Pos

SDN Inpres Tinangkung, BanggaiKep.go.id – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Muchsin H.S. Yasano, S.Ag, mewakili Bupati Banggai Kepulauan membuka secara resmi Konferensi Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tinangkung Selatan Masa Bakti 2025–2030, Rabu, (3/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri pengurus PGRI Kabupaten Banggai Kepulauan, unsur Forkopimcam Tinangkung Selatan, Koordinator Wilayah Pendidikan, para pengawas sekolah, kepala sekolah, serta guru dari berbagai jenjang pendidikan itu menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan PGRI lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Muchsin Yasano menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terhadap dedikasi para guru yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Konferensi ini merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi program kerja sekaligus menyusun rencana strategis demi kemajuan pendidikan di daerah kita. Pemerintah daerah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang telah mengabdikan diri dalam mencerdaskan generasi penerus Banggai Kepulauan,” ujarnya.

Menurut Muchsin, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, digitalisasi, serta dinamika perubahan kurikulum nasional. Karena itu, PGRI dituntut untuk terus beradaptasi dan memperkuat perannya sebagai organisasi profesi yang mampu menjawab kebutuhan anggotanya.

Ia menegaskan bahwa PGRI harus menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan solutif, sekaligus bertransformasi menjadi penggerak literasi digital bagi para pendidik. Dengan demikian, guru-guru di Banggai Kepulauan dapat lebih siap mencetak generasi yang memiliki kemampuan teknologi dan daya saing global.

“PGRI tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga harus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Muchsin juga menitipkan sejumlah harapan kepada peserta konferensi, di antaranya memilih pengurus yang amanah dan memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan organisasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta memprioritaskan program peningkatan mutu dan profesionalisme guru.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan daerah.
“Bersama-sama kita wujudkan pendidikan Banggai Kepulauan yang lebih bermutu, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Muchsin Yasano secara resmi membuka Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Tinangkung Selatan Masa Bakti 2025–2030. Forum tersebut diharapkan menghasilkan kepengurusan baru yang solid serta program-program strategis yang mampu memperkuat peran guru dalam pembangunan pendidikan di Banggai Kepulauan.

Turut hadir Ketua Pengurus Kabupaten PGRI Kab Banggai Kepulauan, Babinsa Tinangkung Selatan, Korwil Kecamatan Tinangkung Selatan Bersama Pengurus Sekolah, Ketua Pengurus Kecamatan PGRI Cabang Tinangkung Selatan Beserta Seluruh Pengurus, Seluruh Kepala Sekolah Se-Kecamatan Tinangkung Selatan, Beserta Peserta Konferensi. (Roy-KOMINFO)

Ponding-Ponding, BanggaiKep.go.id – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 digelar khidmat di Lapangan Bola Ponding-Ponding, Banggai Kepulauan. Bertindak selaku pembina upacara, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST., MT., AIFO membacakan sambutan resmi Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Selasa (25/11/2025).

Upacara yang dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Pendidikan, para guru, siswa, serta jajaran PGRI itu berlangsung penuh khidmat dan refleksi atas perjalanan panjang organisasi guru terbesar di Indonesia.

Dalam sambutan yang dibacakan Bupati Rusli Moidady, Ketua Umum PB PGRI mengajak seluruh insan pendidikan mensyukuri perjalanan 80 tahun PGRI sejak berdiri pada 25 November 1945, seratus hari setelah Republik Indonesia diproklamasikan. Saat itu, para guru dari berbagai organisasi melebur dalam satu wadah PGRI sebagai bentuk tekad menjaga persatuan dan ikut mempertahankan kedaulatan negara yang baru merdeka.

“Jiwa dan semangat itu semangat mempersatukan guru Indonesia serta menjaga kehormatan profesi harus terus menjadi kobaran perjuangan PGRI hingga hari ini,” demikian isi sambutan yang dibacakan Bupati.

Ketua Umum PB PGRI juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sejak tahun 1994 telah menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Penetapan tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan negara terhadap peran guru dalam memajukan pendidikan nasional.

Dalam sambutan itu, Ketua Umum PB PGRI menegaskan bahwa perubahan zaman, terutama perkembangan kecerdasan buatan dan transformasi digital, harus direspons para pendidik dengan terus belajar dan beradaptasi.

“Saya mengajak seluruh guru Indonesia untuk terus berinovasi, membangun budaya belajar sepanjang hayat, berkolaborasi lintas bidang, dan memiliki pola pikir bertumbuh,” ujarnya.

Ia juga menyinggung berbagai tantangan dunia pendidikan, termasuk upaya memecah belah persatuan guru, kasus-kasus hukum yang menjerat guru saat menjalankan tugas, serta belum meratanya kesejahteraan dan perlindungan profesi.

PGRI dalam sambutan tersebut menyampaikan harapan besar kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya terkait prioritas peningkatan kualitas pendidikan dalam Asta Cita.

Salah satu sorotan ialah perlindungan hukum bagi guru yang masih lemah. Banyak guru yang menghadapi kriminalisasi ketika menjalankan tugas mendidik. PGRI mendorong agar norma perlindungan profesi guru dimasukkan dalam regulasi khusus.

Selain itu, PGRI menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan Tunjangan Profesi Guru dan Dosen (TPGD), percepatan penyelesaian sertifikasi guru, serta rekrutmen honorer melalui skema ASN, baik PNS maupun PPPK, tanpa membedakan guru negeri dan swasta.

Ketua Umum PB PGRI melalui sambutan itu menyerukan pentingnya menjadikan PGRI sebagai kekuatan moral, intelektual, dan profesional bagi para guru di seluruh Indonesia. Organisasi guru tersebut diminta untuk menjaga sifat inklusif, independen, dan non-partisan, serta memperkuat pelayanan kepada para anggotanya.

“PGRI harus adaptif terhadap perubahan dan terus menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah daerah,” tegasnya.

Di akhir sambutan, PGRI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang tetap mengabdi dalam kondisi apa pun.

“Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan perjuangan tanpa lelah dari semua guru di seluruh Nusantara. Semoga pengabdian para guru menjadi suluh penerang bangsa,” ungkapnya.

Upacara berjalan dengan lancar dan diikuti antusias peserta, menjadikan momentum HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 sebagai ajang refleksi, penghormatan, dan peneguhan kembali komitmen memajukan pendidikan Bangsa Indonesia. (Roy-KOMDIGI)

Ponding-ponding, BanggaiKep.go.id – Pengurus cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tinangkung Utara (Tinut) gelar Konferensi cabang sekaligus pemilihan pengurus baru periode Tahun 2020-2025 yang bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) desa ponding-ponding Kecamatan Tinut Kab. Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Rabu, (17/3/2021).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI yang dipandu oleh Anitateri Tilaar sebagai dirgen.

Agenda utama Konferensi melaporkan realisasi pelaksanaan program dan pertanggung jawaban masa bakti 2015-2020 dan pemilihan pengurus baru cabang Tinut masa bakti 2020-2025.

Tema pada Konferensi “Memantapkan Solidaritas dan Soliditas anggota di tengah pandemi menuju Bangkep merdeka belajar tahun 2011”.

Kegiatan dihadiri oleh camat Tinangkung Utara yang di wakili oleh Kaur Kesra, Ketua PGRI Kabupaten BanggaiKep, BabinKamtibmas, beserta perwakilan tiap sekolah yang berada di lingkungan Kecamatan Tinut.

Ketua PGRI Kabupaten Banggai Kepulauan Irwan Bidul S.Pd saat di jumpai jurnalis mengatakan, “Sesuai AD/ART setiap periode ada konferensi dan pemilihan kembali pengurus baru,il ini merupakan upaya penyegaran dalam susunan pengurus PGRI cabang,” tutur Irwan.

“Ada 44 orang nantinya yang mempunyai hak suara dalam memilih ketua cabang,” tambah Irwan.

Fadly Stibis S.Pd terpilih sebagai ketua cabang Kecamatan Tinangkung Utara mengucapkan banyak terima kasih telah diberikan amanah dan tanggung jawab untuk menahkodai PGRI Cabang Tinut.

Fadly berjanji bersama pihaknya melalui wadah organisasi PGRI akan terus memperjuangkan nasib guru, hak-hak Guru, memantapkan diri jadi guru menuju Indonesia cerdas. (FeriKominfo)