakat tidak terlibat aktif dan melibatkan diri hasilnya pasti kurang maksimal, tapi jika ada kesadaran masyarakat dan melibatkan mereka dalam upaya pencegahan pasti hasilnya maksimal”, lanjut Aris.

Sekdes juga menjelaskan bahwa penyemprotan Disinfektan ini dilaksanakan seminggu dua kali yakni hari Senin dan Jumat dan ini akan dilakukan secara berkesinambungan selama masa tanggap darurat Covid-19.

“Penyemprotan sudah dimulai pada hari Selasa (31/3/2020)  hari Jumat (3/4/2020) ini merupakan yang kedua kalinya melakukan penyemprotan, pemerintah Desa hanya menyiapkan cairan Disinfektan sedangkan tengki rata-rata masyarakat Batangono adalah petani jadi mereka memiliki tengki semprot dan juga Pemdes Batangono melalui dana desa (DD) pada beberapa waktu lalu memberikan bantuan tengki semprot”, jelas Aris Pattawe. (AmosKominfo)

Batanggono, BanggaiKep.go.id – Guna menangani dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan sebagaimana tertuang dalam surat instruksi Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam yang ditujukan kepada Kepala-kepala desa se-Kab. Banggai Kepulauan.

Sekretaris Desa Batangono Aris Pattawe merespon dengan cepat apa yang menjadi Instruksi Plt. Bupati dengan langka awal melaksanakan rapat bersama jajaran pemerintah Desa Batangono.

Aris Pattawe saat diwawancarai oleh Jurnalis Dinas Kominfo Kab. BanggaiKep (2/3/2020) disela-sela menunggu Rapat Koordinasi bersama Camat Buko, beliau mengatakan “Langka ini kami tempuh selaku sekdes dikarenakan Kades Batangono Herpin Montolitus sedang menjalani perawatan karena sakit di RSUD Luwuk, karena ini sifatnya darurat maka kami mengambil langka bersama perangkat desa guna melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di Desa Batangono”, kata Aris.

“Diawali dengan rapat pembentukan Tim Relawan Desa Pencegahan Covid-19 dan upaya lain guna mencegah penyebaran Covid-19 dengan menyiapkan cairan Disinfektan guna penyemprotan secara menyeluruh di Desa Batangono, mengaktifkan kembali Pos Kambling dimasing-masing dusun guna mengawasi masyarakat yang baru pulang dari luar daerah”, jelas Sekdes Aris.

Lanjut Aris, “Kami selalu menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada serta berdiam dirumah jangan keluar rumah jika tidak ada hal yang penting diluar rumah, serta menganjurkan masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup bersih dan sehat, membudayakan mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air mengalir, serta mengkomsumsi makanan yang bergizi, banyak makan sayur dan buah-buahan”, tutur Aris.

“Untuk Sementara itu yang dapat kami lakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19”, ungkap Aris. (AmosKominfo)

Ponding-Ponding, BanggaiKep.go.id –   Guna antisipasi penyebaran virus corona (covid-19) di wilayah Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan, Camat Tinangkung Utara menggelar rapat Koordinasi (Rakor) perdana dengan Tokoh Tokoh Masyarakat se Kecamatan Tinangkung Utara.

Rapat tersebut di pimpin langsung oleh Camat Tinangkung Utara Sahrun S.Pd bertempat di Kantor Kecamatan Tinangkung Utara (Rabu 1/4/2020).

Hadir dalam rapat tersebut adalah anggota DPRD Banggai Kepulauan Badrin Liato, SH, Kapolpos Tinangkung Utara, Kepala Puskesmas Tinangkung Utara, Sekcam Tinangkung Utara dan para Kepala Desa serta Tokoh Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Tinangkung Utara.

Dalam rapat Koordinasi tersebut yaitu membahas tentang mekanisme pencegahan penyebaran covid-19 di Wilayah Kecamatan Tinangkung Utara.

Dari rapat menghasilkan beberapa keputusan diantaranya sangat strategis yaitu pembentukan Tim Relawan pencegahan penyebaran covid-19 dari tingkat Kecamatan sampai ke tingkat Desa yang diharapkan bisa bekerja sesuai dengan pungsinya masing-masing.

Dalam wawancara Jurnalis Dinas Kominfo dengan Camat Tinangkung Utara Sahrun S.Pd mengatakan, “Setelah dibentuk Tim relawan agar secepatnya mendata Masyarakat yang masuk ke Wilayah ini yang di curigai berasal dari Daerah terinfeksi virus corona (daerah zona merah) yang tidak sempat terdata di Kabupaten.

Lanjut katanya, ” Karna diketahui di Wilayah Kecamatan Tinangkung Utara banyak Anak Anak kita yang Kuliah di luar Daerah yang terdampak virus corona. Jadi harus di-data dengan serius termasuk para pekerja luar yang datang ke Desanya masing-masing.”

Dalam kesempatan itu pula, Kapolpos Tinangkung Utara membacakan maklumat Kapolri dan menghimbau kepada Masyarakat agar menghindari keramaian, tinggal di dalam rumah selama beberapa hari, menjauhi tempat umum, seperti pasar, stasiun, terminal.

“Kalau ke pasar untuk membeli kebutuhan langsung cepat cepat pulang tidak usah lagi lama lama di pasar untuk cerita cerita. Menghindari berjabat tangan, memeriksakan diri ke petugas Kesehatan bila merasa sakit dan mengisolasikan diri di rumah selama 14 hari, jangan mudah percaya kepada sumber yang tidak bertanggung jawab tentang pemberitaan covid – 19 (berita hoax).”

Ditempat yang sama, Kepala Puskemas Tinangkung Utara juga sempat menjelaskan tentang prosedur pencegahan virus corona.

Ia mengatakan, ” Rajin rajinlah membersihkan diri karna virus corona ini bisa tinggal dalam tubuh kita melalui kulit yang mengandung lemak tubuh dan bisa berkembang biak selama beberapa hari sebelum masuk kedalam tubuh kita.”

“Olehnya itu disarankan agar sering membersihkan tubuh dengan sabun terutama di area tangan. Sebab sabun mempunyai sipat alkalis yang bisa menghilangkan lemak yang menempel di kulit.”

Lanjutnya, “Untuk lebih detail tentang prosedur pencegahan virus corona silahkan mempelajari di media sosial (medsos) melalui google atau youtube karna semua itu sudah disediakan disana.”

Masih di tempat yang sama pula, Jurnalis dapat mewawancarai anggota DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan, Badrin Liato SH,  ” Sangat mengapresiasi Rakor yang di lakukan oleh Camat Tinangkung Utara Pak Sahrun.”

Badrin sangat mendukung telah dibentuk Satgas Relawan pencegahan penyebaran covid – 19 dari tingkat Kecamatan sampai ke tingkat Desa.  “Mengharapkan Tim Relawan yabg telah dibentuk agar bisa bekerja secara profesional sesuai dengan Tupoksi masing demi keselamatan Masyarakat Indonesia dan Masyarakat Kecamatan Tinangkung Utara khususnya,” kata Badrin penuh harapan. ( FeriKOMINFO)

 

 

Labasiano, BanggaiKep.go.id – Seluruh kekuatan dan potensi yang ada di Banggai Kepulauan terus bergerak dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. mulai dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, sampai kepada Pemerintah Desa se Kab. BanggaiKep serta turut serta juga pihak Kepolisian Polres BanggaiKep dan Jajarannya serta Kodim 1308/ Luwuk Banggai.

Menindak lanjuti Instruksi Bupati BanggaiKep, H. Rais D. Adam kepada Kepala-kepala Desa se Kab. Banggai Kepulauan untuk berperan aktif bersama dan bersinergi dalam upaya pencegahan dan pemutusan penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19 di Kab. Banggai Kepulauan yang tentunya harus terlihat kerja nyata dan usaha dan upaya Pemdes untuk melindungi, mengupayakan serta mencegah dan mengawasi masyarakat yang ada di Desanya masing-masing.

Kerja nyata dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Desa Labasiano Kepala Desa Nurlan Nurdin beserta jajarannya bekerjasama dalam upaya pencegahan Covid-19 yang diawali dengan penyemprotan Disinfektan di tempat sarana prasarana umum, tempat-tempat usaha masyarakat baik tokoh maupun kios-kios serta seluruh rumah warga disemprot dengan Disinfektan guna mensterilkan tempat-tempat tersebut dari kuman dan virus, terutama Virus Corona (Covid-19).

Jurnalis Dinas Kominfo BanggaiKep ssat menghubungi Kades Labasiano Nurlan Nurdin via Telepon, beliau menjelaskan bahwa “Kegiatan ini sudah dikoordinasikan dengan gugus tugas pencegahan Covid-19 khususnya bagian teknis yakni PKM Tataba, sehingga dalam penyemprotan Disinfektan turut bersama-sama dengan kami petugas kesehatan PKM Tataba Jhon Rambu”, kata Nurlan.

“Upaya lain yang kami lakukan yakni memastikan masyarakat yang dari luar daerah menjalani masa karantina selama 14 hari sejak kedatangannya di Desa Labasiano dan rencana kami akan menyiapkan tempat mereka untuk karantina agar tidak ada kontak langsung dengan anggota keluarga ketika mereka menjalani karantina mandiri, dan rencana kami mempersiapkan gedung Pustu dan Taman Baca Alquran dan jika memungkinkan sampai makannya kami siapkan” ujar Nurlan.

Lanjut Nurlan, “Kami pun terus menghimbau masyarakat Desa Labasiano untuk sering cuci tangan dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menghindari kerumunan orang banyak, jaga jarak satu dengan yang lain serta tetap tinggal dirumah jika tidak ada urusan dan kegiatan yang penting diluar rumah, dan banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan, itulah untuk sementara ini yang dapat kami lalukan”, tutup Kades Nurlan. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Dalam bersinergi bersama Perangkat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan guna pencegahan dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Wilayah Banggai Kepulauan, Anggota DPRD Kab. BanggaiKep melaksanakan monitoring ditiap Kecamatan.

Wakil Ketua I DPRD Banggai Kepulauan Muh. Risal Arwie, S.Pd.I beserta 3 orang Anggota DPRD Komisi 2 yakni Moh. Hatta Mayuna, S.T, Sri Yeni, SE dan Burhan Alelaga melaksanakan monitoring pencegahan penyebaran Covid-19 di Pelabuhan Leme-leme Kecamatan Buko yang didampingi Dinas Perhubungan Kab. BanggaiKep pada hari Kamis (2/4/2020).

dalam kesempatan ini, Risal Arwie menjelaskan bahwa tujuan dari monitoring ini adalah upaya dari pemerintah daerah untuk mengetahui apa yang mungkin menjadi kendala dan kekurangan dari setiap Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di setiap kecamatan, agar DPRD segera mengangarkan sehingga kegiatan ini berjalan dengan maksimal.

Dokter Nurul selaku koordinator penanggungjawab lapangan memaparkan kepada Anggota DPRD Kab. BanggaiKep apa yang menjadi kekurangan dalam upaya mencegah Covid-19 di Kec. Buko, “Bahwa yang dibutuhkan sekarang adalah APD, Hand Saniteser, Cairan Disenfektan, Tengki Penyemprot, Vitamin, jaringan instalasi air bersih di lokasi pelabuhan, dan sarana pendukung lainnya”, kata dr. Nurul.

“Maaf pak, coba dilihat saja APD yang kami pakai jauh dibawah standar dan ini adalah upaya mandiri dari PKM Tataba dan anggota Tim Relawan”, ujar salah satu Tim Relawan yang tidak mau disebutkan namanya kepada Risal.

Moh. Hatta Mayuna menyatakan “Untuk pemasangan jaringan PDAM di Pelabuhan Leme-leme akan segera kami usahakan dengan memerintahkan petugas PDAM yang ada di Kec.Buko untuk segera mengerjakannya, sebab dalam upaya penanganan pencegahan Covid-19 semua elemen yang ada di Banggai Kepulauan harus bersinergi bersama-sama”, ungkap Hatta.

Mengakhiri percakan dengan Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko, Risal Arwie menanyakan apakah ada konsumsi setiap tim menjalankan tugas, kemudian salah satu anggota tim mengatakan “Maaf pak selama sudah memasuki hari ke 12 (Duabelas), ada komsumsi tapi itu atas inisiatif ibu Sianti selaku kepala PKM Tataba, sudah dua kali beliau menyiapkannya berupa susu beruang, telur rebus, dan Vitamin C, Kami pun memahaminya karena tidak ada anggaran sekarang tersedia untuk kegiatan ini”.

Kemudian, Risal mengatakan “Ini akan kami perhatikan karena Tim harus Fit dalam melaksanakan tugas, tentunya ini berhubungan dengan apa yang dikomsumsi oleh tim selama menjalankan tugas”, tutur Risal. (AmosKominfo)

Ponding-ponding, Banggaikep.go.id – Guna antisipasi virus corona (covid-19) di Wilayah Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan, Camat Tinangkung Utara Sahrun S.Pd gelar Rapat Koordinasi (Rakor) perdana dengan Tokoh-tokoh Masyarakat yang ada di Wilayah Kec. Tinangkung Utara (Tinut).

Rakor tersebut dipimpin oleh Camat Tinangkung Utara, bertempat di Kantor Kecamatan Tinangkung Utara, Rabu (1/4/2020).

Hadir dalam Rakor tersebut, anggota DPRD Banggai Kepulauan Badrin Liato SH, Kapolpos Tinangkung Utara, Kepala Puskesmas Tinangkung Utara, Sekcam Tinut dan para Kepala Desa serta Tokoh Masyarakat.

Fokus bahasan dalam Rakor perdana tersebut yaitu membahas tentang mekanisme pencegahan penyebaran covid-19 di Wilayah Kecamatan Tinangkung Utara dan untuk efektifitasnya dibentuk Tim Relawan.

Dari hasil Rakor tersebut menghasilkan beberapa keputusan diantaranya yaitu pembentukan Tim Relawan Pencegahan Penyebaran covid-19 mulai dari tingkat Kecamatan sampai dengan tingkat Desa yang diharapkan bisa bekerja dengan profesional sesuai tupoksi masing-masing.

Jurnalis Dinas Kominfo BanggaiKep Feri mendapat keterangan dari Camat Sahrun,”Diharapkan setelah dibentuknya Tim Relawan ini agar secepatnya mendata kembali masyarakat yang masuk ke wilayah Kecamatan Tinangkung Utara yang berasal dari Daerah dicurigai tertular virus corona (daerah zona merah) yang mungkin tidak sempat terdata di Kabupaten”.

“Karna diketahui di Wilayah Kecamatan Tinangkung Utara ini banyak Anak-anak kita yang kuliah di Daerah yang terdampak virus corona jadi semua harus didata dengan serius termasuk para pekerja luar yang datang ke Desanya masing-masing,” Tegas Camat.

Dalam kesempatan ini pula Kapolpos Tinangkung Utara Brigpol Roby Pasongli membacakan maklumat KAPOLRI dan menghibau kepada Masyarakat agar mematuhi instruksi Pemerintah.

“Masyarakat agar mematuhi instruksi Pemerintah, sesuai maklumat KAPOLRI demi keselamatan kita bersama, agar segera memeriksakan dan mengisolasi diri bila merasa berasal dari Daerah terinfeksi covid-19”, kata Kapolpos.

Ditempat yang sama Kepala Puskesmas Tinut Adrianus S.Kep juga sempat menjelaskan tentang prosedur pencegahan penyebaran covid-19, Ia mengatakan, “Rajin-rajinlah membersihkan diri karna virus corona ini bisa tinggal dalam tubuh kita melalui kulit yang mengandung lemak tubuh dan berkembang biak selama beberapa hari sebelum masuk kedalam tubuh manusia”.

“Olehnya itu disarankan agar selalu membersihkan diri dengan sabun terutama di area tangan, karna sabun mengandung alkali yang dapat membersihkan lemak yang menempel dalam kulit kita”, kata Kapus.

Lanjut Adrianus, “Untuk lebih detail tentang prosedur pencegahan penyebaran covid-19 silahkan mempelajari di media sosial (medsos) melalui google atau youtube karna semua itu sudah tersedia disana”.

Anggota DPRD Banggai Kepulauan Badrin Liato SH, saat diwawancarai di Kantor Kecamatan mengatakan sangat mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Camat, “Saya sangat mengapresiasi Rakor yang dilaksanakan oleh Camat Tinangkung Utara yaitu membentuk Satgas Relawan Pencegahan Penyebaran covid-19 mulai dari Kecamatan sampai ke tingkat Desa”.

“Agar Tim yang diberi tugas bisa bekerja secara profesional sesuai Tupoksi masing-masing demi keselamatan Masyarakat Indonesia pada umumnya dan Masyarakat Kecamatan Tinangkung Utara pada khususnya”, pungkas Badrin penuh harapan. (FeriKominfo)

Luksagu BanggaiKep.go.id – Guna mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Puskesmas Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan terus bersiap menjadi sarana penyangga dalam menangani kasus virus corona.

Dalam wawancara Jurnalis Kominfo BanggaiKep kepada Kepala Puskesmas Tinangkung Utara Adrianus S.Kep Selasa, ( 31/3/2020 ) mengatakan, “Puskesmas Tinangkung Utara akan bekerja sama dengan Pemerintah Desa se Kecamatan Tinangkung Utara bersama-sama melakukan pendataan kembali kepada orang-orang yang datang yang tidak sempat terdata pada pendataan awal di Pelabuhan Umum”, kata Kapus.

Lanjutnya, “Disini ada berapa Pelabuhan seperti Pelabuhan Salakan, Tataba, Lokasi, Tobing jadi memungkinkan orang bisa lewat jalur Transportasi disitu jadi mereka mereka itu sudah pasti tidak terdata”, tutur Adrianus.

Adrianus berharap agar kiranya para Kepala Desa se-Kecamatan Tinangkung Utara dapat melaporkan ke Puskesmas bila ada masyarakatnya yang baru datang dari daerah lain apalagi dari Daerah yang diduga terinfeksi virus corona agar petugas Kesehatan dapat memeriksa kesehatannya dan mendata.

Selanjutnya menurut Kapus, “Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yaitu harus mengisolasi diri bila berasal dari Daerah terinfeksi, serta mengurangi interaksi sosial ke Masyarakat”.

Salah satu upaya yang di lakukan oleh Puskemas Kecamatan Tinangkung Utara yaitu menghimbau kepada Camat, para Kepala Desa dan para Kepala Sekolah se-Kecamatan Tinangkung Utara untuk segera menyiapkan saluran air di depan perkantoran masing-masing untuk dipakai mencuci tangan sebelum beraktifitas dan sesudah.

“Menurut pantauan Puskesmas Kecamatan Tinangkung Utara sampai sekarang ini belum ada orang yang masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP)”, jelas Adrianus.

Kemudian Kapus juga menjelaskan kesiapan APD, “Mengenai kesiapan Alat Pelindung Diri (ADP), Puskesmas Tinut sampai sekarang ini masih cukup karna Kita bukan menangani pasien secara langsung sehingga memerlukan kesiapan alat pelindung diri yang lengkap, Kita cuma membatasi kontak saat pengawasan”, kata Adrianus. (FeriKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Menindak lanjuti instruksi Bupati Banggai Kepulauan, H. Rais D. Adam sehubungan dengan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam mencegah penyebaran Covid-19 serta memutuskan mata rantai penyebarannya.

Sebagai tindak lanjut Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos., MAP gelar rapat dalam rangka pencegahan covid-19 di wilayah kerjanya serta Kab. Banggai Kepulauan pada umumnya.

Camat saat dihubungi Jurnalis Dinas Kominfo Kab. Banggai Kepulauan menjelaskan rapat ini sebagai tindak lanjut untuk menyampaikan apa yang menjadi arahan dan instruksi Bupati untuk dilakukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan memutus mata rantai virus corona.

Dalam rapat ini, Camat Bulagi Utara mempertegas lagi larangan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dalam bentuk apa pun, kepala desa dapat mendata dan melaporkan secara rutin keadaan perkembangan desanya serta warga yang baru datang dari luar daerah dan mengawasi masa karantina mereka, mengharuskan pembuatan tempat cuci tangan baik di kantor-kantor pemerintahan, sarana umum serta dirumah-rumah masyarakat.

Edison juga mengharapkan setelah kembali ke desa masing-masing kades segera bentuk tim relawan Covid-19 sesuai instruksi Bupati.

Dalam rapat ini juga dibahas mengenai lonjakan harga sembako diwilayah kecamatan Bulagi Utara, “Untuk itu diminta para kades dapat memantau jangan ada penimbunan sembako oleh penjual serta menghimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan makan pokok kita sebagai alternatif melonjaknya harga sembako”, kata Camat.

Dan diakhir rapat Edison Moligay juga mengharapkan kepala desa untuk berkordinasi dengan tokoh lintas agama di desa masing-masing untuk mengelar doa bersama umat secara serentak.

“Yang nasrani pada hari minggu dan yang muslim pada hari jumat serta setiap saat dirumah masing-masing agar kita terhindar dari malapetaka Covid-19 dan musibah kemanusian ini cepat berlalu”, ungkap Camat Bulagi Utara.

Rapat dilaksanakan pada hari Rabu (1/4/2020) bertempat di BPU Kec. Bulagi Utara Kab. BanggaiKep dan rapat dipimpin Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, MAP, serta dihadiri Sekcam, Kepala PKM Sabang, Kepala Desa dan Lurah di wilayah Kec. Bulagi Utara pendamping desa. (Amos-DisKominfo BanggaiKep)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Dampak pandemi Virus Corona (Covid-19) benar-benar sangat terasa bahkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial, suku, agama dan lain sebagainya, baik para pekerja kantoran, buruh harian, sopir, tukang ojek bahkan sampai pada para pelajar/Mahasiswa.

Hal ini bisa dilihat dengan instruksi Presiden, Gubernur bahkan Bupati dan walikota se-Indonesia dengan meliburkan sekolah baik dari jenjang TK/Paud, SD, SMP, SMA sampai Perguruan tinggi, instruksi untuk meliburkan sekolah sebenarnya adalah upaya pembatasan kegiatan sosial atau lebih tren didengar Sosial Distencing dimana dianjurkan untuk kerja dari rumah dan belajar dari rumah.

Tapi lain dengan mayoritas mahasiswa asal Kab. Banggai Kepulauan yang menuntut ilmu diluar daerah justru berbondong-bondong pulang kampung halaman, kedatangan mahasiswa dari luar daerah terpantau meningkat sejak berapa hari terakhir ini, sejak hari minggu (29/3/2020) mahasiswa dari luar daerah kian bertambah setiap hari, ada yang dari Manado, Palu, Makasar, Jogja, Bandung, Gorontalo, Kendari, dan Surabaya serta daerah lain sebagainya.

Salah satu mahasiswa asal Jogja yang tidak mau menyebutkan namanya, menjelaskan mengenai kenapa memilih untuk pulang?.  Menurutnya, karena ada kekhatiran bagi mereka yang hanya kos-kosan disebabkan kios dan warung-warung sekitaran kos sudah banyak tidak beroperasi lagi (tidak berjualan).

“Saya memilih pulang sebelum situasi tambah parah atau kami tidak dianjurkan untuk keluar rumah, apalagi kami hanya mengharapkan kiriman dari orang tua”.

Warga yang datang dari luar daerah yang didominasi oleh mahasiswa sebelum meninggalkan Pelabuhan Leme-leme Kec. Buko diberikan himbauan baik oleh Tenaga Mendis PKM Tataba maupun pihak Polsek Buko.

Dokter Nurul mengatakan “Ketika anda pulang adalah konsekuensi dari anda sendiri yang pertama jalani karantina pribadi selama 14 hari, jangan ada kontak fisik dengan anggota keluarga serta alat mandi, makan dipisahkan dengan anggota keluarga yang lain selama 14 hari, selama anda menjalankan karantina pribadi petugas medis dan pihak kepolisian serta pemerintah desa akan mengawasi anda”.

Lanjut Dokter, “Saya tahu anda yang mahasiswa bukan diliburkan untuk pulang tapi kuliah online jadi jangan menjadi alasan untuk keluar rumah mencari jaringan, untuk itu bagi mahasiswa yang punya keluarga yang tinggal didesa yang memiliki jaringan permisilah untuk menjalani masa karantina sambil anda kuliah online dan bagi yang mengalami gangguan kesehatan hubungi tenaga medis yang ada didesa atau segera ke Puskesmas”, ujar dr. Nurul. (AmosKOMINFO)