Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Rembuk stunting Kabupaten yang merupakan aksi ke 3 dari 8 aksi konvergensi intervensi stunting yang wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah baik Kabupaten/Kota yang menjadi lokasi fokus (lokus) dalam intervensi stunting.

Tahapan aksi konvergensi penanganan stunting sebagai wujud komitmen Pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) yang dilaksanakan di Auditorium Bappeda dan Litbang, Senin, (21/3/2022).

Kegiatan dihadiri Unsur Forkopimda, Staf Ahli dan Asisten, Para Kepala OPD Lingkup Pemda Bangkep, Ketua Tim Penggerak PKK, Camat se-Kab. Bangkep, Kepala Puskesmas se-Kab. Bangkep, Kepala Desa lokus stunting (25 Desa) serta Pendamping Desa.

Dalam sambutan Bupati Bangkep yang dibacakan Asisten III Ekasilawati Sipatu, M.Kes mengatakan Berdasarkan data aplikasi e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) per agustus tahun 2021 Banggai Kepulauan berada pada peringkat ke-3 tertinggi Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tengah, dengan jumlah kasus stunting terbanyak setelah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Banggai Laut sebesar 21,80%.

Menurut Bupati, Pada tahun 2022 lokasi fokus 25 Desa yang tersebar dalam 9 Kecamatan, masuk dalam fokus penanganan percepatan penurunan stunting tahun 2022 di Kabupaten Banggai Kepulauan yaitu Desa Apal, Sapelang, Kambani, Seano, Landonan Bebeau, Palapat, Tatabau, Mandok, Koyobunga, Alul, Sumondung, Lalanday, Kayubet, Labotan Kandi, Mangaes, Paisumosoni, Bampanga, Sobonon, Tobungku dan Lobuton.

Pemda Bangkep melalui Perangkat Daerah terkait termasuk TP-PKK, tentunya harus menyikapi program ini, melalui kebijakan strategis dan sinergis antar lembaga terkait, guna menurunkan kasus stunting di Kab. Bangkep, terutama dalam tahun 2022 dan 2023 mendatang.

Bupati juga berharap dalam rembuk stunting ini, ke depan mampu memberikan dampak nyata yaitu penurunan kasus tersebut di Bangkep dari waktu ke waktu.

“Saya berharap tim penurunan stunting dapat bekerja maksimal dalam upaya penurunan angka stunting di Bangkep, dengan komitmen bersama menggalang kekuatan dan sinergitas dalam penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan, sehingga dapat menurunkan angka stunting secara signifikan,” katanya.

Selanjutnya, mewakili Bupati, Ekasilawati Sipatu, M.Kes membuka secara resmi kegiatan rembuk stunting Kabupaten Banggai Kepulauan dengan mengucapkan “Bismillahirrahmannirahim”.

Usai dibuka, dilanjutkan dengan penandatangan komitmen bersama diantaranya, Unsur Forkopimda, Kementerian Agama Kab. Bangkep, OPD terkait dalam stunting, Camat se-Kab. Bangkep, Kepala Puskesmas se-Kab. Bangkep, Kepala Desa lokus stunting ada 25 desa serta Pendamping Desa.

Setelah itu, penyampaian materi yang pertama dari Ketua Pelaksana TPPS Kab. Bangkep oleh Rusli Moidady, ST.,MT dengan materi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2022/2023.

Materi Kedua Peran Tim Penggerak PKK dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan oleh Ketua TP-PKK Kab. Bangkep diwakili oleh Ekasilawati Sipatu, M.Kes dan materi ketiga Sinergitas Kementerian Agama dalam mendukung Percepatan Penurunan Stunting Kab. Banggai Kepulauan oleh Kepala Kemenag Bangkep Ahmad Yani. (Elsi-KOMINFO)

Bulagi, BanggaiKep.go.id – Dalam mempersiapkan tim pendamping di desa dalam upaya mendampingi masyarakat guna percepatan menurunkan angka Stunting, Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BP-KB) Kec. Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan orientasi bagi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Percepatan Penurunan Stunting Se-Kecamatan Bulagi bertempat di Balai Penyuluh KB Kec. Bulagi, Sabtu, (20/11/2021).

Kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) percepatan penurunan Stunting di kecamatan Bulagi dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Kasie Data, Jabbar Killa, S.KM.

Peserta orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kecamatan Bulagi berdasarkan panduan peserta Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting merupakan perutusan dari desa/kelurahan sebanyak 3 orang yang di SK kan oleh Kepala Desa dan Lurah.

Kepala BP-KB Kecamatan Bulagi, Degi S. Matade, S.H saat diwawancarai mengatakan bahwa dilaksanakannya kegiatan ini menindak lanjuti perintah Presiden Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Kegiatan Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting, ini bertujuan agar tersedianya tim pendamping di desa yg siap mendampingi sasaran diantaranya, Calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, keluarga punya balita 0-59 bulan yang  terindikasi stunting,” ucap Degi.

Model orientasi yang akan diikuti oleh TPK terdiri atas belajar mandiri dan tatap muka.

“Belajar mandiri melalui modul yang dibagikan di grup WhatsApp dan tatap muka langsung diskusi, yang akan didampingi oleh dua orang fasilitator Orientasi untuk kecamatan Bulagi yakni saya sendiri (Degi Matade) dan Desman Mansa,” jelas Degi Matade. (AmosKominfo)