Salakan, BanggaiKep.go.id – Banyak hal yang membuat orang tercengang ketika mengunjungi Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) baik keadaan masyarakatnya, kesuburan tanahnya, hasil lautnya dan masih banyak lagi yang membuat terpukau dan kagum bagi mereka yang pernah mengunjungi Bangkep.

Senator asal Sulawesi Tengah Lukky Semen, SE yang merupakan Anggota DPD-MPR RI saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Banggai Kepulauan didampingi istri Desiana Trisnawati Tobigo yang merupakan Dosen Universitas Tadulako Palu (Untad) salah satu universitas ternama di Sulteng menyempatkan diri untuk melepas rasa penat dan lelah dari menempuh perjalanan jauh, ditemani Ronald Gulla,  ST Anggota DPRD Sulteng mengunjungi objek wisata Danau Cermin Paisupok di Lukpanenteng Kecamatan Bulagi Utara, Bangkep.

(Anggota DPD-RI Lukky Semen dan istri Desiana Trisnawati Tobigo ditemani Anggota DPRD Provinsi Sulteng, Ronald Gulla, ST Menikmati Indahnya Danau Cermin Paisupok. Dok JAR-Kominfo)

Saat berada di lokasi objek wisata Danau Cermin Paisupok Lukky Semen bersama istri terpukau dan kagum serta tercengang dengan keindahan objek wisata Danau Cermin Paisupok yang masih sangat nampak alami, air yang jernih kebiru-biruan dan segar.

Ronald Gulla mempromosikan objek wisata Danau Cermin Paisupok kepada Senator Dapil sulteng dan istri yang merupakan dosen Untad Palu, mengatakan bahwa “Objek wisata Danau Cermin Paisupok merupakan salah destinasi wisata unggulan dan primadona di Bangkep dan masih banyak lagi objek wisata lain di Bangkep yang tidak kalah indahnya,” ucap Aleg DPRD Provinsi Sulteng Dapil Banggai bersaudara.

(Dok. JAR-Kominfo)

Mengekspresikan rasa kagumnya Dosen Universitas Tadulako (Untad) Palu, Desiana Trisnawati Tobigo melalui akun Facebooknya memposting “Beautiful…❤️❤️❤️ Luar biasa Anugrah Tuhan buat masyarakat Lukpanenteng Kab. Banggai Kepulauan  atas  keindahan alam ini… danau Paisupok dimana sumber airnya berasal dari mata air yang berasal dari dasar perairan dan sangat mencengangkan airnya biru seperti air laut dan danaunya begitu jernih. Lokasi ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kab. Bangkep bila dikelola lebih profesional. Diharapkan Pemerintah kabupaten memperbaiki semua fasilitas dan sarana prasarana agar dapat dimasukkan salah satu destinasi wisata Indonesia dan masyarakat diberikan kesadaran dan diberdayakan untuk pengembangan industri pariwisata Kab. Bangkep sukseskan pariwisata Kab.BanggaiKepulauan 🙏🙏@Love Indonesia”

Dosen Untad Palu ini berharap agar pemerintah dapat memperbaiki dan lebih memperhatikan lagi fasilitas dan sarana penunjang lainya agar lebih menarik serta terus mendorong masyarakat untuk dapat berperan aktif dan berpartisipasi dalam pengembangan Pariwisata di Banggai Kepulauan. (JAR-KOMINFO)

Tatendeng, BanggaiKep.go.id – Kabar duka kembali menyelimuti Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) dengan berpulangnya kepangkuan Bapa di Sorga sosok tokoh gereja yang boleh dikatakan mengabdikan dirinya sampai akhir hidup, Ayub Maleso yang sekarang ini menjabat sebagai Ketua Komisi Lingkungan Hidup Sinode GPIBK, bahkan bukan saja hanya di Gereja tetapi juga beliau mengabdikan dirinya untuk daerah ini meskipun tidak banyak diketahui orang.

Ayub Maleso tutup usia pada hari Jumat, (13/5/2022) di Puskesmas Tataba Kecamatan Buko, pada pukul 06.00, setelah menjalani perawatan beberapa jam saja, dibawah oleh pihak keluarga sekitar pukul 21.30 WITA pada hari Kamis malam.

Ketua Sinode GPIBK Pdt. Anasir Suayong, M.Th dalam sambutannya pada saat acara pemakaman, Sabtu (14/5/2022) mengatakan mengatakan bahwa almarhum Ayub Maleso merupakan Sosok pribadi yang sangat luar biasa, beliau mengabdikan hidupnya sampai akhir hayat untuk pekerjaan Tuhan.

“Saya masih ingat waktu masih kecil seorang Ayub Maleso sudah terlibat dalam pelayanan gereja sejak masih bergabung dengan Sinode Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB),” ucap Pdt. Anasir.

Lanjutnya, “Beliau dipercayakan sebagai bendahara pembantu yang bertanggungjawab menagih setoran di Klasis Buko dan Leme-Leme yang waktu itu wilayah pelayanannya dari Desa Ombuli Kec. Bulagi Utara sampai Desa Taepa (Kambani) Kec.Buko Selatan.”

“Dengan awalnya hanya berjalan kaki, kemudian diberikan sepeda, dari riwayat hidup almarhum selama 30 tahun menjadi bendahara pembantu, menjabat ketua Jemaat Eklesia Tatendeng selama 8 tahun, Anggota MPP Sinode GPIBK dan diakhiri hidupnya masih mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Komisi Lingkungan Hidup Sinode GPIBK. kata Ketua Sinode,” tambah Pdt. Anasir.

“Oleh karena beliau Bangkep dan Sinode GPIBK dapat terkenal sampai keluar negeri, Belanda, Jerman dan lain sebagainnya melalui pemaparan beliau ketika mengikuti kegiatan pemerihati lingkungan hidup yang dilaksankan oleh PGI di Bogor beberapa tahun lalu,” terang Pdt. Anasir.

Ketua Sinode juga menerangkan, selayaknya kita memperhatikan beliau mungkin ada tindakannya yang dapat kita lakukan sebagai Jemaat se- Sinode GPIBK mungkin membantu dalam hal penyelesaian tempat peristirahatan terakhir almarhum.

“Karena pemberian diri beliau yang luar biasa bagi gereja, daerah dan masyarakat dalam berbagi bidang baik budaya, pariwisata dan lingkungan hidup bahkan sampai mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga bahkan menguras kantong sendiri untuk membiayainya kegiatannya,” tutur Pdt. Anasir.

Menurut Pdt. Anasir, Kita merasa kehilangan sosok orang tua, tokoh gereja, masyarakat dan adat bisa kita bayangkan dalam keadaan sakitnya saja beliau masih berusaha menyusun sejarah masuknya Injil di Banggai Kepulauan, dan melakukan pembibitan mangrove dan penanaman tanaman tahunan produktif untuk penghijauan. Pekerjaan beliau belum selesai mari kita warga gereja untuk menyelesaikannya bersama. (JAR-KOMINFO)