Pos

Kanali, BanggaiKep.go.id – Peresmian secara simbolis 4 unit Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rawat Inap dan 5 unit Pasar Rakyat di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Drs. H. Longki Djanggola, M.Si di Desa Kanali Kecamatan Totikum Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa, (15/09/2020).

Sebanyak 4 unit puskesmas yakni, Puskesmas Rawat Inap Lumbi-lumbia Kecamatan Buko Selatan dengan anggaran senilai Rp. 2,1 miliar, Puskesmas Rawat Inap Bonepuso di Kecamatan Bulagi Selatan dengan anggaran senilai Rp. 2 miliar, Puskesmas Rawat Inap Kanali di Kecamatan Totikum Selatan dengan anggaran senialai Rp. 7,6 miliar dan yang terakhir Puskesmas Rawat Inap Lolantang di Kecamatan Bulagi Selatan dengan anggaran sebesar Rp. 7,4 miliar dimana dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kementerian RI tahun anggaran 2019.

Sedangkan 5 unit pasar rakyat yang diresmikan yakni, Pasar Rakyat Lumbi-lumbia Kecamatan Buko Selatan dengan anggaran senilai Rp. 6 miliar, Pasar Rakyat Bonepuso Kecamatan Bulagi Selatan dengan anggaran senilai Rp. 1,8 miliar, Pasar Rakyat Bulagi Kecamatan Bulagi dengan anggaran senilai Rp. 6 miliar, Pasar Rakyat Luksagu di Kecamatan Tinangkung Utara dengan anggaran senilai Rp. 900 juta dan Pasar Rakyat Mansamat B di Kecamatan Tinangkung Selatan dengan anggaran senilai Rp. 1,1 miliar.

Dengan didirikannya Puskesmas Rawai Inap dan Pasar Rakyat di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai wujud upaya Pemerintah untuk memaksimalkan pelayanan Kesehatan dan penguatan peningkatan taraf hidup ekonomi masyarakat Banggai Kepulauan.

Gubernur Longki Djanggola berpesan kepada masyarakat Banggai Kepulauan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak karena dengan mengikuti protokol kesehatan bisa menekan risiko penularan covid-19.

“Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan yang telah menerapkan protokol kesehatan,” kata Longki.

Gubernur Longki Djanggola juga mengatakan bahwa akan memberikan bantuan berupa 3000 alat rapid tes  untuk Kab. Banggai Kepulauan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. (RoynaldoKominfo)

PRESS RELEASE                              

Nomor  : 550/20.06/diskominfo

  

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Sejahtera bagi kita semua

Om Swastyastu

Namo Budaya

Salam Kebajikan.

Laporan Situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan, Update hari ini Kamis, 11 Juni 2020 jam 14.00 Wita.

Sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan laboratorium Covid-19 yang dikeluarkan oleh UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Tanggal 9 Juni 2020 terhadap pemeriksaan 4 sampel dari 2 Orang yang diterima sejak tanggal 6 juni 2020 sebagai berikut :

  1. Sampel an. Tn S, 59 Tahun pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal wilayah kecamatan Totikum dengan nomor pemeriksaan 100818 dan 100819 dengan fasilitas kesehatan pengirim  RSUD Trikora salakan telah menjalani pemeriksaan PCR Serial dan saat ini didapatkan hasil Sars-Cov NEGATIF, sebanyak 2 kali berturut-turut. Untuk itu yang bersangkutan telah dikeluarkan Surat Keterangan Pemeriksaan tertanggal hari ini, Kamis, 11 Juni 2020 dan dinyatakan SEMBUH dan SEHAT
  2. Sampel an. Tn. R, 39 Tahun pasien terduga Covid-19 asal wilayah kecamatan Tinangkung dengan nomor pemeriksaan 100820 dan 100821 dengan fasilitas kesehatan pengirim RSUD Trikora Salakan telah menjalani pemeriksaan PCR Serial dan saat ini didapatkan hasil Sars-Cov NEGATIF, sebanyak 2 kali berturut-turut. Untuk itu yang bersangkutan telah dikeluarkan Surat Keterangan Pemeriksaan tertanggal hari ini, Kamis,11 Juni 2020 dan dinyatakan SEHAT.

Data situasi Covid-19 Kabupaten Banggai Kepulauan update hari ini adalah OTG 1 orang, ODP 0 orang, PDP 0 orang dan tidak ada kasus positif dan selanjutnya untuk pelaku perjalanan yang dinyatakan selesai masa pemantauan adalah 3.731 Orang.

OTG yang baru dari kecamatan Tinangkung yang terlaporkan pada tanggal 9 juni 2020 saat ini sedang disolasi mandiri di fasilitas Pemda Kabupaten Banggai Kepulauan, dan dalam pemantauan petugas kesehatan serta akan tetap dilakukan pengambilan sampel swab sesuai prosedur yang ada.

Berdasarkan kriteria diatas maka Pemerintah Daerah menghimbau kepada setiap masyarakat untuk mempersiapkan diri memasuki era New Normal dengan tetap menjalani protokol kesehatan diantaranya tetap menggunakan masker, berperilaku hidup bersih dan sehat cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir saat sebelum dan setelah melakukan aktifitas dan tetap jaga jarak selama masa pandemi.

Demikian kami sampaikan semoga bermanfaat. Semoga Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa senantiasa merahmati setiap langkah kita untuk keluar dari pandemi ini, Bangkep bersatu cegah Covid-19.

Salam Sehat.

Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh. (KondKominfo)

 

 

 

Perpanjangan waktu untuk Sensus Penduduk 2020 (SP2020) yakni Sensus Penduduk online pada 15 Februari s.d 29 Mei 2020 dan Sensus Penduduk Wawancara pada 1 September s.d 30 September 2020.

Terima kasih 🙏

Selamat menunaikan Ibadah Puasa.

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pembukaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-28 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Ibu Kota Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Senin (16/03/2020).

Pembukaan MTQ ini dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sulteng, Bupati BanggaiKep serta seluruh Bupati se-Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua bersama anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Anggota DPD, Tokoh Bunda, Ketua umum pimpinan pusat ikatan persaudaran Qori dan Qoriah, wakil gubernur Sulawesi Tengah, Majelis Ulama Provinsi Sulawesi Tengah, ketua LPTQ Provinsi Sulawesi Tengah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan,Dewan Hakim, Ketua Panitia, Kementrian Agama, Kepala OPD dan Seluruh Masyarakat BanggaiKep.

Kegiatan MTQ yang ke-28 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di buka oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si bertempat di Alun-alun Rujab Banggai Kepulauan Kota Salakan.

Drs. H. Longki Djanggla, M.Si menyampaikan dalam sambutannya bahwa “Secara pribadi sangat mengucapkan rasa terimakasih dan penghargaan atas penyambutan yang hangat dan ramah tama dari pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dan seluruh masyarakat yang telah menerima kedatangan kami semua team”.

Menurut Gubernur Sulteng, “Alquran adalah sumber dan pedoman untuk landasan kedunia akhirat untuk itu marilah kita terus mengajarkan kepada anak-anak agar lebih giat dan mengerti sebab dengan landasan Alquran kita bisa mengerti dan membedakan baik dan buruk, dalam pertandingan ini kita tidak hanya semata untuk  mendapatkan prestasi atau kejuaraan namun agar kiranya bisa mengerti dan menghayati Alquran dalam kehidupan sehari hari”,ucap Longki Djanggola.

“Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah untuk lebih mendukung anak-anak kita agar lebih komitmen, sinergis dan lebih tekun belajar dalam setiap bidang mereka masing masing sehingga bisa melahirkan duta-duta yang kompetensional dan bisa berajang ke tingkat Nasional”, ujar Longki Djanggola.

Gubernur juga menyampaikan dengan adanya isu penyakit atau virus Covid-19 atau virus corona yang masuk di Indonesia maka untuk itu, Beliau menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah lebih khususnya masyarakat Banggai Kepulauan.

“Jangan panik, takut atau galau berlebihan melainkan kita sikapi dengan berbagai cara agar terhindar dengan virus tersebut sebab sebenarnya penyakit atau virus ini bisa dengan mudah di cegah, yaitu dengan cara pastikan selalu tubuh kita bersih, cuci tangan dalam setiap aktivitas, selalu mandi, pastikan disekitar lingkungan kita tetap bersih dan tetap waspada jika ada gejala-gejala yang dirasakan menyerupai gejela penyakit tersebut maka secepatnya konsultasi dan periksakan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat”, ucap Gubernur.

Dan kemudian dalam hal ini sebelum mengakhiri penyampain Longki Djanggola menghimbau kembali, “Saya menghimbau kepada kita semua masyarakat untuk mengurangi aktifitas diluar rumah, tidak pergi ketempat-tempat hiburan malam dan mengurangi kontak dengan orang lain secara langsung”, tutup Longki. (ViktorKominfo)

JAKARTA, BanggaiKep.go.id – Tiga warga Provinsi Sulawesi Tengah bersama 235 WNI dari episenter penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Wuhan, China yang sebelumnya menjalani observasi di Kepulauan Natuna, tiba di Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu sore (15/2/2020).

Ratusan WNI dari berbagai daerah di Indonesia itu, diterbangkan dari Kepulauan Natuna ke Lanud Halim Perdana Kusuma dalan tiga kelompok terbang (kloter) menggunakan tiga pesawat milik TNI AU.

Tiga WNI asal Provinsi Sulaweai Tengah, yakni Rifdah Nur Aliyah (19 tahun), Asrida Afriyanti (20 tahun) dan Julita (18 tahun), masuk dalam kloter 2 dan 3 menggunakan pesawat jenis boing milik TNI AU. Sementara kloter 1 menggunakan pesawat Hercules TNI AU adalah para WNI laki-laki.

Rifdah Nur Aliyah, Asrida Afriyanti dan Julita adalah mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang sedang kuliah di universitas berbeda di Provinsi Hubei, Tiongkok.

Rifda Nur Aliya tiba lebih dulu di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pukul 15.20 WIB. Rifda Nur Aliya disambut oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Tengah, Jemy Fischer yang sudah menunggu di Lanud Halim Perdana Kusuma sejak pukul 14.30 WIB.

Rifda Nur Aliyah terdaftar sebagai mahasiswi di Hubei Minzu University sejak Desember 2018. Kurun setahun lebih ia menetap di Kota Enshi yang jaraknya 520 Km dari Wuhan, ibukota Provinsi Hubei.

“Kota tempat tinggal ku lumayan jauh dari Wuhan. Bisa 7 jam perjalanan darat. Seperti dari Palu ke Tolitoli atau dari Palu ke Ampna,” kata Rifda diawal perbincangan dengan Jemy Frischer, Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Tengah.

Jemy Frischer ditugaskan khusus oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, untuk menjemput dan mengurus kepulangan tiga WNI asal Sulawesi Tengah dari Jakrata ke kampung halamannya masing-masing di Sulteng.

Sementara, Julita dan Asrida Afriyanti yang tergabung dalam kloter 3, tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma pukul 15.50 WIB. Saat itu hujan deras mulai mengguyur kawasan Lanud Halim Perdanakusuma.

Julita adalah mahasiswi kelahiran Tolitoli. Kedua orang tuanya tinggal di Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Ia baru dua bulan menetap di Kota Xianning, Provinsi Hubei, dan kuliah di Hubey University of Science and Technology.

Sedangkan Asrida Afriyanti adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran di universitas di Kota Huangshi, Provinsi Hubei. Asrida berasal dari Luwuk, Kabupaten Banggai.

Rifdah Nur Aliyah, Asrida Afriyanti dan Julita, bersama ratusan WNI lainnya sempat menjalani masa observasi selama 14 hari di Kepulauan Natuna. Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Indonesia untuk memastikan kondisi kesehatan para WNI yang dipulangkan dari Tiongkok.

Setelah dipastikan negatif Covid-19 atau virus corona, hari ini 238 WNI tersebut dipulangkan ke daerah masing-masing. Selanjutnya, di daerah masing-masing mereka akan diperiksa secara berkala (surveillance tracking)vguna memastikan kondisi mereka tetap sehat.

Terkait jadwal kepulangan Rifdah Nur Aliyah, Asrida Afriyanti dan Julita dari Jakarta ke Palu, Sulaweai Tengah, Jemy Frischer menjelaskan pihak Pemprov Sulteng sudah menyiapkan akomodasi dan tiket pesawat mereka.

“Rifda dan Julita pulang ke Palu dan Tolitoli Minggu, 16 Februari menggunakan pesawat komersil. Sedangkan Asrida sudah dijemput keluarganya di Jakara,” ujar Jemy Frischer.

Awal Desember 2019 lalu, muncul sebuah wabah baru di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China dengan gejala mirip flu dan pneumonia berat. Virus corona berjenis SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu telah menginfeksi lebih dari 60 ribu orang dan menyebabkan kematian 1.383 jiwa per Jumat (14/2/2020). (Sumber: OTR KOMINFO SULTENG).(FeriKominfo)